Dipresentasikan pada Kongres Nasional V HMHI, Bali 22 April 2017

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FARMASI RUMAH SAKIT.
Advertisements

TUBERKULOSIS PADA ANAK ???? Oleh: Ikeu Nurhidayah K, S.Kep., Ners
DAFTAR RIWAYAT HIDUP N a m a : dr. Abdul Gofir Sp.S(K)
REVIEW MANAJEMEN OBAT DI RS
Peran dan Tanggung Jawab Perawat CAPD
KONSEP DEMAND DALAM SEKTOR KESEHATAN
PRINSIP DASAR PEMBEDAHAN PADA NEOPLASMA
Keluaran. Oleh. Dr.Resna AS MPH..
HAMBATAN-HAMBATAN PERAWATAN PALIATIF CARE
Pendekatan diagnosis Demam pada anak
DATA ADMINISTRATIF KESEHATAN
ANALISIS KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI PUSKESMAS
ILMU KEDOKTERAN KERJA.
PENGUKURAN KUSTA.
Diskusi: Peran Departemen dalam AHS
VISI MENJADI RUMAH SAKIT KEBANGGAAN
PERLINDUNGAN BAHAYA KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT
INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT
TUBERKULOSIS (TB) Semarang , 19 NOVEMBER 2015.
Laporan Kasus: Pasien Hemofilia A berat dengan Inhibitor titer tinggi
SOSIALISASI JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK) & JAMINAN KEMATIAN (JKM) BAGI APARATUR SIPIL NEGARA PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI Yogyakarta, 14 – 16 April.
DUKUNGAN RS TERHADAP PERAWATAN PALIATIF
Perkembangan Kesmas di Indonesia
PENGUKURAN KESEHATAN Definisi indikator
Pertemuan II Psikologi Perkembangan Anak
National Registry System
KONSEP DASAR KEPERAWATAN PALIATIF
Sistem Rujukan OLEH : DIAH FATWA SHOLIHAH.
KEBIJAKAN DASAR RUMAH SAKIT
Pelayanan kedokteran Sesi 4.
Home care YULIATI,SKp,MM.
Pernah mengalami : Rasa nya? : Terkilir? Terkena benturan benda keras?
Hemofilia Kita Noviriandini.
Standar Pelayanan Pekerjaan Sosial di bidang kesehatan.
PERTEMUAN II DAN III Dasar- dasar Pendidikan Kesehatan
PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS YULIATI, SKp,MM Un
Kelainan Perdarahan Hemophilia A Hemophilia B von Willebrand Disease
Oleh Dr. I Gusti Ngurah Agung Swastika KADIS KESEHATAN KAB KLUNGKUNG
PSIKOLOGI PASIEN DENGAN HIV AIDS DAN KANKER
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN
Disampaikan pd kuliah manajemen blok 4 Oleh ;dr.Fauziah Elytha.MSc
MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN
Dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc
Sistem Kesehatan Negara Kuba
MANAJEMEN KASUS HIV dan AIDS
KONAS HMHI V BALI, 23 APRIL 2017.
PRINSIP PEMBEDAHAN NEOPLASMA
KONSEP ORGANISASI DALAM SISTEM KESEHATAN NASIONAL
INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN 11
STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS) EDISI 1
STANDAR PRAKTEK KEPERAWATAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Upaya Kesehatan Jiwa Oleh : Ns. Rosintan SKep.
RSM SITI KHODIJAH GURAH
MANAJEMEN DATA KLINIS Materi 4 MK Mandatkes.
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT ( I K M ) OLEH RAHAYU UTAMI, S.K.M, M.Sc AKADEMI KEBIDANAN PHMN MEULABOH Jl. Sentosa, Drien Rampak, Johan Pahlawan, Kabupaten.
KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
MMIK INFORMASI KESEHATAN
MMIK STANDAR PENILAIAN
KEDOKTERAN KELUARGA DASAR & PENDEKATAN UMUM Dr. Paul F.M
Organisasi Yankes Pertemuan 3
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas
National Nosocomial Infection Control (Policy & Manajemen)
ADMINISTRASI DAN UPAYA KESEHATAN. PENGERTIAN = tatanan yg menghimpun berbagai upaya kes masy (UKM) dan upaya kes perorangan (UKP) secara terpadu & saling.
MANAJEMEN DATA KLINIS Materi 4 MK Mandatkes.
MANAJEMEN DATA KLINIS Materi 3 MK Mandatkes.
PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN PROVINSI BANTEN
Standar Pelayanan Minimum Bayi Baru Lahir
KONSEP PENDIDIKAN KESEHATAN Ismuntania siregar., M.KEP.
Dr Mei Neni Sitaresmi, PhD, SpAK
Transcript presentasi:

