Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

6/2/20151 Ekonomi Sumber Daya Manusia Program Pasca Sarjana ( STIA – LAN ) Semester Genap 2008 ( PSMSDA ) oleh : H.Soeharsono Sagir,Economist 1. Ruang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "6/2/20151 Ekonomi Sumber Daya Manusia Program Pasca Sarjana ( STIA – LAN ) Semester Genap 2008 ( PSMSDA ) oleh : H.Soeharsono Sagir,Economist 1. Ruang."— Transcript presentasi:

1 6/2/20151 Ekonomi Sumber Daya Manusia Program Pasca Sarjana ( STIA – LAN ) Semester Genap 2008 ( PSMSDA ) oleh : H.Soeharsono Sagir,Economist 1. Ruang Lingkup Ekonomi Sumberdaya Manusia 2. Peran & Fungsi Sumberdaya Manusia sebagai salah satu faktor ekonomi 3. Manusia Modal sebagai Faktor Produksi 4. Fungsi Produksi Sumber Daya Manusia 5. Permasalahan Sumber Daya Manusia sebagai faktor Ekonomi 6. PSDM – HRD dalam bentuk DIKLAT 7. Investasi Pendidikan – Human Investment

2 6/2/20152 Materi Perkuliahan ( 2 ) 8. PSDM ( HRD ) sebagai Industri dalam Era Informasi 9. Modal Intelektual Sumber Daya Manusia 10. Perencanaan dan Pendayagunaan SDM dalam Pembangunan Ekonomi 11. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan Ekonomi 12. Kapasitas,Kompetensi,Produktivitas dan Unggulan Daya Saing Sumber Daya Manusia 13. Mobiltas Horisontal - Vertikal Sumber Daya Manusia 14. Kebijakan Ekonomi Makro Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan

3 6/2/20153 Diskripsi Mata Kuliah ( 3 SKS )  Prasyarat :Peserta Program telah menguasai materi Ekonomi Makro ( Keynesian Economics, 1936 ), Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Ekonomi Makro  Mata kuliah ini membahas tentang berbagai faktor ekonomi dan non ekonomi, masalah sumberdaya manusia sebagai sumber daya pembangunan dan sasaran pembangunan ; pemanfanfaatan / pendaya gunaan sumberdaya manusia dalam pembangunan, investasi sumberdaya manusia ( PSDM – HRD ) dan kebijakan dibidang sumberdaya manusia ( Ketenaga kerjaan ) dalam ekonomi

4 6/2/20154 Referensi – Buku Bacaan Kepustakaan ( 1 ) 1. Sudarwan Danim, 2003 “ Ekonomi Sumber Daya Manusia “ Ekonomi Pendidikan ; Pustaka Setia Bandung 2. Becker,GS 1993, “ Human Capital ; The Teoritical and Empirical Analysis With Special Reference to Education,The University of Chicago. 3. Aris Ananta,“ Mutu Modal Manusia “ 1986,Lembaga Demografi FEUI. 4. Lilik Agung,2007 “Human Capital Competencies” Gramedia, Jakarta 5. Walker,James W,1992“Human Resources Strategy” ESDM Mikro, McGraw Hill,Singapore 6. H.Soeharsono Sagir,“ Managerial Leadership” ESDM Mikro 2003

5 6/2/20155 Referensi – Bacaan ( 2 ) 7. Spiegelglas Stephen, 1990 : Ecoomic Development Chalenge and Promise,New Jersey,Prentice Hall Inc 8. David Mc Lleland, 1981 : The Achieving Society, Free Press Paperback, The Macmillan Coy, USA 9. Carver,1993 : Empowering Individual and Organization Mc Graw Hill,USA 10. Crest,1998:The Art of Human Resources Management Empowerment and Development.

6 6/2/20156 Kompetensi Umum Peserta Program  Dengan mempelajari mata kuliah ESDM peserta program akan menguasai SDM sebagai modal dasar faktor produksi dalam ekonomi nasional, mengemkan sumber daya nasional sebagai faktor produksi, pemanfaatan sumber daya manusia dalam pembang unan,serta mampu membuat kebijakan makro bidang sumberdaya manusia dari perencanaan sampai implementasinya.  Untuk menguasai dengan baik MK ESDM,peserta program,wajib hadir mengikuti kuliah dan membaca bahan kuliah yang tersedia : Lima CD,FD,tiga copy handout ESDM  Buku Kepustakaan merupakan rujukan bagi peserta untuk lebih mendalami ESDM,sebagai referensi.

7 6/2/20157 Bacaan Wajib Peserta Program ( 2 ) Bacaan Wajib Peserta Program ( 2 ) 7. Soeharsono Sagir,“ Kapita Selekta Ekonomi Sumber Daya Manusia “, Wajib Baca Makalah Seminar, )Perencanaan Tenaga Kerja Nasional, )PSDM dan Produktivitas Nasional, )Dunia Kerja dan Tuntutannya, )Pertumbuhan Ekonomi & Kesempatan Kerja, )Mutu Hasil Pendidikan yg Terserap Pasar Kerja )Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia,1990 7)Kualitas SDM Menyongsong Tahun 2000, STIA 1992

8 6/2/20158 Ruang Lingkup ESDM ( 1 ) H.Soeharsono Sagir 1. Penduduk atau SDM merupakan salah satu sumber daya ekonomi, disamping: SDA,MODAL, IPTEK,Managerial Know How (Human Capital ) Intelektual dan Entrepreunerialship ( Wirausaha ) 2. Ekonomi Sumber Daya Manusia merupakan Ilmu Pendidikan Ekonomi  SDM menjadi sumber daya ekonomi handal karena memperoleh Pendi dikan dasar sampai Perguruan tinggi berkualitas 3. Yang dimaksud SDM  Penduduk usia kerja  usia produktif  Bekerja  untuk  memperoleh Pendapatan ( Y ) 4. Y = f (N)  C = f ( Y )  T=f ( Y )  N=f ( I ) 5. Y – ( T + C ) = S ( Saving )  Bank  Invest

9 6/2/20159 Ruang Lingkup ESDM ( 2 ) 6.Jumlah Penduduk yang besar akan menjadi beban,jika tidak berkualitas sebagai Manusia Modal ( yang mampu menciptakan nilai tambah / value added ) 7.Semakin rendah kualitas penduduk / SDM makin tinggi tingkat kemiskinan (underdevelopment trap atau poverty circle )  Miskin karena bodoh,atau bodoh karena miskin.

10 6/2/ Ruang Lingkup ESDM ( 3 ) 8.Jumlah SDM besar,tidak masalah jika mutunya tinggi (USA) dan upaya untuk meningkatkan mutu akan sulit jika jumlah SDM besar ( Indonesia >200 juta ) 9.Pembangunan yang berkelanjutan  sustainable development tidak akan tercapai jika PSDM ( Diklat ) tidak dilakukan secara konsisten dan berlanjut  menjadi Manusia Modal.

11 6/2/ Ruang Lingkup ESDM ( 4 ) 10.Mutu SDM tidak hanya ditentukan oleh Diklat,tetapi lebih ditentukan gizi,empat sehat,lima sempurna  fisik sehat,bugar, lingkungan hidup sehat  air bersih Diklat,tetapi lebih ditentukan gizi,empat sehat,lima sempurna  fisik sehat,bugar, lingkungan hidup sehat  air bersih 11.Kemampuan SDM untuk memprodusir lebih banyak karena mutunya meningkat,bisa juga karena peningkatan modal fisik (teknologi-mesin)

12 6/2/ RuangLingkup SDM ( 5 ) H.Soeharsono Sagir, 1987 Kendala SDM Menjelang Abad ke Masih tingginya pertumbuhan penduduk,yg tidak menjamin kualitas SDM  gizi buruk, pelayanan kesehatan, kesempatan Diklat dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia (papan,air bersih,lingku- ngan hidup, elektrifikasi ) 2. Etos kerja SDM yang rendah,kurang tekun ;mental “nrabas”, konsumptif, boros  high cost economy  demonstration effect  gengsi naik, jika memakai barang impor 3. Masih rendahnya tingkat kreativitas dan inovasi teknologi  sebagai bangsa kita baru mencapai tingkat perakit produk bangsa lain atau konsumen teknologi impor. 4. Rendahnya tantangan alam,kita tidak mengenal empat musim ; tanah subur,lahan masih luas  diluar Jawa

13 6/2/ Kendala SDM Indonesia ( 2 ) 5. Komoditi ekspor Indonesia,belum mampu memenu hi ketentuan satndar ISO – WTO ; padahal kita dituntut untuk segera berlaku : “ Iso ora iso kudu iso “  memenuhi standard ISO 6. Kita tidak memiliki komoditi. yg memiliki absolute comperative advantage  bahan baku rotan  kalah bersaing dipasar luar negeri,karena kualitas produk rotan Indonesia lebih rendah  kalah dalam daya saing dalam mutu,desain dan proses pengolahan rotan. 7. Lahan makin berkurang untuk diolah ( Jawa ) kare na penduduk bertambah  ada budaya “ mangan ora mangan asal kumpul “  si miskin bertambah

14 6/2/ SDM dan Era Globalisasi (5 ) 1) Dollar Capital has replaced by human capital as a strategic resource.In the information era however the strategic resource are: information knowledge and creativity of human resource. 2) We now get the larger part of industrial growth not from capital investment,but investment in men and improvement brought by improved men. 3) Pembangunan Ekonomi yang mengandalkan modal UTANG LUAR NEGERI – melalaikan PSDM/ HRD – selama tiga dasawarsa ( 1967 – 1997)gagal tinggal landas,terpuruk ekonomi - nya,terperosok dilandasan ( 11 Juli 1997 )

15 6/2/ Era Globalisasi … Lanjut ( 1 ) 4) The constant one now is changing and the certain one now is uncertainty.The relative stability and predictability of business,are being replace by uncertainty,complexity and rapid change. Intens global competition,rapidly changing technology, shifting demography, economic fluctuation and other dynamic conditions, require companies to adaptive and swift, 5) In the industrial economy, the primary products economy has come uncoupled from industrial economy; production has uncoupled from employment. 6) In the information era – free trade era – the trade commodity among nations, has shift from goods,services and capital ( investment ) to intelectual property right ( hak cipta intelektual )  micro soft  Bill Gate.

