Rapid Assessment Protocol Costing Tool

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia Kembali melaju? William E. Wallace Kepala Ekonom Bank Dunia 16 Desember 2009 Jakarta, Indonesia.
Advertisements

1 Achmad Rozi El EROY. 2 Pendahuluan Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan ekonomi perlu mencermati situasi dan kondisi ekonomi. Optimaslisasi kekuatan.
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
Konsep dan Indikator Pembagunan
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
LABOR MARKET Kuliah 12. THE LABOR MARKET..1  When firms respond to an increase in demand by stepping up production : Higher production requires an increase.
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
Pengangguran dan Inflasi
Manajemen Sumber Daya Manusia Lanjutan
Introduction TE #1.
Wakil Presiden RI Drs. H . Muhammad Jusuf Kalla
Ismail Rasulong. LINGKUP TEORI MAKRO EKONOMI: I 1. TINJAUAN VARIABEL UTAMA, MASALAH DAN KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI 2. PENENTU TINGKAT KEGIATAN EKONOMI NEGARA:
DATA, VARIABEL DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
PENGANTAR ILMU EKONOMI
Pelatihan “Jaminan Sosial: Penghitungan Biaya dan Advokasi”
PELAKSANAAN SPF DI PROVINSI MALUKU
Sinta Satriana Jakarta, 20 November 2012
CATATAN PERKEMBANGAN EKONOMI KOTA BANDUNG ARIEF ANSHORY YUSUF
Populasi Penduduk Dunia
BIMTEK SERVICE PROVIDER PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TAHUN 2012
Beban fiskal Program Jaminan Kesehatan SJSN
Jakarta, 26 Mei 2011 Sinta Satriana
Kupang, 5 Juli 2011 Sinta Satriana
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
KEMISKINAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN
AGUS JOKO PITOYO, S,SI,, M,A Fakultas Geografi, UGM
TEORI EKONOMI MAKRO ISLAM
TEORI EKONOMI MAKRO.
TEORI EKONOMI MAKRO Sujarwo, SP., MP.
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
DI KABUPATEN SRAGEN PROPINSI JAWA TENGAH
CHAPTER 7 OUTLINE 7.1 Mengukur Biaya: Mana yang berperan?
INFLASI Izzani Ulfi, SE.Sy., M.Ec.
Transfer dan Perekonomian Prov. Maluku
Pengantar ekonomi makro
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
4 Chapter Business Environment Introduction to
4 Chapter Business Environment Introduction to
Makroekonomi Mengapa pendapatan pada tahun 2005 lebih tinggi dari tahun 2000? Mengapa beberapa negara mempunyai tingkat inflasi yang tinggi, sedangkan.
Introduction to 3 Chapter Business Environment.
PENGANTAR ILMU EKONOMI INFLASI DAN DEFLASI
KEMISKINAN & KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DALAM PEMBANGUNAN
PRODUKSI NASIONAL PERPUTARAN PEREKONOMIAN
PROYEKSI PENDUDUK.
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
Pengantar Teori Ekonomi Makro
Pengantar Teori Ekonomi Makro
KEMISKINAN.
Overview Pembahasan Dalam Ekonomi Makro
LINGKUNGAN BISNIS 1. Lingkungan Ekonomi 2. Lingkungan Industri
Presented by Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.
PERSPEKTIF KUALITAS PELUANG DAN TANTANGAN
STATISTIKA DESKRIPTIF Plus Drs. Algifari, M. Si.
Optimalisasi Demographic Dividend
Pengantar Teori Ekonomi Makro
PROYEKSI PENDUDUK. Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisis umur dan jenis kelamin) di masa yang akan datang berdasarkan.
PERSPEKTIF KUALITAS PELUANG DAN TANTANGAN
4 Chapter Business Environment Introduction to
PENGANGGURAN Pertumbuhan Penduduk Inflasi GDP Upah Kurs Kenaikan BBM Perkembangan IT.
4 Chapter Business Environment Introduction to
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
Pengukuran Pendapatan Nasional
Jakarta, 26 Mei 2011 Sinta Satriana
PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Dampak Sosial Dari Revolusi Industri 4.0
PELUANG DAN TANTANGAN DANA PESIUN
Bab 2 Data, Variabel, dan Indikator Ekonomi Makro
DATA, VARIABEL DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
4 Chapter Business Environment Introduction to
Transcript presentasi:

