Penyebaran, Pengiriman, dan Berbagi Knowledge

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Advertisements

ANALISIS SISTEM.
Penyelarasan Strategi KM dengan Strategi Bisnis Perusahaan
Peran Budaya Organisasi Dalam knowledge Management
Capturing & Codification of Knowledge
KNOWLEDGE TRANSFER IN THE e - WORLD
Peran Budaya Organisasi
Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Knowledge Management Program Studi Adm. Bisnis FISIP UNEJ 10 September (3)
Langkah-Langkah Advokasi Kebijakan
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING)
PENDAHULUAN. SOCIAL INFLUENCE ON BUYER BEHAVIOR PENGARUH KELOMPOK PADA PERILAKU KONSUMEN.
Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)
SOLUSI MANAJEMEN PENGETAHUAN (MP)
Komunikasi Dalam Organisasi
Collaborative Computing Technologies: Group Support Systems (GSS)
PENDAHULUAN.
BAB V KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF, DELEGASI DAN PEMBERDAYAAN
OVERVIEW AND INTEGRATION
The Role of Organizational Culture Friday, 13 May, 2011.
Knowledge Sharing & Communities of Practice
PERILAKU KELOMPOK Pertemuan ke-6
KERANGKA KERJA MEMAHAMI MASALAH KOMUNITAS MAUPUN MASALAH ORGANISASI
Hak-hak Serikat Buruh Dalam Pengorganisasian
Sistem Komunikasi Organisasi
Intervensi Pengembangan Team
Pengantar Manajemen dan Organisasi
Perubahan dan Pengembangan Organisasi
Pengantar Analisis Bisnis & Kompetensi Analis Bisnis
SOCIAL INFLUENCE ON BUYER BEHAVIOR PENGARUH KELOMPOK PADA PERILAKU KONSUMEN Oleh: Dra. Rahma Wahdiniwaty,M.Si.
Knowledge Sharing and Communities of Practice
METODE DAN DESAIN PELATIHAN
Komunikasi Dalam Organisasi
Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI
PERILAKU KELOMPOK Program Studi Sistem Informasi
1. Mengenal karakteristik peserta didik
Mata kuliah : O0342 – Public Relations Management
Pengkodean Pengetahuan
MEMAHAMI TIM KERJA Narti Elisa Andayani
PENGANTAR MANAJEMEN BERBASIS PENGETAHUAN
DASAR- DASAR PERILAKU KELOMPOK
Pengantar Manajemen dan Organisasi
DASAR- DASAR PERILAKU KELOMPOK
PERILAKU KELOMPOK (Pertemuan ke-6)
Penangkapan dan Kodifikasi Pengetahuan
Komunikasi Dalam Organisasi
Teknik pengumpulan data FOCUS GROUP DISCUSSION
PERTEMUAN-VIII PERILAKU KELOMPOK
Peran Budaya Organisasi
Peran Budaya Organisasi
ASESMEN PSIKOSOSIAL.
Peran Budaya Organisasi
Berbagi Pengetahuan dan Komunitas Praktik
The Role of Organizational Culture
PERANAN PEKERJA DAN ORGANISASI PENGELOLAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
Budaya Organisasi Reza Fahmi.
09 Sistem Pengambilan Keputusan Development of DSS
Berbagi Pengetahuan dan Komunitas Praktik
Peran Budaya Organisasi
Pertemuan 4 KELOMPOK DAN TIM
Berbagi Pengetahuan dan Komunitas Praktik
Peran Budaya Organisasi
Penangkapan dan Kodifikasi Pengetahuan
Berbagi Pengetahuan dan Komunitas Praktik
Business Startup.
Peran Budaya Organisasi
Teknologi dan Perubahan Organisasi
Penangkapan dan Kodifikasi Pengetahuan
Berbagi Pengetahuan dan Komunitas Praktik
KELOMPOK KERJA (TEAMWORK) KELAS EAP PENGANTAR MANAJEMEN Disusun oleh : 1. Audhira Syafa Azzahra 2. Maria Ekawati 3. Hasri Fazari 4. Annisya Putri 5. Losdiani.
Transcript presentasi:

Penyebaran, Pengiriman, dan Berbagi Knowledge

Studi Kasus Ericsson Ericsson mengidentifikasi perlunya membangun sebuah grup informal yang berhubungan dengan kerja, seperti program Java, atau mobile Internet dalam menyebarkan ide dan informasi. Komunitas yang dibentuk untuk tujuan belajar, sehingga tidak memerlukan penanganan dan pengorganisasian yang besar. Pekerja secara informal dapat berdiskusi mengenai pekerjaan di luar lingkungan kerja setiap harinya.

Materi Pembahasan Pendahuluan Metode Transfer Hambatan dalam Knowledge Transfer Peran Internet dalam Knowledge Transfer

Pendahuluan Setelah di-capture dan dikodifikasi, knowledge perlu disebarkan (sharing) di dalam organisasi Banyak penelitian menunjukkan adanya biaya+waktu cukup besar untuk mencari informasi yang relevan Sehingga perlu dibuat knowledge based interface yang baik agar biaya mencari informasi menjadi murah.

Pendahuluan SNA Social Network Anaylisis (SNA) = pemetaan dan pengukuran hubungan dan aliran informasi antar orang, group, organisasi, komputer, dan entity lainnya. Dalam KM, SNA digunakan untuk mempelajari aliran pengetahuan (dari siapa orang dapat mencari informasi?)

