Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGGALANG SWADAYA. Setiap kegiatan berbasis masyarakat, pada intinya adalah.. PEMBERDAYAAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGGALANG SWADAYA. Setiap kegiatan berbasis masyarakat, pada intinya adalah.. PEMBERDAYAAN."— Transcript presentasi:

1 MENGGALANG SWADAYA

2

3

4 Setiap kegiatan berbasis masyarakat, pada intinya adalah.. PEMBERDAYAAN

5 BELUM BERDAYA  Tidak mengenal kemampuan dirinya  Tergantung pihak lain  Bersikap sebagai objek  Menerima apa adanya SUDAH BERDAYA  Mampu memahami diri dan potensinya, mampu merencanakan  Mampu mengarahkan dirinya sendiri  Memiliki kekuatan untuk berunding  Memiliki bargaining power  Bertanggung jawab atas tindakannya CIRI-CIRI MASYARAKAT

6 Kekuatan

7  Sebagai Pembimbing  Sebagai Pendamping / Teman  Sebagai Guru / Instruktur  Sebagai Perantara  Sebagai Penterjemah  Sebagai Pelayan  Sebagai Panutan / Teladan

8 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMBERDAYAAN (EMPOWERMENT) TO GIVE POWER OR AUTHIRITY TO TO GIVE ABILITY OR ENABLE TO MEMBERI KEKUASAAN ATAU MENDELEGASIKAN WEWENANG KEPADA MASYARAKAT AGAR MEMILIKI KEMANDIRIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MEMBANGUN DIRI DAN LINGKUNGAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MASYARAKAT MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN, AGAR KONDISI KEHIDUPAN MASYARAKAT MENCAPAI TINGKAT KEMAMPUAN YANG DIHARAPKAN

9 ● Membantu masyarakat menemukan potensi mereka sendiri sehingga mampu berbuat sesuai dengan harkat dan martabatnya, dalam melaksanakan hak dan tanggung jawab sebagai manusia dan warga negara; dan ● Meningkatkan taraf hidupnya dengan swadaya mereka sendiri.

10 ● Dapat memperluas jangkauan pelayanan sarana dan prasarana yang dibangun; ● Menciptakan ikatan emosional/ rasa memiliki dari masyarakat terhadap sarana dan prasarana yang dibangun sehingga akan tercapai keberlanjutan pemanfaatannya ; ● Sebagai cara untuk memicu masyarakat sehingga mau mengorganisir diri dan mengelola sumber daya yang ada, untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.

11 Swadaya, bukan hanya dapat dilakukan oleh orang kaya ! Setiap orang dapat berswadaya, asalkan mampu mengenali potensi yang ada pada dirinya..

12 ● In cash : dalam bentuk uang tunai ● In kind : dalam bentuk barang atau tenaga, seperti : - material : pipa, pasir, batu dll - makanan/ minuman untuk : sosialisasi, rembug warga, kerja bakti dll - tenaga kerja : perencanaan, pelaksanaan fisik dll.

13 ● Masyarakat pengguna sarana (potensi internal) ● Masyarakat non pemanfaat (potensi ekternal)

14 ● Buat kontrak sosial pada saat menerima program ● Tumbuhkan rasa membutuhkan terhadap sarana yang dibangun, melalui : - penyadaran PHBS melalui sosialisasi yang intens (satu demi satu, pengelompokkan calon pengguna), - perhitungan nilai ekonomis (biaya kesehatan, pembuatan & pemeliharaan septik tank dll).

15 ● Tumbuhkan rasa kebersamaan di antara calon pemanfaat, berdasarkan : kesamaan nasib & impian masa depan (generasi yang lebih baik, kesehatan lingkungan dll); ● Kegiatan kreatif di antara calon pemanfaat, seperti pengumpulan barang bekas yang dapat dijual; ● Tumbuhkan motivasi swadaya sebagai ibadah KATA KUNCI : Kebersamaan

16 Sadarkan pada masyarakat bahwa banyak orang baik disekeliling mereka, asalkan diberi kesempatan terlibat untuk menjadi donatur seperti : ● Pemuka masyarakat ● Perusahaan (dana CSR, event perusahaan dll) ● Program pemerintah ● Calon legislatif ● Orang yang suka pamer

17 Dengan membawa calon donatur untuk terlibat langsung memasuki persoalan yang menjadi isu sentral ide program : ● Membuat acara dilokasi persoalan Seperti; membuat acara kunjungan dan dialog di lokasi kerusakan lingkungan, bencana alam, kemiskinan dll. ● Membuat acara pertemuan terbatas yang menghadirkan Stakeholder / para akhli dan para pemerhati ● Public entertain atau cultural seremonial dengan melibatkan public figure tokoh spiritual KATA KUNCI : Beri peluang dan penghargaan

18

19 Strategi menggali potensi eksternal Mentransformasi kepentingan dan kebutuhan organisasi kita menjadi kepentingan dan kebutuhan calon donatur Mentransformasi cita cita dan tujuan program organisasi kita menjadi cita cita dan tujuan calon donator Meyakinkan melalui penjelasan rasional kepada calon donatur bahwa dana/uang yang akan diterima tidak diselewengkan dan akan dioptimalkan penggunaannya Meyakinkan melalui penjelasan rasional kepada calon donatur bahwa diri/organisasi kita mampu secara managerial dan secara teknis melaksanakan program / pelayanan pengadaan produk yang akan didanai mereka Ketepatan memperkirakan kemampuan keuangan calon donatur agar jumlah nominal dana yang diminta masih pada batas “kerelaan” financial / resources mereka.

