Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODUL 13 STRATEGI MENGHADAPI ORANG YANG SULIT DAN MENCIPTAKAN KERJA SAMA OLEH : ARIS FEBRI RAHMANTO.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODUL 13 STRATEGI MENGHADAPI ORANG YANG SULIT DAN MENCIPTAKAN KERJA SAMA OLEH : ARIS FEBRI RAHMANTO."— Transcript presentasi:

1 MODUL 13 STRATEGI MENGHADAPI ORANG YANG SULIT DAN MENCIPTAKAN KERJA SAMA OLEH : ARIS FEBRI RAHMANTO

2 DEFINISI ORANG YANG SULIT Orang yang menjadi sasaran lobi dikatakan orang yang sulit karena dia adalah orang yang selalu minta sogokan besar, minta hotel mewah, minta yang aneh-aneh. Orang seperti ini langsung dicap sebagi orang yang sulit. Berpatokan pada terminologi dunia lobi, sering orang baik dicap sulit. Antara lain hanya karena sering mengingatkan amal ibadahnya, sasaran lobi langsung dinilai sebagai orang yang sok alim, orang sulit diajak kerja sama. Pada intinya tidak ada orang yang sulit, yang terjadi hanya ketidakcocokan antara pelobi dan sasaran lobi.

3 TIPE KEPRIBADIAN Tipe kepribadian menurut Myers Briggs : Kepribadian introvert, paling senang berada dalam dirinya sendiri. Untuk dapat bergaul akrab dengan orang lain, untuk dapat pindah dari satu situasi eksternal kesituasi yang lain perlu waktu yang panjang dan masa transisi yang panjang. Kepribadian ekstrovert, senang bersama orang lain. Mudah menangani sesuatu yang menegangkan dan mudah melakukan transisi dari satu situasi kesituasi yang lain meskipun situasinya sangat berbeda.

4 kepribadian mengindera, adalah orang yang serba cermat, peduli pada hal yang detail, sangat sadar akan lingkungan fisik, perhatian terhadap hal yang rinci, sangat praktis. Kepribadian intuituf, penyusun konsep dan penghayal didalam organisasi. Gemar merencanakan, mengorganisasi dan menjalin hubungan yang tidak dapat dilihat orang lain. Kadang terlihat seperti orang yang tidak pernah puas.

5 Kepribadian pemikir, melihat segala sesuatu menurut akal dan logika, bersifat kognitif, menghargai intelektual, keputusannya sering tidak memperhitungkan perasaan orang lain. Kepribadian perasa, cenderung hangat dan mudah didekati, terbuka terhadap pendapat orang lain. Kadang buta terhadap logika dan akal budi, kelemahannya tidak dapat berlaku adil dengan cara mengambil keputusan yang menguntungkan orang lain yang hadir dan merugikan yang tidak hadir

6 Kepribadian mengatur, senang dengan aturan dn jadwal. Tidak senang menghadapi hal yang diluar perkiraannya. Kadang menjadi tidak berfungsi/bekerja dalam suasana yang dinilainya kacau Kepribadian mengerti, kepribadian yang memiliki oleh orang yang menikmati hidup sebagaimana adanya. Senang menghadapi kejadian saat ini, senang menangani krisis, dpat melalui hidup apa adanya dan tidak membutuhkan perencanaan.

7 ORANG DI TAPAL BATAS Ada manusia atau orang di tapal batas, maksudnya adalah orang yang memiliki kepribadian menonjol didua tipe kepribadian. Misalnya, orang yang memiliki kepribadian di tapal batas antara kepribadian introvert dan ekstrovert, diantara kepribadian intuitif dan kepribadian pengindera atau diantara kepribadian perasa dan pemikir.

8 TIPE KEPRIBADIAN PEMICU KONFLIK Michael LeBoeuf menyodorkan tipe kepribadian pemicu konflik : Pengkritik, berasal dari orang yang frustasi serta senantiasa dihantui rasa takut terhadap kegagalan. Daripada mengkoreksi diri atau dirinya dikoreksi orang lain, maka ia akan memberikan koreksi kepada orang lain. Si agresif, memiliki ciri berupa hasrat yang menyala-nyala. Bisa berlaku kasar dan memaksa, tidak ragu-ragu untuk bersitegang leher dan berkonfrontasi

9 Tukang gosip, suka berhayal bahwa dirinya adalah sumber informasi. Informasi yang diberikan sulit dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sang moralis adalah orang yang senang bercerita tentang hal yang bersifat baik dan buruk, benar dan jahat, selalu mengajak orang berbuat baik. Kadang merasa benar sendiri dan orang lain diberi nasihat agar mengikuti jalan kebenaran menurut versinya sendiri.