16 6/2/ Era Globalisasi ….. ( 2 ) 7) Dalam era globalisasi SDM dituntut sebagai Human Capital ( Manusia Modal ) ; bercirikan : profesional,berkua litas, disiplin, produktif, etos kerja tinggi,motivated,kreatif,inovatif, kompeten hingga kompetitif ( “ Human capital has replaced dollar capital as a strategic resource “ ) 8) Unggulan daya saing produk,ditentukan oleh: desain mutu input teknologi, nilai tambah, penyerahan tepat waktu dan pelayanan purna jual ; after sales service and maintenance 9) Terjadi perubahan paradigma ekonomi ; tidak lagi What, How, For Whom ; Barang diprodusir,harus jelas ada tidaknya pasar ( For Whom ),baru dikaji What barang apa dan apakah dapat dibuat dengan low cost,efisien dan efektif.

17 6/2/ Era Globalisasi ( 3 ) 10. In a world that constantly changing,the key of of competiti – veness in ‘’90’s is that our people work more effective than your people and our leaders are better than Your leader  James Walter. 11. Unggulan daya saing global,mensyaratkan kualifikasi PRIMA ( unggul dan kompeten ) dalam : Management, Domestic Economy, Penguasaan IPTEK,SDM berkualitas ( Manusia Modal ), Infra struktur, Standard kualitas ( ISO / WTO ), Independent in finance ( bebas dari utang LN )  debt trap, Good governance ( clean government ) 12. Ekonomi dunia saat ini tidak hanya digerakkan oleh mobilitas dana investasi ( multinational corporation ) dan transaksi barang dan jasa,tetapi lebih digerakkan oleh mobilitas soft ware ( IT )  Micro Soft ( Bill Gate )ke India

18 6/2/ Ruang Lingkup ESDM Sudarwan Danim ( 1 ) 1. Kemampuan Ekonomi SDM=f (nilai tambah kognitif,afektif,psikomoto- rik,emosional dan spiritual ) 2. Proses Pendidikan merupakan investasi  Manusia Modal 3. Pembangunan Ekonomi tidak akan berhasil tanpa SDM terdidik dan terlatih ( cerdas dan terampil )

19 6/2/ Sudarwan Danim ( 2 ) 4. SDM bermutu (pendidikan bermutu ) akan lebih berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi 5. Lembaga Pendidikan berfungsi sebagai pemasok SDM bermutu yang seuai dengan kebutuhan SDM dalam Pembangunan 6. Investasi Pendidikan ( PSDM ) dapat dihitung melalui pendekatan Cost Benefit Ratio ( CBR ) bukan hanya dari Social Benefit Ratio ( CBR ) 7. Investasi Pendidikan didukung oleh Litbang, merupakan Human Resources Development yang hasilnya akan tercapai dalam jangka panjang ( contoh : Restorasi Meiji Jepang, PSDM di Malysia  semula belajar dari Indonesia  dalam tiga dasawarsa berhasil unggul dari INA)

20 6/2/ Sudarwan Danim ( 3 ) 8. Ekonomi Pendidikan merupakan studi untuk menyiapkan SDM berkualitas 9. Investasi Pendidikan ( PSDM ) = Investasi fisik  membangun prasarana,gedung,jaringan jalan, pabrik  mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi 10. Ekonomi Pendidikan akan mampu menyiapkan SDM berkualitas untuk berkiprah sebagai manusia modal  menyiapkan kehidupan berkualitas masa depan.

21 6/2/ Sudarwan Danim ( 4 ) Sembilan Tesis Biaya Pendidikan 1) Kemajuan = f (Pendidikan bermutu)Manusia Modal = f (Mutu Pendidikan) 2) SDM  Minimal harus dapat mem- baca, menulis, berhitung,terampil 3) Pembangunan Pendidikan berkore lasi Positif dengan Pertumbuhan ekonomi 4) Pendidikan merupakan upaya agar manusia menguasai IPTEK  modern 5) Pendidikan merupakan prasyarat untuk meningkatkan mutu SDM 6) Pendidikan yang bermutu akan memberikan penghasilan yang baik 7) Semakin besar kepedulian pendidikan sebagai prioritas pembangunan,akan berdampak positif terhadap pertumbuhan 8) Ada reciprocal positif antara Pendidikan dan kemajuan 9) Kemajuan Pendidikan yg kontinu,menjamin masa depan yang lebih baik pada kualitas SDM dan Pembangunan.

22 6/2/  Keynesian Economics :  Masalah Pengangguran dapat terpecah - kan melalui Investasi  N = f ( I ) ; sebab Investasi akan menciptakan kesempatan kerja (N) dan pertumbuhan ekonomi ( LPE )meningkatnya Pendapatan Nasional ( Y )  GNP  Ada korelasi positif antara Investasi ( I ), Kesempatan Kerja (N), Pertumbuhan Ekonomi (LPE, N, Y, GNP/GDP )

23 6/2/ The General Theory of Employment, Interest and Money ( 1 ) John Maynard Keynes ( 1936 ) 1. Faktor Penduduk  SDM  Tenaga Kerja 2. Kesempatan Kerja  N = f ( I )  Tidak ada kesempatan kerja tanpa didahului Investasi 3. Tidak ada Investasi tanpa dukungan Dana  Dana ( Funding ) = f ( Deposits ) 4. Investment = f ( r > i )  ROI  return on investment ; i = rate of interest  suku bunga kredit ( sbk bank )

24 6/2/ General Theory ( 2 ) 5. Kesempatan Kerja merupakan kunci Pembangunan Ekonomi 6. Tanpa adanya kesempatan kerja bagi SDM,maka tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup  N  Y  C (consumption)  S (saving) 7. Kesempatan Kerja ( N ) = f ( I )  terjadi karena harapan profit ( r )> i ( suku bunga )  the rate of interest i ( suku bunga )  the rate of interest < r  Δ induced investment

25 6/2/ General Theory ( 3 ) 8. Kesempatan Kerja (N)terjadi kerna ada dana ( Money ) yg di-investasi 9. Investasi terjadi,jika sbk (i) < (r) laba usaha yang diharapkan dan produk akan laku dipasar,ada effec tive demand (induced investment ) 10. Investasi = f(Modal sendiri,Kredit Bank Obligasi,Go Public / Saham) 11. Kredit Bank = f ( Simpanan )  Giro, Tabungan, Deposito ( DPK )  Kredit  N  Meningkatkan taraf hidup SDM  ∆ Y

26 6/2/ The General Theory (4) Simpanan ( Deposits ) 1. National Saving = f (RTK,RTP,RTN) merupakan potensi untuk meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi 2. Sebaliknya jika Saving tidak tersalurkan ( to Invest )  terjadi leakage ( kebocor an ) dalam arus kegiatan ekonomi  kelesuan ekonomi  pengangguran meningkat 3. Saving,Tax,Impor ( STM )  leakages  berdampak pengangguran 4. Investment,G.Spd,Export ( IGX )  penggerak kegiatan ekonomi  ∆ N

27 6/2/ Rumus General Theory – Makro (5) 1. Y = f ( N )  Income depend to N 2. N = f ( I )  N depend to Investment 3. I = f ( Fund,r > i )  Investment depend to capital formation; expected profit > the rate of interest 4. Funding = f (Saving)  Household, Firm and Government 5. S ( Saving ) = f ( residual income, undis tributed profit,budgetary surplus )

28 6/2/ General Theory of Macro Economy ( 6 ) Program Magister ITB, Sagir ( 2003 ) 1. GNP = C + I + G + ( X – M ) 2. Employment ( N ) = Income ( Y ) 3. Consumption spending = f ( Y )  f ( MPTC ) 4. Investment = f ( the rate of interest )  i 5. = f ( expected profit, mec )  r  = f ( Return on Investment )  ROI = f ( Return on Investment )  ROI 6. Marginal effeciency of capital = Prospective yield 7. Government Spending (G)= f ( Tax Revenue )  T

29 6/2/ Teori Ekonomi Makro ( 7 ) 7. Export Commodity = employment increase plus foreign exchange reserve increase 8. Prudent Banking =CAMEL; Car,Assets,Management Earnings,Liquide 9. Initial Investment ( I )  inducement to Invest, should increase employment ( N ) and income (Y ), through multiplier effect ; MPTC = 4/5  will multiplied Income 5 X initial investment 10. If income is high,employment will be high ; if income is low employment will be low.

