3. Kristalisasi Proses kristalisasi mempunyai

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Modul 7 Humidifikasi.
Advertisements

UAP AIR DAN GAS LAIN.
Asam Nitrat dari Amoniak
KRISTALISASI.
BAB 5 KONSEP LARUTAN 1. KOMPOSISI LARUTAN 2. SIFAT-SIFAT ZAT TERLARUT
CANE SUGAR (GULA TEBU) Gula Rafinasi Gula hasil proses defekasi
Kristalisasi.
KOMPETENSI DASAR 7.3 : Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan.
Kristalisasi.
Analisis dan Simulasi Proses
KESETIMBANGAN KIMIA SMA NEGERI 1 BANGKALAN.
UNSUR ,SENYAWA & CAMPURAN
KONSEP LARUTAN.
Shinta Rosalia Dewi (SRD)
MolaRitas.
LARUTAN DAN KELARUTAN PADA KRISTAL
Diagram Fasa Zat Murni Pertemuan ke-1.
Pemisahan campuran berdasarkan : Penyaringan / Filtrasi:
KULIAH MPP Dra Ita Ulfin,MSi
“SIFAT KOLIGATIF LARUTAN”
Kristalisasi.
ILMU BAHAN Material Science
Interpolasi Polinom Newton dan Interpolasi Newton.
VOLUME, DENSITAS BAHAN PADAT DAN CAIR SERTA POROSITAS
Azas – Azas Teknik Kimia “Pertemuan ke 5” Prodi D3 Teknik Kimia fakultas teknik industri upn veteran yogyakarta Retno Ringgani, S.T., M.Eng.
Azas – Azas Teknik Kimia “Pertemuan ke 3” Prodi D3 Teknik Kimia fakultas teknik industri upn veteran yogyakarta Retno Ringgani, S.T., M.Eng.
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
KESETIMBANGAN UAP-CAIR
K A L O R.
Interpolasi Polinom.
BAB 12 CAMPURAN DARI GAS IDEAL DAN UAP
Azas – Azas Teknik Kimia “Pertemuan ke 4” Prodi D3 Teknik Kimia fakultas teknik industri upn veteran yogyakarta Retno Ringgani, S.T., M.Eng.
VOLUME, DENSITAS, BAHAN PADAT DAN CAIR SERTA POROSITAS
Interpolasi Interpolasi Newton.
SATUAN KONSENTRASI Molaritas (M) = MOL/L LARUTAN
Interpolasi Interpolasi Newton.
Interpolasi Newton Gregory Maju dan Mundur
VOLUME, DENSITAS BAHAN PADAT DAN CAIR SERTA POROSITAS
PENCAMPURAN Contoh 1 : Natrium hidroksid dengan kadar 40 % dialirkan
1. KAPASITAS KALOR (simbolnya : C - besar)
2. Pengeringan Pengeringan adalah proses untuk mengurangi/menghilangkan air dalam bahan yang basah. Proses yang dilakukan ada beberapa cara diantaranya.
STOIKIOMETRI STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari
Tugas Media Pembelajaran
GRAVIMETRIK Gentha Ramadhan Gita Aziza Salis Nur Khairat Tiara Adinda
5. Distilasi Distilasi adalah suatu proses pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih diantara komponen-komponen yang ada.
Azas – Azas Teknik Kimia “Pertemuan ke 6” Prodi D3 Teknik Kimia fakultas teknik industri upn veteran yogyakarta Retno Ringgani, S.T., M.Eng.
 Please wait .
PENDINGINAN & PEMBEKUAN.
Neraca Massa Tanpa Reaksi Kimia
6. Evaporasi Proses evaporasi adalah proses penguapan air.
TETAPAN IONISASI ASAM BASA PRODI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU
Praktikum Kimia Anorganik
Interpolasi Polinom.
Diagram fasa dan kesetimbangan fasa
Materi Dua : STOIKIOMETRI.
KIMIA DASAR MULYAZMI.
SIFAT KOLIGANTIF LARUTAN
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
HUKUM I – SISTEM TERTUTUP
HUBUNGAN KP , KC dan KX Dari persamaan umum : Gr = G0 + RT ln K
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
Oleh: MR. HOLIK ABDUL BASYIT
Modul 6 Humidifikasi. Fenomena transfer massa pada interface antara gas dan cair dimana gas sama sekali tidak larut dalam cairan Sistem : gas-cair Yang.
BAB 12 CAMPURAN DARI GAS IDEAL DAN UAP
4. Kesetimbangan Fasa Pada proses perpindahan massa sering
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
Kimia Dasar (Eva/Zulfah/Yasser)
KEGIATAN BELAJAR 3. KEGIATAN BELAJAR 3 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN.
Gaya Antarmolekul Cairan
OLEH: MIFTAHUL JANNAH NURDIYATI. Pendahuluan Kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, dimana terjadi perpindahan massa (mass.
Transcript presentasi:

