BAB 22 Sistem Pengendalian Manajemen, Transfer Pricing,

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TRANSFER PRICING.
Advertisements

PENENTUAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)
Bab 10 Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
Manajemen Integrasi Proyek
Keputusan Penetapan Harga dan Manajemen Biaya
SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Wewenang, Delegasi, Desentralisasi
BAB 4 PUSAT LABA.
BAB V PUSAT LABA.
KOMPENSASI MANAJEMEN.
-- SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN-- PERILAKU DALAM ORGANISASI
ADVANCED PRICING TECHNIQUE
PERILAKU DALAM ORGANISASI
ANGGARAN Rizal Effendi.
Manajemen, Kontroller dan Akuntansi Biaya
BAB IX PENILAIAN KINERJA
BAB 10 PENILAIAN KINERJA.
BAB III PERILAKU DALAM ORGANISASI
Penggunaan komputer di pasar internasional
Pembuatan Keputusan Dan Informasi yang Relevan
Wewenang, Delegasi, Desentralisasi
Analisis Profitabiltas Pelanggan, Analisis Varians-Penjualan
PENENTUAN HARGA TRANSFER
BAB III PERILAKU DALAM ORGANISASI
Materi – 03 Sistem Kantor.
MANAJEMEN STRATEGIK.
HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)
Profit Centers Chapter 5
Pengukuran Kinerja, Kompensasi, dan Pertimbangan Multinasional
Strategi, Balanced Scorecard dan Analisis Profitabilitas Strategis
Alokasi Biaya Departemen Pendukung, Biaya Biasa, Dan Pendapatan
Keputusan Penetapan Harga dan Manajemen Biaya
Penggunaan komputer di pasar internasional
HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)    ·  Pengertian ·  Tujuan Harga Transfer ·  Metode Harga Transfer ·  Harga Jasa Korporasi ·  Administrasi Harga Transfer.
MANAJEMEN STRATEGIK.
UKURAN KINERJA.
Pusat Laba (Profit Center) ·  Pertimbangan Umum ·  Unit Bisnis sebagai Pusat laba ·  Pusat Laba Lain ·  Pengukuran Profitabilitas.
LAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERIM
BAB IX PENILAIAN KINERJA
PENENTUAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)
Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
BAB VIII. Penyusunan Anggaran
Wewenang, Delegasi, Desentralisasi
BAB V PENENTUAN HARGA TRANSFER
PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENENTUAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING) Amalia Ilmiani.
PERILAKU DALAM ORGANISASI
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
Pusat Pertanggungjawaban : Pusat Pendapatan dan Pengeluaran
Penggunaan komputer di pasar internasional
BAB XI PENGENDALIAN TERHADAP STRATEGI YANG BERBEDA
BAB V PUSAT LABA.
BAB 9 ANALISIS KINERJA KEUANGAN
MEMILIH BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS
Hakikat Sistem Pengendalian Manajemen
BAB 7 PENGANGGARAN.
Pusat laba.
UKURAN KINERJA.
Wewenang, Delegasi, Desentralisasi
UKURAN KINERJA.
Managers ’ Performance and
BAB V PENENTUAN HARGA TRANSFER
PENENTUAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)
PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN PUSAT LABA
Penyusunan Anggaran.
BAB XI PENGENDALIAN TERHADAP STRATEGI YANG BERBEDA
BAB IX PENILAIAN KINERJA
Penggunaan komputer di pasar internasional
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ESA UNGGUL
Bab 10 Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
Beberapa definisi Pemasaran : Menurut W Stanton, adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi.
Transcript presentasi:

BAB 22 Sistem Pengendalian Manajemen, Transfer Pricing, dan Pertimbangan Multinasional

Sistem Pengendalian Manajemen Sistem Pengendalian Manajemen adl suatu cara utk mengumpulkan dan memakai informasi utk membantu dan mengoordinasikan keputusan perencanaan dan pengendalian di seluruh perusahaan dan utk memandu perilaku para manajer dan para karyawannya

Sistem Pengendalian Manajemen Banyak sistem pengendalian manajemen mengandung bbrp atau semua perspektif balanced scorecard: Keuangan Pelanggan Proses Bisnis Internal Pembelajaran dan Pertumbuhan

Sistem Pengendalian Manajemen Terdiri dari sistem pengendalian Formal dan Informal: Sistem Formal meliputi aturan-aturan eksplisit, berbagai prosedur, ukuran kinerja, dan program insentif yg memandu perilaku para manajer dan para karyawannya Sistem Informal meliputi nilai-nilai bersama, loyalitas, dan komitmen bersama antara para anggota perusahaan, budaya perusahaan, dan norma yg tdk tertulis mengenai perilaku yg dpt diterima