30 6/2/ Teori Makro Ekonomi ( 8 ) 11. The total spending by  Private sector,individuals and firms  The public sectors the state budget ( G )  APBN  On  Consumers goods and Investment determines the level of incoome ( Y ) 12. Private investment can be increased trough a fall of the rate of interest ( i ). 13. An increase in Investment ( I ) will increase :  Employment  Total Income

31 6/2/ Teori Ekonomi Makro ( 9 ) 14. When Savings ( S ) > Investment ( I ), the demand for consumers goods falls, The demand for Investment,in turn will be affected The demand for Investment,in turn will be affected  Falling prices  Raising unemployment  Falling incomes  Economic stagnation 15. The Government could influence the level of total demand ; reduced or increased the total demand through :

32 6/2/ Teory Ekonomi Makro ( 10 ) 15. The Government could influence the level of total demand through :  Running deficit Budget ( T < G )  increased MS  Lowering the Bank rate interest, cheap money policy  increased in money supply  Lowering Time Deposits rate of interest  discount policy  increased money supply  Buying securities in open market  increased MS  Undertaking development project : spending on  infrastructure project : roads,bridges,irrigation,and public builidings  increased MS

33 6/2/ Say’s Law versus Keynes  Say’s Law : “ Supply creates its own Demand “ Setiap produk akan laku terjual,penawaran produk akan di – ikuti permintaan pasar ; Supply = Demand  Keynes : “ Demand creates its own supply “ Barang diprodusir karena adanya Permintaan Pasar. Efective Demand – lah yang menentukan besarnya produk yang akan diprodusir.

34 6/2/ World Bank Report In the 1970’s it was increasingly recognised that economic growth alone would no reduce absolute poverty at acceptable speed 2. Althouh the level of growth in Indonesia is much much higher than that almost low income countries ; its masks existing dimensions of poverty,limited acces to basic services and the need for more productive utilization of Indonesia’s most important development resource it large and rapidly growing labor force ( Report no 3307 IND April 1981) 3. Tidak ada korelasi positif antara Pertumbuhan Ekonomi,Kesempatan Kerja dan Menurunnya kemiskinan di Indonesia

35 6/2/ Manpower Planning H.Soeharsono Sagir, 22 Juni 1992  Manpower Planning merupakan tuntutan mendesak agar dapat memanfaatkan secara produktif SDM dalam jumlah besar (supply) tetapi tidak terserap oleh pasar kerja (demand),agar terdapat keseimbangan antara Supply dan Demand;tidak terjadi penganggur- an tenaga kerja ( SDM )

36 6/2/ Manpower Planning ( 2 ) Human Resources Development And Manpower Planning 1. Increasing employment,meeting the basic needs of the people,redu –cing inequalities in income and wealth and raising the productivity of the poor 2. ∆ N  ∆ Y  ∆ C  Reduce Poverty  ∆ Productivity increasing !

37 6/2/ Kondisi Supply dan Demand SDM Indonesia ( 1983 ) Ratio antara Supply,Demand dan Penempatan ( Kesempatan Kerja ) 10 : 2 : 1 1. Sepuluh memasuki Pasar Kerja 2. Dua Permintaan  Lowongan Kerja 3. Hanya SATU yang ditempatkan, 4. Jumlah yang memasuki pasar besar,lowongan kerja kecil,lowong – an terisi oleh SDM berkualitas.

38 6/2/ Manpower Planning Definisi ( 1 )  Mikro – RTP ( Donald P Crane ) The process by which an organiza – tion ensures that it has the right number of the people,at the right place,at the right time,doing things for which they are economically useful  memberi nilai tambah  utility bekerja  dis – utility = menganggur.

39 6/2/ Manpower Planning ( 2 )  Dengan merubah Organisasi / RTP menjadi Negara = RTN  Makro, maka definisi Manpower Planning, adalah : Perencanaan Tenaga Kerja merupakan suatu proses,negara me ngerahkan atau memberikan kesem patan kerja secara tepat,waktu dan lokasi tertentu,sebagai tenaga kerja produktif, memperoleh penghasilan layak untuk hidup (UUDRI ps 27/2 )

40 6/2/ Manpower Planning ( 3 ) Definisi Maurice W Cauming  Manpower planning is concerned basically with budgeting for the best of labor resources,just as the management accountant budget for the best of financial resources. It aims to maintain and improve organization ( Government ) to achieve Corporate ( Government ) objective,through the development of strategies designed to enhance contributi –on of manpower at all times in the fore seeable future

41 6/2/ Manpower Planning ( 4 ) Definisi Michael H.Braid Definisi Michael H.Braid  Manpower budgeting means having the right number of employees,trained in the right skills,to perform a certain amount of work over a certain time frame.The right number of employees is enough to get job done at prescribed level of quality, but more than enough,otherwise employees are idle, time is wasted,or morale is low because they don’t feel challenged.  It means having a balanced budget of manpower resources compared to required work load.

42 6/2/ PERTUMBUHAN EKONOMI Pertumbuhan Pertumbuhan = f ( investasi,perdagangan, teknologi, kompetensi, manajemen,daya saing dan produktifitas) oleh: H. Soeharsono Sagir,

43 6/2/ Economic Development  Economic Growth 1. Pertumbuhan Ekonomi = f ( Pembangunan )  Tanpa Pembangunan Ekonomi ( I )  tidak terjadi Pertumbuhan Ekonomi 2. Pembangunan Ekonomi  ∆ Investasi  Fisik dan SDM  ∆ N  ∆ Y  Sehat dan Terdidik  ∆ SDM Berkualitas  Manusia Modal—> Penggerak Pembangunan Ekonomi. 1. Manusia Modal  ∆ Pertumbuhan Ekonomi  sehat,terdidik,terlatih,disiplin,produktif,moti vated,dinamis,kreatif,inovatif,professional 4. Pertumbuhan Ekonomi = f ( PSDM,Investasi Fisik)  Manusia Modal merupakan aset nasional.

44 6/2/ Human Investment - PSDM Human Resources Development (HRD) 1. Pendidikan  ∆ IPTEK  ∆ N Produktif  ∆ Y  ∆ Sejahtera  ∆ Makmur 2. HRD  ∆ IPTEK  SDM berkualitas  Manusia Modal  ∆ GNP / GDP  ∆ LPE  ∆ Makmur yang Berkeadilan 3. Adil dan Makmur = f(HRD,Inv,N) 4. Adil dan Makmur = f (Iptek,cerdas Bekerja Produktif,Manusia Modal )

45 6/2/ Dimensi Produktivitas SDM (Bowen,Johns,Mophet,Alexander) Enam Dimensi Produktivitas 1. Quantity of Product 2. Quality of Product 3. Product Mix. 4. Participation of Labor Force ( TPTK ) 5. Allocative ability ( mobility of labor ) 6. Job satisfaction ; 4/15/2007 Sunday, April 15, 2007 Sunday, April 15, 2007

46 6/2/  Kebijakan Moneter  Kebijakan Fiskal - uln  Kebijakan Pendapatan  Kebijakan Ekonomi Luar Neger  Kebijakan Moneter  Kebijakan Fiskal - uln  Kebijakan Pendapatan  Kebijakan Ekonomi Luar Neger  Tenaga Kerja (sdm)  Modal dan Teknologi  Sumber Daya Alam  Tenaga Kerja (sdm)  Modal dan Teknologi  Sumber Daya Alam PRODUK [GNP] PRODUK [GNP] Kesempatan Kerja [ N ] Pengangguran Kesempatan Kerja [ N ] Pengangguran Perkembangan Harga dan Nilai Tukar Perkembangan Harga dan Nilai Tukar Net Export Surplus ( X – M ) Net Export Surplus ( X – M ) Ekonomi MAKRO Ekonomi MAKRO Kebijakan Ekonomi BESARAN Sasaran Ekonomi Makro - Pembangunan

47 Lanjutan LAMPIRAN 3 Sasaran Pembangunan Ekonomi Makro Indikator Makro / Pembangunan 1.Pertumbuhan Ekonomi (LPE ) 2.Perluasan Kesempatan Kerja (N) 3.Perkembangan Harga dan Nilai Tukar Stabil ( Inflasi dan Depresiasi terkendali ) 4.APBN Sehat ( Tdk Terjadi Defisit Berlanjut) 5. Perbankan Sehat ( PRUDENT ) 6.Esport > Import [X > M] 7.Tidak terjadi kerusakan Ekologi

48 6/2/ Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Krisis Ekonomi ( Triple Track Strategy ) 1. Pro Poor ; how to increase productivity of the Poor  PSDM  DIKLAT  Manusia Modal ( Human Capital ) 2. Pro JOB ; how to create productive employment  ∆ N  ∆ Y ( Income )  Hidup layak ( uud 1945,pasal 27,ayat 2 ) 3. Pro Growth ; How to reduce inequality in distribution of Income  40 % penduduk miskin dapat menerima > 30 % GDP ( kue nasional ) ; jangan 20 % kaya dan 40 % menengah menerima > 70 % GDP

49 LAMPIRAN 4, H.Soeharsono Sagir Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan Pendapatan Penurunan Tingkat Kemiskinan Kesehatan dan Pendidikan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sumber : Human Development Report 1997, Bisnis Indonesia 1 Nov 1997 HUBUNGAN PEMBANGUNAN EKONOMI,KESEHATAN dan PENDIDIKAN

