Pemrogram 1 Agus Darmawan, S.kom
Pertemuan 1 # Pengertian Program # Alasan mempelajari bahasa pemrograman Umum? # Apakah belajar programming itu sulit? # Alasan mempelajari bahasa pemrograman Pascal # Sejarah Pascal
Program Pengertian : program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman Atau Dapat di rumuskan Program =Algoritma + Struktur data( Bahasa Pemrograman
Alasan mempelajari bahasa pemrograman Umum? Untuk menulis kode dalam bahasa yang dimengerti komputer Untuk melatih logika berpikir Untuk dasar matakuliah lain di Teknik Informatika
Apakah belajar programming itu sulit? Hanya butuh waktu / “jam terbang” Hanya butuh semangat dan kemauan Hanya butuh sering mencoba / latihan!
Apakah belajar programming itu sulit? Hanya butuh waktu / “jam terbang” Hanya butuh semangat dan kemauan Hanya butuh sering mencoba / latihan!
Bagan Sistem Komputer
Paradigma Pemrograman Pemrograman Prosedural / Terstruktur Berdasarkan urutan-urutan, sekuensial Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan. Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil dan apa yang sudah diubah. Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi. Contoh: PASCAL dan C Pemrograman Fungsional Berdasarkan teori fungsi matematika Fungsi merupakan dasar utama program. Pemrograman Modular Pemrograman ini membentuk banyak modul. Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul. Contoh: MODULA-2 atau ADA
Paradigma Pemrograman Pemrograman Berorientasi Obyek Pemrograman berdasarkan prinsip obyek, dimana obyek memiliki data/variabel/property dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasi Contoh: C++, Object Pascal, dan Java. Pemrograman Berorientasi Fungsi Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini. Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain-lain.
Alasan mempelajari bahasa pemrograman Pascal? Pascal adalah bahasa pemrograman terstruktur bahasa tingkat tinggi, yaitu bahasa Inggris Cocok digunakan oleh pemula untuk berlatih mengasah logika
Sejarah Pascal Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971 Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya
Pertemuan 2 Bentuk struktur penulisan Kepala Program Bagian Deklarasi Bagian Program Utama
Bentuk struktur penulisan 1. Judul program 2. Bagian deklarasi • Deklarasi label • Deklarasi konstanta • Deklarasi tipe • Deklarasi variabel • Deklarasi prosedur • Deklarasi fungsi 3. Bagian pernyataan PROGRAM NamaProgram (FileList); CONST (*Deklarasi Konstanta*) TYPE (*Deklarasi Type*) VAR (*Deklarasi Variabel*) (*Definisi SubProgram*) BEGIN (*Statemen*) END.
Definisi judul program Nama program mempunyai beberapa ketentuan, yaitu: - Tidak boleh menggunakan kata-kata tercadang. - Tidak boleh dipisahkan oleh spasi. - Tidak boleh menggunakan simbol (-) tetapi menggunakan (_) atau garis bawah. - Dapat menggunakan huruf besar/ kecil dan juga angka. Contoh : Program Nama_Aplikasi
Bagian Deklarasi Ini merupakan komponen kedua dari turbo pascal yang digunakan Untuk Variable, const Contoh Const UNIV :=“Unindra”; Var nama : string;
Bagian Pernyatan ? Utama Ini merupakan komponen Ketiga dari turbo pascal yang selalu terdiri atas deklarasi data, prosedur dan fungsi. Program Utama diawali dengan pernyataan Begin dan diakhiri dengan End. Pernyataan dasar yang paling banyak digunakan dalam program Pascal adalah Contoh Begin …. End
Pertemuan 3 Pendeklarasian Variabel dan Konstanta
Variabel Tipe Data yang Sering Digunakan di Pascal * Char -> hanya menampung satu karakter * string -> menampung lebih dari satu karakter * Boolean -> hanya mempunyai dua nilai True atau False * Integer -> -32.768 s/d 32.767 (gak bisa bilangan desimal) * longint -> -2.147.483.648 s/d -2.147.483.648(gak bisa * * * * bilangan desimal) * read -> 2,9 x 10-39 s/d 1,7 x 1038 (untuk menampung * *bilangan desimal) Contoh : Var nama : string;
Variabel Tipe Data yang Sering Digunakan di Pascal * Char -> hanya menampung satu karakter * string -> menampung lebih dari satu karakter * Boolean -> hanya mempunyai dua nilai True atau False * Integer -> -32.768 s/d 32.767 (gak bisa bilangan desimal) * longint -> -2.147.483.648 s/d -2.147.483.648(gak bisa * * * * bilangan desimal) * read -> 2,9 x 10-39 s/d 1,7 x 1038 (untuk menampung * *bilangan desimal) Contoh : Var nama : string;
