Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Model Analisis Location Quotient (LQ) Dosen: Dr. Kurniyati Indahsari, M.Si. Pertemuan V: Ekonomi Regional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Model Analisis Location Quotient (LQ) Dosen: Dr. Kurniyati Indahsari, M.Si. Pertemuan V: Ekonomi Regional."— Transcript presentasi:

1 Model Analisis Location Quotient (LQ) Dosen: Dr. Kurniyati Indahsari, M.Si. Pertemuan V: Ekonomi Regional

2 Pendahuluan  Luruskan niat dan berdoa dulu!!!  Pokok Bahasan: Model Analisis Locatient Quotient (LQ)  Sub Pokok Bahasan: (1)Review ttg Teori Lokasi dan Pusat-Pusat Pertumbuhan (2)Teori Basis dan Non Basis: tujuan dan manfaat Model basis (3)Model Basis: pengertian dan teknik Location Quotient (LQ)  Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mengikuti pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian ekonomi basis dan non basis, tujuan dan manfaat teknik LQ dan menerapkan model LQ dalam analisis perekonomian regional

3 Teori Lokasi Kelompok Pertanyaan I  Mengapa prasarana kesehatan/sekolah dibangun ‘mendekati’ penduduk?  Mengapa pabrik besi, baja, emas dan barang tambang lainnya dibangun di daerah dekat dgn tambangnya? Kenapa tidak di daerah lainnya?  Mengapa pula pabrik makanan jadi lebih dekat ke tempat pemasarannya (kota) dibandingkan ke desa/sumber bahan baku? Jadi, mengapa kita perlu memahami teori lokasi? Apa teori lokasi? Apa sajakah faktor-faktor yang menentukan pemilihan lokasi suatu unit aktivitas ?

4 Teori lokasi Kelompok Pertanyaan II  Ada beberapa teori tentang lokasi: -Von Thunen (1826) -Weber (1909) -Christaller (1933) -August Losch -D.M. Smith -Dll.. Jelaskan apa isi dari masing-masing teori! Apakah Anda bisa ‘menyimpulkan’ perkembangan teori lokasi di atas? Jelaskan!

5 Teori Kutub-kutub pertumbuhan Kelompok Pertanyaan III: Teori pertumbuhan dirintis oleh Francois Perroux (tentang Growth Center/Development pole/Growth pole) 1.Jelaskan tentang teori pertumbuhan Perroux! 2.Teori Perroux ini banyak digunakan oleh perencana pembangunan di Indonesia. Bisa beri contoh implementasinya di Indonesia? 3.Pertimbangan (faktor) apa saja yang membuat suatu lokasi di jadikan ‘pole’ atau ‘kutub’ atau ‘pusat’ pertumbuhan?

6 Model Ekonomi Basis Sektor Basis :  Sektor yang produknya untuk memenuhi permintaan luar wilayah (di ekspor)  Sektor yang produknya memiliki kontribusi besar, baik dari sisi pendapatan maupun tenaga kerja, terhadap pendapatan/tenaga kerja di wilayah yang lebih besar. Diskusi: silakan beri contoh sektor basis di suatu wilayah. Untuk mengetahui apakah suatu sektor merupakan sektor basis di suatu wilayah atau tidak, dapat dilakukan dengan beberapa cara:  Metode pengukuran langsung  survei: butuh tenaga, waktu dan biaya yang besar  Metode pengukuran tidak langsung, 3 teknik di antaranya: a. Metode asumsi  mengasumsikan bahwa semua sektor industri primer dan manufaktur adalah sektor basis, selebihnya sektor non basis b.Metode campuran  gabungan metode asumsi dan pengukuran langsung c. teknik analisis/model Location Quotient

7 Location quotient (LQ)  Perbandingan antara pangsa relatif (proporsi) pendapatan/tenaga kerja suatu sektor pada tingkat wilayah (misalnya kecamatan) terhadap pangsa relatif sektor tersebut pada wilayah yang lebih luas (misalnya kabupaten) LQ i =nilai LQ sektor ke-i v i = pendapatan (tenaga kerja) sektor ke-i di suatu wilayah v t =pendapatan (tenaga kerja) seluruh sektor (total) di wilayah tsb. V i =pendapatan (tenaga kerja) sektor ke-i di wilayah yang lebih luas V t =pendapatan (tenaga kerja) seluruh sektor di wilayah yang lebih luas LQ i  1, maka sektor i merupakan sektor basis. Jika LQ i < 1, sektor ke-i adalah sektor non basis.

8 Location quotient (LQ) Bahan Diskusi Lihat kembali pengertian/rumus LQ: Data apa saja yang dibutuhkan jika ingin mengetahui sektor basis, katakan di Kabupaten Bangkalan?

9 Multiplier Sektor Basis  adalah bilangan pengali yang menunjukkan perubahan tenaga kerja dan/atau pendapatan suatu wilayah akibat perubahan tenaga kerja dan/atau pendapatan sektor basis

10 Multiplier Sektor Basis  Jika dipergunakan secara hati-hati, multiplier ini bisa digunakan untuk: 1.Mengetahui seberapa besar/ evaluasi kontribusi sektor basis terhadap pendapatan/tenaga kerja di suatu wilayah dari tahun ke tahun  total pendapatan (tenaga kerja) wilayah tahun ke-i = M x  pendapatan (tenaga kerja) sektor basis 2.Memprediksi seberapa besar perubahan pendapatan/tenaga kerja suatu wilayah, hanya dengan mengetahui perubahan-perubahan sektor basisnya.  total pendapatan (tenaga kerja) wilayah tahun ke-i = M x  pendapatan (tenaga kerja) sektor basis

11 Multiplier Sektor Basis Bahan Diskusi: Contoh interpertasi / analisis 1.Misalnya pengganda (M) sektor A yang merupakan sektor basis di suatu wilayah sebesar 14,99. Apa artinya? 2.Misalnya pula ada sektor basis lain, katakan sektor B, di wilayah tersebut dengan nilai M sebesar 10,5. Apa artinya? Bagaimana jika dibandingkan dengan sektor A? 3.Dari tahun ke tahun diketahui bahwa M sektor A sebagai sektor basis sebesar 10. Berapa kira-kira (prediksi) perubahan pendapatan wilayah di tahun depan jika diperkirakan perubahan pendapatan sektor A sebesar Rp. 100 juta.

12 Praktikum penggunaan LQ Contoh I: Kasus Peternakan Contoh II

13 Praktek Di rumah Carilah sektor basis suatu wilayah  Bisa berdasarkan tenaga kerja (data apa yang dibutuhkan?)  Bisa berdasarkan PDRB (data apa yang dibutuhkan?) Cari dan review (pelajari) hasil penelitian (artikel di jurnal) yang menggunakan teknik LQ  agar lebih memahami pemanfaatan dan interpertasi LQ

14 Penutup Jika sudah tidak ada pertanyaan, berdoa dulu… sebelum perkuliahan selesai…… Terima kasih….. Insyaallah minggu depan bertemu lagi…


Download ppt "Model Analisis Location Quotient (LQ) Dosen: Dr. Kurniyati Indahsari, M.Si. Pertemuan V: Ekonomi Regional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google