50 6/2/ Pembangunan Ekonomi = Pembangunan Sumber Daya Manusia 1. Sasaran Pembangunan Ekonomi  Penurunan Kemiskinan  Kenaikan Pendapatan  Sehat dan Terdidik 2. Sehat Terdidik  Sasaran PSDM 3. Sehat dan Terdidik  Memungkinkan Peningkatan Pendapatan dan Menurunkan Kemiskinan 4. Penurunan Kemiskinan Sasaran Pembangunan Ekonomi

51 6/2/ Human Resources Development ( HRD,Human Investment )  Rendahnya Pendapatan Keluarga Miskin berdampak rendahnya pendapatan anak dikemudian hari,karena rendahnya gizi, kesehatan dan pendidikan  Kemiskinan suatu negara yang berlanjut, akan berdampak keterbelakangan negara yg bersangkutan karena tidak adanya Manusia Modal ( Sehat,terdidik, terlatih, profesional, kompeten dan produktif )  Ada keterkaitan antara ovepopulation ( ledakan penduduk ) dengan : poverty,lack of education,inade – quate birth control information,religious sanction.  Overpopuplation = f ( p,ue,bc-fp,rs )  14/3/2008

52 LAMPIRAN 5,Soeharsono SG Kurang Semangat dan Kurang Kemampuan Berprestasi Teknologi Terbelakang Daya Saing Pasar Rendah Kekurangan Dana Investasi Rendah ( I ) Kesempatan Kerja Rendah (N) Permintaan Rendah Produktivitas Rendah Kesehatan Rendah Pendapatan Riil Rendah Tabungan Rendah Penerimaan Negara Rendah Utang LN Buta Aksara Pajak Rendah PERANGKAP KETERBELAKANGAN Sumber : DV Ramana, A note on development planning Asian Development Institute, Bangkok 1976

53 6/2/ Perangkap Keterbelakangan Underdevelopment Trap Penghasilan rendah,berdampak pada : 1. Malnutrisi  kurang fit  tidak ada gairah untuk merubah nasib  malasnya tidak ketulungan  produktivitas rendah  2. Rendahnya edukasi(pendidikan)  produktivitas rendah  penghasilan rendah  3. Tidak mampu bayar pajak  APBN tekor  ULN membesar  ∆ pengangguran  pendapatan nasional rendah  kemiskinan meningkat.

54 6/2/ Perangkap … Tabungan domestik rendah  Investasi rendah  kekurangan dana  teknologi terbelakang  produk inferior  daya saing rendah  pendapatan rendah  5. Tenaga beli rendah  konsumsi barang inferior  cermin kemiskinan 6. Bermula Pendapatan rendah  miskin  terbelakang  miskin  sebab - akibat

55 6/2/ Tabel 1 Indonesia Human Development Index ( IPM ) UNDP YearScoreRanking 19750, , , , , , , ,682112

56 6/2/ Tabel 2 KESEMPATAN KERJA TUMBUH DAN MENURUNKAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA Kompas, 6 Maret 2008 Periode ( Agustus ) Pengangguran ( juta orang ) Angkatan Kerja Bekerja Tingkat Pengangguran (%) TerbukaPenganggurTerpaksaTotalTerbukaTotal 20029,112,021,1100,891,79,121, ,913,223,1102,892,89,722, ,313,423,7104,093,79,922, ,915,026,9105,994, , ,913,824,7106,495,510,223, ,014,924,9109,999,99,122,7

57 6/2/ Tabel 3 Hambatan Penciptaan Lapangan Kerja di Indonesia ( Kompas,21 Sept.2003 ) 1. Biaya tinggi untuk melakukan kegiatan ekonomi ( high cost economy )  lebih baik mendepositokan uang 2. Biaya tinggi dalam pendirian usaha 3. Biaya tinggi dalam perdagangan LN  ekspor – impor 4. Administrasi Perpajakan yang dis-insentif  dikejar “pajak” 5. Lambatnya reformasi bidang hukum 6. Property rights  hak cipta intelektual 7. Saran dan Prasarana  Perahelayanan Publik 8. Regulasi fitingkat d

58 6/2/ Tabel 4 Kondisi Pasar Kerja di Indonesia Kompas,21 Sept Dualistic Economy  Sektor Modern  capital and hitech  Sektor Tradisional – Informal  labor intensive 2. Labor Surplus Economy 3. Unskilled Labor 4. Flexible Labor Market Polic 5. Labor Market Industry  Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja.

59 6/2/ LAMPIRAN 6,Soeharsono SG Investasi Fisik Rendah Investasi SDM Rendah Produktivitas SDM Rendah Permintaan per kapita Rendah Tingkat Investasi Rendah Tingkat Tabungan Rendah Pendapatn Rendah Penganggurn Tenaga Kerja Tingkat Teknologi rendah Produksi rendah Kekurangn Tenaga kerja terampil Sumber : Malasis, Agricultural and Development Process, The Unesco Press, 1975.p.93 LINGKARAN KEMISKINAN

60 6/2/ Lingkaran Kemiskinan Poverty Circle Bermula dari Produktivitas SDM Rendah berdampak pada : 1. Pendapatan rendah  tabungan rendah  akumulasi modal rendah  investasi rendah  baik untuk fisik maupun SDM  ∆ pengangguran  ∆ kemiskinan  2. Investasi SDM rendah  penguasaan IPTEK rendah  produktivitas rendah  kemiskinan meningkat  dstnya.

61 Kebijakan Melawan Kemiskinan  Pengaturan Pemilikan  PemanfaatanLahan  tidak terjadi lahan tidur, tidak terjadi lahan tidur,  Riset dan Teknologi  Tabungan Dalam Negeri  Modal Luar Negeri  Alokasi Investasi  Pemberdayaan Sektor Pertanian  Perdagangan LN  Fiskal - Pajak Pendapatan PENDIDIKAN KESEHATAN NUTRISI Kesuburan Lingkungan Hidup Sehat MCK Air bersih Sanitasi Produksi,Subsidi Distrubusi Bahan Kebutuhan Pokok Pendidikan Masyarakat Program KB Insentive Sumber : The World Development Report, World Bank 1981

62 6/2/ LAMPIRAN 8,H.Soeharsono S Diagram THE INTERACTION IN A MARKET-FRIENDLY STRATEGY FOR DEVELOPMENT Sumber : World Bank Report1991

63 6/2/ Strategy for Development 1. Melalui Pengembangan SDM  akan mampu memasuki era Global  unggul dalam daya saing 2. PSDM akan berdampak  meningkatnya produktivitas  naiknya pendapatan 3. Ekonomi lebih mampu bersaing  tidak ada ekonomi biaya tinggi  perkembang an harga stabil  ekonomi makro stabil 4. Perdagangan LN meningkat  arus modal dari LN masuk  Produktivitas Nasional naik

64 6/2/ LAMPIRAN 9,H.Soeharsono S Virtuous Circle Hubungan antara pertumbuhan, kesempatan kerja dan pemberantasan kemiskinan Economic Growth Increased productive capacity Productive capacity Higher income of the poor Higher Expenditure on health, education and skill development Employment with rising productivity

65 6/2/ DIKLAT SDM LITBANG INOVASI INDUSTRI PRODUK NAKER PROFESSIONAL PASAR DINAMIKA PASAR CAPACITY BUILDING DAYA SAING Perusahaan BPPT Ristek Perguruan Tinggi Kompeten Kompetitif Manusia Modal [Human Capital/ Dalam Negeri dan Luar Negeri [Export] Standar Mutu [ISO] Kompeten & Kompetitif Perguruan Tinggi Balai Latihan Kerja Lembaga Administrasi Negara [LAN]

66 6/2/ DIKLAT – PSDM 1. Ada keterkaitan & kesinambungan Diklat,Litbang,Naker(SDM),Industri dalam Membangun Kapasitas. 2. Melalui Diklat dan Litbang  SDM dikem- bangkan menjadi Manusia Modal 3. Manusia Modal menciptakan produk berkualitas,kompeten dan kompetitif 4. Produk berkualitas mampu meme nuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor

67 6/2/ LAMPIRAN 11, H.Soeharsono SAGIR. CAPACITY BUILDING FOR COMPETENT & COMPETITIVE HUMAN RESOURCE [HUMAN CAPITAL]  Naker siap kerja  Naker siap pakai POLITEK Perguruan Tinggi DIKLAT Industri Usaha Besar/ UKM Produk yang Berdaya Saing Pasar Global Diknas TK Produktif/ Usia Sekolah Quick improvement Depnaker Strategi Sinergi Menigkatkan Daya Saing Naker Kebutuhan Naker BPPT Litbang Inovasi Produk Perluasan Pasar Pelayanan Purna Jual Tepat Waktu Tempat Kualitas Harga Produk Feed back INA PRIMIANA SAGIR,

68 6/2/ Capacity Building for Competent and Competitif Human Resource ( Human Capital ) 1. Human Capital= f(Diklat, Politeknik Universitas,BLK,LITBANG,BPPT ) 2. PSDM / Diklat merupakan langkah strategis untuk mencapai unggulan daya saing  kompeten  kompe titif 3. LITBANG  R and D  akan menjamin produk berkualitas untuk Pasar  konsumen domestik maupun ekspor.

