ASUHAN KEPERAWATAN CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Mungkinkah tidak punya gejala DM tapi dinyatakan menderita DM ? Mungkinkah punya gejala DM tapi dinyatakan tidak menderita DM?
Advertisements

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Peredaran darah manusia
KESEHATAN TENTANG DIARE.
KEPERAWATAN SISTEM PERKEMIHAN GLOMERULUSNEFROTIK KRONIK
By:Sundari Siregar. Secara umum, istirahat berarti suatu keadaan tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah. Tapi,beristirahat.
PRINSIP GIZI SEIMBANG DALAM KESEHATAN REPRODUKSI
Sistem Kardiovaskular dan Gizi
PATOFISIOLOGI DIABETES MELITUS
Kebutuhan cairan dan elektrolit
Askep Pd Keluarga Yg Menanti kelahiran Oleh kelompok 5 PUTRI DRISSIANTI KHAIRUL AFRIZAL REZA IBRAHIM.
KEBUTUHAN PERSONAL HIGIENE by: Richa Noprianty
PSIKOSOSIAL PADA PASIEN DENGAN MASALAH SISTEM HEMAIMMUNOLOGI
Penatalaksanaan diet PENDERITA CHF fc II ec HHD dd/CAD, AKI dd ACUTE CKD, dan DM TIPE II di Rs. UMUM TANGERANG Oleh: Siti Fatimah
DIACONT.
PROSES KEPERAWATAN MENU UTAMA
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
MENYIAPKAN DAN MENYAJIKAN HIDANGAN DIET
Mengenal Tipe Kegemukan
MALNUTRISI Abdullah Luthfi (D ) Agistha Ghina R (D ) Dini Rizki (D )
Mau Jantung Sehat? Jangan Lupa Serat!
Hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA
PEMANFAATAN MIKROBA BAKTERI Lactobacillus sp PADA BIDANG KESEHATAN
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
DIABETES MELLITUS.
R BAYU KUSUMAH N. S.Kep.,Ners
Kurangi Asupan Garam, Cegah Hipertensi
PERSENTASE CAIRAN (LIQUID)
GIZI PADA IBU HAMIL DAN KOMPLIKASINYA
Kelompok 8 : 1 B Septi Naralita Surya Julia Annisa
Jam Biologis pada Tubuh Manusia
Madu sebagai Suplemen Makanan yang Baik
STRESS DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI FISIK
GIZI PADA LANSIA DAN MASALAHNYA
Idiopatik Diabetes Mellitus (DM)
Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan
GIZI PADA LANSIA Oleh : SILVIA MELINI
PENYAKIT HIPOKALEMIA.
JUVENILE DIABETES By Ninis Indriani.
Sindrom Guillain–Barré
Pediatric Oncology Social Work
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
ASKEP EFUSI PLEURA KELOMPOK 7. ANALISA DATA NO.DATAMASALAH 1. DS : Klien mengatakan sesak DO : Klien terlihat kelelahan, RR=35x permenit, terdapat cuping.
SISTEM EKSKRESI KULIT.
Biopsikologi Stres Nuristighfari Masri Khaerani.,M.Psi.,Psi
ASKEP GLOMERULONEFRITIS
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
Asuhan keperawatan hipoglikemia
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBLR
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
Atika Yasmine Wulandari Herlinda Puspitasari
Oleh Meili rianita Skep Ners
KONSEP DAN TATALAKSANA GIZI HIV
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners Oleh: EDI EFIAN, S.Kep. Ners.
TRAUMA ABDOMEN.
SINDROM NEFROTIK Oleh: Aidan.
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
MALNUTRISI.
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah nyeri Ahmad Zaini Arif. S.Kep., Ns.
TEKNIK KOMUNIKASI PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI
TEKANAN DARAH TINGGI OLEH : MAHASISWA PRAKTIK PROFESI NERS STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA TAHUN 2016.
GIZI BURUK PADA BALITA Ruang Flamboyan 3 Rumah Sakit Umum Daerah Dr Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang 2017.
TATALAKSANA DIET PADA PASIEN PERIOPERATIF
PENYAKIT TIDAK MENULAR | MALNUTRISI
Transcript presentasi:

ASUHAN KEPERAWATAN CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA BY : PRODALIMA, S.Kep, Ners

