MORTALITAS Rizka Esty Safriana, SST., M.Kes. Faktor penyebab dinamika penduduk: 1.Kelahiran (Fertilitas) 2.Kematian (Mortalitas) 3.Imigrasi ?  Kematian.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UKURAN MORTALITAS Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes
Advertisements

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
UKURAN FERTILITAS.
DASAR-DASAR DEMOGRAFI
PARDOMUAN B.M.SIANIPAR MORTALITAS.
UKURAN-UKURAN DALAM ANALISIS DEMOGRAFI
Media Geografi Media Pembelajaran ini dibuat hanya untuk kalangan sendiri di lingkungan SMP 1 Karangmojo. Bagi yang menghendaki meniru atau mengcopy media.
Permasalahan lingkungan hidup dan penanggulangannya
Ukuran Frekuensi Epidemiologi
Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya.
UKURAN MORTALITAS Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes
Pendahuluan Kematian dapat menimpa siapa saja, kapan dan dimana saja
TEMU – 6 TUJUAN diakhir kuliah mahasiswa mampu menghitung ukuran angka kesakitan dan angka kematian.
ASPEK KEPENDUDUKAN.
Junaidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
Pertemuan ke-8 Indikator kesehatan Validasi dan akurasi
DASAR-DASAR DEMOGRAFI PELATIHAN PENDAYAGUNAAN HASIL PENDATAAN KELUARGA
Junaidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
MASALAH KEPENDUDUKAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
KULIAH ONLINE Diskusi dan contoh beberapa masalah kesehatan OLEH
PENDUDUK & KETENAGAKERJAAN
Pengukuran masalah kesehatan
UKURAN MORBIDITAS & MORTALITAS DALAM EPIDEMIOLOGI
Ukuran Frekuensi Epidemiologi
UKURAN EPIDEMIOLOGI DAN INTEPRETASI DATA
BAB 2 ANTROPOSFER.
TEMU – 7 TUJUAN Diakhir kuliah mahasiswa mampu mengidentifikasi sumber-sumber kesalahan dalam pengukuran angka kesakitan dan kematian.
DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES
Pertemuan ke-5 Fitriani Ulfatus Sa’adah
SUMBER DATA DEMOGRAFI (Bagian II)
STANDARISASI Sebagaimana telah disebutkan pada bahasan sebelumnya, bahwa banyak variabel yang mempengaruhi angka kematian, antara lain: Umur / komposisi.
Struktur dan persebaran penduduk
KOMPOSISI penduduk.
KONDISI PENDUDUK INDONESIA
Ukuran dasar.
KEPENDUDUKAN-DEMOGRAFI
Dinamika Penduduk (I) PERTEMUAN KE 4.
Ukuran DEMOGRAFI.
MORTALITAS.
FECUNDITAS/FECUNDITY :
Bab II Dinamika Penduduk
Lutvia Resta Setyawati
DINAMIKA PENDUDUK Jumlah penduduk selalu berubah karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Tingkat kelahiran adalah.
MORTALITAS ( KEMATIAN)
BAB. 5 MORTALITAS.
Kelompok 2 MORTALITAS.
Dini Ririn Andrias, SKM, MSc Dept. Gizi, FKM Unair
Mortalitas Merupakan suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah lahir hidup. Mortalitas.
Epidemiologi Deskriptif (2)
Definisi Fertilitas. Fertilitas merupakan hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas menyangkut.
ANTROPOSFER.
Identifikasi dan Analisis Potensi Daerah : Aspek Demografi
TEMU - 4 TUJUAN Diakhir kuliah mahasiswa memiliki pengetahuan tentang konsep dasar epidemiologi deskriptif.
PENGUKURAN TERHADAP VITAL EVENT (Vital Statistic)
KETERKAITAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN KESEHATAN
PENGUMPULAN, ANALISIS DATA TINGKAT KABUPATEN
Dinamika Penduduk Pertemuan ke 5.
MORTALITAS ILSA WAHYUNI ( ) KELOMPOK 6 FITRIANI AHMAD
FAKTOR PENENTU FERTILITAS
MORTALITAS (KEMATIAN).
KEPENDUDUKAN-DEMOGRAFI
Nama Kelompok Tomi I. O. Suwandi M. Fery P. Dany F. Arif H. M.
FERTILITAS.
ANTROPOSFER.
DINAMIKA PENDUDUK Jumlah penduduk selalu berubah karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Tingkat kelahiran adalah.
STATISTIK KESEHATAN (ANGKA KEMATIAN) PERTEMUAN 11
UKURAN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN
UKURAN MORTALITAS Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes
BIOSTATISTIK.
Transcript presentasi:

MORTALITAS Rizka Esty Safriana, SST., M.Kes

Faktor penyebab dinamika penduduk: 1.Kelahiran (Fertilitas) 2.Kematian (Mortalitas) 3.Imigrasi ?  Kematian dewasa: karena penyakit menular, penyakit degeneratif, kecelakaan atau gaya hidup yang beresiko terhadap kematian.  Kematian bayi dan balita: karena penyakit sistim pernapasan bagian atas (ISPA) dan diare, yang merupakan penyakit karena infeksi kuman (krn gizi buruk).

