Assalamualaikum wr.wb.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
Advertisements

Norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat
Topik : Struktur Sosial dan Hukum
LEMBAGA KEMASYARAKATAN (Lembaga sosial)
SOSIOLOGI SMA Nilai dan norma sosial KELAS X SEMESTER 1.
NILAI DAN NORMA BY. DJUNIJANTO BERANDA UJI KOMPETEN SIMPULAN MATERI
Sosiologi Pedesaan Pertemuan IV
BUDAYA POLITIK Budaya politik pada hakikatnya merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciri- ciri yang lebih khas. Istilah budaya politik.
NORMA DALAM MASYARAKAT
ETIKA PROFESI SESI 1 : BEBERAPA PENGERTIAN ETIKA PROFESI
Filsafat Pancasila.
ETIKA KERJA.
Assalamualaikum wr.wb.
Pengertian kebudayaan
Assalamu’alaikum bismillah...
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
MANUSIA, HUKUM DAN MORAL
ETIKA & ETIKET.
BAB XIII ETIKA PROFESI/BISNIS
KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK
Tertib Sosial Keadaan yang aman, damai, tenteram atau stabil/ harmonis. MENGAPA DIPERLUKAN KEADAAN YANG TERTIB? Agar upaya kebutuhan hidup itu dapat.
Lembaga Kemasyarakatan Karina Jayanti
Konsep Dasar Nilai, Norma, dan Moral
VALERIA GABELAN
SUMBER-SUMBER DAN NILAI DALAM PERILAKU ETIKA
BAB III MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Etika Dan Regulasi Maria Christina.
Hasim As’ari TEORI ETIKA 1.
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
Tugas Softskill minggu 1 : definisi etika sebagai profesi
ARIF ABDUL AZIZ EA09 UNIVERSITAS GUNADARMA
Pancasila Sebagai Etika Politik (1)
ETIKA BISNIS “Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam (Sudut Pandang) dan Barat, dan Etika Profesi” Nurdesri Wahyu Ningtyas 4EA Fakultas.
MANUSIA, HUKUM DAN MORAL
TEORI DAN ETIKA KOMUNIKASI MUH. ALFIAN
ETIKA BISNIS DAN PROFESI
ETIKA PROFESI.
Di susun oleh : Sinta Nur Afifah Siwi A
KEBUDAYAAN Antarin Prasanthi.
Ilmu Sosial Budaya Dasar KEBUDAYAAN, PERADABAN, DAN SISTEM NILAI BUDAYA Oleh: Iswadi, M. Pd Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu.
Bab III MORALITAS.
KODE ETIK PROFESI.
NILAI DAN NORMA SOSIAL GURU MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
Pancasila Sebagai Etika Politik
Pancasila Sebagai Etika Politik (1)
Lembaga Kemasyarakatan
KONSEP ETIKA DAN ETIKET
Manusia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia.
KOMPETENSI II INTERAKSI SOSIAL SESUAI NILAI DAN NORMA
Kelas X KD 1.2 Smester 1 Tahun 2013
Manusia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia.
MANUSIA, KEBUDAYAAN, DAN PERADABAN
mengutip dari Bertens 2000, mempunyai arti : 1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak); 2. kumpulan.
2 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Kedudukan dan Peran Pancasila bagi Bangsa Indonesia
KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
BAB 3 MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU & SOSIAL
Pendidikan Kewarganegaraan
Sesi 3 : Aspek Sosial Budaya Perilaku Kesehatan
Teori Etika.
SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA INDONESIA
NORMA SOSIAL. PENGERTIAN NORMA SOSIAL Norma merupakan perwujudan atau aplikasi dari nilai- nilai yang dianut oleh suatu masyarakat Contoh : Dalam rumah.
ETIKA & NORMA Baham 02 a.
ETIKA BISNIS & TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR)
Sesi 3 : Aspek Sosial Budaya Perilaku Kesehatan
ETIKA DAN MORAL. MANUSIA AHLAK ETIKA MORAL Makna Etika dan Moral Etika adalah filsafat moral. Antara etika dan moral dapat dijadikan sebagai bentuk konsep.
ETIKA BISNIS USM-INDONESIA. NILAI Spranger  adalah suatu tatanan yang dijadikan panduan oleh individu untuk menimbang dan memilih alternatif keputusan.
Transcript presentasi:

Assalamualaikum wr.wb

SISTEM NILAI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Disusun oleh: Siti Sholikhanah A 510110101 Ridwan Rosyadi A 510110112 Andrika Resta Rahmadani A 510110115 Fahrudin Rofiandana A 510110140 Tyas Wahyu Kusuma A 510110236

PENGERTIAN NILAI DALAM KEHIDUPAN Tylor dalam Imran Manan mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitu tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besar termasuk ke dalam “nilai”. dilihat dari aspek penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwa pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.