PENGERTIAN Congenital adrenal Hyperplasia (CAH) adalah suatu kelainan bawaan yang disebabkan kelainan kromosom dan gen (autosomal recessive inheritance), menyebabkan kegagalan produksi hormon oleh kortek kelenjar adrenal yang mengalami penebalan atau pertumbuhan berlebih (hiperplasia) sejak dalam kandungan (kongenital). Kelainan yang terjadi adalah tidak bekerjanya enzim 21-hydroxilase sehingga mempengaruhi produksi kortisol dan aldosteron. Hal ini menyebabkan terpengaruhnya pengaturan tekanan darah, kadar gula darah, sistim kekebalan tubuh, dan kadar garam dalam tubuh. Kortek (adrenal) adalah lapisan luar dari kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon steroid. Kortisol adalah hormon steroid yang digunakan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh selama periode stres. Oleh sebab itu, kortisol disebut juga sebagai “hormon stres”. Epinefrin (adrenalin) bisa digunakan untuk mengobati serangan jantung dan/atau disritmia jantung/ meningkatkan denyut jantung/ melebarkan otot-otot kaki, dan meningkatkan gula darah dengan mendorong penggunaan glukosa. Peningkatan aliran darah dan energi mempertinggi pengiriman oksigen dan glukosa ke otot dan otak.

KLASIFIKASI 1. CAH tipe kehilangan garam berat Terjadi karena kekurangan enzim yang berat, menyebabkan kortisol dan aldosteron yang rendah, dan meningkatkan androgen. 2. CAH tipe virilisasi CAH tipe ini merupakan hasil kegagalan enzim yang lebih ringan, menyebabkan rendahnya kadar kortisol, normal atau sedikit rendah kadar aldosteron, dan tingginya kadar androgen.

NexT... 3. Non-klasikal CAH Tipe CAH ini ringan dan mungkin tidak ada gejala pada waktu anak-anak. Gejalanya adalah pertumbuhan yang cepat, tumbuh pubis lebih awal, masalah tekanan darah, jerawat, dan mudah terkena infeksi.

PROSES KEPERAWATAN PENGKAJIAN DIAGNOSA Antara Lain : Gangguan keseimbangan elektrolit b.d hiponatremia. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidak adekuatan tubuh menyimpan natrium Koping keluarga inefektif b.d kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit anak

INTERVENSI Dx. I Tujuan : menyeimbangkan kadar cairan dan elektrolit tubuh. Kriteria hasil: dalam 2×24 jam kadar natrium normal (135 – 145 mmol/L) Kadar kalium normal (3,5 – 5,0 mmol/L) Tidak terjadi neusea & vomitus

NexT... Intervensi Rasional Kolaborasi pemberian mineral okortikoid Mandiri pemberian makanan yang mengandung natrium. Menjelaskan kepada keluarga pasien untuk memberikan asi(untuk balita) dan makanan serta minuman dan nutrisi yang cukup.   Mineral okortikoid dapat mensuplay elektrolit-elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh dengan cepat Membantu meningkatkan kadar natrium dalam tubuh. Menyeimbangkan kadar cairan dan elektrolit

NexT... Dx. II Berikan makanan sedikit tapi sering Tujuan: Memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh. Kriteria hasil: dalam 2×24 jam pasien memperlihatkan toleransi terhadap makanan yang diberikan. Tidak ada tanda-tanda kelemahan Intervensi Rasional Berikan makanan sedikit tapi sering Berikan diet yang lunak dan mudah dicerna namun tinggi kalori Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet yang tepat untuk memperbaiki keadaan pasien. Pasien dengan mual akan lebih toleransi terhadap makanan dalam jumlah sedikit Makanan yang lunak akan lebih mudah dicerna. Memberikan asupan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas tubuh klien.

NexT... Dx. III Tujuan : memperbaiki mekanisme koping keluarga Kriteria hasil: Dalam 4×24 jam keluarga menyadari dan menerima keadaan pasien Keluarga menunjukkan penerimaan terhadap kondisi yang sedang dialami pasien dan situasi yang kemungkinan akan dihadapi. Keluarga mendiskusikan rencana kedepannya menyangkut kondisi pasien.

NexT... Intervensi Rasional Mennjelaskan kepada keluarga tentang kondisi pasien. Konseling kepada keluarga mengenai permasalahan yang sedang dialami dan kemungkinan dihadapi pasien. Mendiskusikan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi pasien. Dengan pengetahuan yang cukup maka akan mengurangi tingkat kekhawatiran dan persepsi negatif keluarga pasien. Agar keluarga memiliki gambaran tentang kondisi pasien. Membantu keluarga memutuskan tindakan yang harus dilakukan nantinya.