10 Si martir adalah orang yang senang bercerita tentang dirinya sebagai pahlawan untuk orang lain, sengaja mengalah agar orang lain bisa senang. Kebiasaannya sebagai pahlawan dengan tujuan mengalah agar membuat kita merasa bersalah. Tuan perfeksionis, dicirikan sebagai orang yang ingin tampil sempurna. Sering berfikir tentang kesempurnaan, namun pekerjaannya tidak pernah dikerjakan, bila selesai dikerjakan selalu dikoreksi, diperbaiki terus menerus sehingga tidak pernah mencapai hasil final.

11 Penggemar hal sepele ini adalah orang yang selalu mempermasalahkan banyak hal. Si sumbu pendek, orang seperti ini setiap masalah adalah masalah penting. Tidak tau mana prioritas dan bukan, selalu meluap-luap perasaannya, mudah hilang kendali, mudah pecah amarahnya. Si pembual adalah orang yang tanpa diminta akan menceritakan segala hal tentang dirinya, rumahnya, mobilnya. Orang yang tidak yakin dengan dirinya sehingga mempunyai kebutuhan dan merasa perlu membanggakan dirinya kepada dunia luar.

12 Orang yang sinis adalah orang yang suka memandang dari sisi negatif, sebagian besar orang yang sinis adalah kaum idealis yang kecewa. Misalnya mencium bau bunga yang dicari adalah bau busuk. Seniman merendahkan diri untuk meremehkan orang lain. Mereka ini nyaris mirip dengan pembual, dibalik ucapannya yang manis budi itu terkandung kesan merendahkan orang lain. Penipu adalh orang yang tidak punya nurani, tidak pernah berkata benar, hal yang paling penting dalam dirinya adalah dirinya sendiri.

13 MENGANTISIPASI TIPE KEPRIBADIAN PEMICU KONFLIK Mengantisipasi tipe kepribadian pemicu konflik adalah sebagai berikut : Terhadap pengkritik, tenangkan hati dan perasaan, fokus terhadap topik lobi Terhadap si agresif, siapkan data dan informasi, tetap ingkatkan pada komitmen yang telah disepakati bersama. Terhadap si tukang gosip, tetap fokus pada topik lobi, ajak untuk bicara serius dan tidak keluar dari agenda

14 Sang moralis, hadapi dengan kerendahan hati Si martir, ucapkan terima kasih, agenda lobi harus tetap berjalan sesuai dengan tipok yang akan didiskusikan Tuan perfeksionis, berikan senyuman penuh kasih. Catat kesempurnaan darinya, minta pengertiannya untuk menerima apa adanya dulu. Terhadap penggemar hal sepele, maklumi keterbatasan yang ada pada si penggemar hal sepele ini, bicarakan data dan informasi yang anda miliki, ajak untuk tetap fokus pada lobi. Terhadap si sumbu pendek, cari informasi tentang apa saja yang membuatnya mudah meledak,arahkan pada topik lobi, fikus pada agenda yang telah disepakati

15 Terhadap si pembual, utarakan kekaguman anda kemudian jangan ditanggapi lebih lanjut Orang yang sinis, jangan terpengaruh, kembali arahkan kepada topik dan agenda lobi Terhadap seniman yang suka merendahkan diri untuk meremehkan orang lain, jangan mudah tersinggung, besarkan hati Terhadap penipu, berhati-hati, jangan lupa minta perjanjian tertulis atau meminta bukti otentik manakala mengikat janji.

16 MENCIPTAKAN KERJA SAMA Kesan pertama mempunyai pengaruh yang besar dalam menjalin hubungan untuk melakukan kerja sama. Sekali kesan pertama ini buruk maka selanjutnya kita akan dinilai buruk. Orang yang mau bekerja sama adalah orang yang dapat dipercaya. Untuk menjadikan sasaran lobi senang bekerja sama hal yang perlu dilakukan adalah : Bila anda punya ide, buatlah ide anda adalah idenya. Berikan dukungan sepenuhnya Berikan perhatian lebih pada kepentingan orang lain Ketahui keinginan dan kebutuhan sasaran lobi


Download ppt "MODUL 13 STRATEGI MENGHADAPI ORANG YANG SULIT DAN MENCIPTAKAN KERJA SAMA OLEH : ARIS FEBRI RAHMANTO."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google