Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hazim, M.Si STIE MAHARDIKA SURABAYA Sejarah Perkembangan Manajeman. Lanjutan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hazim, M.Si STIE MAHARDIKA SURABAYA Sejarah Perkembangan Manajeman. Lanjutan."— Transcript presentasi:

1 Hazim, M.Si STIE MAHARDIKA SURABAYA Sejarah Perkembangan Manajeman. Lanjutan

2 Sejarah Ilmu Manajemen Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen

3 Pioneer Ilmu Manajemen Modern Robert Owen ( ) Perlunya SDM dan Kesejahteraan Pekerja dalam sebuah organisasi Charles Babbage ( ) Pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi

4 Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll Kelompok Manajemen Administrasi Perspektif Manajemen Perilaku Studi Howthorne Teori Relasi Manusia Teori Perilaku Kontemporer Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Kelompok Manajemen Operasi

5 Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Frederich W Taylor ( ) Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah Frank Gilberth ( ) dan Lilian Gilberth ( ) Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM Henry L Gant ( ) Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart, Harrington Emerson ( ) 14 Prinsip Efisiensi Perspektif Manajemen Administrasi Henry Fayol ( ) 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Lyndall Urwick ( ) Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) Max Weber ( ) Birokrasi dalam Organisasi

6 Ilustrasi Time Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor PekerjaKemampuan Pengerjaan dan Jumlah Upah yang diterima AKarena mampu mengerjakan 25 Unit atau diatas standar, maka upah yang diterima adalah 25 unit x Rp = Rp BKarena pengerjaannya hanya 20 unit atau dibawah standar, maka upah yang diterima adalah 20 unit x Rp = Rp CKarena pengerjaannya sebanyak 24 Unit atau sesuai dengan standar, maka upah yang diterima adalah 24 unit x Rp = Rp

7 4 Prinsip Taylor dalam Tahapan Merumuskan Pendekatan dalam setiap Jenis Pekerjaan untuk menggantikan pendekatan yang lama yang sudah dianggap baku Secara ilmiah dilakukan seleksi atas tenaga kerja dan pemberian pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat menjalankan tugas sebagaimana dijelaskan dalam langkah pertama Memberikan pengarahan dan pemantauan atas pekerja untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan sesuai dengan standar Melanjutkan langkah- langkah pengerjaan sebagaimana yang telah dicapai pada langkah- langkah sebelumnya dengan menggunakan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana mestinya

8 Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

9 12 Prinsip Efisiensi Emerson 1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas 2. Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis 3. Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat 4. Adanya kedisiplinan 5. Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil 6. Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi. 7. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja. 8. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan. 9. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi. 10. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan. 11. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar. 12. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.

10 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen 1. Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja 2. Wewenang – yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi. 3. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi. 4. Kesatuan Perintah – bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan. 5. Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dala organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. 6. Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

11 14 Prinsip Fayol (lanjutan) 7. Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik. 8. Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi 9. Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas. 10. Order – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. 11. Keadilan – Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi 12. Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. 13. Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan. 14. Esprit de Corps (semangat korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan.

12 Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik Kontribusi Manajemen Klasik spesialisasi pekerjaan studi mengenai masa dan beban kerja metode ilmiah dalam manajemen Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen. Prosedur dan Birokrasi Keterbatasan Manajemen Klasik Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

13 Perspektif Manajemen Perilaku Hugo Munstberg ( ) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja Studi Howthorne (Elton Mayo) Teori Perhatian (Attention Theory) Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) Pekerja akan menunjukkan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial Teori Relasi Manusia Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor Teori Perilaku Kontemporer Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lan sebagainya Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi

14 Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya Kelompok Manajemen Operasi Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll

15 Teori Manajemen Kontemporer Perspektif Sistem dalam Manajemen Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi Perspektif Kontigensi dalam Manajemen There is no such things as one best and general way on management

16 Perspektif Sistem dalam Manajemen Input dari Lingkungan: Bahan baku, SDM, informasi, uang Proses Transformasi: Sistem operasi, sistem administrasi, teknologi, sistem kontrol Output bagi Lingkungan: Barang/Jasa, Untung/Rugi, perilaku pekerja, output informasi Umpan Balik

17 Perspektif Sistem dalam Manajemen Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan. Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja. Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.

