DAYA DUKUNG LINGKUNGAN Materi 6 – Analisis Lingkungan

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
Advertisements

Oleh: Rakhmat Bowo Suharto
Febri abda surya H Saddam arrafat Dwi halimah
Dasar hukum amdal (UUPLH) TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP:
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
Makalah Kunci (Keynote Speech)
KONSEP DASAR DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM SD.ALAM
Teori dasar pemanfaatan tanah
KEMAMPUAN LAHAN Kemampuan lahan merupakan karakteristik lahan dalam kaitannya dengan kemampuannya untuk menumbuhkan tanaman.
KEBENCANAAN OLEH: SUGIHARYANTO JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FIS-UNY.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAS
Klasifikasi tata guna lahan
Kesesuaian lahan dan penentuan lokasi kawasan budidaya
Cara Evaluasi Lahan Mengumpulkan data tanah dan lahan
Irigasi 1 Perencanaan Irigasi.
PERATURAN PERUNDANGAN & KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR
KEGIATAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PRB-BK
Pengelolaan dan Pengembangan Hutan Rakyat
air I. Pendahuluan konsumsi sanitasi Sarana transportasi
PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN
Evaluasi Sumberdaya Lahan
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
Memahami isi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
Pembangunan Berkelanjutan
PRINSIP PERENCANAAN PANGAN WILAYAH
PANGAN Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia, termasuk.
PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS
KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
STRATA BANGUNAN BERTINGKAT
KONSERVASI TANAH.
EVALUASI LAHAN KESESUAIAN LAHAN
RENCANA KERJA DINAS KEHUTANAN TAHUN 2017
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 14
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PENERAPAN EVALUASI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI DAERAH
A. Penjelasan umum Evaluasi lahan merupakan salah satu komponen penting dalam proses perencanaan penggunaan lahan. Hasilnya memberikan alternatif penggunaan.
`KONSERVASI TANAH & AIR` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Pengendalian Sedimen dan Erosi
Minimum Environmental Standards Environmental Quality Standards
LITERATUR YANG WAJIB DI BACA (DIPUNYAI?)
EVALUASI LAHAN Kemampuan dan Kesesuaian Lahan
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
DASAR-DASAR ILMU TANAH UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Pengertian Pertanian terpadu
Hubungan antara Pati Ubi Kayu dengan Ketersediaan Hara
Perlindungan dan Pengelolaan LH UU RI No. 32 Tahun 2009
Lahan Potensial dan Lahan Kritis
ENERGI BIOMASSA.
pH-H2O 38% 276% 822% 64% C-org (%) 131% 511% 158% 480% Ntotal 123%
PSDA.
ANALISIS LINGKUNGAN LINGKUNGAN
Tugas geografi pemanfaatan sumber daya alam
Oleh: Rahilla Apria Fatma, S.Kom., MT.
Tujuan, Sasaran, dan Aplikasi pengelolaan lingkungan hidup
Pemanfaatan SDA dengan Pembangunan Berkelanjutan
“KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KACANG TANAH (Arachis Hypogeae L.)”
Penerapan Analisis Daya Dukung Lingkungan
STIEPAR YAPARI AKTRIPA BANDUNG
Mata Kuliah DTPKL Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Non pertanian di Kabupaten Jember Kelompok 2 TEP A Resa Yuli Andriyani ( ) Muhammad.
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
Daya Dukung dan Daya Tampung Pengelolaan Sumberdaya Air
No Klasifikasi Keterangan Jumlah (%) Sungai Ambangah Pasak Piang 1
PENATAAN RUANG 14/01/ :10.
KLHS RDTR KASIHAN-SEWON
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
KONSERVASI SUMBER DAYA AIR
Transcript presentasi:

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN Materi 6 – Analisis Lingkungan TEKNIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

