JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
OSILASI.
Advertisements

Berkelas.
BAB 7 MEDAN MAGNETIK Aurora  “curtain” several hundred kilometers high, several thousand kilometers long, but less than 1 km thick.
UNIVERSITAS GUNADARMA
DINAMIKA ROTASI Pertemuan 14
MOTOR SINKRON Pertemuan 12
GAYA MAGNET Pertemuan 18 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
ROTASI Pertemuan 9-10 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
Pertemuan Ke-6 Perencanaan Batang Yang Menerima Momen dan Gaya Normal
MEKANIKA BAHAN ‘mechanics of materials’
Aurora  “curtain” several hundred kilometers high, several thousand kilometers long, but less than 1 km thick BAB 7 MEDAN MAGNETIK.
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-3
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
MAGNETISME ( 2 ) Gaya Pada Muatan Dalam Pengaruh Medan Magnet : Gaya Lorentz Seperti dalam kasus elektrostatik (kelistrikan), gejala magnetisme (kemagnetan)
Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
KONSTRUKSI MESIN (3 SKS)
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-10
 P dW .d dW .d ke + d dW dt d dt  T
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
Generator listrik.
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
KONSTRUKSI MESIN (3 SKS)
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-2
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
Beban Puntiran.
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-14
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-11
KINEMATIKA DAN DINAMIKA TEKNIK (3 SKS)
GHS Angular Sapriesty Nainy Sari, ST., MT. Jurusan Teknik Elektro
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-13 DOSEN PENGASUH Ir. PIRNADI. T. M.Sc LOGO
JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN
KULIAH MOTOR DC.
MOTOR DC 07.
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
Klasifikasi Motor Listrik
JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-12
PERAWATAN MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN
Alat Ukur dan Instrumentasi
TEKNIK PENGATURAN JURUSAN TEKNIK MESIN
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-7 DOSEN PENGASUH Ir. PIRNADI. T. M.Sc LOGO
JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN
KONSTRUKSI MESIN (3 SKS)
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
KINEMATIKA DAN DINAMIKA TEKNIK (3 SKS)
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-10
TEKNIK PENGATURAN MODUL KE-8
Gambar 3.1. Batang Silindris dengan Beban Puntiran
JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN
Alat Ukur Faktor Daya (Cos phi meter).
EKI SAPUTRA/RISTYA NURIKA/SUCI ALDILA
Pengertian Motor DC Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan.
PPG Teknik Elektro Universitas Negeri Medan 2017 PENGUKURAN FAKTOR DAYA Oleh : Nisrina (Cos phi meter)
Kesetimbangan Rotasi dan Dinamika Rotasi
Prinsip Motor Listrik.
Dinamika Rotasi & Kesetimbangan Benda Tegar
Transcript presentasi:

JURUSAN TEKNIK MESIN TEKNIK PENGATURAN http://www.mercubuana.ac.id MODUL KE-6 DOSEN PENGASUH Ir. PIRNADI. T. M.Sc L OGO UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN http://www.mercubuana.ac.id PROGRAM KULIAH SABTU-MINGGU 2006

b b A b fungsikomplemeter yo = C e sedang hasil fungsi khusus yss = , sehingga respons total adalah : A b  t b y = yss + yo = +Ce a (6.3) Konstanta waktu didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh bagian transient agar harganya berkurang sebesar 37% (e-1 = 0,368) dari harga semula. Konstanta ini merupakan karakteristik sistem dan tidak bergantung pada fungsi masukan. Dengan memasukkan konstanta waktu τ = Menjadi : a b pada persamaan (6.3). A b  b  y= +Ce (masukan fungsi tangga) (6.4) A b Dengan kondisi awal diketahui y[0] = 0 diperoleh harga C = - jawaban total akhir sebagai berikut : sehingga A b b b + C e = yss [ 1 + e ]   y= (6.5) Respons sistem orde satu dengan bentuk yang telah dinormalisir ditunjukkan pada Gambar 6.1, sumbu dasar tak berdimensi (skala konstanta waktu) sedangkan sumbu tegak respons y/yss. Respons transient akan menghilangkan setelah t = 5 τ. (Penjelasan saat kuliah) Gambar 6.1. Respons Sistem orde-satu dinormalisir Keterangan untuk Gambar 6.1(b), perlu ditabelkan antara t/τ dengan y/yss sebagai Tabel 6.1. Tabel 6.1. Hubungan antara t/τ dengan y/yss http://www.mercubuana.ac.id t/τ y/yss 1 2 3 4 5 0,632 0,865 0,961 0,981 0,993

http://www.mercubuana.ac.id d dt eb = Kb = Kb ω (6.10) di mana, Kb ω = konstanta tegangan dalam (Volt/rad/detik) = kecepatan poros (rad/sek) Jika induktansi jangkar diabaikan, akan diperoleh arus jangkar ia yang besarnya adalah : va eb Ra v Kb ia =  a (6.11) Ra di mana Ra meruoakan tahanan listrik dari gulungan kawat jangkar. Selanjutnya torsi yang diberikan ke beban mekanis digunakan untuk mempercepat inersia yang berputar sebagaimana halnya untuk melawan gesekan karena sifat kekentalan, sehingga : ML = I α + f ω (6.12) di mana, ML I α = = f = torsi beban = momen inersia = percepatan sudut = koefisien gesek Karena torsi beban ini harus sama dengan torsi yang dikeluarkan oleh motor, maka dengan menyamakan persamaan (6.11) dan (6.12) akan diperoleh : K a Ra [ va – Kb ω ] = I α + f ω (6.13) atau : R IRa K a Kb ] = va (6.14) K a K a Ra karena : α = = dan ω = . Bentuk persamaan (6.14) ini sama dengan persamaan (6.1) dengan (θ) sebagai veriabel tidak bebas dan t sebagai variable bebas. Solusi total dapat ditentukan dengan cara seperti pada contoh sebelumnya. Karakteristik momen punter (torsi) motor arus searah (dc) dan karakteristik torsi terhadap putaran dengan mengatur arus jangkar ditunjukkan pada Gambar 6.3 (a) dan Gambar 6.3 (b). (Penjelasan saat kuliah) Gambar 6.3. Karakteristik Motor dc http://www.mercubuana.ac.id