18 Perkembangan Manajemen Masa Kini Perkembangan dunia yang pesat akhir-akhir ini juga mempengaruhi sektor manajemen. Revolusi informasi yang merupakan fondasi revolusi kehidupan yang lain telah memaksa para manajer untuk mengubah pendekatan manajemen yang ccok untuk diterapkan di dunia bisnis yang serba berubah ini. Adanya era globalisasi bisnis dan liberalisasi hampir disemua bidang perekonomian menyebabkan batas antar negara dan budaya semakin kabur (borderless nation)

19 Perkembangan Manajemen Masa Kini Pandangan / pendekatan baru terhadap ilmu manajemen tersebut kita sebut sebagai “manajemen kontemporer” Artinya : Perubahan terhadap cara-cara pengelolaan persusahaan yang mau tidak mau harus diperhatikan oleh setiap perusahaan dimanapun ia berada. Situasi perekonomian dan tingkat persaingan yang semakin tinggi memaksa perusahaan untuk berbuat sesuatu guna mempertahankan kelangsungan hidupnya.

20 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 1. Model Tipe Z 2. Gerakan Ekselensi 3. Total Quality Management (TQM) 4. ISO 9000 dan Proses Rekayasa Ulang Bisnis 6. Downsizing 7. Organisasi Jejala 8. Kaizen 9. Just in Time 10. ABC Concept 11. Balance Scorecard

21 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 1. Model Tipe Z William Ouchi mengemukakan bahwa perusahaan Amerika dan Jepang berbeda dalam tujuh dimensi yang pernting, yaitu : a. Lama masa kerja b. Cara pengambilan keputusan c. Letak tanggung jawab d. Kecepatan eveluasi dan promosi e. Mekanisme kontrol f. Spesialisasi jalur karier g. Perhatian perusahaan terhadap pegawai

22 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 2. Gerakan Ekselensi Thomas J. Peters & Robert H. Waterman, mengatakan bahwa, perusahaan-perusahaan tertentu yang “ekselen” atau merekan yang memiliki kesuksesan yang telah berlangsung dalam jangka panjang, melakukan banyak hal secara sistematik yang membuat mereka terpisah dari perusahaan lain. Karakteristik dasar yang mingkin memicu ekselensi : a. Melakukan sesuatu tepat pada waktunya b. Tetap dekat dengan konsumen c. Mempromosikan otonomi dan kewirausahaan d. Memaksimalkan produktivitas pekerja e. Menggunakan pendekatan hand-on bagi manajemen f. Melakukan yang terbaik dan diketahui perusahaan g. Mempertahankan struktur organisasi yang sederhana

23 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 3.TQM (Total Quality Management) Sebagai komitmen budaya organisasi untuk memuaskan pelanggan melalui penggunaan sistem terpadu dari perangkat, teknik-teknik, dan pelatihan. Berdasarkan segi yang dilakukan Lacelles & Berry terhadap 700 orang eksekutif, ditemukan bahwa motivasi yang melatarbelakangi perlunya penerapan TQM pada sejumlah perusahaan, yaitu : a. 73% ingin memenuhi keinginan pelanggan b. 60% ingin mengurangi biaya c. 59% disebabkan inisiatif para eksekutif d. 34% disebabkan adanya ancaman dari pesaing

24 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 4. ISO 9000 dan ISO ISO (International Organization for Standardization) Ada empat macam standar yang diberikan, yaitu : a. ISO 9001 Melaksanakan semua aspek pabrikan (manufacturing) termasuk pengembangan dan penyerajan produk dan jasa. b.ISO 9002 Melaksanakan semua fungsi pabrikan kecuali desain dan pengembangan produk dan atau jasa. c.ISO 9003 Perusahaan non pabrikan, seperti distributor operasi pergudangan d. ISO Unsur-unsur manajemen lingkungan yang berkualitas

