Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERNYATAAN STANDART AKUNTANSI KEUANGAN No 104. DEFINISI ISTISHNA Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan tertentu dengan kriteria.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERNYATAAN STANDART AKUNTANSI KEUANGAN No 104. DEFINISI ISTISHNA Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan tertentu dengan kriteria."— Transcript presentasi:

1 PERNYATAAN STANDART AKUNTANSI KEUANGAN No 104

2 DEFINISI ISTISHNA Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni) dan penjual (pembuat/shani) Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni) dan penjual (pembuat/shani)

3 Nasabah konsumen (Pembeli) 1 pesan 2 pembeli Produsen (pembuat) BTM penjual 3 jual

4 Istishna Paralel Istishna paralel adalah suatu bentuk akad istishna antara pemesan dengan penjual kemudian untuk memenuhi kewajibannya kepada pemesan penjual memerlukan pihak lain sebagai pembuat. Istishna paralel adalah suatu bentuk akad istishna antara pemesan dengan penjual kemudian untuk memenuhi kewajibannya kepada pemesan penjual memerlukan pihak lain sebagai pembuat.

5 SKEMA TRANSAKSI ISTISHNA PARAREL PEMBELI BTM CUB CONTRACTOR

6 KARAKTERISTIK Berdasarkan akad istishna, Berdasarkan akad istishna, Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual diawal akad, Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual diawal akad, Barang pesanan harus memenuhi kriteria, Barang pesanan harus memenuhi kriteria, Barang pesanan harus sesuai dengan karakteristik yang telah disepakati antara penjual dan pembeli, Barang pesanan harus sesuai dengan karakteristik yang telah disepakati antara penjual dan pembeli, Pada dasarnya istishna tidak dapat dibatalkan, kecuali memenuhi kriteria tertentu, Pada dasarnya istishna tidak dapat dibatalkan, kecuali memenuhi kriteria tertentu, Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari penjual. Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari penjual.

7 AKUNTANSI UNTUK PENJUAL  Penyatuan dan Segmentasi Akad  Bila suatu akad istishna mencakup sejumlah aset,  Suatu kelompok akad istishna dengan satu atau beberapa pembeli,  Jika ada pemesanan aset tambahan dengan istishna terpisah.  Pendapatan Istishna dan Istishna Paralel  Pendapatan istishna diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian atau metode akad selesai,  Jika estimasi persentasi akad dan biaya untuk penyelesaian tidak dapat ditentukan secara rasipnal pada akhir periode laporan keuangan, maka digunakan metode akad selesai dengan beberapa ketentuan.

8 AKUNTANSI UNTUK PENJUAL  Istishna dengan Pembayaran Tangguh  Jika menggunakan metode persentase penyelesaian dan proses pelunasan dilakukan dalam periode lebih dari satu tahun setelah penyerahan barang pesanan,  Meskipun istishna dilakukan dengan pembayaran tangguh, penjual harus menentukan nilai tunai istishna pada saat penyerahan barang pesanan,  Penagihan termin yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi istishna dilakukan sesuai dengan kesepatan dalam akad dan tidak selalu sesuai dengan persentase penyelesaian pembuatan barang pesanan,

9 AKUNTANSI UNTUK PENJUAL  Biaya Perolehan Istishna  Biaya langsung & biaya tidak langsung  Biaya praakad diakui sebagai beban tangguhan dan diperhitungkan sebagai biaya istishna jika akad disepakati,  Biaya perolehan istishna yang terjadi selama periode laporan keuangan, diakui sebagai aset istishna dalam penyelesaian pada saat terjadiny,  Beban umum dan administrasi, beban penjualan, serta biaya riset dan pengembangan tdak termasuk dalam biaya istishna,  Biaya istishna Paralel  Biaya langsung & biaya tidk langsung  Semua biaya akibat produsen tidak dapat memenuhi kewajiban,  Biaya perolehan istishna paralel diakui sebagai aset istishna dalam penyelesaian pada saat diterimanya tagihan dari produsen,  Jika pembeli melakukan pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo dan penjual memberikan potongan, maka potongan tersebut sebagai pengurang pendapatan istishna,

10 AKUNTANSI UNTUK PEMBELI  Pembeli mengakui aset istishna dalam penyelesaian sebesar jumlah termin yang ditagih oleh penjual dan sekaligus mengakui utang istishna kepada penjual,  Aset istishna yang diperoleh melalui transaksi istishna dengan pembayaran tangguh lebih dari satu tahun diakui sebesar biaya perolehan tunai,  Beban istishna tangguhan diamortisasi secara proporsional sesuai dengan porsi pelunasan utang istishna,  Jika barang pesanan terlambat diselesaikan karena kelalaian atau kesalahan penjual dan mengakibatkan kerugian pembeli, maka kerugian itu dikurangkan dari garansi penyelesaian proyek yang telah diselesaikan penjual,  Jika pembeli menerima barang pesanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, maka barang pesanan tersebut diukur dengan nilai yang lebih rendah antara nilai wajar dan biaya perolehan,  Dalam istishna paralel, jika pembeli menolak menerima barang pesanan karena tidak sesuai dengan sesifikasi yang disepakati, maka barang pesanan diukur dengan nilai yang lebih rendah antara nilai wajar dan harga pokok istishna.

11 Penjual menyajikan dalam laporan keuangan sebagai berikut :  Piutang istishna yang berasal dari transaksi istishna sebesar jumlah yang belum dilunasi oleh pembali akhir,  Termin istishna yang berasal dari transaksi istishna sebesar jumlah tagihan termin penjual kepada pembeli akhir.

