ANESTETIK UMUM Obat yang dapat menghilangkan rasa sakit yang disertai dengan hilangnya kesadaran secara total REVERSIBEL.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
H E A R T F A I L U R E. My Heart………………… Heart Failure : tjd apabila cardiac output tdk mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, walaupun.
Advertisements

BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA
KONSEP ISTIRAHAT-TIDUR
CARA PEMBERIAN OBAT.
OBAT ANASTESIA Anastetik umum (1) Anastetik lokal I anastetik umum
Tiga dari hal2 yg ada dibawah ini terdapat pd klien
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Teknik Anestesi Dr. Emilzon Taslim, Sp.An.
 TEMPAT KERJA  TERUTAMA PADA MEMBRAN SEL  MENCEGAH PEMBENTUKAN DAN KONDUKSI SARAF (BILA DIKENAKAN SECARA LOKAL PADA JARINGAN SARAF PADA DOSIS YANG.
Istirahat & Tidur dr. Ita MS.
Analgetika,Antipiretika & Antiinflamasi
Parasimpatomimetik / Kolinergik Simpatomimetik / Adrenegik
CHALID MAULANA & DAHNIAR YANI
KIMIA MEDISINAL II JULAEHA., M.P.H., Apt
NARKOBA (Narkotika dan obat-obatan terlarang)
Wahai Penggemar Makan Enak, Awasi Ginjalmu!
BAB 12 STRESS DAN SOLUSINYA
PENGELOLAAN SDM : MANAJEMEN STRES KERJA
NARKOBA (Narkotika dan obat-obatan terlarang)
HUBUNGAN STRUKTUR – AKTIVITAS SENYAWA STIMULAN SISTEM SARAF PUSAT
IPA TERPADU ZAT ADIKTIF - PSIKOTROPIKA
MAHMUDDIN & MARIO LAURENZA MD
Hipertensi.
ELEKTRO CONVULSIVE THERAPY
ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANESTETIK
DASAR – DASAR ANESTESIA I
Analgetika,Antipiretika & Antiinflamasi
Disusun oleh : Felyani Ali
JANTUNG KORONER Tessa Ayu Koropit.
Parasimpatomimetik / Kolinergik Simpatomimetik / Adrenegik
PEMANASAN DAN PENDINGINAN dalam olahraga
VITA NIRMALA ARDANARI,DR, SP.PROS, SP.KG
Dra.Maria Caecilia N.Setiawati,M.Sc, Apt
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN INFARK MIOCARDIUM
PERINTANG GANGLION DISUSUN OLEH : KELOMPOK V FANI NOVITA FIRDA ARISNA
MENYEMBUHKAN DIRI SENDIRI
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
Anestesi Pada Gagal Ginjal
HIPNOTIK SEDATIF.
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA GANGGUAN HERNIA DISKUS
GOLONGAN ANTI SPASMODIK
Apsari tri respati ( ) Siti Fatimah ( )
ZAT PSIKOTROPIKA Pengertian
Ega Pramudita Rizky Fauziah XII IPA 2
Kelompok 3 PARU - PARU.
Assalamualaikum Kelompok 7 Ika Apriani Riza Sativa
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan pada Remaja Ketergantungan NAPZA ADE RIA CARISNA.
ECT TERAPI KEJANG LISTRIK.
IPA TERPADU ZAT ADIKTIF - PSIKOTROPIKA
ANESTESI NAMA KELOMPOK: ARDIAN YUDHITAMA DINA WIDYA ASMARA SOLIN
Obat Darurat yang Dapat Digunakan
Nama: Franciska Danik Sandrayanti NPM:
Trauma Toraks Lilis Fazriah Putri Ufairah Supervisor: Dr. Yopie Afriandi, Sp.BTKV.
SIAPA INI??? Tu j u a n U n d a n g - U n d a n g N a r k o t i k a N o m o r 3 5 Ta h u n Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan.
KELOMPOK 1 Yunika Kasyaningrum indriana Rahma Meimuna Siti m Prisma
OBAT ANESTESI oleh: Jumain. OBAT ANESTESI oleh: Jumain.
ANALGESIK.
ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
MSDM – Handout 12 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah nyeri Ahmad Zaini Arif. S.Kep., Ns.
Apa sih HIV itu?? Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau:
TEKANAN DARAH TINGGI OLEH : MAHASISWA PRAKTIK PROFESI NERS STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA TAHUN 2016.
Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
CHAIRANISA ANWAR, SST., MKM
MSDM – Handout 12 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Transcript presentasi:

ANESTETIK UMUM Obat yang dapat menghilangkan rasa sakit yang disertai dengan hilangnya kesadaran secara total REVERSIBEL

S E J A R A H Awal abad ke 18 : O.W Holmes mengemukakan istilah anestesi untuk I kalinya, yang berarti tidak ada rasa sakit. 1776 : ditemukan N2O ( gas gelak ) yang merupakan anestetik gas I.

1846 : William Morton dari Boston menemukan dietil eter. 1847 : James Simpson dari Edinburg memperkenalkan kloroform.

STADIUM ANESTESI Stadium I = Analgesia dimulai dari saat pemberian zat anestetik sampai hilangnya kesadaran. Pada stadium ini : -penderita masih dapat mengikuti perintah -rasa sakit mulai hilang -terjadi euforia -halusinasi

2.Stadium II = Stadium eksitasi/delirium dimulai dari hilangnya kesadaran sampai permulaan stadium pembedahan. Ciri : 1. terlihat adanya eksitasi dan gerakan yang tidak sesuai dengan kehendak. ex : tertawa2, berteriak, bernyanyi. 2. pernafasan tidak teratur 3. pada stadium ini dapat terjadi mual dan muntah. 4. terjadi kegelisahan.

3. Stadium III = Anestesia Ciri : - pernafasan menjadi dangkal,cepat dan teratur ( seperti keadaan tidur ) - gerakan bola mata tidak menurut kehendak. - bila lengan diangkat, lalu dilepaskan akan jatuh bebas tanpa tahanan.

Stadium ini harus dihindari 4. Stadium IV = Paralisis M.Oblongata bila pernafasan spontan berhenti, krn tjd depresi berat pusat pernafasan. Ciri : - tekanan darah naik turun, tdk dpt diukur. - denyut jantung dan pernafasan terhenti. Stadium ini harus dihindari

Pre dan Post- Medikasi 1 Premedikasi tujuan : a. mengurangi ketegangan dan kecemasan ex : morfin, petidin, fentanil, klorpromazin dan diazepam. b. mencegah hipersalivasi kelenjar ludah dan dahak. ex : atropin dan scopolamin. c. memperkuat efek relaksasi otot ex : tubokurarin dan galamin.

2.Postmedikasi : diberikan untuk menghilangkan efek samping,seperti rasa gelisah dan mual muntah. Ex : - CPZ - Ondansetron

PENGGOLONGAN Anestesi Inhalasi ex : Gas gelak, halotan, enfluran, isofluran dan sevofluran. 2. Anestesi Intravena ex : tiopental, diazepam, midazolam, ketamin dan propofol.

EFEK SAMPING Menekan Sistem Kardiovaskular a. paling berat : Halotan, Enfluran dan Isofluran. b. paling ringan : dietil eter dan siklopropana. Menekan Sistem Pernafasan a.paling berat : idem b.paling ringan : N2O dan dietil eter. Menurunkan laju filtrasi glomerulus ( reversibel ) Merelaksasi otot polos uterus. Merusak hati dan ginjal : terutama senyawa klor,seperti kloroform.