69 6/2/ PENINGKATAN KEMAMPUAN NASIONAL BERBASIS IPTEK Pertumbuhan Ekonomi Peningkatan Kemampuan Nasional [Capacity Building] Pengembang an Teknologi Sistem Inovasi Nasional Kebijakan Teknologi Kapabilitas Teknologi Pembelajaran Teknologi Proses Pembelajaran Kapasitas Teknologi Daya Inovasi Peningkatan Nilai Tambah Produk/Proses Daya Saing Kapasitas Industri Kinerja Ekonomi Lapangan Kerja Struktur Industri Kapasita s Litbang Kapabilita s Litbang Pendidikan/ Pelatihan [Diklat] Kesejahteraan Bangsa Visi Pembangunan Masyarakat Sadar IPTEK

70 6/2/ Human Capital – K’uan T’ZU, 500 BC “ If You plan a year, Plant a seed “ “ If for ten years, Plant a tree “ “ If for hundred years teach the people “ It because : When You sow a seed, you will reap single harvest, When You teach the people, you will reap a hundred harvest.

71 6/2/ Tool and Education “ Give the people a handout or a tool, and they live a little better; When You give them Education, and they will change the world “  Pendidikan merupakan wacana utama untuk kehidupan masa depan yang lebih berkualitas.

72 6/2/ Arti dan Penting Pendidikan dan Pelatihan(DIKLAT ) 1. Musuh terbesar umat manusia adalah kebodohan dan kemiskinan  Miskin karena Bodoh atau Bodoh karena miskin 2. Mencerdaskan kehidupan Bangsa merupakan prasyarat untuk bebas dari kebodohan dan kemiskinan  peningkatan kesejahteraan umum 3. PSDM menjadi prasyarat agar kita bebas dari penjajahan  dominasi dan keter – gantungan dalam IPOLEKSOSBUD  tidak tercemar  kontiminasi.

73 6/2/ Manusia Modal – Human Capital ( 1 ) 1. Merupakan produk PSDM / DIKLAT atau Human Investment / HRD 2. Manusia Modal = f ( gizi,pertumbuhan fisik,otak  prima  sehat, pendidikan berkualitas ->mutu 3. Manusia Modal,tidak hanya mampu terse rap oleh pasar kerja,mampu mencipta - kan kerja mandiri,mampu menciptakan kerja untuk orang lain ( Entrepreneur)  Job creator.

74 6/2/ Manusia Modal ( 2 ) Kriteria Manusia Modal 1. Sehat,Terdidik dan Berkualitas 2. Mampu mengembangkan ranah:Kogniti -ve ( berpikir,paham,analisis,sintetis, evaluasi ) ;Affektive : perasaan, emosi, sistem nilai,sikap hati  menerima atau menolak ; Pskomotorik  ketrampilan motorik, koordinasi antara otak – syaraf dan otot. 3. Ahli,terampil,produktif,profesional,disip – lin,motivated,kreatif,inovatif,kompeten dan kompetitif

75 6/2/ Manusia Modal ( 3 ) H.Soeharsono Sagir, Merupakan produk Human Investment  PSDM 2. Manusia modal terbentuk dari gizi prima,fisik yang sehat – bugar,otak yang cerdas dan pendidikan unggul ( kompeten dan kompetitif ) 3. Manusia Modal tidak hanya kompeten mancari kerja ( memasuki pasar kerja ),tetapi mampu mandiri – menciptakan kerja untuk diri sendiri – dan mampu menciptakan kerja bagi orang lain atau job creator ( Entrepreneur ) 4. Manusia Modal  Manusia :  Sehat,terdidik, bermutu, unggul - kompetitif  Ahli,terampil,profesional,produktif,disiplin,motiva – ted,kompeten / mumpuni,dinamis,kreatif,inovatif

76 6/2/ Human Capital Formation ( 4 ) Human Resource Development HRD = f ( Health facilities and service ) = f ( Formal education ) = f ( Vocational training ) = f ( on the job training ) = f ( Study program for adults ) = f ( Horizontal – Vertical mobility  migration  seeking another job

77 6/2/ MANUSIA MODAL ( 5 ) H.Soeharsono Sagir 1. KEMERDEKAAN HARUS DI ISI DENGAN MENCERDASKAN JIWA DAN OTAK ANAK – ANAK BANGSA 2. TIDAK ADA JALAN LAIN UNTUK MERUBAH NASIB, KECUALI DENGAN BELAJAR, BEKERJA KERAS, DISIPLIN DAN MAU MENJALANI PROSES PENCERAHAN TERUS MENERUS 3. HIDUP SAMA DENGAN TERUS MENERUS MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH

78 6/2/ Indonesia : Sustaining Growth With Equity ( World Bank,April 1997 ) 1. Indonesia memerlukan Fundamental ekonomi makro stabil,kuat 2. Perlu dipacu Tabungan Domestik agar Investasi naik,mengurangi ketergantungan modal luar negeri 3. Perlu mengembangkan SDM berkualitas : kompeten dan kompetitif 4. Meningkatkan daya saing global untuk Komoditi,SDM,Jasa yang memenuhi standard  ISO – WTO 5. Perlu pengembangan Institusi – Birokrasi yang lebih efektif dan efisien  good governance  bebas dari KKN

79 6/2/ Peran Ilmu dan Teknologi ( IPTEK ) terhadap SDM ( 1 ) 1. IPTEK ( seharusnya ) memberi makan pada yang lapar ( miskin )  ilmu amaliah  peningkatan produksi dan kualitas pangan 2. IPTEK mampu menciptakan kesempatan kerja  amal jariah 3. IPTEK mampu mencegah dan mengobati si sakit  previntif – kuratif  ilmu amaliah 4. IPTEK mampu mengembangkan Manusia Modal ( anak yang soleh  berkualitas 5. IPTEK mampu membebaskan SDM dari kebodoh - an dan kemiskinan 6. Menguasai IPTEK  Mumpuni  Kompeten dan Kompetitif. H.Soeharsono Sagir, ESDM UNPAD 1984/85

80 6/2/ Peran Teknologi Untuk SDM dan Pembangunan ( 2 )  Teknologi memberi nilai tambah produk barang dan jasa,karena adanya invention,inovation  Air Mendidih  uap mendorong tutup panci  mampu manjadi penarik gerbong barang,kereta api 1. Transfer of Power  Horse Power 2. Transfer of Light  Candle  Lampu 3. Transfer of Skill  Repeating Machine 4. Transfer of Science  Printing Media,Books 5. Transfer of Precision  Camera Photo’s 6. Transfer of Thought  Computer

81 6/2/ Nafaz Syarif ( 1974 )  Technology is a dream for the poor,is a game for the rich,but actually Technology is a Masterkey for Development and Growth.  Teknologi merupakan impian bagi si Miskin ( TV berwarna – parabola ) dan permainan,kesenangan bagi si kaya (play station ),padahal teknologi merupakan kunci utama bagi Pembangunan dan Pertumbuhan

82 6/2/ Peran IPTEK – Teknologi ( 3 ) Peter Drucker,Alvin Toffler,John Naisbitt 1. Now is increasingly recognized,that the growth of tangible stock depend on extent of human capital, which is : increasing knowledge,skills and capacity /competency of the people 2. We now get the larger part of industrial growth,not from capital investment, but investment in men and improvement brought by improved men.

83 6/2/ Peran IPTEK dalam Pembangunan ( 4 ) 3. Dunia saat ini sedang memasuki era informasi – globalisasi ; terjadi pergeseran kekuatan dari otot (muscle)  ke otak ( brain ) ; SDM menjadi sumber daya strategik, jika menguasai informasi ( ilmu ) dan teklnologi,didukung kreatif dan inovatif ; Modal Uang telah tergeser oleh Manusia Modal sebagai Sumber Daya Strategik. 4. Tanpa kompetensi IPTEK,kita sebagai bangsa tidak akan mampu memiliki unggulan daya saing. Peter Drucker – Alvin Toffler – HS Sagir

84 6/2/ Virtous Circle Hubungan antaraPertumbuhan, Kesempatan Kerja dan Kapasitas Produktif Pertumbuhan Ekonomi 1. Kapasitas Produktif Meningkat 2. Perluasan Kesempatan Kerja Produktif 3. Peningkatan Pendapatan, pengeluaran untuk hidup sehat gizi, pendidikan dan pelatihan (HRD) sehat gizi, pendidikan dan pelatihan (HRD) 4. Kapasitas Produktif Meningkat 5. Terjadi Pertumbuhan Ekonomi

85 6/2/ Variabel konstributor Pertumbuhan Ekonomi ( Nafziger – Eko Madyo ) 1. Sumber daya alam ( SDA ) 2. Jumlah Penduduk ( SDM ) 3. Tenaga Kerja,migrasi dan urbanisasi 4. Pengembangan SDM 5. Capital Formation ( pemupukan modal ) pilihan investasi dan kemajuan teknologi 6. Kewirausahaan,organisasi dan inovasi Bandung, 11 April 2007

86 6/2/ The Economic Factors Influenced Economic Development 1. Natural Resource Land,minerals,fuel,climate 2. Human Resource Labor supply,educated, profesisionals,discilplin motivated,creative, innvative ( human capital ) 3. Capital Formation Machines,factories,bridges road,harbour,aiport,build ing,electricity,transporta – tions,telecommunications 4. Technology Science,knowledge,engine- ering,management and entrepreuneurship 5. Human Capital X1 = X1 = X2 = X2 = F ( X1 and X2 ) Science and technology Work Ethics