Mengevaluasi Sistem Pengendalian Manajemen Agar efektif, sistem pengendalian manajemen hrs sangat selaras dgn strategi dan tujuan perusahaan Sistem hrs didesain agar sesuai dgn struktur perusahaan dan tanggung jawab pengambilan keputusan setiap manajer

Mengevaluasi Sistem Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen yg efektif juga hrs memotivasi para manajer dan para karyawan mereka Motivasi adl keinginan utk mencapai tujuan yg dipilih (kesesuaian tujuan/goal-congruence) dikombinasikan dgn hasil pengejaran tujuan itu (upaya)

Dua Aspek Motivasi Kesesuaian Tujuan terjadi ketika orang-orang dan kelompok bekerja utk mencapai tujuan perusahaan – manajer bekerja demi kepentingan pribadi terbaiknya bertindak selaras dgn tujuan keseluruhan manajemen puncak Upaya adalah usaha mencapai tujuan, meliputi tindakan fisik dan mental

Struktur Perusahaan dan Desentralisasi Desentralisasi adalah kebebasan bagi manajer tingkat bawah perusahaan utk mengambil keputusan Otonomi adl derajat kebebasan utk mengambil keputusan. Semakin besar kebebasannya, semakin besar pula otonominya

Desentralisasi vs. Sentralisasi Desentralisasi total berarti kendala minimum dan kebebasan maksimum bagi para manajer tingkat bawah perusahaan utk mengambil keputusan Sentralisasi total berarti kendala maksimum dan kebebasan minimum bagi para manajer tingkat bawah perusahaan utk mengambil keputusan Struktur perusahaan biasanya terletak di antara dua ujung ekstrem tersebut, yang mempunyai manfaat dan kerugiannya masing-masing. Sebuah struktur dipilih berdasarkan pada analisis kerugian dan manfaatnya

Manfaat Desentralisasi Menciptakan tanggung jawab yg lebih besar pada kebutuhan setempat Terdapat keuntungan dari pengambilan keputusan yg cepat Meningkatkan motivasi para manajer sub-unit Membantu dlm pengembangan dan pembelajaran manajemen Mempertajam fokus para manajer sub-unit

Kerugian Desentralisasi Menyebabkan Pengambilan Keputusan yg Kurang Optimal, yg timbul ketika manfaat suatu keputusan utk satu sub-unit melebihi kerugian atau kehilangan manfaat bagi perusahaan secara keseluruhan Juga disebut sebagai Pengambilan Keputusan yg Tdk Kongruen atau Pengambilan Keputusan Disfungsional

Kerugian Desentralisasi Memfokuskan perhatian manajer pada sub-unit dan bukan pada perusahaan secara keseluruhan Meningkatkan biaya pengumpulan informasi Berakibat pada duplikasi aktivitas

Desentralisasi dan Perusahaan Multinasional Perusahaan Multinasional – perusahaan yg beroperasi di banyak negara – seringkali terdesentralisasi krn pengendalian sentral sebuah perusahaan dgn berbagai sub-unit di seluruh dunia seringkali sangat sulit scr fisik dan tdk praktis Desentralisasi membuat para manajer di negara yg berbeda dapat membuat keputusan yg memanfaatkan pengetahuan mrk atas bisnis dan kondisi politik setempat dan menangani ketidakpastian dalam lingkungannya masing-masing Kerugian Terbesar Desentralisasi Internasional: Kehilangan atau kekurangan pengendalian

Pilihan mengenai Pusat Tanggung Jawab Terlepas dari derajat desentralisasi, sistem pengendalian manajemen memakai satu atau gabungan dari empat jenis pusat tanggung jawab: Pusat Biaya Pusat Penghasilan Pusat Laba Pusat Investasi

Transfer Pricing Transfer Price/Harga Transfer – harga yg dibebankan oleh sebuah sub-unit (departemen atau divisi) pada suatu produk atau jasa yg dipasok pada sub-unit yg lain dlm satu perusahaan Sistem pengendalian manajemen memakai harga transfer utk mengoordinasikan tindakan berbagai sub-unit dan utk mengevaluasi kinerja mrk

Transfer Pricing Harga transfer menciptakan penghasilan bagi sub-unit yg menjual dan biaya pembelian bagi sub-unit yg membeli, sehingga mempengaruhi pendapatan operasi dari masing2 sub-unit Produk Antara – produk atau jasa yg ditransfer antar sub-unit dlm satu perusahaan

Tiga Metode Transfer Pricing Harga Transfer Berbasis Pasar Harga Transfer Berbasis Biaya Harga Transfer Negosiasi

Harga Transfer Berbasis Pasar Manajemen puncak memilih memakai harga produk atau jasa yg serupa yg dijual scr umum. Sumber harganya dapat berasal dari asosiasi perdagangan, pesaing, dll.