Rapid Assessment Protocol Costing Tool Sinta Satriana Jakarta 21 Nov 2012

STEP 2: Rapid Assessment Protocol What is it? What is it for? RAP merupakan perangkat Excel sederhana yang dikembangkan oleh ILO untuk membuat estimasi biaya LPS Tidak menggantikan studi aktiaria yg lebih kompleks

Rapid Assessment Protocol Data tenaga kerja (EAP) Data Demografi (POP) 1- Pengumpulan data Belanja Negara (GGO) Mikroekonomi (ECO) 2- Penghitungan biaya & proyeksi, Diekspresikan dalam % PDB & %Belanja negara Costing 3- Proyeksi biaya kombinasi skenario Hasil

Yang kita sudah tahu/ sudah putuskan: Jenis /jumlah manfaat Jumlah kelompok sasaran Jumlah orang yang sudah tercakup (bila prgram sudah ada)

Yang perlu kita ketahui Jumlah manfaat di tahun-tahun berikutnya - Inflasi? - Kenaikan upah rata-rata? - Pertumbuhan penduduk? - Proyeksi pertumbuhan populasi kelompok tertentu? Jumlah kelompok sasaran di tahun-tahun berikutnya Pentahapan cakupan -Take-up rate Berapa total biaya di tahun-tahun berikutnya Dalam % PDB Dalam % anggaran belanja pemerintah - Pertumbuhan PDB - Proyeksi anggaran belanja pemerintah

Contoh : Bantuan tunai penyandang cacat berat Tahun 2012: Tahun 2013: Inflasi: 5% Manfaat Rp 315.000/bulan Rp 300.000 /bulan Kelompok sasaran 200.000 orang Pertumbuhan penduduk: 1.2% 202.400 orang Cakupan Take-up rate: 10% 20 % 30 % Biaya admin 15% Biaya admin tetap 15% Total Benefit = (315.000*12)*(202.400*30%)= 229.521.600.000 Total manfaat= (300.000*12)*(200.000*20%)= 144.000.000.000 Biaya admin = 144.000.000.000*15%=21.600.000.000 Admin cost = 229.521.600.000*15%= 34.428.240.000 Total biaya = 144.000.000.000+21.600.000.000 = Rp. 165.600.000.000 Total biaya = 229.521.600.000+ 34.428.240.000 = Rp. 263.949.840.000

Gov’t Expenditure Projection Gov’t Expenditure Rp. 1.400 triliun Year 2012: Year 2013: Total biaya Rp. 165 M Rp. 264 M GDP Projection GDP Rp. 7.000 T Rp. 8.000 T Gov’t Expenditure Projection Gov’t Expenditure Rp. 1.400 triliun Rp. 1.500 T Biaya dalam % PDB= 165 M / 7.000 T =0.002% Cost in % of GDP= 264 M / 8.000 T =0.003% Cost in % of Gov’t Expenditure= 264 M /8.000 T =0.017% Biaya dalam % belanja negara= 165 M /1.400 T =0.012%

RAP Sheet: Populasi Age 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 0-4 21,760.2 21,944.0 21,850.9 21,755.3 21,657.1 20,949.8 20,955.0 20,950.5 20,936.4 20,904.5 5-9 20,653.2 20,771.3 20,985.1 21,193.7 21,396.1 20,723.4 20,778.7 20,826.1 20,859.0 20,879.2 10-14 20,169.2 19,936.7 20,083.2 20,229.1 20,373.9 20,322.6 20,411.8 20,492.1 20,567.2 20,630.0 15-19 20,998.5 20,893.8 20,675.2 20,459.0 20,242.9 19,844.5 19,940.9 20,029.2 20,113.1 20,189.2 20-24 21,166.8 21,181.2 21,091.0 21,000.4 20,910.3 21,269.4 20,882.6 20,489.0 20,087.9 19,678.5 25-29 20,807.4 20,835.2 20,874.6 20,920.4 20,962.1 21,011.1 21,174.2 21,349.6 21,495.9 21,559.8 30-34 20,025.0 20,155.6 20,318.5 20,431.2 20,510.5 20,862.9 20,855.8 20,789.8 20,730.6 20,754.1 35-39 18,643.2 18,896.4 19,143.2 19,373.0 19,581.0 19,850.9 20,121.3 20,373.6 20,563.6 20,672.2 40-44 16,826.0 17,137.3 17,448.4 17,757.0 18,059.4 18,443.6 18,704.8 18,947.0 19,180.2 19,415.0 45-49 14,774.3 15,125.0 15,462.9 15,796.5 16,125.3 16,603.2 16,949.1 17,287.4 17,608.4 17,900.2 50-54 12,345.2 12,776.6 13,188.4 13,572.3 13,937.0 14,475.0 14,844.9 15,195.1 15,535.0 15,879.1 55-59 9,508.6 9,945.5 10,402.0 10,861.2 11,316.4 11,944.8 12,386.4 12,797.4 13,184.4 13,557.0 60-64 6,849.2 7,213.3 7,588.6 7,981.6 8,388.7 8,816.2 9,286.8 9,813.5 10,335.5 10,798.4 65 + 12,427.8 12,876.0 13,265.0 13,690.6 14,162.2 15,224.7 15,796.6 16,452.6 17,230.8 18,187.8 Total 236,954.6 239,687.9 242,377.0 245,021.3 247,622.9 250,342.1 253,088.9 255,792.9 258,428.0 261,005.0 Sumber data: Proyeksi populasi oleh BPS dan Bappenas Sumber data alternatif: - UN population projetion (http://www.un.org/esa/population) - ILO Population model

