Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

K ONSEP DASAR P ERSALINAN N ORMAL Kelompok 7. P ENDAHULUAN Definisi persalinan  Proses pengeluaran buah kehamilan dari tubuh ibu. Buah kehamilan adalah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "K ONSEP DASAR P ERSALINAN N ORMAL Kelompok 7. P ENDAHULUAN Definisi persalinan  Proses pengeluaran buah kehamilan dari tubuh ibu. Buah kehamilan adalah."— Transcript presentasi:

1 K ONSEP DASAR P ERSALINAN N ORMAL Kelompok 7

2 P ENDAHULUAN Definisi persalinan  Proses pengeluaran buah kehamilan dari tubuh ibu. Buah kehamilan adalah : Janin, plasenta, tali pusat, Selaput ketuban (Kantong Amnion), dan air ketuban. Beberapa jam terakhir kehamilan, ditandai dengan adanya Kontraksi uterus (His), yg menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar dari uterus.

3 P ENDAHULUAN Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yg terjadi pada kehamilan aterm (37-42 )mg, lahir spontan dgn presentasi belakang kepala yg berlangsung ± 18 jam, tanpa komplikasi pada ibu maupun janin. Persalinan Eutosia (persalinan lancar). Persalinan Distosia (Persalinan distosia)

4 K EHAMILAN, PERSALINAN, MASANIFAS No.MasaLamanyaKeterangan 1.Kehamilan mgTrim. I, II, III 2.Persalinan 15 jamKala. I, II, III, IV. 3.Masa Nifas 6 mgInvolusi 4.Hasil konsepsi Abortus, Immatur, Prematur, Matur, Post matur

5 K EHAMILAN No.TrimesterKeterangan 1.Pertama0 – 12 mg 2.Kedua>12 – 28 mg 3.Ketiga> 28 – 42 mg

6 D IAGNOSIS DAN F ASE PERSALINAN KalaIstilahfase Gejala & tandaLama (jam) - belum inpartu -Serviks ttp  belum inpartu - IPembukaanLatenPembukaan < 4 cm. 8 aktifPemb cm  Pemb.< 1 cm/jam, penurunan kep dimulai. Memantau kemajuan persalinan Menggunakan partograf 6- 8 IIPengeluaran (Pembukaan lengkap s/d anak lahir) Awal non eks pulsif Pemb lengkap (10 cm), penurunan kep berlanjut, meneran belum ada PP : 2 MP : 1 Akhir Ekspulsif Pemb. Lengkap, presentasi didasar panggul, ibu meneran IIIUriPengeluaran plasenta ½ IVPengawasanPost partum  Perdarahan, vital sign hari post partumPengawasan ketat post partum 24

7 K LASSIFIKASI PERSALINAN : No.PersalinanKeterangan 1.SpontanPartus pervaginam dengan tenaga ibu sendiri. 2.BuatanPersalinan dibantu tenaga luar spt : SC, E. Vakum, E.forsep, Embriotomi. 3.Anjuran Persalinan yang terjadi setelah dirangsang timbulnya inpartu (induksi partus), mis : oksitosin drip, amniotomi, pemberian prostaglandin.

8 P ENDAHULUAN : F AKTOR YG MEMPENGARUHI PROSES PERSALINAN No. FaktorKeterangan 1, Power (Tenaga) His (kontraksi uterus). Tenaga mengedan. 2. Passangger (Buah kehamilan) - Janin. - Plasenta - Tali pusat - Air ketuban. - Kantong ketuban (selaput amnion) 3. Passage (jalan lahir) Pelvis minor Jalan lahir Keras (tulang panggul) Jalan lahir lunak (yg terutama dibentuk oleh jaringan otot.

9 I. P OWER (T ENAGA ) : No.TenagaFungsiKala 1.His (kontraksi uterus) penipisan serviks. Pembukaan (I) Pembukaan serviks mendorong janin melewati jalan lahir 2.Mengedan (ditopang oleh KU, Traktus Respira torius, dan Cardio vaskular) mendorong janin keluar dari uterus Pengeluaran (II)

10 S IFAT - SIFAT HIS : No. Keterangan 1.Otonom ( involuntair), tapi dapat dipengaruhi secara mekanis, khemis dan thermis 2.Mempunyai pace maker 3.Mempunyai fundal dominan 4.Pada SAR terjadi Retraksi (brakhistasis), pada SBR menimbulkan mecystasis (membuka dan lembek). 5.Rasa nyeri. 6.Intermitten.

