Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan Matakuliah: / Tahun: 2007 Bina Nusantara Pekerja Wanita.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan Matakuliah: / Tahun: 2007 Bina Nusantara Pekerja Wanita."— Transcript presentasi:

1

2 Pertemuan Matakuliah: / Tahun: 2007

3 Bina Nusantara Pekerja Wanita

4 Bina Nusantara Untuk tingkat pegawai tetap (full timer) pekerja perempuan dapat dibedakan dalam dua kategori: –Kategori pertama adalah sōgō shoku (pegawai untuk jalur eksekutif) tahapan karir dirancang sama dengan pegawai karir pria diharapkan dapat menerima kondisi yang sama dengan para pegawai laki- laki. cendrung berasal dari latar belakang kelas atas, berpendidikan universitas dan suami juga berasal dari lingkungan yang sama. –Kategori kedua, yang jumlahnya lebih besar adalah ippan shoku (pegawai biasa) berada pada posisi pinggiran dan bawah, dengan gaji rendah, dan pihak manajemen tidak mengharapkan mereka melakukan fungsi-fungsi penting atau mengikuti jalur karir Struktur Dua Lapis Pasar Kerja Internal 4

5 Bina Nusantara Keragaman pada angkatan kerja perempuan menciptakan perbedaan gaji yang lebih besar dikalangan pekerja wanita bandingkan pekerja laki-laki. –Perempuan dengan umur dan lama bekerja yang sama, perbedaan gaji di perusahaan kecil dan perusahaan besar, jauh lebih besar dibandingkan laki-laki dengan kategori yang sama. –perbedaan gaji antara kepala seksi ke atas pada satu pihak, dan staf biasa pada pihak lain, lebih besar dikalangan perempuan daripada laki-laki. –perbedaan antara mereka yang memiliki ijazah universitas dan yang tidak memiliki 5

6 Bina Nusantara Para perempuan Jepang menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan posisi manejerial di perusahaan-perusahaan. –Hanya seperempat dari perusahaan Jepang yang mempunyai manajer perempuan pada level kachō (kepala seksi) atau di atasnya, dan 73 persen dari mereka yang mencapai posisi manajerial tidak melahirkan anak. UU yang berkaitan dengan tenaga-kerja wanita –Pertama, UU Kesamaan Kesempatan yang disahkan pada tahun 1985 –Kedua UU Cuti Mengasuh Anak yang disahkan pada April 1992 –UU ini tidak dilengkapi dengan klausa tentang sanksi

7 Bina Nusantara Empat Tipe Perempuan yang Menikah ① Pekerja paruh waktu sekaligus ibu rumah tangga paruh waktu ② Perempuan karir ③ Ibu rumah tangga penuh ④ Aktivis di lingkungan warga

8 Bina Nusantara (1) Ibu Rumah Tangga Paruh Waktu Sekaligus Pekerja Paruh Waktu Suami pencari nafkah utama sedangkan istri memainkan peran pendukung baik secara keuangan maupun untuk urusan rumah tangga Bekerja sebagai kasir, sebagai pelayan restoran dan sebagai pramuniaga toko. Menjadi pekerja untuk pekerjaan proyek (untuk jangka waktu tertentu) atau haken Membuka usaha kecil milik sendiri Bekerja pada industri mizushoubai

9 Bina Nusantara (2) Wanita Karir Mereka bersaing dengan laki-laki di tempat kerja  tipe sōgō shoku –umumnya terbebas dari persoalan urusan rumah tangga Memprakarsaikesetaraan jender dalam rekrutmen dan promosi di tempat kerja

10 Bina Nusantara (3) Ibu Rumah Tangga Penuh Hidup mereka berada di bawah penguasaan suami –Ibu rumah-tangga memengang kartu debet suaminya untuk keperluan belanja sehari-hari. –Berkenaan dengan pengeluaran rutin, isteri biasanya yang mengatur keuangan rumah-tangga –Keputusan untuk pembelian barang-barang besar seperti tanah, rumah, mobil, dan furnitur biasanya dibuat secara bersama- sama oleh suami-isteri atau terutama sekali oleh suami,

11 Bina Nusantara (4) Aktivis di Lingkungan Warga Terdiri dari mereka yang memilih untuk bekerja di dunia bisnis namun pada saat yang sama mengejar kesetaraan jender dalam rumah tangga. –Penggerak kegiatan-kegiatan ini adalah wanita berusia tahun –Memilih untuk aktif dalam organisasi di lingkungan warga dengan membuat struktur kerja alternatif: Demokratis Tidak menganggap pencarian keuntungan sebagai tujuan utama mereka dan mereka mencoba membangunan jaringan komunal diantara sesama anggota Kegiatan mereka a.l –mengelola akademi atau pusat-pusat kebudayaan dilingkungan komunitas untuk pendidikan orang dewasa; –mengembangkan toko-toko yang menjual barang-barang yang dapat didaur ulang (recycling shop); –membentuk jaringan koperasi; –Membentuk kelompok tolong-menolong antar tetangga


Download ppt "Pertemuan Matakuliah: / Tahun: 2007 Bina Nusantara Pekerja Wanita."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google