87 6/2/ Global Competitive Advantage Michael Porter – Harvard University 1. Factor Conditions (Factors of Production) 2. Demand Conditions 3. The nature of related and supporting industries 4. The firm strategy Ekonomi Internasional, STIA LAN ; 25 April 2007

88 6/2/ Four Stages of Economic Competitive Advantage 1.Factor driven Competitive advantage is based almost exclusively on basic factors of production ;abundant natural resources,cheap semiskilled labor 2.Investment  The willingness and ability to invests in modern,efficient facilities represen ting the best technology in global market 3.Innovation  At thiws stage firms actively create new technologies,new product and new markets 4.Wealth driven Is reached, if a nation achieves levels of affluence society  drive to succeed innovations and investment

89 6/2/ Produktivitas SDM dan Kondisi Sosial Ekonomi – Makro ( 1 ) 1. Produktivitas SDM = f ( DIKLAT ) 2. Diklat = f ( Y )  Y = f ( N ) 3. Produktivitas = f ( Sehat,Gizi )  4. Sehat,Gizi = f ( Y ) 5. Produktivitas=f (Lingkungan Kerja) 6. Produktivitas=f (Ketentuan Upah ) 7. Produktivitas=f ( Motivasi ) 8. Motivasi = f(Motivator)  Penggerak :

90 6/2/ Produktivitas SDM ( 2 ) Motivator  Penggerak 1. Mengejar Prestasi  Na 2. Mengejar Status  Jabatan 3. Prestige  Martabat 4. Reward  Penghargaan materi  sertifikat 5. Menghadapi Tantangan 6. Tanggung jawab  Responsibility 7. Keterlibatan 8. Prospek Masa Depan 9. Kesempatan  Opportunity 10. Security  Prosperity  Welfare  Sejahtera

91 6/2/ Produktivitas SDM ( 3 ) 1. Produktivitas = f (Leadership,CEO) 2. Produktivitas = f ( Growth, LPE ) 3. Produktivitas = f (IPTEK,LITBANG) 4. Produktivitas = f (Budaya,Tatanilai 5. Produktivitas = f ( Kesempatan untuk Maju dimasa depan )

92 6/2/ Factor Conditions ( Michael Porter ) 1. Physical resources;jumlah,kualitas,lahan, air,mineral,hasil tambang,hutan,musim dan iklim 2. Human resources ;jumlah, kualitas SDM, tradisi,tata nilai, budaya, etos kerja 3. Infrastructure ; pelayanan kesehatan,pen dikan,transport,jaringan jalan,komunikasi institusi budaya 4. Knowledge resources;penguasaan IPTEK 5. Capital Resources ; capital formation, tingkat tabungan,pasar modal, suku bunga dll

93 6/2/ Demand Conditions 1. Komposisi Kebutuhan Masyarakat ; daya beli masyarakat ( domestic market )  Domestic Market = f ( Y ) 2. Besaran dan pola pertumbuhan kekuatan membeli masyarakat 3. Potensi permintaan komoditi ekspor, penetrasi pasar global 4. Memenuhi produk standar internasional

94 6/2/ Related and supporting industries 1. Forward and backward lingkages ; keter kaitan industri hulu – hilir 2. Potensi memenuhi kebutuhan pasar yang belanjut, ketersediaan bahan baku 3. Memenuhi selera pembeli,trend mode dan fashion 4. Merencanakan produk baru,inovatif

95 6/2/ Firm Strategy 1. Berani dan mampu bersaing dalam pasar domestik maupun luar negeri 2. Peluang masuknya pesaing baru 3. Membangun kompetensi produk agar mampu / unggul dalam persaingan dipasar Global. 4. Selalu berupaya bebas dari ekonomi biaya tinggi,kreatif, produktif dan inovatif.

96 6/2/ Human Capital Competencies Kompetensi Manusia Modal ( 1 ) AM Lilik Agung Personal Attributes ( Stephen C Schoonover ) 1. Result Orientation  Sasaran 2. Commitment  Bertanggung jawab 3. Continous Learning  Belajar terus 4. Honesty and Integrity  Jujur dan memiliki Integritas ( harga diri )

97 6/2/ Human Capital Competencies (2) 1. Visioning and Alignment  Visi yang lurus kedepan 2. Strategic Thinking  Sasaran Jangka panjang 3. Networking  Jaringan kerja  kemitraan 4. Resources Management  Tata kelola yang baik 5. Team work  Kerja sama 6. Process Excellence  proses berkualitas 7. Performance Development  Kinerja baik 8. Goal Setting  Sasaran yang terarah

98 6/2/ Human Capital ( 3 ) Human Resources Core Competencies 1. Stewarship 2. Compliance 3. Customer Focus 4. Vendor Management 5. Konowledge Management 6. Virtual Teamwork 7. Coaching and Consulting 8. Talent Management 9. Technology experties 10. Assesment and Measurement Skills 11. Employee Advocacy

99 6/2/ Human Capital ( 4 ) Human Resource Specific Competencies  HR Strategist  Busness Acumen, Strategic Influence,Change Management  HR Generalist  Design Development effective, Project and Product Management  HR Specialist  Strategy Development, Situation Analist,Progran Design,Product and Service Delivery

100 6/2/ Human Capital ( 5 ) 1. Values  Integrity,Partnership, Commitment,Entrepreneurship, Public Behaviour 2. Knowledge  Planning,Organizing, Delegation,Resources Management,HR Development,Project Management, Analyses,Concept,Know–How, Cooperate Knowledge 3. Skills  Autonomy,Written,Verbal,Risk,Computer Awareness,Creativity,Inisiative,Negosiating skill, Decision Making,Customer Service,Interpersonal 4. Indonesian,English,Mandarine,French and others

101 6/2/ Changing The World of Work in Globalization 1. Utilization technology information, Economic crisis and globalization, trade liberalization 2. Dunia Kerja dipengaruhi oleh : paradigm shift,formal – informal, organization structure,self employ ment dan new requirement 3. New requirement dipengaruhi oleh knowledge,skills dan attitude

102 6/2/ Corrupt  Corruptive  Corruptible  Corruption > < Good Governance 1. Corrupt = BUSUK,Moral Hazard 2. Power tends to Corrupt 3. More Power more Corruptly 4. Absolute Power  absolutely Corrupt 5. Corrupt  Corruptive  Corruptible  Corruption. 6. Good Governance  Transparant  Accountable  Responsible  Budget Disiplin  Planning,Programming,and Budgeting System ( PPBS )  No non Budgetary Spending

103 6/2/ Perilaku Corrupt – BUSUK Moral Hazard ( 1 ) 1. Collude  to act jointly through a secret understanding  conspire in a fraud  collusive  kongkalikong  TST,untuk berbuat busuk. 2. Connect  to bind,fasten together  having the power of connecting  being corrupt  busuk 3. Conspiracy  the secret plotting of two or more persons to do wrongful act  a group of conspirator 4. Corrupt  dishonest proceedings  influenced by bribary  moral hazard

104 6/2/ Corrupt  Corruptive  Corruptible  Corruption ( Korupsi )  ( 2 ) 5.Nepotism  nepos,nephew  Favoritism to relatives  in the form of patronage  based upon relationship rather than merit  sikap busuk,mendahulukan famili, konco, bukan “ the right men in the right place” 6.Corruption  the act of corrupting -  money bribary

105 6/2/ Korupsi ( Corruption ) Korupsi adalah perbuatan yang secara tidak proporsional telah menyakitkan rakyat ( PAPA ) akibat bocornya dana pembangunan. Korupsi juga akan mengurangi kemampuan pemerintah dalam pelayanan publik,terjadinya ketimpangan dan ketidak adilan, serta menghilangkan semangat investor asing dan bantuan asing “ Korupsi adalah perbuatan yang secara tidak proporsional telah menyakitkan rakyat ( PAPA ) akibat bocornya dana pembangunan. Korupsi juga akan mengurangi kemampuan pemerintah dalam pelayanan publik,terjadinya ketimpangan dan ketidak adilan, serta menghilangkan semangat investor asing dan bantuan asing “

106 6/2/ Perencanaan Tenaga Kerja Nasional H.Soeharsono Sagir. Manpower Planning, Fakultas Ekonomi UNPAD 22 Juni 1992

107 6/2/ Mitos Kesempatan Kerja 1. Masalah Pengangguran dengan sendirinya akan terpecahkan melalui INVESTASI 2. Investasi dengan sendirinya akan mencip- takan perluasan kesempatan kerja,karena N = f ( I ) 3. Selalu ada korelasi positif antara tingginya Pertumbuhan Ekonomi,Perluasan Kesem patan kerja dengan besarnya Investasi

108 6/2/ Kenyataan di Indonesia Laporan Bank Dunia In the 1970’s it was increasingly recognized that economic growth alone would not reduce absolute poverty at an acceptable speed. 2. Jika absolute poverty identik dengan peningkatan pengangguran,maka jelas kiranya bahwa di Indonesia Pertumbuhan Ekonomi tinggi tidak dengan sendirinya memecahkan masalah kemiskinan dan pengangguran. 3. Pengalaman kita selama ini,menunjukkan bahwa penanganan masalah kesempatan kerja masih memerlukan perhatian kita yang lebih besar lagi ( Soeharto, 14 Desember 1981 )

109 6/2/ Report no 330 / IND / April 1981 World Bank 1. Although the level of growth in Indonesia is much higher than that almost low income countries,it masks existing dimensions of poverty,limited access to basic services and the need for more productive utilizati - on of Indonesia’s most important develop - ment resource it large and rapidly growing labor force.

