GEOGRAFI KELAS X Standar Kompetensi :

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BENCANA TSUNAMI Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Home Evaluasi.
Advertisements

Magister ilmu kebencanaan Pascasarjana universitas syiah kuala
ASSALAMUALAIKUM WR. WB KELOMPOK 2.
"Ekor" Badai Perburuk Cuaca di Indonesia
OLEH ENY SETYAWATI SOETRISNO, M.M
KENAMPAKAN BENTUK MUKA BUMI
PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
TERJADINYA GEMPA BUMI.
Magister ilmu kebencanaan Pascasarjana universitas syiah kuala
©2006.Berlin Laporan Berita Gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006 dan sekilas tentang Gempabumi Doa Bersama Masyarakat Indonesia di KBRI Berlin – Jerman Berlin,
Proses Pecahnya Gelombang di Perairan Pantai dan Jenis Gelombang
Isu-isu Perencanaan Kontemporer
INDONESIA.
GEMPA & TENAGA ENDOGEN Asih Melati, S.Si, M.Sc.
GELOMBANG LAUT/OCEAN WAVES
OCEANOGRAFI MORFOLOGI DASAR LAUT.
ARUS PERMUKAAN LAUT PASIFIK DAN SUB TROPIK
PERAIRAN LAUT.
SIKLUS HIDROLOGI Peristiwa kondensasi yang menyebabkan hujan dalam bentuk salju atau air Uap air dibawa oleh angin secara horisontal Transpirasi tumbuhan.
( Oseanografi) TSUNAMI.
Welcome To My Pretentation
TENAGA ENDOGEN.
C. Perairan Laut dan Potensinya
LANDAS KONTINEN.
TSUNAMI.
Pengantar Manajemen Bencana
Iklim Tropis Asia, Indonesia, Sumatra, Lampung
PERAIRAN LAUT.
B U M I.
HOME TUJUAN BELAJAR MATERI LATIHAN PENGAYAAN
Lereng benua.
MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI
POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA
PROSES DAN FAKTOR PEMBENTUKAN GELOMBANG
ARLINDO Baruna Kusuma, S.Pi., M.P..
TEORI INGSUTAN BENUA DAN
Potensi Perairan Laut.
Potensi Gempa dan Fenomena Bulan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR : Menganalisis Unsur-Unsur Geosfer
Pertemuan 9 Sirkulasi Air Laut
GEMPA BUMI OLEH NURLIZA /TP BI.
PROSES DAN FAKTOR PEMBENTUKAN GELOMBANG
Bab 6 HIDROSFER.
HIDROSFER KELAS VII NARI HASTUTI,S.Pd Materi 1 Materi 2 Materi 3
Isu-isu Perencanaan Kontemporer
GELOMBANG TSUNAMI PANJI HIDAYAT.
KUALITAS AIR LAUT.
OCEANOGRAFI.
Kelompok 4 Raras Laksitorini (22) Risma Putri A (24)
SEJARAH PERKEMBANGAN MUKA BUMI
HIDROSFER Materi 1 A. Jenis/Macam Laut Berdasarkan Sebab Terjadinya :
KLASIFIKASI LAUT.
MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI
Pertemuan 8 Gelombang Baruna Kusuma, S.Pi, M.P.
TSUNAMI BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SMA SEMESTER 2 Disusun oleh :
LETAK, JARAK VERTIKAL & HORIZONTAL GEOGRAFI INDONESIA
PERKEMBANGAN BUMI DAN SEJARAH KEHIDUPANNYA
PERSEBARAN WILAYAH RAWAN BENCANA ALAM DI INDONESIA
PERAIRAN LAUT Oleh : Ulfah Fachrita [ ]
TSUNAMI.
ARLINDO. O Posisi Indonesia spesial karena terletak di dua benua dan dua samudera disamping posisinya di khatulistiwa O Selain itu juga perairan Indonesia.
Tsunami Bagas Muhamad R Pengertian Umum  Tsunami (bahasa Jepang: 津波 ; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar.
HASIL PENELITIAN (3) Gambar 2 Peta Potensi Energi Gelombang Laut Perairan Pantai Selatan Jawa (Musim Peralihan I Barat Timur)
PERAIRAN INDONESIA. ASPEK KEWILAYAHAN Dasar aspek kewilayahan tentang pemikiran akan wawasan nusantara yaitu didasarkan atas letak geografis yaitu batas-batas.
Inilah Jejak Tsunami Paling Mematikan
INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM. Pengertian Poros Maritim Dunia.
SIMULASI GELOMBANG TSUNAMI Nama Kelompok : 1.Aan Andianah 2.Iktivaiyatul Mawadah 3.Intan Widiani Putri 4.Nenden Sely Resty 5.Nurliana Apriyanti.
SK : 5 MEMAHAMI HUBUNGAN MANUSIA DENGAN BUMI KD : 5.3 Mendeskripsikan pembagian permukaan Bumi atas benua dan samodra.
Letak dan Luas Benua Asia dan benua Lainnya Asia adalah benua terbesar dan paling padat penduduknya di dunia, terletak di bagian timur dan belahan utara.
POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA FARREL, DYAKSA, SASKO, WAFI.
Transcript presentasi:

GEOGRAFI KELAS X Standar Kompetensi : Menganalisa Gejala alam dan fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Kompetensi Dasar : Membedakan morfologi pesisir dan laut serta ciri-cirinya. Indikator : Menentukan zona pesisir dan laut Menganalisis morfologi laut dan gerak air laut Menganalisis kualitas air laut: suhu, kecerahan, dan salinitas.

