GAYA MAGNET Pertemuan 13-14

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Induksi Magnetik Materi yang dibahas : Fluks magnetik Hukum Faraday
Advertisements

Bab 7 Medan dan Gaya Magnetik
Bab 7 Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
B.Gaya Magnet 1. Gaya Lorentz Pada Kawat Lurus
Hidup adalah sebuah pilihan
MEDAN MAGNET.
MAGNET Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET.
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
Nama = Affan M Riza Kelas = XI IA 1 SSN.
MEDAN MAGNET Kelas XII Semester 1.
Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
Medan Magnetik.
KEMAGNETAN.
Medan Magnetik Behvi Efrian Emirsan Saliri.
ANDY C.
1. Medan Magnet Adalah ruang disekitar sebuah magnet atau disekitar sebuah penghantar yang mengangkut arus. Vektor medan magnet (B) dinamakan.
Umiatin, M.Si Jurusan Fisika UNJ
5. Hukum Biot-Savart.
By : Andri Tri S No : 04 Kelas : XI.IA.1ssn
Medan Magnetik.
3. Torsi dan momen dipol magnetik
GAYA MAGNET Pertemuan 18 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
MEDAN MAGNET Pertemuan 15-16
Matakuliah : D0564/Fisika Dasar Tahun : September 2005 Versi : 1/1
GAYA LORENTZ Gaya Magnetik.
Gaya Magnetik, Bahan Magnetik dan Induktansi KELOMPOK 4 :  Kukuh Priambodo  A.Sibawaih  M Reqzy  Zulfihaq H.
Bab 8 Sumber Medan Magnetik
BAB 2 Magnetostatik.
Fisika Dasar 2 Pertemuan 8 Kemagnetan.
MAGNETISME ( 2 ) Gaya Pada Muatan Dalam Pengaruh Medan Magnet : Gaya Lorentz Seperti dalam kasus elektrostatik (kelistrikan), gejala magnetisme (kemagnetan)
Magnetisme (2).
Sumber Medan Magnetik.
Medan Magnetik.
Pertemuan 11 GAYA MAGNETIK
Hukum Ampere Medan magnet yang ditimbulkan arus Formula hukum Ampere
Merupakan interaksi antara muatan atau arus dengan medan magnet (B)
Lanjutan Elektrostatis
MEDAN MAGNET DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK
GAYA LORENTZ.
MEDAN MAGNET GAYA LORENTZ IMBASAN MAGNETIK. MEDAN MAGNET GAYA LORENTZ IMBASAN MAGNETIK.
GGL IMBAS 1/5/2018 Stttelkom.
FLUKS MAGNET.
Bab 8 Sumber Medan Magnetik
Sumber Medan Magnetik PTE1207 Abdillah, S.Si, MIT
MEDAN LISTRIK Pertemuan 2-3
Bab 8 Sumber Medan Magnetik
Bab 9 Induksi Elektromagnetik
Alat Ukur dan Instrumentasi
Bab 28 Medan dan Gaya Magnetik
Matakuliah : D0696 – FISIKA II
PENGUKURAN BESARAN ELEKTRIK
Bab 28 Medan dan Gaya Magnetik
Bab 29 Sumber Medan Magnetik
Bab 7 Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
MEDAN MAGNET.
MEDAN MAGNET DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Oleh: Sri Wahyu Widyaningsih, S.Pd., M.pd
INDUKSI MAGNET SK/KD CONTOH SOAL INDIKATOR LATIHAN SOAL MATERI
Bab 7 Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
Medan dan Gaya Magnetik
MEDAN MAGNET.
Medan Magnetik.
Hukum Gaya Magnet.
MEDAN MAGNET Apa yang dimaksud ? Jika sebuah kawat yang diletakkan vertikal di sekitar tumpukan serbuk besi diberi arus listrik, maka serbuk besi ini.
GAYA LORENTZ Merupakan interaksi antara muatan atau arus dengan medan magnet (B)
MEDAN MAGNET Semester 1 Kelas XII. Standart Kompetensi Materi Kompetensi Dasar MEDAN MAGNET Indikator.
MEDAN MAGNET Semester 1 Kelas XII. Standart Kompetensi Materi Kompetensi Dasar MEDAN MAGNET Indikator.
MAGNET LANJUTAN.
MAGNET
Transcript presentasi:

GAYA MAGNET Pertemuan 13-14 Matakuliah : D0696 – FISIKA II Tahun : 2009 GAYA MAGNET Pertemuan 13-14

