STRUKTUR KURIKULUM 2013 Pendekatan Saintifik.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Produk kerajinan tekstil dan pengemasannya
Advertisements

CONTOH KETERKAITAN KI DAN KD MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
Penerapan Pendekatan Saintifik di SMA
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
TUJUAN mendeskripsikan konsep pendekatan saintifik dalam pembelajaran;
PENDEKATAN SCIENTIFIC MATA PELAJARAN PRAKARYA
Sumber daya usaha kerajinan limbah tekstil
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
Mendesain proses produksi kerajinan tekstil
Click to edit Master title style
Sikap dan Perilaku Wirausaha
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN KELAS X
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
OM SUATIASTU SMA NEGERI 1 DENPASAR Next.
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Proses produksi kerajinan Limbah tekstil berdasarkan standar isi dan standar kerja BY : SUTEGO.
Desiminasi implementasi KURIKULUM 2013
KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BIMBINGAN DAN KONSELING
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
1.3a Pendekatan saintifik. 1.3a Pendekatan saintifik.
PENGUATAN PROSES PEMBELAJARAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
Pembelajaran saintifik Implementasi Kurikulum 2013
PEMBELAJARAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Konsep kewirausahaan BY : SUTEGO.
KURIKULUM 2013 Team Pengembang Kurikulum SMA61.
PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran.
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
PRAHESTI JOHAN ANGGUN MAYASARI, S.Pd. KTP UNNES
Proses produksi kerajinan tekstil berdasarkan standar isi dan standar kerja BY : SUTEGO.
Mengenal produk kerajinan limbah tekstil dan desain pengemasannya
LAPORAN HASIL OBSERVASI
Pemahaman Proses Belajar Dengan Beraktifitas
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Pembelajaran saintifik Implementasi Kurikulum 2013
STANDAR PROSES PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROSES PEMBELAJARAN Implementasi Kurikulum
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
PENDEKATAN PEMBELAJARAN ( MP – 1 )
KOMPETENSI INTI (KI) KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong.
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
LANGKAH PEMBELAJARAN OLEH : BIBIT SUPARDI 11/14/2018
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
Transcript presentasi:

STRUKTUR KURIKULUM 2013 Pendekatan Saintifik

PENGERTIAN PEMBELAJARAN PENDEKATAN SAINTIFIK Proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep yang ditemukan.

Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi

KARAKTERISTIK PENDEKATAN SAINTIFIK Berpusat pada siswa Melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya ketrampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Dapat mengembangkan karakter siswa

Langkah-Langkah Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan Sikap (Tahu Mengapa) Keterampilan (Tahu Bagaimana) Pengetahuan (Tahu Apa) Produktif Inovatif Kreatif Afektif Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

LANGKAH PEMBELAJARAN Ranah sikap: materi ajar “tahu mengapa.” Ranah keterampilan: materi ajar “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan : materi ajar “tahu apa.” Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik

LANGKAH PEMBELAJARAN Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran

Membaca, mendengar, menyimak , melihat (dengan atau tanpa alat) 1 Observing (mengamati) Kegiatan Belajar Membaca, mendengar, menyimak , melihat (dengan atau tanpa alat) Kompetensi yang diharapkan: melatih kesungguhan, ketelitian dan mencari informasi

2 Questioning (menanya) Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati Mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati Pertanyaan dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik Pertanyaan tingkat kognitif rendah: pengetahuan(apa,siapa,kapan,di mana...), pemahaman (terangkanlah,bedakanlah,bandingkanlah...),penerapan(buatlah,klasifikasikan,tunjukan,..) Pertanyaan kognitif tinggi : analisis(analisis,mengapa,identifikasi,tunjukan sebab,berilah alasan...), sintesis(bentuk,ramalkan,rancang,tulislah,bagaimana,apa yang terjadi seandainya...), evaluasi(berilah pendapat,kritiklah,bandingkanlah,nilailah,bedakan...) 2 Questioning (menanya)

- membaca sumber lain selain buku teks - mengamati objek/ kejadian/ 3 - melakukan eksperimen - membaca sumber lain selain buku teks - mengamati objek/ kejadian/ aktivitas - wawancara dengan nara sumber Exploring/ Experiment

- mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan 4 Associating (menalar)

pengamatan, kesimpulan Mengomu-nikasikan (menyajikan) Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya 5

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 Model Kolaborasi : membentuk kelompok kecil Model Individual : tugas mandiri orientasi sesuai kebutuhan individu Model teman sebaya : peer learning, mengajar teman sebaya Model sikap : menguji perasaan, nilai dan sikap (demonstrasi, penilaian diri dan teman) Model bermain: game Model kelompok: cooperative learning (diskusi terbuka,bermain peran) Model Mandiri: independent learning, fokus dan refleksi keinginan siswa Model multi model

STRATEGI PEMBELAJARAN K13 1. Pembelajaran berbasis Proyek 2. Pembelajaran berbasis masalah

Pembelajaran berbasis proyek Model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Kelebihan Meningkatkan motivasi belajar siswa Meningkatkan kemampuan problem solving Siswa lebih aktif Meningkatkan kolaborasi Mendorong siswa mengembangkan ketrampilan komunikasi&berkembang sesuai dunia nyata Meningkatkan pengelolaan sumber belajar Kekurangan Banyak waktu Banyak biaya Banyak peralatan Ada siswa yang tidak aktif dalam kelompok Siswa tidak menguasai topik selain kelompok sendiri Instruktur lebih nyaman kelas tradisional.

Pembelajaran Berbasis MAsalah Pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah konstektual sehingga merangsang siswa belajar. Tujuan : ketrampilan berpikir dan pemecahan masalah Pemodelan peranan orang dewasa,contoh dalam penyelesaian tugas, maupun magang, mengintrepretasikan dan menjelaskan fenomena, belajar pengarahan sendiri

STRUKTUR SILABUS DAN RPP KD PEMBELAJARAN PENILAIAN KD 1 Mengamati   KD 2 Menanya KD 3 Mengeksplorasi KD 4 Mengasosiasi Mengkomunikasikan Penilaian autentik Pendekatan saintifik SILABUS

FORMAT RPP A. Identitas 1. Satuan Pendidikan: 2. Kelas/Semester: 3. Mata Pelajaran : 4. Topik: Pertemuan Ke-: Alokasi Waktu: B. Kompetensi Inti (K1,K2,K3,K4) C. Kompetensi Dasar D. Indikator E. Tujuan Pembelajaran F. Materi Pembelajaran: G. Metode Pembelajaran: H. Alat/Media/Bahan: I. Kegiatan Pembelajaran: J. Penilaian

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, 1.1 Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain 2.1 Mensyukuri keberadaan diri dan keberagaman sosial sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa . 2.2 Merespon secara positif berbagai gejala sosial di lingkungan sekitar 3.1 Mendeskripsikan fungsi Sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial yang terjadi di masyarakat 3.2 Menerapkan konsep-konsep dasar Sosiologi untuk memahami hubungan sosial antar individu, antara individu dan kelompok serta antar kelompok 3.3 Menganalisis berbagai gejala sosial dengan menggunakan konsep-konsep dasar sosiologi untuk memahami hubungan sosial di masyarakat 3.4. menerapkan metode-metode penelitian sosial untuk memahami berbagai gejala sosial.