Konstanta Konstanta adalah identifier yang berisi data yang nilainya tidak berubah di dalam program. Deklarasi Konstanta adalah: a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal b. Menentukan nilai konstanta Contoh deklarasi konstanta: conts MaxSize = 100; {integer} ExitC = ‘Q’; {char}
Pertemuan 4 Deklarasi Label Deklarasi Function Deklarasi Procedure
Deklarasi Label Pengetian : Jika program menggunakan statement Goto untuk meloncat ke suatu statement yang tertentu, maka dibutuhkan suatu label pada statement yang dituju dan label tersebut harus di deklarasikan terlebih dahulu pada bagian deklarasi
Deklarasi Label program lebel; uses wincrt; Label 100, selesai ; Begin Writeln ( 'Bahasa' ) ; Goto 100 ; Writeln ( 'Cobol' ) ; 100 : Writeln ( 'Pascal' ) ; Goto selesai ; Writeln ( 'Fortran' ) ; Selesai : End . Mengunakan lebel ; statement statement statement statement
Deklarasi Procedure Pengetian * bagian Program yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan dimanapun didalam program * Prosedur dibuat sendiri bilamana program akan dibagi-bagi menjadi beberapa blok-blok modul * Prosedur dibuat didalam program dengan cara mendeklarasikannya dibagian deklarasi prosedur
Deklarasi Procedure {Inputt} program prosedur1; uses wincrt; Procedure tambah ( x, y : integer ; var hasil : integer ); Begin Hasil := x + y ; End ; {program utama} var z : integer ; Tambah ( 2, 3, z ) ; Writeln ( ' 2 + 3 = ', z ); End. {Ouput} {Deklarsi prosedur} {Inputt} {Ouput} {Pemangilan Pesedur}
Deklarasi Function Pengertian *Fungsi juga merupakan sub bagian program yang terpisah mirip dengan prosedur, tetapi memiliki nilai balikan * Fungsi dibuat sendiri bilamana program akan dibagi-bagi menjadi beberapa blok-blok modul * Fungsi dibuat didalam program dengan cara mendeklarasikannya dibagian deklarasi Fungsi
Deklarasi Function program Fungsi1; uses wincrt; {program utama} Function Tambah ( x, y : integer ) : integer ; Begin Tambah := x + y ; End ; {program utama} Writeln ( ' 2 + 3 = ' , Tambah ( 2, 3)) ; End. {Inputt} {Output/nilai balik} {Deklarasi Fungsi} {Deklarasi Pemagilan Fungsi}
Pertemuan 5 Primitive Data Types Structured Data Types
Primitive Data Types Pengertian adalah tipe data yang hanya mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabelnya. Contoh tipe data sederhana adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter, tipe data boolean dan tipe data ennumerasi.
Jenis Tipe Primitive Data Types Data Tipe Sederhana (Data Type Skalar) Data Tipe Standard ~ Integer ~Real ~Char ~Boolean Data Tipe “Definisi Pemakai” (User Defined) ~ Terbilang (Enumerated) ~Subjangkauan (Subrange)
Jenis Structured Data Types ~ Larik (Array) ~ Rekaman (Records) ~ Berkas (Files) ~ Himpunan (Sets)
Pertemuan 8 Penggunaan kondisi IF Pengertiannya Adakalanya sebuah instruksi dikerjakan jika kondisi tertentu dipenuhi. Tiap –tiap instruksi akan diseleksi oleh kondisi, apabila instruksi memenuhi kondisi yang diminta, maka instruksi akan dijalankan.
Penggunaan kondisi IF Simbol : Kasus berupa ekspresi relasional (operator : =, <, >, <=, >=, , and, or, not) <Kondisi> ? TRUE FALSE
Penggunaan kondisi IF aksi endif if <kondisi> then Pemilihan (Selection) 1 kasus Pemilihan yang terjadi pada satu kondisi dan punya satu aksi if <kondisi> then aksi endif
Penggunaan kondisi IF aksi1 else aksi2 endif if <kondisi> then Pemilihan (Selection) 2 kasus Pemilihan yang terjadi pada satu kondisi dan punya dua aksi if <kondisi> then aksi1 else aksi2 endif
Penggunaan kondisi IF aksi 1 else if <kondisi2> then aksi 2 Pemilihan (Selection) 3 kasus Pemilihan yang terjadi pada dua kondisi dan punya tigaaksi if <kondisi1> then aksi 1 else if <kondisi2> then aksi 2 aksi 3 endif
Pertemuan 6 Penggunaan kondisi IF Penggunaan kondisi IF THEN
Pertemuan 7 Latihan Soal
Pertemuan 8 Penggunaan kondisi IF Majemuk Penggunaan kondisi IF Nested
Pertemuan 9 Penggunaan kondisi IF Majemuk Penggunaan kondisi IF Nested
Pertemuan 10 -Contoh Case OF - Latihan Soal
Pertemuan 11 Penggunaan WHILE DO
Pertemuan 12 Penggunaan REPEAT UNTIL
Pertemuan 13 Penggunaan FOR TO DO
Pertemuan 14 Penggunaan FOR DOWN TO DO
Pertemuan 14 Penggunaan FOR DOWN TO DO
Pertemuan 15 Latihan-latihan Soal