25 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 5.Proses Rekayasa Ulang Bisnis Proses perencanaan ulang secara radikal serta memikirkan kembali proses bisnis secara fundamental untuk mencapai perbaikan secara dramatis dalam ukuran unjuk kerja kontemporer seperti, biaya, kualitas, servis dan kecepatan (Bennis) Proses rekayasa ulang ditujukan untuk: a. Meningkatkan produktivitas b. Mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham c. Mencapai hasil yang luar biasa min 50% kenaikannya d.Menhilangkan tingkatan dan pekerjaan yang tidak perlu (restrukturisasi)

26 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 6. Downsizing Versi restrukturisasi organisasi yang menghasilkan penurunan besaran organisasi dan sering menghasilkan struktur organisasi yang lebih mendatar. Pada dasarnya downsizing dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang sedang menjalankan rekayasa ulang (reengineering), sebagai salah satu usaha untuk membuat perusahaan menjadi lebih fleksible, efisien dan efektif. Downsizing dapat meningkatkan efesiensi, karema biaya, upah para manajer menjadi berkurang dan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepaat dari pada sebelumnya.

27 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 7. Ornanisasi Jejala (Networking Organization) Peusahaan harus memiliki fungsi utama (produksi, pemasaran, dsb) agar dapat dijalankan kegiatan perusahaan. Fungsi utama organisasi jejala tidak harus dimilikinya sendiri, tetapi dapat dilakukan o;leh perusahaan lain, yaitu atas dasar kontrak. Perusahaan dengan struktur organisasi jejala ini cukup dikendalikan oleh beberapa eksekutif saja, yang bertugas mengatur dan mengkoordinir para subkontraktor perusahaan, dan membuat strategi tingkat perusahaan guna menjadi perusahan global jika memungkinkan.

28 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 8.Kaizen Diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk memperbaiki secara terus-menerus semua bidang dalam perusahaan. Menurut Kazuo Inamori bahwa kaizen adalah “To day better than yesterday, then make tomorrow better than yesterday” (hari ini lebih baik dari kemarin, dan buat esok lebih baik dari hari ini). Dalam hadist islam, dikatakan bahwa “jika hari ini sama dengan kemarin berarti kamu merugi, dan jika lebih jelek maka kamu celaka” Konsep kaizen ini berkaitan dengan konsep TQM.

29 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 9.Just In Time (JIT) Model ini menunjukkan bahwa konsep manajemen biaya (cost management concepts) sudah sejak lama ketinggalan zama dan perlu dirubah. Unsur-unsur yang ada pada JIT, yaitu: a. Sikap Awareness / Education b. House Keeping c. Quality Improvement d. Uniform Plant Load (UPL) e. Redesign Process Flow f. Set-up reduction g. Supplier Network

30 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 10.ABC Concept Salah satu model yang dianggap revolusioner dan populer khususnya di bidang cost accounting atau persisnya management accounting adalah Activity Based Costing (ABC). Model ini telah diaplikasi sebagian besar perusahaan di Amerika dan dinilai telah mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing produk Amerika terhadap produk asing khususnya Jerman dan Jepang. Malah model ini dianggap bermanfaat dibanding dengan konsep JIT yang dinilai sebagai produk jepang. Dalam akuntansi konvensional dikenal tiga unsur dalam menghitung biaya produk, yaitu : a. Biaya Langsung b. Biaya Upah langsung c. Baiya Overhead

31 Model Manajemen Kontemporer Model Manajemen Kontemporer ; 11.Balanced Scorecard Menurut Kaplan & Norton, bahwa Balance Scorecard berfungsi sebagai pelengkap dan buka sebagai pengganti pengukuran kinerja keuangan tradisional, karena data keuangan tetap dipertahankan dalam pengukuran kinerja. Empat perspektif kinerja balance scorecard, yaitu : a. Financial Perspective b. Customer Perspective c. Internal Business Process Perspective d. Learning and Growth Perspective

32 thank you


Download ppt "Hazim, M.Si STIE MAHARDIKA SURABAYA Sejarah Perkembangan Manajeman. Lanjutan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google