Clyde kluckhohn mendefinisikan nilai sebagai sebuah konsepsi eksplisit atau implisit, menjadi ciri khusus seseorang atau sekelompok orang, mengenai hal-hal yang diinginkan yang mempengaruhi pemilihan dari berbagai cara-cara, alat-alat, tujuan-tujuan perbuatan yang tersedia. Kluckhohn mengemukakan kerangka teori nilai-nilai yang mencakup pilihan nilai yang dominan yang mungkin dipakai oleh anggota-anggota suatu masyarakat dalam memecahkan 6 masalah pokok kehidupan, sebagai berikut: 1. Masalah pertama, yang dihadapi manusia dalam semua masyarakat adalah bagaimana mereka memandang sesamanya. Bersifat linealism, collateralism, dan individualism

2. Masalah kedua, manusia berhadapan dengan waktu 2. Masalah kedua, manusia berhadapan dengan waktu. Secara teoritis ada 3 dimensi waktu yang dominan yang menjadi orientasi nilai kebudayaan suatu masyarakat, yaitu yang berorientasi ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. 3.Masalah ketiga, setiap manusia berhubungan dengan alam.

4. Masalah keempat, masalah mendasar yang dihadapi manusia adalah masalah kerja. 5. Masalah kelima, masalah kepemilikan kebudayaan. 6. Masalah keenam, adalah apakah hakekat hidup manusia. Orientasi nilai yang tersedia adalah pandangan-pandangan bahwa hidup itu sesuatu yang baik, seuatu yang buruk, atau sesuatu yang buruk tapi daapat disempurnakan.

Menurut pandangan Sutan Takdir. Alisyahbana (STA) Kebudayaan adalah Menurut pandangan Sutan Takdir Alisyahbana (STA) Kebudayaan adalah penjelmaan dari nilai-nilai. Spranger mengemukakan 6 nilai pokok dalam setiap kebudayaan, yaitu: Nilai teori yang menentukan ientitas sesuatu Nilai ekonomi yang berupa utilitas atau kegunaan Nilai agama Nilai seni Nilai kuasa atau politik Nilai solidaritas yang menjelma dalam cinta, persahabatan, gotong royong, dll.

Munculnya Sistem Nilai dalam Kehidupan Manusia Sebuah nilai muncul dari kesepakatan dalam sebuah kaum. memiliki kesepakatan nilai yang menjadi landasan etis untuk mengetahui sesuatu itu baik atau buruk. setiap tindakannya akan mengacu kedalam perudang- undangan yang telah disepakati bersama dalam sebuah majelis musyawarah yang diperjuangan wakil- wakilnya dalam sebuah parlemen, sehingga menghasilkan sebuah tata hukum positif untuk menilai dan menindak sesuatu boleh atau tidak boleh. Jadi kesimpulannya adalah setiap perbuatan itu bisa dikatakan baik atau buruk jika perbuatan itu di landasi nilai etis terhadap sesuatu. Kaum primitif Masyarakat Modern

Di dalam Islam, pengertian nilai yang dimaksud adalah bahwa manusia memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat membedakan keduanya dan selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik dan buruk tidak dilalui oleh pengalaman, akan tetapi telah ada sejak pertama kali ruh ditiupkan. “Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) keburukan dan kebaikan” ( QS. 91:7-8) Untuk itu agama salah satu jalan menentukan batasan nilai sehingga manusia menjadi mudah dalam menentukan sikap dalam hukum dan tanggung jawab pribadi dan hak orang lain dalam setiap tindakannya.

Hubungan Nilai dan Norma dalam Kehidupan Manusia Kebaikan manusia diukur dengan kenyataan seberapa jauh dia merealisasi potensi martabat manusia itu di dalam tingkah lakunya. Martabat manusia dan kepribadian seseorang selalu diukur dengan norma-norma yang berlaku. Dengan demikian nilai-nilai dan norma-norma akan membentuk kepribadian manusia. Manusia tak berarti apa-apa tanpa adanya nilai-nilai, norma-norma yang berlaku.

1. Nilai Sosial 2. Norma Sosial Fungsi nilai antara lain: Sebagai seperangkat alat yang siap dipakai untuk menetapkan harga diri pribadi dan kelompok, Mendorong, menuntun, dan terkadang menekan manusia untuk berbuat baik, Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat, Sebagai arah dalam berfikir dan bertingkah laku secara ideal dalam masyarakat dan, Menjadi tujuan akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya.   2. Norma Sosial norma sosial adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai paduan, tatanan, dan kendali tingkah laku yang sesuai dan diterima secara bersama. Norma-norma dalam masyarakat memiliki kekuatan yang mengikat yang berbeda-beda

Berdasarkan kekuatan mengikatnya norma dapat dibagi sebagai berikut. Cara (Usage) Kebiasaan (Folkways); Tata Kelakuan (Mores) Adat Istiadat (Custom) Berdasarkan bidang-bidangnya norma dibagi sebagai berikut: Norma Agama, merupakan norma yang mengandung peraturan-peraturan yang sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh seseorang atau masyarakat. Norma Kesopanan, merupakan norma yang mengatur seseorang dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Norma Kebiasaan, merupakan tata aturan seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu kegiatan yang didasarkan pada tradisi atau perilaku yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Norma Kesusilaan, merupakan salah satu aturan yang berasal dar akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Norma Hukum, merupakan tata aturan yang paling tegas sanksi dan hukumnya yang terdiri dari hukum tertulis (KUHP, Undang-Undang, PP) dan hukum tidak tertulis misalnya hukum adat.  

SEKIAN TERIMA KASIH 