12 Pembeli menyajikan dalam laporan keuangan sebagai berikut :  Utang istishna sebesar tagihan dari produsen atau kontraktor yang belum dilunasi,  Aset istishna dalam penyelesaian sebesar : Persentase penyelesaian dari nilai kontrak penjualan kepada pembeli akhir, jika istishna paralel atau Persentase penyelesaian dari nilai kontrak penjualan kepada pembeli akhir, jika istishna paralel atau Kapitalisasi biaya perolehan, jika istishna. Kapitalisasi biaya perolehan, jika istishna.

13 JURNAL ISTISHNA Pengakuan biaya pra akadPengakuan biaya pra akad Pada saat dikeluarkan biaya akad Pada saat dikeluarkan biaya akad Pada saat kepastian transaksi istishna Pada saat kepastian transaksi istishna a. Jika akad ditandatangani Beban pra akad yang ditangguhkan XXXX Kas / Utang Kas / Utang XXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX Beban pra akad yang ditangguhkan Beban pra akad yang ditangguhkan XXXX

14 JURNAL ISTISHNA’ b. Jika akad tidak ditandatangani Pada saat pemgeluaran biaya untuk memprodksi aktiva istishna Pada saat pemgeluaran biaya untuk memprodksi aktiva istishna Beban pra akad XXXX Beban pra akad yang ditangguhkan Beban pra akad yang ditangguhkan XXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX Hutang XXXX

15 JURNAL ISTISHNA Pada saat pembayaran utang Pada saat pembayaran utang Pada saat bank menagih kepada pembeli akhir Pada saat bank menagih kepada pembeli akhir Pada saat penerimaan pembayaran dari pembeli akhir Pada saat penerimaan pembayaran dari pembeli akhir HutangXXXX Kas / Rekening Pemasok XXXX Piutang istishna XXXX Termin istishna XXXX Kas / Rekening nasabah pemesan XXXX Piutang istishna XXXX

16 JURNAL ISTISHNA’ Jika menggunakan metode persentase penyelesaian Jika menggunakan metode persentase penyelesaian Pengakuan harga pokok dan pendapatan Pengakuan harga pokok dan pendapatan Pada saat bank menerima barang pesanan dari sub kontraktor Pada saat bank menerima barang pesanan dari sub kontraktor Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir PersediaanXXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX Harga pokok istishna XXXX Aktiva istishna dalam pnyelesaian XXXX Pendapatan istishna XXXX Termin istishna XXXX Persediaan XXXX

17 JURNAL ISTISHNA Jika menggunakan metode akad selesai : Jika menggunakan metode akad selesai : Pada saat bank menerima barang pesanan dari sub kontraktor : Pada saat bank menerima barang pesanan dari sub kontraktor : Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pihak akhir Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pihak akhir Tagihan termin istishna XXXX Persediaan PersediaanXXXX Pendapatan bersih istishna XXXX PersediaanXXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX

18 JURNAL ISTISHNA PARALEL Pengakuan Biaya pra akad Pada saat dikeluarkannya biaya akad Pada saat kepastian penandatanganan akad a. Jika akad ditangdatangani b. Jika akad tidak ditandatangani Beban Pra akad yang ditangguhkanXXXX Kas / Utang XXXX Aktiva istishna dalam penyelesaianXXXX Beban pra akad yang ditangguhkan XXXX Beban pra akad yang ditangguhkanXXXX Beban pra akad XXXX

19 JURNAL ISTISHNA PARALEL Pengakuan harga perolehan aktiva istishna Pada saat penerimaan tagihan dari subkontraktor untuk memproduksi aktiva istishna Apabila aktiva istishna yang dipesan bank kepada subkontraktor tidak sesuai dengan pesanan Aktiva istishna dalam penyelesaianXXXX Hutang istishna XXXX Aktiva istishna dalam penyelesaianXXXX Hutang istishna XXXX

20 JURNAL ISTISHNA PARALEL Pada saat pembayar utang Pada saat penagihan bank kepada pemesan (pembeli akhir) Pada saat penerimaan pembayaran dari pemesan (pembeli akhir) Hutang istishna XXXX Kas/Rekening subkontraktor XXXX Piutang istishna XXXX Tagihan termin istishna XXXX Kas/rekening nasabah pemesanXXXX Piutang istishna XXXX

21 JURNAL ISTISHNA PARALEL Jika menggunakan metode prosentase penyelesaian Jika menggunakan metode prosentase penyelesaian Pengakuan harga pokok dan pendapatan Pengakuan harga pokok dan pendapatan Pada saat bank menerima barang pesanan dari subkontraktor Pada saat bank menerima barang pesanan dari subkontraktor Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir Harga pokok istishna XXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX Pendapatan istishna XXXX PersediaanXXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX Termin istishnaXXXX Persediaan XXXX

22 JURNAL ISTISHNA PARALEL ► Jika menggunakan metode akad selesai Pada saat bank menerima barang pesanan dari subkontraktor Pada saat bank menerima barang pesanan dari subkontraktor Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang pesanan kepada pembeli akhir Tagihan termin istishna XXXX Persediaan PersediaanXXXX Pendapatan bersih istishna XXXX PersediaanXXXX Aktiva istishna dalam penyelesaian XXXX


Download ppt "PERNYATAAN STANDART AKUNTANSI KEUANGAN No 104. DEFINISI ISTISHNA Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan tertentu dengan kriteria."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google