Contoh Knowledge Flow

Pendahuluan Langkah – langkah SNA : Identifikasi jaringan/ kelompok individu yang akan dianalisa. Tetapkan tujuan analisa dan formulasi hipotesa. Mengembangkan metode dan angket. Survey ke tiap individu untuk mengetahui aliran informasi Gunakan mapping tools untuk menggambarkan peta aliran informasi. Analisa peta dengan wawancara. Rancang dan implementasikan tindakan perubahan. Analisa peta jaringan yang baru.

Komunitas Knowledge Sharing Pendahuluan Komunitas Knowledge Sharing Komunitas adalah sekelompok orang yang memiliki identitas yang sama, para profesional yang ingin berbagi dan berpartisipasi dalam menjalin persahabatan. Berbagi (sharing) pengetahuan dapat melalui email group, discussion group, dan interaksi virtual lainnya, yang tidak dibatasi oleh kondisi geografi.

Community of Practice (COP) Pendahuluan Community of Practice (COP) Dibentuk karena ada kesamaan tindakan/ pekerjaan nyata (practice) Contoh COP: Ikatan profesi: teknik, dokter, akuntan,dll Dari kesamaan pekerjaan: produksi, marketing Topik diskusi : teknologi, inovasi, dll Industri: otomotif, perbankan, asuransi, dll Hobby

Metode Transfer

Karakteristik Dasar COP Pendahuluan Karakteristik Dasar COP Para anggota membuat isi (homepages, profiles, dll) Interaksi antar anggota (chat rooms, yellow pages) Events (seminar, virtual meeting, dll) Outreach (newsletter, polling, survey)

Peran & Tanggungjawab COP Pendahuluan Peran & Tanggungjawab COP Menurut Kim (2000): Visitors: pengunjung, (tidak bergabung) Novices: anggota baru Regulars: melakukan interaksi, memberikan kontribusi secara regular. Leader : meluangkan waktu untuk memelihara komunitas. Elders: Pakar masalah.

Metode Transfer Ada 3 cara dalam men-transfer pengetahuan : Collective sequential knowledge transfer. Explicit interteam knowledge transfer. Tacit knowledge transfer.

Metode Transfer Collective Sequential Knowledge Transfer. Tiap orang melakukan pekerjaan dan men-transfer pengalaman yang unik kepada yang lain dalam tim yang sama. Fokus pada knowledge secara kolektif bukan individu. Tim membicarakan dan mendiskusikan tentang pengetahuan baru yang diperoleh untuk melakukan pekerjaan tahap berikutnya.

Metode Transfer Beberapa ciri dalam collective sequential knowledge transfer : Meeting tim dilakukan secara singkat, tetapi dilakukan secara teratur. Biasanya ada fasilitator atau pemimpin informal yang memulai meeting, memonitor diskusi. Fasilitator dipilih secara bergulir diantara para anggota. Meeting diikuti oleh semua partisipan dengan kedudukan yang sama, tidak ada diskriminasi, atau prioritas tingkatan dalam berbicara. Para anggota diharap proaktif dibandingkan reaktif. Sesuatu yang terjadi dalam meeting dijaga dalam tim untuk menghindari adanya laporan yang negatif. Fokus pada proyek, bukan pada orang atau kepribadiannya.

Metode Transfer 2. Explicit Interteam Knowledge Transfer. Suatu tim yang melakukan pekerjaan di suatu tempat dapat berbagi pengalamannya dengan tim lain untuk pekerjaan yang sama. Dapat berupa explicit knowledge, karena sebagaian besar pengetahuan yang ditransfer adalah pekerjaan rutin dan berupa prosedur. Dapat berupa tacit knowledge, jika dalam situasi dimana tim berusaha mencari cara yang kreatif dalam menyelesaikan masalah.

Metode Transfer 2. Explicit Interteam Knowledge Transfer. Faktor penting dalam metode transfer ini adalah hubungan antar manusia dan sub-kultur organisasi dari tim penerima. Masalah :Tim yang memperoleh pengalaman baru kadang-kadang tidak ber-motivasi untuk meluangkan waktu ekstra untuk bercerita dengan tim lainnya.

Metode Transfer 3. Tacit Knowledge Transfer. Tim menerima tacit knowledge dari yang berbeda lokasi, berbeda pengalaman, teknologi, dan norma budaya. Contoh : Tim pemadam api dari Red Adair (US) dengan tim pemadam api dari Kuwait untuk memadamkan kebakaran ladang minyak. Masalah : Kesulitan dan ketidakjelasan dalam memahami tacit knowledge, sulit untuk ditransfer secara elektonik.

Hambatan dalam Knowledge Transfer Beberapa faktor yang dapat menghambat knowledge transfer : Kehilangan kepercayaan. Kehilangan waktu dan tempat konferensi. Status/kedudukan dari knower. Kualitas dan kecepatan transfer.

Peran Internet dalam Knowledge Transfer Kegunaan dan keuntungan Internet dalam Knowledge Management adalah : Mempercepat dalam bisnis. (meningkatkan perkembangan knowledge sharing dan knowledge transfer) Mendapat pendapat atau ide baru dengan biaya murah. Menyediakan layanan pelanggan dengan lebih baik. Mendukung fungsi manajerial dalam penyebaran ide. Kekurangan : Keamanan dan Privasi.

Ada Pertanyaan