Sikap dan Kepuasan Kerja (Pertemuan ke-3)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
Advertisements

3 P E R T E M U A N KERJA, SIFAT DASAR DAN MOTIVASINYA
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
MOTIVASI WIRAUSAHA Motivasi merupakan dorongan atau stimulus yang ada pada individu untuk melakukan kegiatan tertentu Motivasi merupakan salah satu pendorong.
 Keseluruhan dari faktor – faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
ETIKA BISNIS.
ORGANISASI INFORMAL Pertemuan 12.
Yulizar Kasih/MSDM/STMIK-MDP
MODUL 5 BEBERAPA SEGI MANUSIA DALAM KERJA OLEH : ROSAD MA’ALI EL HADI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS LANGLANGBUA NA.
DISIPLIN, EFISIENSI, DAN PRODUKTIVITAS KERJA (Pertemuan ke-6)
KONFLIK PEKERJAAN (Pertemuan ke-9)
Psikologi Dunia Kerja Sifat Kodrati Manusia & Pengaruh Teknologi Industri Modern Dinnul Alfian Akbar, SE, M.Si Pertemuan 4 Dinnul Alfian Akbar, 2010.
Pertemuan 11 Trisnadi Wijaya/MSDM/STMIK-MDP 1 PEMELIHARAAN KARYAWAN.
Psikologi Dunia Kerja Diri, Kerja, Sifat Dasar, dan Motivasinya
PERTEMUAN 15.
KEDISIPLINAN, KONFLIK, KEPUASAN KERJA, STRESS & FRUSTASI DALAM PERKERJAAN Pertemuan 9 4/10/2017.
PERTEMUAN 15 KONFLIK.
PERTEMUAN 13 PEMELIHARAAN.
Om swastyastu.
Pembentukan Sikap Dan Tingkah Laku
MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA
PROSES SOSIOLOGI dan INTERAKSI SOSIOLOGI
Kepemimpinan dan Motivasi
Psikologi Dunia Kerja Organisasi Informal
Manajemen Sumber Daya Manusia
Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data.
Psikologi Dunia Kerja Kepuasan Kerja, Kegairahan Kerja & Keamanan Kerja Dinnul Alfian Akbar, SE, M.Si Pertemuan 8 Dinnul Alfian Akbar, 2010.
PERTEMUAN 12 KEPEMIMPINAN Kepemimpinan.
PENGARAHAN / KEPEMIMPINAN
KEPUASAN KERJA & KOMITMEN ORGANISASI Nur Fachmi B.S,M.Psi
KONSEP-KONSEP PERILAKU
PENGARAHAN / KEPEMIMPINAN
KERJA, SIFAT DASAR DAN MOTIVASINYA
PERSAINGAN & KONFLIK.
PROFESIONALISME DAN KARIR KERJA (Pertemuan ke-7)
Yulizar Kasih/MSDM/STMIK-MDP
K.E.P.U.A.S.A.N K.E.R.J.A K.A.R.Y.A.W.A.N Nur Fachmi B.S,M.Psi
CHAPTER 6: MOTIVASI DALAM ORGANISASI
Efektivitas Organisasi (Pertemuan ke-2)
SMP Kelas 3 Semester 1 BAB VI
Personality Development
Bab 8 Sikap Kerja, Kepuasan dan Prestasi Kerja
MOTIVASI Adinda Nurul Huda M, MSi.
ETOS KERJA, KOMITMEN KERJA DAN KEPUASAN KERJA
MENJUAL SEBAGAI SALAH SATU KEGIATAN DASAR KEWIRAUSAHAAN
MAIZA FIKRI, ST., M.M KEDISIPLINAN, KONFLIK, KEPUASAN KERJA, STRESS & FRUSTASI DALAM PERKERJAAN MAIZA FIKRI, ST., M.M
MOTIVASI (Pertemuan ke-8)
KEDISIPLINAN, KONFLIK, KEPUASAN KERJA, STRESS & FRUSTASI DALAM PERKERJAAN Pertemuan 9 Trisnadi Wijaya/MSDM/STMIK-MDP.
KEPUASAN, KEGAIRAHAN, DAN KEAMANAN KERJA (Pertemuan ke-8)
ASPEK PSIKOLOGIK PADA ANAK DENGAN KELAINAN ENDOKRIN
KEDISIPLINAN, KONFLIK, KEPUASAN KERJA, STRESS & FRUSTASI DALAM PERKERJAAN Pertemuan 9 Trisnadi Wijaya/MSDM/STMIK-MDP.
MOTIVASI Motivasi merupakan dorongan atau stimulus yang ada pada individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Motivasi merupakan salah satu pendorong dan.
SIKAP DAN TINGKAH LAKU. TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL (HUMAN BEHAVIOR AND SOCIAL ENVIRONMENT)
PROSES SOSIOLOGI dan INTERAKSI SOSIAL
PERILAKU KELOMPOK (Pertemuan ke-6)
BIMBINGAN KONSELING.
PERTEMUAN 15 KONFLIK.
Bab 11 Penyusunan Personalia Organisasi
Manajemen Sumber Daya Aparatur
Materi : MOTIVASI DAN KOMUNIKASI.
KEPEMIMPINAN (Pertemuan ke-9)
MATERI PENGELOLAAN BISNIS
DRA FATMAWATY HARAHAP, MAP
AHLI PSIKOLOGI SOSIAL MENGATAKAN BAHWA “BERKELOMPOK” ADALAH ; SIFAT NALURIAH MANUSIA KEBUTUHAN DARI PRIBADI SESEORANG SECARA SADAR ATAU TIDAK MAKA SESEORANG.
Kepuasan Kerja dan Konflik
PERILAKU KONSUMEN PENGERTIAN :
DRA, HJ. FATMAWATY HARAHAP,MAP
Motivasi dan Kepuasan Kerja
Pelayanan Prima Berdasarkan Sikap
FAKTOR ERGONOMI & PSIKOLOGI
Transcript presentasi:

Sikap dan Kepuasan Kerja (Pertemuan ke-3) Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data Palembang

Pengertian Kerja KERJA : “Sejumlah aktivitas fisik dan mental yang dilakukan seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan”. KERJA : aktivitas dasar, dan dijadikan bagian esensial dari kehidupan manusia. Sebagai aktivitas sosial, kerja dapat memberikan kesenangan dan arti tersendiri bagi kehidupan.

Pengertian Kerja Bekerja (di perusahaan) merupakan aktivitas sosial dengan dua fungsi pokok, yaitu : Memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat Mengikat individu pada pola inter-relasi kemanusian dalam satu sektor masyarakat (perusahaan, pabrik, industri, organisasi, lembaga, dan lain-lain)

Nilai Kerja ; Apa tujuan orang bekerja?? Bekerja untuk mempertahankan eksistensi hidup manusia. Bekerja untuk memperoleh status masyarakat ; bekerja lebih terhormat daripada menganggur ! (menganggur dianggap sebagai kerugian dan kenistaan) Bekerja agar dapat dapat diterima/ berfungsi dalam lingkungan sosial ; karena pengangguran akan tersisih dlm masyarakat.

Motivasi Sebagai Dasar Kerja Motivasi seseorang dalam bekerja tidak hanya berwujud kebutuhan ekonomi, tetapi juga kebutuhan psikis untuk aktif berbuat. Dalam kaitan ini : “ganjaran yang paling manis dalam bekerja adalah nilai sosial dalam bentuk pengakuan, penghargaan, respect, dan kekaguman dari orang lain

Motivasi Sebagai Dasar Kerja Tidak selamanya motif uang menjadi motif primer bagi pekerja. Karena banyak pekerja yang mendapatkan bayaran lebih tinggi di tempat baru, namun lebih memilih kembali di tempat lama walaupun gajinya lebih rendah. Karena : “kebanggaan, kecintaan, interest, dan bakat yang besar terhadap pekerjaan menjadi motif yang kuat untuk menyukai pekerjaan

Lingkungan Kerja Lingkungan kerja merupakan aspek yang penting dalam bekerja, yang terdiri dari kondisi-kondisi fisik dan kondisi psikologis. Kondisi fisik/ material dalam lingkungan kerja belum tentu atau sedikit sekali pengaruhnya terhadap pembentukan/peningkatan moral kerja yang baik. “Kondisi fisik yang baik belum tentu dapat menumbuhkan moral kerja yang tinggi. Bahkan sebaliknya kondisi fisik yang buruk kadang-kadang dapat menumbuhkan moral yang baik.

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap Unsur perasaan/emosi besar sekali peranannya dalam menentukan sikap buruh/ pekerja ... Cara yang supel dan simpatik dari manajer dengan argumentasi yang wajar dan konsultasi, segala sesuatu bisa diterima secara emosional dan rasional oleh para buruh/ pekerja.

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap Seringkali karyawan akan cenderung lebih peka/ sensitif terhadap perubahan-perubahan iklim psikologis dalam lingkungan kerja dibandingkan kondisi fisik. Kondisi dimana pimpinan terlalu banyak menetapkan tuntutan, harapan, dan suasana kaku, pelecehan kemampuan bawahan, sikap dingin, prasangka buruk, & seloroh yang berlebihan, serta saling curiga, pada dasarnya dapat menyebabkan menurunnya moral kerja karyawan.