110 6/2/ World Bank Report ( 2 ) 2. Tuntutan atau kebutuhan mendesak untuk memanfaatkan tenaga kerja produktif yang berjumlah besar dan tumbuh dengan cepat inilah diperlukan suatu Perencanaan Tena- ga Kerja Nasional ; yang meliputi perkiraan supply (penawaran) dan demand (permin- taan) yang sekaligus terkait dengan kenai kan tenaga kerja yang memasuki pasar kerja,kualifikasi tenaga kerja yang diminta dan mempersiapkan program Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja ( Diklat )

111 6/2/ WBR ( 3 ) 3. Program DIKLAT dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan antara permintaan / lowongan kerja dengan penawaran 4. Program Diklat yang tidak terkait dengan projeksi permintaan pasar kerja ;akan berdampak terjadinya kelebihan supply tenaga kerja terlatih ; jangan sampai kita mendidik dan melatih tenaga terampil yang tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan ( Depdikbud, 6 Juni 1983 )

112 6/2/ World Bank Report ( 4 ) 5. Strategi Pembangunan Ekonomi harus mengarah pada tujuan komplementer atau saling mendukung antara Pengembangan SDM dengan Perencanaan Tenaga Kerja,yang dirumuskan sebagai berikut : “ Increasing employment,meeting the basic needs of the people, reducing inequalities ib income and wealth and rising the productivity of the poor “ “ Increasing employment,meeting the basic needs of the people, reducing inequalities ib income and wealth and rising the productivity of the poor “ 6. Oleh karena Indonesia belum mengenal Manpower Planning,maka dalam Bursa Tenaga Kerja terjadi gambaran Bursa sebagai berikut : 10 : 2 : 1 ( 1983 ) ; sepuluh tenaga kerja terdaftar ( penawaran );dua lowong - an kerja ( permintaan ) ; hanya satu lowongan terisi

113 6/2/ Manpower Planning Human Resource Development Human Capital 1. The Process by which an organization – firms or state – ensures that it has the right number of people,at the right place,at the right time,doing things for which they are economically useful ( Donald P. Crane ) 2. Manpower Budgeting means having the right number of employees,trained in the right skills,to perform a certain amount of work over a certain time frame.The right num – ber of employees is enough to get job done prescribed level of quality,but more than enough,otherwise emplo – yees are idle,time is wasted,or morale is low because they do not feel challenged.It means having a balanced budget of manpower resources compared to required work load.

114 6/2/ Produktivitas dan Kondisi Sosial Ekonomi SDM ( Soeharsono Sagir,25 Juni 1992 ) Produktivitas f = PSDM  DIKLAT  SDM Berkualitas f = Gizi,Sehat dan Bugar f = Lingkungan Kerja ( Environment ) f = Kebutuhan Hidup Layak ; UUD 45,ps 27 ayat 2 f = Motivator ( prestasi,status,prestige,reward, tan - tangan,tanggung jawab,keterlibatan,masadepan tangan,tanggung jawab,keterlibatan,masadepan f = Kesepakatan Kerja ( Collective bargaining ) f = Management Style, budaya manajemen f = Penguasaan IPTEK f = Tradisi,sistem nilai,budaya f = Masa depan, kesempatan untuk maju

115 6/2/ Peran SDM terkait dengan DIKLAT Jhinghan ( 1966 )  Underdeveloped countries in their enthusiasm to spread higher education have been opening too many universities without trying to improve the the standard of education with the result that the proportion of failures at higher and university level is very high  Mass failures and the general loweing of academic standards tend to lower efficiency of undergraduate of undergraduates and graduates employed both in the private and the public sector and do not promise well for the formation of dynamic leadership for economic development.

116 6/2/ Jhinghan ( 2 )  Little manpower planning in such economies,no efforts are made to match the demand and supply of different types of critical skills  Few countries can go on absorbing poorly trained universi- ties graduates at a faster rate than their general economic growth  Sooner or later with their present pattern of educational expansion,many developing countries will have to contend with one of the most explosive problems of discontent and frustration,that of graduate unemployment. Hia Myint“The Economics of Development Countries”1965 Hia Myint“The Economics of Development Countries”1965

117 6/2/ Kondisi Indonesia Jangan sampai kita menghasilkan tenaga terdidik yang tidak sesuai dengan kebutuhan (Soeharto, Rakernas Depdikbud 6 Juli 1983 ) 2. Pendidikan baik disekolah maupun diluar sekolah,perlu disesuaikan dengan tuntutan pembangunan yang memer lukan jenis ketrampilan dan keahlian disegala bidang dan ditingkatkan mutunya sesuai dengan kamjuan IPTEK ( GBHN 1988 ) 3. Peningkatan kualitas SDM diselaraskan dengan persya- ratan ketrampilan,keahlian dan profesi yang dibutuhkan dalam semua sektor pembangunan ( GBHN 1988 )

118 6/2/ Manusia Modal Indonesia ( Das Sollen )  Kriteria :  Berbudi luhur,tangguh,cerdas dan terampil, mandiri dan memiliki rasa kesetiakawanan, bekerja keras,produktif,kreatif dan inovatif, berdisiplin serta berorientasi kemasa depan untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik

119 6/2/ Fungsi Pendidikan dalam Era Informasi ( Peter Drucker ) 1. Melakukan pendidikan dan pengajaran yang lebih baik dalam kemampuan : verbal,matematik,ilmiah dan kemampuan bernalar ( logik – rasional ) 2. Mempersiapkan anak didik menjadi Manusia yang memiliki standard keunggulan ( unggulan daya saing ) serta bertanggung jawab 3. Memberikan pendidikan Moral ( agama dan etika ).Anak didik harus mengertia “arti” : baik – buruk, benar – salah, makna kebebasan – perbudakan. 4. Pendidikan harus dapat mewujudkan keadilan,terbuka tanpa diskriminasi ; kesempatan yang sama bagi setiap orang. 5. Pendidikan harus melatih dan mendidik agar mampu mampu mengudar gagasan ( idea ) secara lisan maupun tulisan yang ringkas,sederhana tetapi jelas.

120 6/2/ HOW DO DIFFERENT FACTORS AFFECT THE MACROECONOMY ( Keynesian ) Fiscal Policy Monetary Policy Incomes Policy Foreign Economic s Policy Weather Foreign Output Revolution s Wars,... Policy Instruments External Variables The Macro economy Export > Import Net Export Output ∆ GNP/ GDP ∆ N Employment and Unemploymen t Stable Price and Exchenge Rate

121 6/2/ Economic Policy – Kebijakan Ekonomi Sasaran Kebijakan Ekonomi Makro 1. Pertumbuhan Ekonomi 2. Meningkatnya Kesempatan Kerja  Menurunnya angka pengangguran 3. Perkembangan Harga dan Nilai Tukar Stabil 4. Keuangan Negara yang sehat,tidak defisit terus menerus. 5. Posisi Neraca Pembayaran favorable ( X>M)  cadangan devisa meningkat  Produksi meningkat  perluasan kesempatan kerja 6. Tidak terjadi kersusakan lingkungan,agar terjadi “ sustainable development ( pembangunan berkelanjutan )

122 6/2/ Pendidikan Bagan 1 ARTI PENTING DAN STRATEGIS PENDIDIKAN Sumber : Education Sector Strategy, The World Bank “Give people a handout or a tool, and they will live a little better, give them an education, and they will change the world” Pembangunan Modal Manusia Produktivitas Kesehatan & Nutrisi Pembangunan Modal Sosial Produktivitas Peningkatan Mutu Kehidupan & Penurunan Kemiskinan Pembangunan &Pertumbuhan Makro

123 6/2/ Arti Penting dan Strategiknya Pendidikan 1. Beri Manusia alat,maka ia akan menjalani kehidupan lebih baik ; beri manusia kesempatan terdidik dan terlatih,maka ia akan “ merubah” dunia atau kehidupannya manjadi jauh lebih baik. 2. Pendidikan yang didukung oleh hidup sehat,bergizi akan menghasilkan tidak hanya Manusia Modal ( Produktif,Profe-sional,kompeten ) tetapi juga membangun Modal Social ( Social Capital )  Masyarakat Produktif 3. Dengan adanya Modal Manusia dan Modal Sosial,akan ter capai Mutu Kehidupan yang lebih baik dan Penurunan Kemiskinan dan tercapainya sasan Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi.

124 6/2/ TIGA PILAR SISTEM PENDIDIKAN YANG BAIK Bagan 2 Sumber : Education Sector Strategy, The World Bank AKSES Murid siap untuk belajar Dukungan lingkungan pembelajaran Peluang memperoleh pendidikanKUALITAS Kurikulum yang relevan Dukungan kepada staf Proses belajar mengajar yang baik SISTEM PENDIDIKAN YANG BAIK Pemerintah yg concern terhadap PSDM Sumber daya yang memadai Evaluasi yang baik  Jaminan Mutu

125 6/2/ LINGKARAN SETAN KEMISKINAN Sumber : Ali Komsan, Kompas 13/03/2003 Gizi dan Kesehatan Buruk Daya Pikir Rendah Pendidikan Rendah Akses Kerja Rendah Kemiskinan Akses Pelayanan Kesehatan Rendah Mortalitas dan Mobiditas Tinggi Ketahanan Pangan Rendah

126 6/2/ Lingkaran Setan Kemiskinan 1. Rendahnya Pendidikan berdampak rendahnya akses kesempatan kerja  Miskin  kekurangan Pangan Bergizi  Daya pikir rendah  Terbelakang ( Bodoh ) 2. Kemiskinan berdampak pada akses kesehatan rendah  angka kematian tinggi dampak kekurangan gizi dan kesehatan buruk, 3. Akses kesehatan atau Lingkungan hidup yang kurang tidak baik – MCK ( Mandi,Cuci,Kakus ) disatu tempat ( KALI )  merebaknya penyakit TCD 4. Kemiskinan berdampak kekurangan pangan dan gizi.