Harga Transfer Berbasis Pasar Menyebabkan pengambilan keputusan yg optimal jika memenuhi tiga syarat: Pasar produk antara tsb adalah pasar persaingan sempurna Kesalingtergantungan antar sub-unit minimal Tidak ada biaya atau manfaat tambahan bagi perusahaan scr keseluruhan krn membeli dari atau menjual ke pasar luar dan bukan bertransaksi scr internal

Harga Transfer Berbasis Pasar Pasar persaingan sempurna eksis ketika ada produk homogen dgn harga beli sama dgn harga jual dan tdk ada pembeli atau penjual individu yg dpt mempengaruhi harga itu dgn tindakan mrk sendiri Membuat perusahaan dpt mencapai kesesuaian tujuan, memotivasi upaya manajemen, evaluasi kinerja sub-unit, dan otonomi sub-unit Mungkin sebaiknya tdk dipakai ketika kondisi harga di pasar tertekan

Harga Transfer Berbasis Biaya Manajemen puncak memilih harga transfer berdasarkan biaya memproduksi produk antara. Contohnya meliputi: Biaya Produksi Variabel Biaya Produksi Variabel dan Tetap Biaya Penuh (termasuk biaya siklus hidup) Salah satu di atas, ditambah sedikit Berguna ketika harga pasar tdk ada, tdk pas, atau sulit diperoleh

Alternatif Harga Transfer Berbasis Biaya Memproratakan selisih antara harga transfer berbasis biaya maksimum dan minimum Dual-Pricing – memakai dua metode harga transfer yg terpisah utk memberi harga setiap transfer dari satu sub-unit ke sub-unit yg lain. Misalnya: divisi yg menjual menerima harga penuh, dan divisi yg membeli membayar harga pasar

Harga Transfer Negosiasi Kadang2, sub-unit2 sebuah perusahaan bebas menegosiasikan harga transfer antar mrk sendiri dan kmd memutuskan apakah akan membeli dan menjual scr internal atau dgn pihak luar Dapat mirip atau tdk mirip dgn data biaya atau data pasar Sering dipakai ketika harga pasar naik turun Mewakili hasil proses tawar-menawar antara sub-unit yg menjual dan membeli

Perbandingan Metode Harga Transfer Kriteria Berbasis-Pasar Berbasis-Biaya Negosiasi Mencapai Kesesuaian Tujuan (Goal Congruence) Ya, ketika pasar bersaing sempurna Sering, tetapi tdk selalu Ya Berguna utk Mengevaluasi Kinerja Sub-unit Sulit kecuali jika harga transfer melebihi biaya penuh dan bahkan dgn begitu pun masih agak arbitrer Ya, tetapi harga transfer dipengaruhi oleh kekuatan tawar-menawar divisi pembeli dan penjual

Perbandingan Metode Harga Transfer Kriteria Berbasis-Pasar Berbasis-Biaya Negosiasi Memotivasi Upaya Manajemen Ya Ya, ketika berbasis pada biaya yg dianggarkan; lbh sedikit insentif utk mengontrol biaya jika transfer didasarkan pada biaya aktual Menjaga Otonomi Sub-unit Ya, ketika pasar bersaing sempurna Tdk, krn didasarkan pada aturan Ya, krn berdasarkan negosisasi antar sub-units

Perbandingan Metode Harga Transfer Kriteria Berbasis-Pasar Berbasis-Biaya Negosiasi Faktor lain Tdk ada pasarnya atau pasar yg ada tdk sempurna atau sedang tertekan Berguna utk menentukan biaya penuh produk; mudah diterapkan Tawar-menawar dan negosiasi makan waktu dan hrs sering ditinjau ulang krn kondisi berubah

Harga Transfer Multinasional dan Pertimbangan Pajak Harga transfer sering mempunyai implikasi pajak Faktor pajaknya meliputi pajak penghasilan, pajak gaji, bea cukai, tarif, pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, pajak berkaitan dgn pemerintah, dan retribusi yg lain

Harga Transfer Minimum Harga transfer minimum dlm banyak situasi seharusnya adalah: Biaya inkremental adl biaya tambahan memproduksi dan mentransfer produk atau jasa Biaya oportunitas adl marjin kontribusi maksimum yg dikorbankan oleh sub-unit penjual jika produk atau jasa itu ditransfer scr internal

Harga Transfer Multinasional dan Pertimbangan Pajak Pasal 482 dlm US Internal Revenue Code mengatur perpajakan harga transfer multinasional Pasal 482 mewajibkan bhw harga transfer antara sebuah perusahaan dgn divisi atau cabangnya di luar negeri sama dgn harga yg akan dibebankan oleh pihak ketiga independen dlm transaksi yg serupa Harga transfer dpt berbasis pasar atau berbasis “biaya-plus”