PENGELOLAAN SD ALAM PULIH

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Penyusunan PDB Indonesia Berwawasan Lingkungan (SEEA)
Advertisements

SURVIVAL KELULUSHIDUPAN.
PERTUMBUHAN EKONOMI 1 (Solow Growth 1)
TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP.
STRUKTUR TROPIK Struktur tropik umumnya berbentuk pyramid organisme produser sbg penyusun bgn dasar sec berurutan ke atas disusun oleh tingkat tropik berikutnya.
DINAMIKA POPULASI DAN KOMUNITAS
Masalah Kependudukan dan Ketenagakerjaan
ANALISA FINANSIAL DAN EKONOMI
KONSERVASI, DEPLISI DAN PERSEDIAAN
Pengantar Umum : Industri dan Lingkungan, Baku Mutu Air/Air Limbah
Bab 8. PERTUMBUHAN EKONOMI 2
LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA & MORAL
SURPLUS PRODUCTION MODELS (MODEL PRODUKSI SURPLUS)
EXTERNALITIES AND PUBLIC GOODS
EKOLOGI DAN PENGELOLAAN HUTAN
Aspek Manfaat dan Biaya dalam Perikanan
Baku Mutu Lingkungan.
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
SUMBERDAYA PERTANIAN Ir. Gustami Hrp., MP.
Ekonomi Sumber Daya (PNB 1304/2-0)
Hubungan ekonomi SDA dengan peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi Oleh : Luh Putu Suciati.
Struktur Pasar.
KELANGKAAN SDA (FISIK & EKONOMI SERTA PENANGANANNYA)
Barang Rusak, Diolah Kembali, dan Barang Sisa
Silabi Pengertian Lingkungan Hidup (Ekologi) dan Masalahnya
PENENTUAN HARGA AIR MINUM
EKONOMI SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
BAKU MUTU LINGKUNGAN.
Bab 5 SUMBER DAYA ALAM DAN SUMBER DAYA MANUSIA.
KELANGKAAN SUMBERDAYA ALAM
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA & MORAL
EKSTERNALITAS SUTIKNO.
TEKNOLOGI BERSIH Laboratorium Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan
EKSTERNALITAS.
DINAMIKA POPULASI #2 Markus Sembiring,S.Pi.,M.I.L
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
KELANGKAAN SUMBERDAYA ALAM
EKSTERNALITAS SUTIKNO.
Ruang lingkup dan pengertian ekonomi sumber daya alam
ANALISA BIAYA DAN MANFAAT DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
Maximum Sustainable Yield (MSY): [Hasil Tangkap Maksimum Berimbang Lestari] -definisi -definisi overfishing SLIDE 1: Model Schaefer Tujuan: Maximum.
Prof Barlow mengelompokkan SDA : 1.Sumberdaya alam yang tak pulih
Pengelolaan dan Isu2 Ekonomi Sumber Daya (Alam)
SUMBER DAYA HUTAN.
Pemanfaatan SDA dengan Pembangunan Berkelanjutan
KELANGKAAN SDA (SCARCITY)
Peran SDA dlm Pembangunan Ekonomi
EKONOMI SUMBER DAYA TERBARUKAN: PERIKANAN
EKSTERNALITAS SUTIKNO.
Paradigma Pengelolaan Lingkungan Hidup : 1
ILMU LINGKUNGAN Tujuan Akademis :
DOSEN PEMBIMBING : SITI UMI KALSUMI ST. M,Eng
Konsep dan Pengertian Ekonomi Sumber Daya Alam
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
EKSTERNALITAS SUTIKNO.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
Surplus Production Model Model Produksi Surplus
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
KELANGKAAN SUMBERDAYA ALAM
PENGELOLAAN SDA DAN LINGKUNGAN HIDUP
KELANGKAAN SUMBERDAYA ALAM
EKSTERNALITAS SUTIKNO.
KELANGKAAN SUMBERDAYA ALAM
EKSTERNALITAS.
EKSTERNALITAS DAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
Barang Publik, Eksternalitas, dan Hak Kepemilikan
Transcript presentasi:

PENGELOLAAN SD ALAM PULIH Luh Putu Suciati

Beda antara SDA pulih & tak pulih  kemampuan regenerasi atau reproduksi Pertanyaan ekonomi mendasar : seberapa ekstraksi yg harus diambil saat ini dan berapa tersedia untuk masa yg akan datang, bagaimana ekstraksi yg efisien & optimal yg menghasilkan nilai ekonomi tinggi Pengambilan optimal SDA pulih  konsep steady state  pengambilan SDA yg optimal dg mengindahkan pemeliharaan persediaan.

Alur/Dapat diperbarui diperbaharui Sumberdaya Alam Stok/Tidak dapat Alur/Dapat diperbarui diperbaharui Dapat di daur Memiliki zona kritis Tdk memiliki zona habis terkonsumsi ulangkan kritis ikan Minyak energi surya Gas hutan pasut sumberdaya angin Batubara metalik tanah gelombang, dlsb dlsb air dari mata air Ekstraksi >>zona kritis

Sumberdaya Alam Skala waktu pertumbuhan Kegunaan akhir Stok (Tidak dapat diperbaharui Alur (dapat diperbaharui) SD Material SD Energi Habis dikonsumsi Dapat Didaur ulangi Memiliki Titik kritis Tidak Memiliki Contoh: Minyak Gas batubara besi Tembaga alumunium ikan hutan tanah Udara pasang surut Angin emas energi surya angin Ekstraksi > Titik kritis Material Metalik Material Non-Metalik pasir air Energi

Pengelolaan SDA Pulih yg optimal Konsep MSY (Maximum Sustainable Yield), hasil maksimum yg lestari, yg memperhitungkan fakta bhw persediaan SD biologis jangan dimanfaatkan/diambil terlalu berat  menyebabkan hilangnya produktivitas SDA tersebut. Konsep MSY model pertumbuhan biologis yg menganggap bhw setiap tingkat populasi tertentu yg lebih rendah dari titik Xc, surplus produksi akan terjadi dan dapat dipanen selamanya tanpa mengurangi populasi. Jika surplus tdk dipanen akan menyebabkan peningkatan jumlah persediaan. Semakin mendekati daya tampung lingkungan Xc (carrying capacity) dimana surplus produksi menurun mjd nol.