11 His dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas

12 K ONTRAKSI UTERUS, DIMULAI DIDAERAH TUBA & LIG. R OTUNDUM, DAN MENJALAR KESELURU UTERUS. Face maker

13 K ONTRAKSI UTERUS ( HIS ) Fundal dominan

14 P ROSES KONTRAKSI OTOT UTERUS DAN DIMULAINYA PERSALINAN Pada saat hamil : Perkembangan & pertumbuhan miometrium dikendalikan ole Hormon Estrogen dan prostaglandin, namun dihambat oleh Progesteron & Prostaglandin inhibitor. Perkembangan & pertumbuhan miometrium bersifat ELASTIS, shg tumbuh kembang uterus tidak menimbulkan ggn thd tubuh kembang janin. Pada permulaan INPARTU, dijumpai hub sel otot miometrium satu dengan lainnya disebut “GAP- JUNCTION, yg jenisnya sama dgn PROTEIN CONEXTIN 43 (Cx 43) dalam ot. jantung

15 S EBAB TERJADI PERSALINAN 1. Penurunan fungsi plasenta : Kadar P & E menurun mendadak, nutrisi janin berkurang dari plasenta. 2. Tek pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser, menjadi pace maker dari kontraksi uterus. 3. Iskhemia ot. uterus krn pengaruh beban, semakin mersg terjadinya kontraksi. 4. Peningkatan beban, stres maternal/ fetal, dan peningkatan E, mengakibatkan peningkatan kortison, prostaglandin, oksitosin, menjadi pencetus persalinan

16 F UNGSI G AP - J UNCTION : No.Fungsi 1.Melakukan Pertukaran ion dan molekul kecil. 2.Menurunkan tahanan listrik, shg rsg listrik dan kimia makin mudah berlangsung. 3.Perjalanan rangsangan kont.uterus dgn Gap- junction terjadi 2 cm/detik menuju serviks uteri. 4.Menjadikankan kontraksi uterus menjadi teratur dan terarah resultantenya, menjadi kekuatan proses persalinan. 5.Proses pematangan serviks oleh Braxton Hicks, memudahkan terjadinya persalinan.

17 K ONTRAKSI UTERUS P ADA K EHAMILAN, PERSALINAN, MASA NIFAS No.WaktuFrekwensiIntensitas (mmhg) Keteterangan 1. UK (20- 28) mg1 x /20”10- 20Tanpa nyeri, Braxton Hicks UK (28- 34) mg1 x /10 “10- 20Tanpa nyeri; memben tuk SBR, Braxton Hicks 3. HIS Awal Kala I1-2x/ 10 ‘20-40Nyeri, terjadi pero bahan serviks (HIS) Kala I lanjut3- 4x/ 10 “40-60HIS Kala II4- 5x/ 10”40-60HIS Selesai K.II2-3x/ 10 “40- 60Kala.III/ HIS 6 jam PP20- 40Dipengaruhi isapan bayi jam PP10- 20

18 His dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas

19 D IAGNOSIS / F ASE P ERSALINAN No.KalaFaseLamanyaKeterangan 1.belum inpartu - -His (-) 2.Kala I (inpartu) (Pembukaan). Adanya pero bahan serviks Laten 8 jamØ : < 4 cm Aktif 6- 8 jamØ : ≥ 4 cm, mulai penu runan kepala, keluar tanda (Bloody Show) 3.Kala II awal (Pengeluaran) PP : 2 jam MP : 1 jam Ø : 10 cm. (lengkap). Meneran belum ada. Non Ekspulsif Kala II akhir (Pengeluaran) Presentasi didasar panggul, ibu boleh meneran. Fase Ekspulsif 4.Kala III mnt (MAK. III) Kala Uri (lahirkan plasenta) 5.Kala IV1- 2 jam PPMengawasi Perdarahan Post Partum Primer.