CENDERUNG MENURUNNYA KETERSEDIAAN SUMBER DAYA ALAM PENDUDUK DAN SUMBER DAYA ALAM PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK DAN KEGIATAN MASYARAKAT SEHINGGA MENINGKATNYA KEBUTUHAN AKAN SUMBERDAYA ALAM CENDERUNG MENURUNNYA KETERSEDIAAN SUMBER DAYA ALAM PEMANFAATAN SDA & PEMBANGUNAN MENGANDUNG RESIKO TERJADINYA KERUSAKAN ALAM, PENCEMARAN, BENCANA MENURUNNYA KETERSEDIAAN SUMBERDAYA ALAM ITU SENDIRI. UPAYA PENCEGAHAN PEMANFAATAN RUANG BERBASIS ASPEK LINGKUNGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BERBASIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TERHADAP PENGHUNI

(supportive capacity) Kapasitas tampung limbah (assimilative capacity) Kualitas hidup Hasil Kegiatan pembangunan Input Limbah/residu Sumber daya alam Lingkungan Kapasitas penyediaan sumber daya alam (supportive capacity) Kapasitas tampung limbah (assimilative capacity) Daya dukung (carrying capacity)

Tujuan Daya Dukung Lingkungan Perkembangan Kawasan Perkembangan Kegiatan Potensi dampak kerusakan lingkungan hidup Potensi dampak pencemaran lingkungan Urgensi penerapan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam pengendalian perkembangan kawasan Penentuan faktor pembatas sumberdaya alam dan lingkungan hidup Penentuan dan penerapan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup Penentuan dan penerapan kriteria dan standar kebutuhan sumber daya alam dan sarana prasarana Penentuan dan penerapan baku mutu lingkungan hidup Pengendalian kerusakan lingkungan hidup Pengendalian pencemaran lingkungan hidup Pengendalian perkembangan kawasan Pelestarian fungsi lingkungan hidup Tidak terlampauinya daya dukung lingkungan hidup Tidak terlampauinya daya tampung lingkungan hidup

Definisi Daya Dukung Lingkungan Support Human Activity How about The Future ??? Now tomorrow Daya Dukung Terlampui Daya Dukung Tidak Terlampui

Landasan Daya Dukung Lingkungan 1. UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 12 menyatakan Dalam hal RPPLH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum tersusun, pemanfaatan sumberdaya alam dilaksanakan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dengan memperhatikan: a. keberlanjutan proses dan fungsi lingkungan hidup; b. keberlanjutan produktivitas lingkungan hidup; dan c. keselamatan, mutu hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Pasal 16 yang berisi tentang muatan KLHS antara lain: a. kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan; b. perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup; c. kinerja layanan/jasa ekosistem; d. efisiensi pemanfaatan sumber daya alam; e. tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan f. tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati. 2. PERMEN LH No 17 Tahun 2009 tentang pedoman penentuan Daya Dukung Lingkungan

3 Asas dalam Penentuan Daya Dukung Lingkungan Kesesuaian Penggunaan Lahan Berdasarkan Kemampuan Lahan Penentuan Status Daya Dukung Lingkungan Neraca Air Neraca Lahan Company Logo

Kesesuaian Penggunaan Lahan Ditjen Penataan Ruang, 2008

www.themegallery.com

t1 = halus, liat, liat berdebu p1 = lambat : < 0,5 cm/jam www.themegallery.com tekstur tanah Permeabilitas Kedalaman efektif lereng drainase erosi t1 = halus, liat, liat berdebu p1 = lambat : < 0,5 cm/jam k0 = dalam : > 90 cm l1 = 0-3 % (datar) d0 = baik e0 = tidak ada erosi t2 = agak halus : liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung berliat, lempung liat berpasir p2 = agak lambat : 0,5 - 2cm/jam k1 = sedang : 90-50 cm l2 = 3-8% (landai) d1 = agak baik e1 = ringan : < 25 % lapisan atas hilang t3 = sedang : debu, lempung berdebu, lempung p3 = sedang : 2 - 6,25 cm/jam k2 = dangkal : 50-25 cm l3 = 8-15% (agak miring) d2 = agak buruk e2 = sedang : 25 - 75% atasa hilang - < 25 % lapisan bawah hilang t4 = agak kasar : lempung berpasir   k3 = sangat dangkal : 25 cm l4 = 15-30% (miring berbukit) d3 = buruk e3 = berat : > 75% lapisan atas hilang - < 25 % lapisan bawah hilang t5 = kasar : pasir berlempung, pasir l5 = 30-45% (agak curam) d4 = sangat buruk e4 = sangat berat : sampai lebih dari 25% lapisan bawah hilang l6 = 45-60% (curam) l7 = > 65 % (sangat curam) Company Logo

