Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Copyright by Elok Hikmawati 1 PERTEMUAN 11.  Bila seorang pengirim barang muatan kapal menyerahkan barang muatannya kepada pengangkut di kapal, maka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Copyright by Elok Hikmawati 1 PERTEMUAN 11.  Bila seorang pengirim barang muatan kapal menyerahkan barang muatannya kepada pengangkut di kapal, maka."— Transcript presentasi:

1 Copyright by Elok Hikmawati 1 PERTEMUAN 11

2  Bila seorang pengirim barang muatan kapal menyerahkan barang muatannya kepada pengangkut di kapal, maka si pengirim akan menerima surat tanda terima dari Mualim I, yang disebut “Mate’s Receipt”  Selanjutnya “Mate’s Receipt” tadi ditukarkan di “Traffic Departemen” di kantor pengangkut dengan yang disebut sebagai “konosemen” atau bill of lading.  “Mate’s Receipt” adalah surat bukti telah diserahkan barang kepada pengangkut  Konosemen tidak hanya sebagai alat bukti penyerahan barang tetapi berlaku sebagai Surat Berharga yang dapat diperjual-belikan kepada orang lain. Copyright by Elok Hikmawati 2

3 3

4 4

5  Bentuk konosemen diatur dalam Pasal 506, yang menyebutkan bahwa konosemen adalah surat tertanggal dalam mana si pengangkut menerangkan bahwa ia telah menerima barang-barang tertentu untuk diangkut ke suatu tempat tujuan tertentu. Selanjutnya menyerahkan di situ kepada seseorang serta menerangkan jugamengenai syarat-syarat penyerahan barang. Copyright by Elok Hikmawati 5

6  Bentuk dan isi konosemen tidak sama disetiap negara.  Dalam konosemen terdapat 2 kepentingan: › Kepentingan si pengirim barang, yaitu barang muatannya dpat disampaikan kepada penerimanya dengan selamat. Kalau tidak selamat menjadi tanggung jawab si pengangkut sepenuhnya › kepentingan si pengangkut, yaitu tanggung jawabnya atas barang muatan seringan mungkin, bahkan tidak bertansggung jawab sama sekali Copyright by Elok Hikmawati 6

7  Timbul konflik kepentingan antar pengirim dan pengangkut  Tahun 1892, Tuan Harter, seorang anggota dari kelompok pengirim barang dari Ohio, dan anggota konggres AS mengajukan rancangan undang-undang yang pada pokoknya melarang adanya penyimpangan dari konosemen bagi kepentingan pengangkut.  Muncul Harter Act, yang pada intinya melindungi kepentingan si pengirim dari tindakan sewenang-wenang si pengangkut Copyright by Elok Hikmawati 7

8  Persolan pertentangan dari kepentingan ini mendapat perhatian negara-negara yang selanjutnya mengadakan konfrensi “International Law Association” di Den Haag, sehingga timbul Hague Rules pada tahun 1921  Peraturan Hague Rules ini dirubah pada tahun 1922, 1924 dan pada tahun 1968 Copyright by Elok Hikmawati 8

9  Konosemen atas nama, adalah konosemen yang namanya disebut  Kososemen kepada pengganti, adalah konosemen kepada penggantinya pengirim atau kepada orang yang ditunjuk oleh pengirim atau kepada orang penggantinya pihak ketiga atau kepada orang yang ditunjuk oleh pihak ketiga  Konosemen kepada pembawa, adalah konosemen untuk kepada pembawa atau yang membawa surat konosemen Copyright by Elok Hikmawati 9

10  Di Indonesia, konosemen ditulis atas nama dan jarang sekali di andosemen, karena pola pikir “lebih baik membeli barang dari pada membeli konosemen” sebab membeli konosemen berarti memiliki resiko jumlah barang muatan yang diterima berkurang dari apa yang disebut dalam konosemen. Kemungkinan lain adalah barangnya rusak atau tidak cocok kualitas Copyright by Elok Hikmawati 10

11  Konosemen atas nama termasuk surat yang berharga atau surat rekta, sedangkan konosemen kepada pengganti dan kepada pembawa termasuk golongan surat berharga  Penyerahan konosemen kepada pengganti dan kepada pembawa dengan cara andosemen dan penyerahan suratnya  Dalam andosemen tersebut tidak perlu memuat penyebutan tentang telah dinikmatinya harga, dan tidak perlu ditulis kepada pengganti  Di belakang konosemen tersebut cukup tanda tangan (andosemen blanko) Copyright by Elok Hikmawati 11

12  Suatu surat perintah kepada pengangkut agar memberikan barang seperti apa yang tercantum D/O kepada pemegang konosemen  Delivery order atas nama adalah surat yang berharga, sedangkan delivery order kepada penganti atau kepada pembawa dikategorikan sebagai surat berharga Copyright by Elok Hikmawati 12

13  Polis adalah sebuah akta yang sengaja dibuat untuk tanda bukti adanya perjanjian asuransi antara penanggung dengan tertanggung.  Pasal 255 KUHD berbunyi : Suatu pertanggungan harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta yang dinamakan polis  Polis pada hakekatnya merupakan tanda bukti adanya perjanjian pertanggungan. Copyright by Elok Hikmawati 13

14  Hari ditutupnya pertanggungan  Nama penutup asuransi, atas tanggungabn sendiri atau kepentingan pihak ketiga  Uraian yang jelas mengenai benda pertanggungan  Jumlah uang pertanggungan  Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh penanggung  Saat mulai dan berakhirnya resiko atas tanggungan penanggung  Premi  Semua keadaan penting yang perlu diketahui oleh penanggung dan syarat-syarat yang diperjanjikan Copyright by Elok Hikmawati 14

15  Hari ditutupnya pertanggungan  Nama penutup pertanggungan  Nama badan tertanggung, yakni orang yang jiwanya dipertanggungkan  Saaat mulai dan berakhirnya resiko bagi penanggung  Jumlah uang pertanggungan  premi Copyright by Elok Hikmawati 15

16  Yang membedakan tidak ada klausul: › Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh penanggung › Semua keadaan penting yang perlu diketahui oleh penanggung dan syarat-syarat yang diperjanjikan Copyright by Elok Hikmawati 16

17  Polis dikategorikan sebagai surat yang berharga, karena sukar untuk diperjual- belikan.  Polis dapat digadaikan  Polis adalah surat yang berharga bagi penanggung dan tertanggung sebagai penutup asuransi, karena polis itu adalah surat yang bernilai uang Copyright by Elok Hikmawati 17


Download ppt "Copyright by Elok Hikmawati 1 PERTEMUAN 11.  Bila seorang pengirim barang muatan kapal menyerahkan barang muatannya kepada pengangkut di kapal, maka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google