Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BTN Housing Index Triwulan IV-2014 1. Kontribusi BTN Bagi Industri Properti Indonesia BTN Housing Indeks (BTNHI) merupakan salah satu bentuk dukungan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BTN Housing Index Triwulan IV-2014 1. Kontribusi BTN Bagi Industri Properti Indonesia BTN Housing Indeks (BTNHI) merupakan salah satu bentuk dukungan."— Transcript presentasi:

1 BTN Housing Index Triwulan IV

2 Kontribusi BTN Bagi Industri Properti Indonesia BTN Housing Indeks (BTNHI) merupakan salah satu bentuk dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terhadap kemajuan industri properti nasional. BTNHI bisa menjadi salah satu masukan bagi stakeholders, baik itu pemerintah, pengembang, maupun masyarakat dalam pengambilan keputusan. Pemerintah dalam kaitannya sebagai regulator berkepentingan dengan tercukupinya kebutuhan papan (tempat tinggal) masyarakat dan persaingan industri yang sehat. Pengembang berkepentingan dengan harga jual terkait tingkat pengembalian investasi. Masyarakat berkepentingan dengan harga beli terkait daya beli dan/atau ekspektas investasi. 2

3 BTN Housing Index (BTNHI) merupakan indeks harga perumahan yang diperhitungkan secara triwulanan berdasarkan harga transaksi nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sampel mencakup data seluruh kantor cabang BTN di Indonesia dengan batasan transaksi rumah tapak nonsubsidi dengan tipe ≤70 m 2 yang dijual untuk pertama kali (primer). Triwulan I-2014 merupakan tahun dasar. BTN Housing Index tidak sama dengan Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia. BTN Housing Index Melengkapi IHPR Bank Indonesia BTNHIIHPR BI Sampel PenghitunganHarga transaksi riil nasabah BTNHarga listing pengembang responden Cakupan SampelData transaksi seluruh cabang BTN di Indonesia 14 kota besar di Indonesia Determinan HargaPrimer dan sekunderPrimer 3

4 Tipe Rumah Tapak ≤ 36 m 2 Tumbuh Melambat BTNHI Nasional 4

5 Kota dengan IHPBTN terendah Kota dengan IHPBTN tertinggi Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Sulawesi Tenggara 95,9 Sulawesi Tengah 85,9 Sumatera Selatan 129,3 Sulawesi Utara 85,0 Lampung 123,3 DKI Jakarta 355,0 Jawa Barat 124,8 Bali 132,6 Tipe Rumah Tapak ≤36 m 2 Provinsi dengan IHPBTN Tertinggi/Terendah pada Triwulan IV-2014 Jakarta Tertinggi Sulut Terendah 5

6 Tipe Rumah Tapak ≤ 36 m 2 Gorontalo Terendah Jakarta Tertinggi Harga Rata-rata Tertinggi/Terendah Berdasarkan Provinsi 6

7 Tipe Rumah Tapak m 2 Tumbuh Melambat IHPBTN Nasional 7

8 Kota dengan IHPBTN terendah Kota dengan IHPBTN tertinggi NAD 94,5 Sumatera selatan 82,2 Sulawesi Tengah 78,4 NTT 76,5 Papua 90,7 Lampung 131,7Banten 153,7Jawa Barat 124,7NTB 137,8 Tipe Rumah Tapak m 2 Sulawesi Utara 134,6 Banten Tertinggi NTT Terendah Provinsi dengan IHPBTN Tertinggi/Terendah pada Triwulan IV

9 Tipe Rumah Tapak m 2 Gorontalo Terendah Maluku Tertinggi Harga Rata-rata Tertinggi/Terendah Berdasarkan Provinsi 9

10 Tipe Rumah Tapak m 2 Tumbuh Ekspansif IHPBTN Nasional 10

11 Kota dengan IHPBTN terendah Kota dengan IHPBTN tertinggi Sulawesi Tengah 74,1 Sulawesi selatan 100,1 Sulawesi Utara 63,2 NTT 96,0 Gorontalo 92,7 Sumatera Selatan 160,8Jawa Barat 128,6Sulawesi Tenggara 132,2Kalimantan Timur 155,2 Tipe Rumah Tapak m 2 Maluku Utara 136,9 Sumsel Tertinggi Sulut Terendah Provinsi dengan IHPBTN Tertinggi/Terendah pada Triwulan IV

12 Tipe Rumah Tapak m 2 Kepri Terendah Jakarta Tertinggi Harga Rata-rata Tertinggi/Terendah Berdasarkan Provinsi 12

13 13


Download ppt "BTN Housing Index Triwulan IV-2014 1. Kontribusi BTN Bagi Industri Properti Indonesia BTN Housing Indeks (BTNHI) merupakan salah satu bentuk dukungan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google