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap Pada umumnya karyawan tidak banyak mengeluh terhadap kondisi fisik pekerjaan (betapapun buruknya), tetapi keluhan mereka lebih cenderung disebabkan oleh “perasaan mereka”. Perasaan ini lebih banyak disebabkan oleh : kondisi psikologi yang dirasakan/ dialami baik di lingkungan kerja maupun yang terbawa dari rumah. “Bisingnya mesin pabrik, akan terasa bagai nyanyian indah, bila di dengar oleh karyawan yang perasaannya sedang senang”

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap MANAJER perlu memperhatikan : mengapa dan apa sebabnya karyawan menginginkan sesuatu atau menolak sesuatu? bagaimana perasaan mereka? mengapa sampai mereka memiliki perasaan seperti itu?

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap Terpenuhinya kebutuhan psikologis tertentu akan menyebabkan kepuasan, misalnya : Merasa puas karena mendapatkan sekuritas emosional Memperoleh status sosial yang mengangkat martabat Memperoleh hubungan manusiawi yang memuaskan baik di rumah maupun di kantor Memiliki keahlian dalam suatu bidang Mendapatkan apresiasi dari orang lain, khususnya dari atasan/manajer

Unsur Emosi Dalam Pembentukan Sikap “Idealnya adanya keseimbangan antara pemenuhan kondisi fisik dengan kondisi psikis, sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien”

Unsur-unsur Isentif Insentif adalah sarana obyektif yang mampu memberikan kepuasan terhadap kebutuhan, dorongan atau keinginan seseorang” Beberapa sistem sosial yang bisa dipakai sebagai unsur insentif di dunia industri & perusahaan terdiri dari : SISTEM STATUS SISTEM KOMUNIKASI SISTEM GANJARAN DAN HUKUMAN SPESIFIKASI DARI TUGAS DAN PERSYARATANNYA

Unsur-unsur Isentif SISTEM STATUS SEBAGAI UNSUR INSENTIF “sistem status dalam suatu organisasi itu harus jelas dan tegas, sehingga setiap karyawan mengetahui benar kedudukan atau status/ posisinya, mengetahui pula kepada siapa ia meminta bimbingan dan persetujuan formal” “status dan fungsi setiap individu karyawan dalam organisasi harus jelas dan tegas, tidak boleh samar- samar atau meragukan, sehingga menimbulkan kebingungan dan kebimbangan individu yang bersangkutan”

Unsur-unsur Isentif SISTEM KOMUNIKASI SEBAGAI UNSUR INSENTIF “komunikasi yang harmonis adalah sarana untuk terciptanya suasana bekerja yang baik dan nyaman sehingga prestasi terbaik dapat dicapai bersama” “terlalu mengutamakan aspek teknis dan mengabaikan aspek manusiawi, menyebabkan komunikasi yg tidak harmonis antara atasan dan bawahan

Unsur-unsur Isentif Sistem Ganjaran dan Hukuman Sebagai Unsur Insentif “Ganjaran dan hukuman harus dilakukan secara adil dan jujur. Oleh karena itu para karyawan hendaknya diberikan kesempatan untuk ‘berkompetisi secara fair dan sehat’ “hukuman merupakan insentif negatif sedangkan ganjaran merupakan insentif positif” Perbedaan yang mencolok antara keduanya : ganjaran secara jelas menuntun seseorang untuk melakukan aktivitas yang baik. hukuman sifatnya tidak menuntun, menakut-nakuti, atau menumbuhkan rasa jera dan segan. “sedapat mungkin insentif negatif dihindari karena dapat menimbulkan konsekuensi negatif lainnya pada diri individu ybs”

Unsur-unsur Isentif Spesifikasi tugas dan persyaratannya sebagai unsur insentif “kepuasan kerja sangat tergantung pada apakah karyawan menyukai pekerjaan atau tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu seharusnya setiap karyawan harus : mengetahui dan memahami tugas-tugasnya serta kaitannya dengan tugas-tugas orang lain. memiliki tugas-tugas yang cocok dengan kemampuan, minat, bakat, dan keinginan serta potensi karyawan yang bersangkutan.

Hal-hal Netral Kota dimana Anda tinggal Tetangga yang Anda hadapi Sekolah yang Anda hadapi Iklim di mana Anda tinggal Film yang diproduksi hari ini Kualitas makanan yang Anda beli Mobil zaman sekarang Surat kabar lokal Nama depan Anda Orang yang Anda kenal Layanan telepon Kertas 8,5” x 11” Makanan restoran Seni modern