Konsep MSY: kurva pertumbuhan SD pulih MSY Xm g(X) Xc Persediaan=jml populasi g(X) = pertumbuhan populasi Xc = Populasi yang sdh memenuhi daya tampung lingkungan Xm = kondisi persediaan, dimana mampu menghasilkan laju pertumbuhan maksimum sekaligus mampu mencapai tingkat panenan kondisi mantap

Prinsip Pengelolaan SDA Pulih Hukum pertumbuhan alamiah dg asumsi : pertumbuhan mrp fungsi sederhana dari persediaan (populasi) SDA = g(X) tk pertumbuhan mula2 meningkat dg perkembangan persediaan namun kmd menurun. Titik balik (turning point) terjadi krn lingkungan alamiah memiliki daya dukung Daya dukung (carrying capacity)  jml populasi maksimum yg dpt ditampung oleh lingkungan. Smk dekat populasi dg titik Xc (daya dukung), maka smk lambat laju pertumbuhannya & akhirnya sama dg nol. Titik Xm mrp pertumbuhan maksimum yg mrp populasi yg mampu menghasilkan laju pertumbuhan SDA maksimum yg dpt dipertahankan secara lestari  disebut MSY

MSY terlalu sedehana  hanya mempertimbangkan manfaat SD, tdk memperhatikan unsur biaya ekstraksi  konsep OSY (Optimal sustainable Yield) OSY  kriteria manfaat biaya & memaksimumkan nilai sekarang penerimaan bersih  digunakan utk pengelolaan individu maupun pemerintah Kelemahan pendekatan MSY antara lain : Tidak bersifat stabil, karena perkiraan stok yang meleset sedikit saja bisa mengarah ke pengurasan stok (stock depletion) Didasarkan pada konsep steady state (keseimbangan) semata, sehingga tidak berlaku kondisi non steady state Tidak memperhitungkan nilai ekonomis bila stok tidak dipanen Mengabaikan aspek interdepedensi dari sumberdaya Sulit diterapkan pada kondisi dimana perikanan memiliki ciri ragam jenis (multispesies)

Hubungan populasi/persediaan dg fungsi waktu Xc Daerah pertumbuhan eksponensial Laju pertumbuhan waktu persediaan

Hubungan populasi/persediaan dg fungsi waktu  mula2 meningkat secara eksponensial kmd smk menurun & mencapai titik maksimum SDA milik perorangan  berusaha memaksimumkan keuntungan dg menyamakan harga SDA dg biaya pengambilan + royalti. Biaya pengambilan SDA mrp fungsi byknya produksi SD & persediaan/populasi SDA Pada SDA pulih  persediaan SDA dpt berkembang secara alamiah, shg akan menambah nilai royalti dan dpt dianggap sbg deviden krn menyimpan satu satuan SDA sbg persediaan

Masalah pemilikan secara umum  milik semua orang berarti bkn milik siapa2  bagaimana mendapatkan sumberdaya tersebut selagi masih dalam keadaan baik  mengapa kita harus menghemat penggunaan sumberdaya sedangkan orang lain menghabiskannya? Istilah yang berlaku untuk sumberdaya milik umum : ”everyone’s property is no one’s and one’s property is every one property”.artinya karena sumberdaya tersebut milik semua orang maka tak seorang pun memilikinya. Persepsi tersebut cenderung menyebabkan penggunaan sumberdaya mengalami pengurasan/deplisi

Sumberdaya milik umum dicirikan : Orang/perusahaan bebas masuk utk mengambil manfaat Orang/perusahaan berdesakan karena mereka bebas masuk sehingga terjadi interaksi kurang menguntungkan ada biaya tambahan akibat berdesakan ekternalitas cost Eksploitasi thd SDA milik umum dpt diatas dg : Mendefinisikan hak kepemilikan (property right), misal SD perikanan diakui zone 200 mil Penerapan pembatasan alat tangkap Pembatasan jumlah ikan yg ditangkap utk tiap armada yg beroperasi (Kuota) Pajak terhadap input Pajak terhadap output (produksi ikan)

Kesesakan sbg kasus pengelolaan SDA milik umum Kesesakan  terganggunya individu dlm menggunakan fasilitas publik Biaya kesesakan adalah menurunnya kesediaan membayar bagi pengguna fasilitas publik bila dampak negatifnya mempengaruhi utilitas konsumen Kesesakan  fisik dan psikologis (berkurangnya kenyamanan)

Polusi atau pencemaran sbg kasus masalah pengelolaan SD milik umum Lingkungan (udara, air, pemandangan) mrp SD milik umum yg sering digunakan utk membuang limbah jika berlebihan menimbulkan pencemaran  telah melewati daya dukung lingkungan