Dipresentasikan pada Kongres Nasional V HMHI, Bali 22 April 2017 Penanganan Komprehensif Hemofilia Pudjo Hagung Widjajanto Divisi Hematologi & Onkologi Anak, RSUP Dr. Sardjito/ FK UGM HMHI Cabang Yogyakarta Dipresentasikan pada Kongres Nasional V HMHI, Bali 22 April 2017

Pokok bahasan Penanganan hemofilia Penanganan komprehensif hemofilia Mengapa diperlukan? Pengertian Tujuan Manfaat Pengembangannya di Indonesia

Penanganan hemofilia HOSPITAL/HTC ORGANISASI HEMOFILIA

Penanganan komprehensif hemofilia! Mengapa diperlukan? Kasus hemofilia semakin meningkat Penyakit herediter, penanganan semakin maju Modalitas penanganan semakin baik Akses AHF semakin mudah, pengetahuan yang meningkat Kasus hemofilia akan semakin kompleks Munculya inhibitor Tujuan utama meningkatkan kwalitas hidup Gambar kurva kesintasan

Seorang IDH-A berumur 12 tahun sudah lama tidak masuk sekolah karena sering mengalamai hemartrosis lutut kanan. Setelah sembuh ia ingin bersekolah lagi tetapi kepala sekolah tidak mengijinkan ia bersekolah lagi. Adakah kepsek salah? Hasil kunjungan pekerja sosial ke sekolah mendapat konfirmasi kepsek membuat keputusan tsb karena takut kondisi anak semakin memburuk akibat mengikuti kegiatan di sekolah sehingga ia tidakingin dipersalahkan. Adakah kepsek salah? Bagaimana solusi yang terbaik?

Pengertian penanganan komprehensif Pelayanan oleh tim ahli, yang bertemu secara berkala membahas rencana penanganan pasien Anggota tim: Dokter hematologi, perawat, pekerja sosial, dokter rehab medik, fisioterapis, ahli terapi okupasi, ortopedik (sendi), psikolog/psikiater, dokter gigi, ahli genetik, dokter bedah umum, laboratorium, ahli radiologi, dll

Tujuan penanganan komprehensif Memberikan pelayanan yang menghasilkan fungsi normal tubuh IDH sepanjang hidupnya Tim membantu IDH menemukan solusi atas problem fisik, emosi, sosial Menjamin IDH lebih mudah mengakses pelayanan yang diperlukan, lengkap dan bermutu

Manfaat penanganan komprehensif Bagi IDH, keluarga, mayarakat Hasil Penelitian di AS, 1976 vs. 1981 (5 tahun)

Manfaat penanganan komprehensif Hasil Penelitian di AS, 1976 vs. 1986 (10 Tahun) OUTCOME PERUBAHAN Rata2 jumlah hari berurusan ke RS menurun 83% Rata2 waktu hilang dari sekolah dan tempat kerja > 2 minggu → < 4 hari Biaya sendiri untuk pengobatan hemofilia/tahun USD 1,700 → 396 Total biaya pengobatan IDH (rata-rata setahun) USD 31.600 → 8.127 Jumlah IDH yang tidak memiliki pekerjaan 36% → <10% Penelitian serupa di Indonesia sangat diperlukan!

Manfaat penanganan komprehensif Angka kematian IDH yang mendapat pelayanan di Pusat Penanganan Hemofilia (HTC) lebih rendah dibanding selain di HTC (The Centers for Disease Control and Prevention, AS. 1990). Melalui penanganan komprehensif IDH lebih dapat menguasai diri dalam hidupnya, karena ia belajar mengendalikan diri dan mencegah problem. Ia dapat menghindari perawatan dokter/RS Memiliki sendi yang sehat Belajar mengarahkan kehidupannya sehingga harga diri akan meningkat, lebih banyak memberikan peran di masyarakat

Pengembangan di Indonesia Terdapat 14 HTC (?), sebagian besar di Jawa dan Indonesia Barat Pengembangan dimulai dari Pelatihan hemofilia Pembentukan Tim Pelayanan Komrehensif Hemofilia dokter umum & spesialis (anak, penyakit dalam, bedah) rehab medik , dokter gigi, perawat, farmasi Pengadaan AHF, sarana lainnya Supervisi HTC terdekat

Survival in men in the United Kingdom with hemophilia who were not infected with HIV and in the general male population of the United Kingdom in 1999. Calculations based on the data summarized in Table 3. ADA BANYAK TUNGKAI…..