20 Dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana sanitasi dasar, kita bantu pengentasan kemiskinan di Indonesia !

21 KPP di Kabupaten Bantul pernah menanam ikan lele di dalam IPAL.Ikan lele ini berfungsi sebagai tester. Dengan modal Rp untuk membeli bibit ikan lele, dalam waktu empat bulan ikan lele dipanen dan dijual kepada warga sekitar dan juga warga lain yang berminat. Penghasilan dari penjualan ikan lele sekitar total Rp Keuntungan dari menjual ikan lele ini masuk ke kas KPP.

22  KPP di Kelurahan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jatim menarik iuran IPAL dari pemanfaat dengan menggunakan sistem jimpitan. Sistem ini digunakan karena warga merasa keberatan dengan besaran iuran senilai Rp sebulan. Dengan sistem jimpitan warga pemanfaat membayar iuran secara harian senilai Rp 500.

23  Cara yang dilakukan adalah setiap warga menyimpan kaleng bekas rokok di kusen depan rumah. Setiap hari warga menyimpan uang Rp 500 ke dalam kaleng itu.  KPP bekerja sama dengan petugas keamanan untuk mengambil uang jimpitan. Setiap malam tiga orang petugas keamanan mengambil uang jimpitan itu. Pengambilan dilakukan di atas pukul sampai pagi. Petugas keamanan juga membawa buku catatan iuran pemanfaat.

24  Pada kenyataannya uang terkumpul dari sistem jimpitan senilai minimal Rp per pemanfaat. Kelebihan pembayaran dianggap sebagai tabungan.  Kelebihan pembayaran dari pemanfaat IPAL diencanakan akan dibuat menjadi modal koperasi. Koperasi akan bekerja sama dengan perusahaan sabun ramah lingkungan. Warga kelak bias membeli sabun ramah lingkungan ke koperasi dengan harga miring.

25  KPP di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kota Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menggalang dana dari nonpemanfaat secara rutin per bulan. Dana yang didonasikan non pemanfaat setiap bulan bervariasi Antara Rp , Rp dan paling besar Rp Sampai sejauh ini tercatat sebanyak 14 warga nonpemanfaat menjadi donator tetap KPP untuk keperluan pemeliharaan IPAL komunal.

26  Pengelola MCK komunal di sebuah kelurahan di Kota Manado mampu membiayai pemakaian listrik dan air serta kebersihan MCK tersebut dari warga yang memanfaatkan MCK. Setiap yang memanfaatkan MCK dipungut biaya Rp MCK kebetulan berada dekat sebuah warung kopi tempat nongkrong orang-orang. Dengan demikian jumlah orang yang memanfaatkan MCK dan membayar biaya penggunaan MCK terbilang banyak.

27 Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terus melakukan penelitian untuk mendapatkan energi alternatif selain energi yang berasal dari BBM fosil. Energ i ini disebut bio- fuel.Sejumlah peneliti dan pakar energi menyatakan, bahwa hasil penelitian ini merupakan bisnis yang sangat potensial dan prospektif di masa mendatang, bahkan San Antonio, sebuah kota di Amerika telah memulai penelitian sekaligus melakukan tender bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk mengelola bisnis pengolahan kotoran manusia ini. Kendati masih berskala kota, namun dengan skala produksi ton kotoran manusia per tahun, kota San Antonio berhasil menyulap hasil pembuangan manusia tersebut menjadi 1,5 juta kaki kubik gas setiap harinya. Pada gilirannya, dari pengolahan kotoran ini dihasilkan gas methane yang dapat digunakan sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik, sumber energi tungku untuk memasak, hingga sebagai bahan bakar alternatif kendaraan untuk masa mendatang -- Google

28 Teknologi pengolahan limbah kotoran manusia belum lama ini dipasang di Pondok Pesantren Darul Quran, Gunung Kidul, DIY. Teknologi ini diadopsi dari Jerman melalui Bremen Overseas Research and Development Association. Dengan mengolah kotoran manusia, pengelola pondok pesantren mengaku bisa menghemat pengeluaran uang untuk pembelian bahan bakar hingga Rp. 2,5 juta per bulan. Di samping itu, limbah cair dari instalasi pengolahan biogas juga bisa dimanfaatkan bagi pertanian. Dari lahan seluas meter persegi, para santri bisa memanen aneka sayuran dengan nilai jual hingga Rp. 1,6 juta per bulan. Pihak pesantren merasakan betul dampak positif dari teknologi biogas ini, bahkan mereka mengatakan bahwa pengolahan limbah kotoran manusia menjadi biogas mampu menciptakan pesantren yang ramah lingkungan dan ekopesantren -- Google

29 Dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana sanitasi dasar, kita bantu warga masyarakat mencapai derajat kesehatan yang diharapkan.

30

31

32

33

34 Selamat Berjuang


Download ppt "MENGGALANG SWADAYA. Setiap kegiatan berbasis masyarakat, pada intinya adalah.. PEMBERDAYAAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google