127 6/2/ VALUE ADDED CREATION COMPETITIVENESS OF ANTERPRISES Management Domestic Economy Science & Technology People Government International.. Infrastructure Finance COMPETITIVENESS OF NATIONS SUSTAINABILIT Y

128 6/2/ Penciptaan Nilai Tambah Berdampak Kompeten dan Kompetitif Ketahanan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan ( Sustainable ) 1. Ekonomi Domestik findamentak kuat dan sehat 2. Tatakelola yang prima, Good Governance 3. Penguasaan Ilmu dan Teknologi ( Manusia Modal ) 4. SDM Berkualitas, terdidik dan terlatih 5. Good Government,bebas dari KKN 6. Unggul dalam persaingan global ( X > M ) 7. Infrastruktur prima,transport,komunikasi dan jaringan jalan 8. Keuangan negara yang sehat,tidak defisit berkepanjangan

129 6/2/ HOW DO DIFFERENT FACTORS AFFEECT THE MACROECONOMY Soeharsono Sagir l 2003 DIKLAT SDM LITBANG INOVASI INDUSTRI PRODUK NAKER PROFESSIONAL PASAR DINAMIKA PASAR CAPACITY BUILDING DAYA SAING Perusahan BPPT Ristek Perguruan Tinggi Kompeten Kompetitif Manusia Modal [Human Capital] Dalam Negeri dan Luar Negeri [Export] Standar Mutu [ISO] Kompeten & Kompetitif Perguruan Tinggi Balai Latihan Kerja Lembaga Administrasi Negara [LAN] R

130 6/2/ PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DIAGRAM - DIAGRAM 1. Pembangunan Ekonomi BAPPENAS – BAPPEDA 2. Penggunaan Tenaga Kerja [Employing Planning] BAPPENAS – BAPPEDA - DEPNAKER 3.Tenaga Kerja [Manpower Planning] DEPNAKER 4. Kependudukan BAPPENAS / KLH 5.Angkatan Kerja [Labor Force] BPS – BAPPENAS – DEPNAKER 6.Penyusunan Program, Kebijaksanaan dan Program Aksi [Action Program] BAPPENAS – DEPNAKER – DEP. TEKNIS

131 6/2/ HUBUNGAN ANTARA SISTEM INFORMASI DAN SISTEM PERENCAAN TENAGA KERJA DATASISTEM INFORMASI INFORMASI PROGRAM AKSI SISTEM PERENCANAA N TENAGA KERJA INFORMASI

132 6/2/ HOW DO DIFFERENT FACTORS AFFEECT THE MACROECONOMY NASIONALREGIONAL  Projeksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional [PDB] / Sektoral  Projeksi Pertumbuhan Ekonomi Regional [PDRB]  Proyeksi Penyerapan Tenaga Kerja  Proyeksi Penyerapan Tenaga Kerja Regional / Sektoral  Target Penyerapan Tenaga Kerja  Projeksi Distribusi Kebutuhan Tenaga Kerja berdasarkan Jenis Jabatan dan Sektor  Projeksi Disribusi Kebutuhan Tenaga Kerja Regional dan Sektoral berdasarkan jenis Jabatan dan Lapangan Usaha

133 6/2/ MEKANISME PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA [PERMINTAAN] PROJEKSI EKONOMI REGIONAL KEBUTUHAN TENAGA KERJA REGIONAL SEKTORAL PROJEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL KEBUTUHAN TENAGA KERJA NASIONAL DISTRIBUSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA JENIS JABATAN PROJEKSI EKONOMI SEKTORAL KEBUTUHAN TENAGA KERJA SEKTORAL PROSESPROSES PENYUSUNPROGRAMPENYUSUNPROGRAM PHASE IPHASE II PHASE III PROJEKSI EKONOMI REGIONAL KEBUTUHAN TENAGA KERJA REGIONAL SEKTORAL

134 6/2/ MEKANISME PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA [PERMINTAAN] NAMA PERENCANAA N PERENCANAA N EKONOMI PERENCANAAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA PERENCANAAN TENAGA KERJA AKTOR/DEPT BAPPENAS BAPEDA BAPPENAS DEPNAKER / PTKN DEPT. TEKNIS DEPNAKER PTKD DEPT. TEKNIS

135 6/2/ MEKANISME PERENCANAAN PENYEDIAAN TENAGA KERJA [PENAWARAN] PROJEKSI ANGKATAN KERJA REGIONAL PROJEKSI PENDUDUK NASIONAL PROJEKSI ANGKTAN KERJA NASIONAL PENYEDIAAN TENAGA KERJA TERAMPIL UNTUK JENIS JABATAN PROJEKSI SEKTORAL KEBUTUHAN TENAGA KERJA SEKTORAL PROSESPROSES PHASE IPHASE II PHASE III PROJEKSI PENDUDU K REGIONA L ARUS DIKLAT PROJEKSI ANGKATAN KERJA REGIONAL PROJEKSI PENDUDUK NASIONAL PROJEKSI ANGKTAN KERJA NASIONAL PENYEDIAAN TENAGA KERJA TERAMPIL UNTUK JENIS JABATAN

136 6/2/ MEKANISME PERENCANAAN PENYEDIAAN TENAGA KERJA [PENAWARAN] JENIS PERENCANAAN KEPENDUDUKA N PERENCANAAN TENAGA KERJA ANALISA TENAGA KERJA AKTOR BPS / BKKN BAPPENAS BAPPEDA BPS BAPPENAS BAPPEDA DEPNAKER DEPNAKER BAPPENAS BAPPEDA

137 6/2/ HAKEKAT PERENCANAAN TENAGA KERJA NASIONAL [PTKN] 1.JUMLAH 2.KUALIFIK ASI DAN MUTU 3.WAKTU 4.TEMPAT 5.AKTIVITA S 6.SASARAN TENAGA KERJA PRODUKTIV ITAS 1.PENGGUNAA N TENAGA KERJA SECARA EFEKTIF 2.PEMENUHAN KEBUTUHAN DIMASA DEPAN MENUNJAN G PEMBANGU NAN NASIONAL PROSES DINAMIS BERLANJUT [PTKN]

138 6/2/ PERENCANAAN TENAGA KERJA PERKIRAAN DAN PERENCANAAN PENYEDIAN PERKIRAAN DAN PERENCAAN KESEMPATAN KERJA PERENCAAN TENAGA KERJA KEKURANGAN / KELEBIHAN TENAGA PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PERENCAAN DAN PENGEMBANGAN LATIHAN PEMENUHA N PENDAYAGUNAA N

139 6/2/ LANGKAH – LANGKAH PERENCANAAN TENAGA KERJA Penentuan Tujuan Perencanaan Penentuan Klasifikasi menurut Sektor, Jenis Pekerjaan sesuai dengan tingkat pendidikan dan menurut daerah Prakiraan berdasarkan Model Sisi Permintaan A Tingkat pertumbuhan PDB Kesempatan kerja menurut sektor ekonomi Kesempatan kerja menurut jenis tugas Kesempatan kerja menurut DIKLAT Prakiraank berdasarkan Model Sisi Penawaran B Proyeksi penduduk dan angkatan kerja Pengadaan training menurut tingkat pendidikan Model tentang pendidikan training Pengadaan tenaga kerja menurut jenis pekerjaan Penentuan Ketidakseimbangan Penentuan Beberapa Strategi Alternatif C Program Pelaksanaan D Sumber : Makalah Kerja utnuk Simposium tentang Peranan Informasi Bursa Tenaga Kerja, Bali, Agustus 1986

140 6/2/ MEKANISME PERENCANAAN TENAGA KERJA NASIONAL BAPPENAS DEPNAKER II SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DASAR I Kordinasi dalam rangka Perencanaan Tenaga Kerja Nasional Departeme n teknis PEMD A BKPMSEKTO R SWAST A Sumber Utama Perencanaan Tenaga Kerja Nasional Pengelola Perencanaan Tenaga Kerja Nasional SASARAN KERJA 3 PRODUKTIVITA S NASIONAL LATIHAN KETRAMPILAN 2 Pusat/Sumber Pencipta Lapangan Kerja DEP. P & K 1.Dep. Teknis 2.Depnaker 3.Pemda 4.Sektor Swasta DEPNAKER 1.Dep. Teknis 2.Depnaker 3.Pemda 4.Sektor Swasta GDP


Download ppt "6/2/20151 Ekonomi Sumber Daya Manusia Program Pasca Sarjana ( STIA – LAN ) Semester Genap 2008 ( PSMSDA ) oleh : H.Soeharsono Sagir,Economist 1. Ruang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google