20 Grafik Friedman (terlihat putar paksi dalam)

21 S KEMA PERSALINAN ATERM  HIS  Serviks menipis & membuka, keluar tanda (Bloody show), perobahan ini disebut  Inpartu. Lendir berasal kanalis servikalis yang membuka dan mendatar, dan darah akibat pecahnya pembuluh darah kapiler pada kanalis servikalis tersebut. INPARTU  Kala I (fase laten  Fase aktif) terjadi perobahan pada SAR, SBR, Serviks, penurunan janin  s/d pembukaan lengkap. Janin menyesuaikan diri utk melewati jalan lahir dgn Mekanisme persalinan  Engagement(masuk PAP), Descent (penurunan), flexion(menekur)  internal rotasi (putar paksi dalam)  ekstensi  LAHIR.

22 P EROBAHAN SERVIKS PADA AWAL INPARTU Effacement  0 % Effacement  50%

23 P EROBAHAN SERVIK PADA AWAL INPARTU Effacement  % Effacement  100 %

24 P EROBAHAN SERVIKS PADA AWAL INPARTU Effacement  0 % Effacem  50%

25 B ISHOPS S CORE  UNTUK MENGUKUR KEMATANGAN SERVIKS Score Pemb Cx Effacem (%) Station (cm) , +2 Kons Cx keras sedang lemah Posisi Cxposterior axial depan

26 S KEMA PEROBAHAN UTERUS AKIBAT PROSES PERSALINAN : BELUM HAMIL - HAMIL TUA – INPARTU - KALA.II - DISTOSIA

27 M EKANISME PERSALINAN 1.Floating. 2. Enggament, Descent, flexion 3. Further descent, internal rotation. 4.Complete rotation. 5. Complete exten sion. 6. external rotation. 7. lahirkan bahu depan. 8. Lahirkan bahu blk.

28 II. P ASSANGGER ( BUAH KEHAMILAN ) Adalah : Janin,plasenta, tali pusat,air ketuban dan kantong janin. Yang harus dinilai adalah : 1. Letak, presentasi, posisi, sikap janin. 2. Taksiran BB janin, disebut Makrosomia bila bb janin > 4000 gr. 3. Kelainan buah kehamilan yg lain, mis : adanya Plasenta previa, atau kel kongenital janin.

29 J ANIN ( FETUS ) Janin dapat mempengaruhi cara persalinan oleh karena besar, letak, presentasi, sikap, dan posisinya. Faktor lain janin yg mempengaruhi cara persalinan adalah : - Frek. DJJ  fetal distress. - Lokasi insersi plasenta  SBR - Tali pusat – prolapsus funikuli. Dll.

30 L ETAK, PRESENTASI, POSISI DAN SIKAP JANIN No.PengertianKeterangan 1.Letakmenunjukkan hubungan sumbu panjang janin thd sumbu panjang ibu.  membujur, lintang, oblique (serong) 2.Presentasimenunjukkan bag terbawah janin dalam rahim.  Kepala, bokong, bahu dsb. 3.Posisimenunjukkan kedudukan bag terbawah janin thd sumbu tubuh ibu, posisi u2k, u2 b, dagu dll 4.Sikap menunjukkan hubungan bag2 janin thd sumbunya, khususnya thd tlg. Punggungnya.  Fleksi, defleksi 5.NormalLetak membujur, presentasi belakang kepala, posisi ubun kecil, sikap fleksi. 6.AbnormalKelainan letak, malpresentasi, malposisi.

31 Letak janin Posisi Sikap Presentasi

32 T ABEL LETAK, PRESENTASI, SIKAP UKURAN JANIN

33 D IAMETER KEPALA JANIN 1. DSOB  B (9,5) 2. DSOF 3. DOF  P (11,5). 4. DOM  D (13.0). 5. DSMB  M (9,5)

34 U KURAN - UKURAN K EPALA DAN BADAN JANIN Ukuran kepala yg berperan wkt persalinan tergantung pd derjat fleksi kepala. No.UkuranUkuran (cm)Letak 1.Diameter Sub Oksipito Bregmatika (DSOB) 9,5 B 2.Diameter oksipito frontal (DOF) 11,5 P 3.Diameter Oksipito mental (DOM) 13 D 4.Diameter Submento Bregmatika (DSMB) 9,5 M

35

36 D AERAH DAERAH K EPALA JANIN YAITU : 1. Oksiput  daerah di belakang u2k. 2. Verteks  daerah antara u2k dan u2b dan os. Parietal. 3. Bregma  daerah u2b. 4. Sinsiput  daerah didepan u2b, terbagi 2 : a. Dahi  antara u2b dan puncak hidung. b. Muka  antara puncak hidung dan pinggir orbita.