1. Gaya Magnet pada Partikel Bermuatan Muatan listrik q yang bergerak dengan kecepatan V dalam medan magnet B, akan mengalami gaya ke samping , yaitu : Bila pada muatan q juga bekerja gaya oleh medanlistrik E , maka gaya total pada muatan q : (gaya Lorentz) Bina Nusantara

F = m v2/R = q V B maka : R = m V / ( q B ) 2. Muatan Yang Bersirkulasi Dari Muatan q yang bergerak dalam medan magnet B akan mengalami percepatan : a = q(v x B)/ m dan a = (q v B sin θ )/m θ = sudut antara v dan B a tegak lurus v dan B Untuk θ = 900 , percepatan a akan maximum , muatan q akan melakukan gerak melingkar beraturan dengan jari- jari R. F = m a = q V B a = V2/R F = m v2/R = q V B maka : R = m V / ( q B ) Bina Nusantara

- Frekuensi ( f ) dari gerak melingkar muatan tersebut : dari : V = ω R = 2 π f R dan R = m V / ( q B ) maka : f = q B / (2π m) Bina Nusantara

3. Gaya Magnet Pada Kawat Berarus Listrik Dari dF = dq (v x B ) , dengan V = dL/dt dan I= dq/dt maka : artinya : Kawat sepanjang dL yang dialiri arus I dan berada dalam medan magnet B akan mengalami gaya : Untuk kawat arus yang lurus dan panjang L yang berada dalam medan magnet B akan mengalami gaya magnet : Bina Nusantara

4. Efek Hall x d X X X X x - + X + Vd - X - FE FB + + FE FB - EH + + EH- x - + X + Vd - X - FE FB + + FE FB x - + X + - X - Vd + + - x X I X I X X Sebuah pita tembaga tipis, lebar d dan mengangkut arus I, berada dalam medan magnet B(X) . Medan magnet B tegak lurus dan masuk bidang gambar. Bina Nusantara

q EH + q Vd x B = 0 , atau : EH = - Vd x B Pengangkut muatan yang bergerak dengan kecepatan hanyut (drift velocity) Vd akan mengalami gaya magnet FB = q Vd x B, mengakibatkan pengangkut muatan akan cendrung mengarah ke sisi pita, yang akan menghasilkan beda potensial Hall melintang VXY . Muatan positif akan bergeser ke sisi kanan dan muatan negatif ke sisi kiri, yang menghasilkan medan listrik Hall melintang ( EH ), dimana : VXY = EH d. Medan listrik Hall akan menentang hanyutnya muatan ke arah samping, hingga dicapai suatu kesetimbangan, dimana : q EH + q Vd x B = 0 , atau : EH = - Vd x B Untuk Vd tegak lurus B, besar EH= Vd B. Bina Nusantara

Dengan mungukur EH dan B, besar dan arah Vd akan dapat ditentukan, hingga tanda pengangkut muatan juga akan dapat ditentukan. Dari Vd = J / ne = I /(n e A ) J= rapat arus = I /A = I ( l .d ) l = tebal pita n = banyaknya pengangkut muatan persatuan volume e = 1,6x10-19 C VXY = EH d EH= Vd B Maka akan diperoleh : n = B I/ ( VXY l e) Bina Nusantara

5. Torsi ( τ ) Pada Loop Arus Torsi (momen gaya) : z τ y F R x P F bekeja pada titik P R = vektor posisi Bina Nusantara

Medan magnet B serba sama pada bidang X-Y danbearah sumbu x positif. Torsi pada loop arus z y I L x B W Medan magnet B serba sama pada bidang X-Y danbearah sumbu x positif. Sebuah kumparan : lebar w , panjang L, dialiri arus I , terletak pada bidang X-Y Bina Nusantara

Torsi yang bekerja pada loop arus : Sisi kiri : Gaya : F1 = I L j x B i = - B L I k Torsi : τ1 = (-W / 2) i x (-B L I ) k = -(W / 2)(B L I ) j Sisi kanan : Gaya : F2 = I (-L j ) x B i = B L I k Torsi : τ2 = (W / 2) i x (B L I ) k = -(w/2)(B L I ) j Torsi total pada kumparan : τ = τ1+ τ2 = - B I Lw j = - B I A j A = L w = luas kumparan Bina Nusantara

an = vektor satuan yang tegak lurus bidang loop μ 6. Momen magnet, m : Arus I yang mengalir pada suatu lintasan (loop) tertutup yang luasnya S, akan membangkitkan momen magnetik sebesar : μ = I A an an = vektor satuan yang tegak lurus bidang loop μ I Apabila momen magnetik ini berada dalam medan magnetik B maka besarnya torsi τ , yang bekerja padan loop tersebut adalah : Bina Nusantara