LAUT DAN PESISIR

Materi : 1. Menentukan zona pesisir dan laut 2 Materi : 1. Menentukan zona pesisir dan laut 2. Menganalisis morfologi laut dan gerak air laut 3. Sifat fisik air laut ; gerak air laut, suhu, kecerahan, dan salinitas

Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. Air di laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni

Laut di Dunia

Zona Laut Zona laut dibagi ke dalam : Zona epipelagic atau sering kita kenal dengan zona litoral atau zona pasang surut (laut dangkal) Zona Mesopelagic atau sering disebut zona Neritik ( laut Dangkal ) Zona Bathyal ( zona Laut dalam ) Zona Abysal (laut dalam ) Zona Hadalpelagic

Morfologi dasar laut Morfologi dasar laut terdiri dari : Continental shelf (dasar kontinen ) f. Palung Laut Continenental Slope (tebing kontinen) g. celah igir Basin (lembah dasar laut) h. Igir Lautan Samudera Gunung api bawah Laut Pulau atol

Klasifikasi Laut di Dunia 1. Laut Tepi, yaitu laut yang terdapat di tepi/pinggir benua, contoh laut jepang

2.Laut Pedalaman, yaitu laut yang terdapat ditengah benua seperti laut hitam, laut kaspia.

3. Laut pertengahan, yaitu laut yang terapit oleh dua pulau/benua atau lebih seperti laut-laut di Indonesia

Sifat fisik air laut meliputi : 1. Gerakan air laut terdiri dari : Ombak, terjadi karena gesekan dan tekanan angin pada permukaan air laut. ( link )* *http://www.schoolportal.co.uk/GroupDownloadFile.asp?file=21400

b. Arus Laut, terjadinya disebabkan oleh angin b. Arus Laut, terjadinya disebabkan oleh angin*, perbedaan tinggi muka air laut, perbedaan salinitas dan akibat pasang surut** . Contoh peta arus laut di Samudera Hindia : * http://www.school-portal.co.uk/GroupDownloadFile.asp?file=21396 **http://www.schoolportal.co.uk/GroupDownloadFile.asp?file=26197

c. Pasang Surut Air laut, terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari, seperti gambar dibawah ini

2. Suhu Air Laut yang diakibatkan oleh sinar matahari dengan prinsip semakin mencapai dasar laut suhu semakin berkurang. 3. Salinitas atau tingkat kadar garam di laut. Contoh tabel suhu dan kadar garam di Perairan Utara Papua Tabel 1. Rata-rata  Standar Deviasi Suhu, Salinitas dan Densitas pada Beberapa Kedalaman Standar di Perairan Utara Irian Jaya Selama Musim Timur   Kedalaman (meter) Suhu (oC) Salinitas (‰) Densitas (Sigma-t) 0 29.02  0.32 34.186  0.337 21.46  0.27 25 28.84  0.21 34.311  0.117 21.60  0.10 50 28.39  0.49 34.424  0.105 21.83  0.21 75 26.96  0.78 34.650  0.142 22.48  0.31 100 24.36  1.06 34.854  0.198 23.44  0.32 150 18.93  1.59 35.025  0.266 25.06  0.27 200 14.59  1.22 34.801  0.211 25.89  0.16 250 12.25  1.23 34.728  0.183 26.31  0.14 300 11.31  1.02 34.756  0.145 26.52  0.11 400 9.43  0.52 34.694  0.044 26.80  0.05 600 6.92  0.49 34.571  0.019 27.06  0.16 800 5.50  0.32 34.552  0.012 27.23 0.17 1000 4.57  0.42 34.571  0.008 27.36  0.17

4. Gelombang Pasang air laut ( Tsunami ) Tsunami (dalam bahasa Jepang: 津波 yang secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan"), adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap, fungsi ketinggiannya dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Gelombang tersebut bergerak pada kelajuan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi air dalam, tetapi meningkat kepada ketinggian 30 meter atau lebih. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Skema terjadinya Tsunami Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempabumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Contoh gejala Geografis : Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat di Samudera Hindia, lepas pantai barat Aceh. Gempa terjadi pada waktu 7:58:50 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3,298° utara dan 95,779° timur kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,0 menurut Skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dengan jumlah korban jiwa yang meninggal 150.659 orang ( 120 ribu di Indonesia ) ditambah keruskan kondisi fisik wilyah Aceh

Zona Teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif Wilayah Lautan Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, dengan garis pantai sekitar 81.000 km. Wilayah lautannya meliputi 5,8 juta km2 atau 70% dari luas total teritorial Indonesia Indonesia mempunyai wilayah teritorial atas lautnya hingga 12 mil yang ditarik dari garis dasar. Garis dasar ditarik dari titik dasar yang ditetapkan di atas wilayah darat terluar suatu negara. Zona ekonomi eksklusif adalah suatu daerah diluar dan berdampingan dengan laut teritorial, yang tunduk pada rezim hukum khusus yang ditetapkan berdasarkan mana hak-hak dan yuridiksi negara pantai dan hak-hak serta kebebasan-kebebasan negara lain (Pasal 55 UNCLOS 1982). Lebar zona ekonomi eksklusif tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal dari mana lebar laut teritorial diukur (pasal 57 UNCLOS 1982).

Conto Zona Teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif

Latihan Soal Materi Morfologi Laut dan Pesisir * TERIMA KASIH