37 F AKTOR YG MEMPENGARUHI PERSALINAN : III. P ASSAGE ( JALAN LAHIR ) Terdiri dari jalan lahir keras(tulang) dan jalan lahir lunak ( dasar panggul), yg harus dinilai : - Kelainan krn ggn pertumbuhan panggul. - Kelainan tulang / sendi panggul. - kelainan tulang belakang. - Kelainan anggota gerak bawah.

38 J ALAN LAHIR A. Bagian keras : - Os coxae  os Ilium,Ischiun, pubis. - Os Sacrum. - Os. Koksigis. B. Bagian lunak  otot2 dasar panggul. - B agian luar  : - musc. Spicther ani eksternus. - musc. Bulbocavernosus yg melingka ri Vagina. - musc. Perinea transversa superficialis

39 T ULANG PANGGUL

40 J ALAN LAHIR LUNAK : 1.Diafragma pelvis: - m. Levator Ani. - m. Koksigeus. - Fascia yg mem bungkus. 2. Diafragma urogenital terbentuk dari: - m. Transversus peri nei interna. - m. Konstriktor urethra. - Fascia penutup bag luar dan dalam

41 F ISIOLOGI NYERI PADA PERSALINAN Yg menimbulkan rasa nyeri yaitu : - Kala.I  akibat anoksia sel otot waktu kontraksi uterus dan tekanan pada ganglion serviks/ SBR waktu dilatasi serviks. Rasa nyeri berasal dari serviks dan uterus ini masuk ke Medulla Spinalis melalui radix posterior T.10- L.1 - Kala.II  pelebaran vulva dan perineum, daerah ini dipersyarafi oleh N.Pudendus melalui S.2-4.

42 P ENYEBARAN RASA NYERI ( REFERRED PAIN ) PADA PERSALINAN 1. Kala.I awal  fundus uteri, pinggang dan ari2. 2. Kala.I akhir  fundus uteri, paha, pinggang vulva dan perineum. 3, Kala.II  Fundus uteri, dasar panggul, dan pinggang. Intensitas`nyeri dipengaruhi oleh : lamanya his, besarnya pembukaan, regangan jalan lahir, umur ibu, banyaknya persalinan, besarnya janin, keadaan umum pasien dan paritas.

43 P ENANGANAN RASA NYERI 1. Cara non farmakologik. - Psikologik. - Akupunktur. 2. Cara farmakologik. - Obat sedativa, narkotika, hipnotika secara sistemik. - Analgesia regional - Analgesia secara inhalasi.

44 P ERSIAPAN PERTOLONGAN PERSALINAN : 1. Ibu secara fisik & mental : a. Mental : rasa nyeri  takut  spasme (lingkaran setan). b. Fisik : mandi, toilet vulva, BAB, BAK 2. Tempat persalinan.  bersih, nyaman. 3. Penolong  celemek/ pelindung lain, furbringer 4. Alat2 & obat2 utk ibu dan bayi : a. Partus set, desinfektans. b. Hechting set. c. Alat & obat resussitasi. d. Alat & obat bayi baru lahir. e. Persiapan mencegah perdarahan post partum.

45 P ENGAWASAN PERSALINAN K ALA.I ( KALA PEMBUKAAN ) 1. Vital sign  normal / kelainan, kondisi ibu secara keseluruhan. 2. DJJ  sesuai kebutuhan : Normal, takhikardi, bradikardi, atau fetal distress 3. His  intensitas, durasi, interval  Adekwat, inersia uteri primer/sekunder. 4. Kemajuan persalinan dari luar, yaitu  penurunan, pembukaan & putar paksi dalam, periksa dalam atas indikasi 5. Kemungkinan timbul penyulit, ex. Perdarahan, prolapsus tali pusat dll.

46 PARTOGRAF Partograf  adalah alat bantu yg diguna kan selama fase aktif persalinan utk : 1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan  menilai pembukaan (periksa dalam = vaginal toucher =VT). 2. Mendeteksi apakah persalinan berjalan normal, sesuai perhitungan normal. Penggunaan Partograf secara rutin akan memastikan para ibu dan bayi mendapat asuhan yg aman dan tepat waktu, dan mencegah terjadinya penyulit yg mengan cam keselamatan ibu.