RAP Sheet: Eco Sumber data proyeksi Sumber alternatif PDB Bappenas   Historical Projections 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Inflation 6.96 7.27 5.54 4.50 4.00 3.07 2.96 3.00 GDP at current prices (in billion) 6,416,316 7,210,505 8,100,593 9,100,556 10,220,924 11,475,815 12,877,126 14,443,830 GDP at constant prices (in billion ) 2,310,690 2,453,953 2,613,459 2,788,561 2,983,761 3,192,624 3,416,107 3,655,379 GDP growth at constant prices (%) 6.1 6.2 6.5 6.7 7.0 Poverty line (National) 211,000 226,335 238,874 249,624 259,609 267,581 275,488 283,753 Average wage (monthly, in IDR) 1,410,982 1,565,285 1,729,843 1,897,436 2,078,186 2,256,642 2,448,637 2,659,194 Average wage increase (%) 6.70% 10.94% 10.51% 9.69% 9.53% 8.59% 8.51% 8.60% Minimum wage (monthly, in IDR) 908,800 1,008,185 1,114,175 1,222,120 1,338,540 1,453,482 1,577,144 1,712,761 Minimum wage increase (%) 8.27% Labour productivity (mil IDR, const price) 21.4 22.1 23.1 24.3 25.6 26.9 28.4 29.9 Employment (in thousands) 108,208 111,117 113,015 114,883 116,723 118,549 120,356 122,146 Unemployment (in thousands) 8,320 8,397 8,391 8,379 8,360 8,336 8,306 8,271 Unemployment rate (in percent) 7.1 6.9 6.8 6.6 6.3 Sumber data proyeksi Sumber alternatif PDB Bappenas IMF Economic Outlook Inplasi Garis kemiskinan Mengikuti inflasi(konsisten dgn tahun sebelumnya) Upah Mengikuti produktifitas pekerja

RAP sheet: Belanja Pemerintah (GGO) (Dalam Juta rupiah) H Projections 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 B. Belanja Negara   I. Belanja Pemerintah Pusat 772,027,050 933,042,642 1,044,814,649 1,176,957,322 1,312,502,476 1,477,138,551 1,624,462,906 II. Transfer ke Daerah 361,611,703 442,771,362 490,675,387 548,028,731 619,905,577 694,396,371 764,012,216 III. Suspen Belanja Negara (405,629) 61,488 (193,773) (176,965) (210,463) (260,884) (213,317) Total Belanja Negara (B.I + B.II + B.III) 1,133,233,123 1,375,875,492 1,535,296,263 1,724,809,087 1,932,197,589 2,171,274,038 2,388,261,806 2,627,087,987 2,889,796,785 3,178,776,464 3,496,654,110 2005 -2011: LKPP 2011-2016: IMF Economic Outlook (breakdown following previous trends) 2017-2020: Mengikuti trend kenaikan tahun-tahun sebelumnya

Mari berhitung!!

Latihan Contoh Skenario (silahkan pakai skenario sendiri): Kesehatan Jaminan Kesehatan (pilihan kelas 1,2,3) untuk: miskin & hampir miskin semua pekerja Sektor informal/formal Anak-anak Perluasan PKH ke [sekian] jumlah rumahtangga Perluasan PKH plus menambah nilai manfaat Tunjangan anak universal Usia kerja Padat karya [sekian] hari kerja/tahun, dgn upah minimum Pelatihan kerja untuk…, Penggantian pendapatan (cuti hamil) untuk perempuan di sektor informal Lansia & Disabilitas Perluasan JSLU Perluasan JSPCA Pensiun Universal