3. Kristalisasi Proses kristalisasi mempunyai hubungan dengan kelarutan bahan, sedangkan kelarutan itu sendiri tergantung pada suhu. Umumnya, makin tinggi suhu kelarutan bahan makin besar. Larutan akan bisa menjadi kristal jika larutannya telah kelewat jenuh.

Contoh 1 : a. Sebuah tangki berisi 10000 kg larutan jenuh NaHCO3 pada 60oC. Dari larutan diinginkan untuk dikristalkan sebanyak 500 kg. Berapa temperatur larutan harus didinginkan? b. Kelarutan barium nitrat pada 100oC sebesar dan pada 0oC sebanyak Jika mula-mula ada 100 g Ba(NO3)2 dan dibuat larutan jenuh pada 100oC, berapa air yang dibutuhkan?. Kemudian larutan jenuh itu didinginkan pada suhu 0oC, berapa barium nitrat yang mengkristal?.

Penyelesaian a) : Gambaran Proses : 500 kg NaHCO3 kristal NaHCO3 H2O Larutan jenuh H2O Gambaran Proses :

Basis:10000 kg larutan jenuh NaHCO3 pada 60oC. Data yang diperlukan adalah kelarutan NaHCO3 dalam air. Dari handbook diperoleh: Suhu (oC) : 60 50 40 30 20 10 Kelarutan : 16,4 14,45 12,7 11,1 9,6 8,15 Basis:10000 kg larutan jenuh NaHCO3 pada 60oC. Dalam tabel pada suhu 60oC kelarutan NaHCO3 sebesar 16,4 g setiap 100 gH2O, maka dapat dihitung komposisi larutan awal ini, yaitu: NaHCO3 = = 0,141 atau 14,1% maka airnya = 85,9%

Neraca massa NaHCO3: mula-mula – yang mengkristal = sisa dalam larutan jenuh 0,141. 10000 – 500 = sisa dalam larutan jenuh sisa dalam larutan jenuh = 910 kg Neraca massa air : air mula-mula – 0 = air dalam larutan jenuh air dalam larutan jenuh = 0,859. 10000 = 8590 kg Konsentrasi sisa larutan jenuh = =

Kembali pada tabel untuk mencari suhu yang sesuai dengan larutan jenuh : yang terletak antara 20 oC dan 30 oC ] 10 oC = 27 oC Dicari dengan interpolasi, yaitu : 20 oC + [ Temperatur larutan = 27 0C

Penyelesaian b) : Basis: 100 g Ba(NO3)2 Kelarutan maksimum Ba(NO3)2 dalam air pada suhu 100oC sebesar 34 g per 100 g air, sehingga jumlah air yang dibutuhkan: (100 g H2O) = 295 g H2O

Gambaran Proses : C A B Ba(NO3)2 100 % Kristal H2O 0 % Ba(NO3)2 100 gr Larutan jenuh B Larutan jenuh

Pada persoalan ini, sebagai komponen kunci adalah air, sebab jumlah air tidak berubah. . 5 g Ba(NO3)2 = 14,7 g Ba(NO3)2 Pada suhu 0oC kelarutan barium nitrat sebesar 5 g per 100 g air, maka dalam 295 g H2O, Barium nitrat yang dapat larut = Neraca massa Ba(NO3)2: Ba(NO3)2 awal - Ba(NO3)2 akhir = kristal Ba(NO3)2 100 g - 14,7 g = 85,3 g

Cara aljabar : Fraksi air pada B = 100/(100+5) = 0,952381 Neraca massa total : A = B + C 395 = B + C Neraca massa air : 295 = B . 0,952381 + C . 0 B = = 309,75 Maka, C = 395 – 309,75 = 85,25 g kristal Ba(NO3)2.

Exercise (Home work) Example 2.7 (Himmelblau page 90) * Example 2.16 (Himmelblau page 107)