47 P ARTOGRAF PADA F ASE A KTIF TERDIRI DARI : No.Items 1.Identitas ibu. 2.Kondisi janin  DJJ, warna dan adanya air ketuban. 3.Kemajuan persalinan  Ǿ serviks, penurunan, presentasi janin, molase kepala janin. 4.Jam dan waktu mulai fase aktif. 5.His. 6.Obat2an dan cairan yg diberikan, mis oksito sin, atau obat2 lain. 7.Kondisi ibu  TD, nadi dan temp ibu. 8.Asuhan,pengamatan, dan keputusan klinik.

48

49 P ERSALINAN KALA.I ( MULAI INPARTU S / D PEMBUKAAN LENGKAP ) Terbagi atas : 1. Fase laten  Ǿ kurang 4 cm. Fase laten mempunyai pencatatan tersendiri, mis, pd Kartu Menuju Sehat (KMS). 2. Fase aktif  Ǿ 4 s/d 10 cm. Yg dicatat yaitu : - DJJ  tiap ½ jam. - His  frek dan lamanya tiap ½ jam. - Nadi tiap ½ jam. - Pembukaan serviks tiap 4 jam. - Penurunan tiap 4 jam. - TD dan temp tiap 4 jam. - Produksi urine, aseton dan protein tiap 2-4 jam

50 P ARTOGRAF UNTUK ( I DENTITAS, DJJ, AIR KETUBAN & MOLASE KEPALA )

51

52 K ETERANGAN PARTOGRAF Air ketuban : U  ket. Utuh (belum pecah). J  Ketuban pecah, jernih. M  Ket pecah, campur mekoneum. D  Ket pecah, bercampur darah. K  Ket pecah, air ket kering, Moulase kepala ( Penyusupan) : tk.0  moulase (-), sutura teraba berjarak. tk.1.  tlg saling bersentuh. tk. 2  tumpang tindih, masih dpt dipisahkan. tk. 3  tumpang tidih, tdk dapat dipisahkan.

53 P ARTOGRAF UNTUK ( PEMBUKAAN SERVIK & TURUNYA KEPALA )

54 P ENURUNAN K EPALA Periksa luar 5/5  floating. 4/5  H.I –II 3/5  H.II-III 2/5  H.III + 1/5  H. III-IV. 0/5  H.IV

55 T URUNNYA KEPALA ( STASION ) Stasion 0 (zero)  setinggi Sp.ischiadika (H.III) Arah keatas Sp.ischiadika -1, -2, -3 cm (floating). Arah bwh Sp. Ischia dika  +1, +2, +3 cm (di perineum)

56 B IDANG H ODGE H.I  pinggir atas simfisis. H.II  pinggir bawah simfisis. H.III  spina ischia dika. H.IV  os.coccigis.

57 P ARTOGRAF UNTUK ( H IS, PEMBERIAN OKSITOSIN & OBAT 2, DAN TD, NADI )

58 C ATATAN LAMA & FREKWENSI HIS

59 P ARTOGRAF UTK (S UHU TUBUH & URINE ) Pemeriksaan urine termasuk Volume, proreinuria, dan aseton.

60 K EMAJUAN PERSALINAN PADA KALA.I DGN PARTOGRAF No.Items Baik Kurang baik 1.HisHis adekwat  frek/ durasi meningkat Tidak adekwat 2.Kecepatan Ǿ serviks minimal 1 cm/ jam, ( sebelah kiri grs waspada). Kurang 1 cm/ jam 3. ServiksDipenuhi bgn bawah janin (Presentasi) Tidak dipenuhi presentasi janin.

61 K ONDISI I BU / JANIN PADA KALA.I PADA PENILAIAN PARTOGRAF Janin : Djj  Takhikardi (>160 dpm), atau Bradikardi ( < 120 dpm). Adanya malposisi/ mal presentasi. Kemajuan persalinan kurang baik  persalinan lama. Ibu : Nadi ↑  dehidrasi atau kesakitan. TD ↓  curigai perdarahan. Asetonuria  nutrisi kurang, berikan Dextrose IV.