Hutan Produksi/Lindung Pertanian Hutan Produksi/Lindung Penggembelaan, Tanaman Tahunan (keras), Padang rumput Pemukiman

Contoh Aplikasi DDL Kesesuaian Penggunaan Lahan Peta Kelas Kemampuan Lahan Kota Batu Peta Klasifikasi Kesesuaian Penggunaan Lahan Kota Batu

Daya Dukung Lingkungan Neraca Air Analisis daya dukung lingkungan berbasis neraca air menunjukkan perbandingan kondisi suplai air pada suatu wilayah dengan kebutuhan yang ada. Ketersediaan Air > Kebutuhan Air = Surplus Ketersediaan Air < Kebutuhan Air = Defisit Parameter Nilai Status Daya Dukung Lingkungan Ketersediaan/Kebutuhan > 2 Daya dukung lingkungan aman 1 - 2 Daya dukung lingkungan aman bersyarat < 1 Daya dukung lingkungan tidak aman

Ketersediaan Air Garis besar sistem penyediaan sumber daya air meliputi : (a) air permukaan (surface water), (b) air tanah (ground water). Sumber air tersebut adalah air telaga, air sungai, air tanah, dan mata air. KAtot = Ch +DS Kebutuhan Air 1. Kebutuhan Air Domestik 2. Kebutuhan Air Irigasi 3. Kebutuhan Air Industri

Kebutuhan Air Domestik DA = total kebutuhan air penduduk tiap tahun (m3/thn) N = jumlah penduduk tiap tahun (jiwa) KHLA = kebutuhan air untuk hidup layak (1600 m3 air/thn) 2 x800 m3 air/tahun, dimana 800 m3air/tahun adalah kebutuhan air untuk keperluan domestik dan untuk menghasilkan pangan 2,0 adalah faktor koreksi untuk memperhitungkan kebutuhan hidup layak yang mencakup kebutuhan pangan, domestik dan lainnya Kebutuhan Air Industri Dimana: KAI = kebutuhan air industri tiap tahun (m3/th) I = jumlah tenaga kerja pada tiap kecamatan (jiwa) Ki = kebutuhan air industri/tahun (m3/th)

Kebutuhan Air Irigasi IR = M x e^k /( e^k - 1 ) Etc = kc. ETo RW = tinggi genangan air yang dibutuhkan untuk pergantian lapisan air / 30

Neraca Lahan Daya dukung suatu wilayah dari segi penyediaan lahan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia dinyatakan dalam kemampuan lahan produktif di wilayah tersebut menghasilkan produk hayati (biocapacity) (Rustiadi, 2010). Lahan produktif terdiri atas (Rustiadi, 2010): Lahan pertanian (cropland) Lahan peternakan/penggembalaan (pasture) Perikanan (fishery) Hutan (forest) Lahan terbangun (built-up area) Lahan penyerapan karbon atau biomassa energi (suguestration or energy biomass accumulation)

www.themegallery.com Ketersediaan (supply) lahan ditentukan berdasarkan data total produksi aktual atau potensi setempat dari setiap komoditas hayati di suatu wilayah, dengan menjumlahkan produk dari semua komoditas hayati yang ada di wilayah tersebut. Penjumlahan produk untuk semua komoditas hayati digunakan harga sebagai faktor konversi karena setiap komoditas memiliki satuan yang beragam. Company Logo

www.themegallery.com Kebutuhan (demand) lahan dihitung berdasarkan kebutuhan bioproduk untuk hidup layak. Asumsi kebutuhan penduduk 1 jiwa akan lahan adalah 1 ton/ha/tahun KHLL = 1 ton/ Ptvb Company Logo

Contoh soal Diketahui : Total nilai produksi kota X adalah 2,28 x 10^13, Hb = Rp. 7200 / kg, Pb = 5643000 kg, luas panen padi = 1360 ha, dengan jumlah penduduk 214321 jiwa. Ditanya : Ketersediaan Lahan dan Kebutuhan Lahan? MARI KITA SELESAIKAN SAMA2 .......

Thank You !