62 P ENGAWASAN PERSALINAN KALA.II ( KALA PENGELUARAN ) Awal kala.II ditandai dengan pembukaan lengkap, ditandai dgn his semakin kuat, pengeluaran lendir campur darah, ibu ingin mengedan, ketuban pecah. Pimpin mengedan  bila his adekwat, kepala janin didasar panggul, vulva menga nga- perineum menonjol, anus terbuka. Episiotomi atas indikasi, saat yg tepat ada lah perineum tipis, dan jelas menghalangi kemajuan persalinan.

63 P ENYULIT YG MUNGKIN TERJADI PADA K ALA.II No.MasalahPenanganan 1.Gawat janinResusitasi intra uterine, segera lahirkan bayi. 2.Tali pusat menumbungReposisi 3.Persalinan terlambatEpisiotomi, EV atau EF. 4.Infeksi jalan lahirTindakan aseptik. 5.Persalinan lamaHarus sudah diperhitung kan sejak awal

64 P ENGAWASAN PERSALINAN P ADA K ALA.III ( KALA U RI ) No.PengawasanKeterangan 1.Perawatan bayi baru lahir 2.Penanganan aktif kala.IIIPemberian oksitosin IM Peregangan tali pusat terkendali Masase uterus 3.Pastikan plasenta sudah lepasPerasat Kustner, Strassman, Klein dll. 4.Stlh Uri lahirPlasenta lengkap, facies maternal/ fetal 5.Pengawasan postpartumPerdarahan post partum Awasi atonia uteri

65 P ENYULIT KALA.III No.PenyulitKeterangan 1.Atonia uteriUterotonika. 2.Perlukaan jalan lahirHeachting 3.Retensio plasentaOksitosin Peregangan tali pusat masase fundus uteri, Perasat Crede Manual plasenta (k/p) 4.Perdarahan post partumIngat faktor predisposisi Penanganan sesuai protap

66 P ENGAWASAN PERSALINAN K ALA.IV (1-2 JAM POST PARTUM ) Awasi : 1. Pengawasan vital sign. 2. Pengawasan perdarahan post partum.

67 Pengertian Nyeri persalinan adalah suatu stimulus spesifik bersifat subjektif dan berbeda antara masing-masing individu karena oleh faktor psikologis dan kultur dan endorphin seseorang. (potter dan Perry, 2005) Tujuan Untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri pada ibu selama persalinann Mengurangi perasaan nyeri dan tegang, sementara pasien tetap berada dalam keadaan terjga seperti dikegendaki Menjaga agar pasien dan janinnya sedapat mungkin tetap terbebas dari efek depresif yang ditimbulkan oleh obat

68 Penyebab fisiologis nyeri intrapartum Anoksia uterus karena penekanan sel-sel otot selama kontraksi Kompresi saraf genglia pada serviks dan segmen bawah uterus selama kontraksi Peregangan serviks selama dilatasi dan penipisan Penarikan, pergenangan dan pergeseran perineum Tekanan pada utera, kandung kemih dan rectum selama penurunan janin Distensi segmen bawah uterus Peregangan ligamen-ligamenuters

69 Cara atau metode mengurangai nyeri persalinan yang non farmakologis Psikologik Cara ini mempunyai persamaan dengan edukasi, terapi fisiogik dan terapi psikologik.

70 Relaksasi Persiapan untuk relaksasi sadar biasanya meliputi praktik latihan kognitif yang menimbulkan penurunan ketegangan pada otot volunter. Relaksasiselanjutnya ditingkatkan melalui kontrol lingkungan dan posisi ibu yangnyaman semula meningkatkan kenyamanan

71 Posisi maternal dan perubahan posisi Perubahan psosis, termasuk ambulasi telan dikatikan deng lebih sediktinya penggunanan medikasi nyeri, kontraksi lebih efektir dan rasa kontrol ibu lebih besar. Massase dan pijitan Masase dapat membantu dalam relaksasi dan menurunkan kesadaran nyeridengan meningkatkan aliran darah ke area yang sakit, merangsang reseptor sensori di kulit dan otot dibawahnya, mengubah suhu kulit dan memberirasa sejahtera umum yang dikaitkan dengan kedekatan manusia Akupresur atau akupuntur Pendekatan penyembuhan yang bersara dari daerrah timur yang menggunakan massase titik tertentu atau mesidian) untuk menurunkan nyeri ata di tubuh (garis aliran energi atau mesidian) untuk menurunkan nyeri atau mengubah fungsi organ.

72 Penggunaan kompres panas dan dingin Penggunaan kompres panas untuk area yang tegang dan nyeri dianggap meredakan nyeri dengan mengurangi spasme otot yang disebabkan olehiskemia yang merangsang neuron yang memblok transmisi lanjut rangsangnyeri dan menyebabkan vasodilatasi.

73 Stimulasi saraf elektrik transkutan. Merupakan salah saru cara penanggulangan nyeri persalinan non farmakologik. Dua pasang elektroda ditempelkan di punggung, saru pasang setinggi T10-L1 sepasang yang lain setinggi S2- S4. Cara ini dapatmengurangi nyeri persalinan derajat ringan (kala I). cara ini dianjurkanuntuk dipakai diklinik kebidanan dimana pelayanan analgesio persalinanoleh dokter spesialis anestesiologi belum tersedia

74 Hidroterapi perendaman dalam air menimbulkan relaksais otot, meningkatkan vasodilatasi yang menimbulkan peningkatana aliran darah dan perasaan senjata secara umum, misalnya mandi air hangat, pancuran, kolam bergelombang dapat menimbulkan relaksasi dengan merangsang ujung-ujung saraf kulit.

75 TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA PERSALINAN Episiotomi Episiotomi adalah suatu tindakan bantuan persalinan berupa insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya lapisan selaput lendir vagina, cincin selaput dara, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan fascia perineum, serta kulit sebelah depan perineum.

76 Ekstraksi Cunam / Forceps Ekstraksi cunam adalah suatu tindakan bantuan persalinan di mana janin dilahirkan dengan suatu tarikan cunam / forceps yang dipasang pada kepalanya.

77 Forceps / cunam Forceps / cunam adalah alat bantu persalinan, terbuat dari logam, terdiri dari sepasang (2 buah) sendok yaitu sendok cunam kiri dan sendok cunam kanan. Beberapa jenis forceps (gambar kiri ke kanan) : Naegele, Kjelland, Locking, Simpson- Braun, Piper, Boerma, Tarnier. (catatan : proporsi ukuran dalam gambar tidak sesuai). Masin

78 Persalinan Per Abdominam (Sectio Cesarea) Sectio cesarea adalah suatu tindakan bantuan persalinan di mana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding uterus

79 Embriotomi Embriotomi adalah suatu tindakan bantuan persalinan dengan cara merusak atau memotong bagian-bagian tubuh janin agar dapat lahir pervaginam, tanpa melukai ibu.

80 Resiko Tinggi Pada Persalinan Definisi Ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi adalah ibu hamil yang mempunyairesiko atau bahaya dan komplikasi yang lebih besar padakehamilan/persalinannnya baik terhadap ibu maupun terhadap janin yangdikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas dibandingkandengan ibu hamil dengan kehamilan/persalinan normal.

81 Faktor Resiko Umur ibu Jarak antara kehamilan Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi. Status perkawinan Primigravida. Grandemultipara. Riwayat obstetri

82 PERSALINAN DAN KELAHIRAN PREMATURE Definisi Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

83 Etiologi Penyebab sekitar 50% kelahiran premature tidak diketahui. Namun, sepertiga persalinan premature terjadi setelah ketuban pecah dini (PROM). Komplikasi kehamilan lain, yang berhubungan dengan persalinan premature, meliputi kehamilan multijanin, hidramnion, serviks, tidak kompeten, plasenta lepas secara premature, dan infeksi tertentu (seperti, polinefritis dan korioamnionitis) (Anderson, Merkatz, 1990)

84 Faktor Resiko Persalinan premature Resiko Demografik Ras (Afrika Amerika) Usia ( 40) Status sosial-ekonomi rendah Belum menikah Tingkat pendidikan rendah Resiko Medis Persalinan dan kelahiran premature sebelumnya Abortus trimester kedua (lebih dari dua kali abortus spontan atau elektif) Anomali Uterus Penyakit-penyakit medis (misalnya, diabetes, hipertensi) Resiko kehamilan saat ini

85 Resiko perilaku dan lungkungan Faktor resiko potensia

86 TERIMA KASIH Solok, 10 Maret 2010


Download ppt "K ONSEP DASAR P ERSALINAN N ORMAL Kelompok 7. P ENDAHULUAN Definisi persalinan  Proses pengeluaran buah kehamilan dari tubuh ibu. Buah kehamilan adalah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google