Kematian selama kehamilan: a.Abortus (< 16 minggu) b.Immatur (16 – 28 minggu) c.Prematur (> 28 minggu) Kematian extra uterin: a.Still birth b.Neo natal death (< 1 bln) c.Post neo natal death ( 1 bln - <1 th ) d.Infant mortality (bayi lahir hidup - <1 th) Keadaan mati selalu didahului dengan keadaan hidup. Harus dibedakan dengan Lahir hidup (live birth) dan Lahir mati (fetal death).

Perbedaan pada setiap faktor dari ketiganya akan menyebabkan banyak perbedaan ukuran kependudukan terhadap kematian Yang penting diperhatikan dalam pengukuran tingkat mortalitas adalah ‘PENYEBUT’ (denominator) Rizka Esty Safriana, SST., M.Kes Pengukuran mortalitas membutuhkan ketepatan dalam: 1.Kelompok orang yang akan diukur 2.Tipe peristiwa yang akan diukur (kematian umum, kematian bayi, kematian ibu, dll) 3.Penentuan interval waktu

Sumber Data Mortalitas Idealnya data kematian dapat diperoleh dari hasil Registrasi Vital, karena mencatat data kematian secara langsung. Tapi di Indonesia belum berjalan. Beberapa sumber data kematian yaitu Sensus Penduduk, Survey, dan sumber-sumber lain seperti Rumah Sakit, dinas pemakaman, kantor polisi dan lain-lain. Di Indonesia perkiraan angka kematian didasarkan hasil Sensus dan survei penduduk. 5 Sumber Data Mortalitas

Data kematian dari Sensus atau Survei: – Bentuk langsung (direct mortality data): Ditanyakan langsung ada/tidak kejadian kematian Untuk 1 tahun terakhir  Current Mortality data. – Bentuk tidak langsung (indirect mortality data): Pertanyaan tentang kelangsungan hidup (survivorship). Di Indonesia biasanya dipakai data survivorship anak, misalnya: ‘jumlah anak yang lahir hidup’ dan ‘jumlah anak yang masih hidup’. 6 Sumber Data Mortalitas

Indikator Mortalitas atau angka kematian yang umum dipakai adalah: 1.Angka Kematian Kasar (AKK) atau Crude Death Rate (CDR). 2.Angka Kematian Menurut Umur (Age-Specific Death Rate – ASDR) 3. Angka Kematian Bayi (AKB) 4. Angka Kematian Balita (AKBa 0-5 tahun) 5. Angka Kematian Anak (AKA 1-5 tahun) 6. Angka Kematian IBU (AKI) 7. Angka Harapan Hidup (AHH) atau Life Expectancy 7 Indikator Mortalitas

KONSEP PYL Perlu diingat: Jumlah penduduk baik pada awal tahun maupun pada akhir tahun adalah suatu angka yang sangat berbeda dengan “jumlah tahun hidup orang” Konsep “jumlah tahun hidup orang” (person-years lived) sering untuk menyatakan besarnya jumlah penduduk yang mengalami risiko suatu peristiwa Jumlah orang yang hidup pada pertengahan tahun (30 Juni atau 1 Juli) adalah perkiraan yang baik terhadap “jumlah tahun hidup orang”

Contoh: Jumlah penduduk Kota Surabaya tanggal 1 Januari 2000 = jiwa, sedangkan pada tanggal 1 Januari 2001 = jiwa. Maka jumlah penduduk tengah Kota Surabaya tahun 2000 = ( ) / 2 = jiwa Pada populasi kecil, untuk menghitung penduduk pada tengah tahun biasanya dengan cara: Penduduk pada tanggal 1 Januari tahun x ditambah dengan penduduk pada tanggal 1 Januari tahun x+1 kemudian dibagi dua.

Keterangan: D = jumlah kematian dalam satu tahun P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun K = konstanta (1000) D CDR = x k P Angka Kematian Kasar Crude Death Rate ( CDR ) Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut Biasanya CDR dinyatakan untuk tiap 1000 orang.

Contoh : Jumlah penduduk Kota Malang pada tanggal 31 Desember 2000 = jiwa, dan pada 31 Desember 2001 = jiwa. Maka penduduk tengah tahun Kota Malang tahun 2001 = ( ) / 2 = jiwa. Apabila ada 856 kematian selama tahun 2001 maka CDR Kota Malang tahun 2001 = (856 / ) x 1000 = 1,13 Artinya pada periode tahun 2001, setiap 1000 penduduk terdapat 1,13 kematian.

CDR adalah angka kasar. Mengapa ? Risiko kematian untuk setiap kelompok penduduk : tidak sama untuk semua variabel Meskipun angka kasar, tetapi CDR sudah umum dipakai diseluruh dunia

Kelebihan CDR: 1.Mudah dihitung dengan cepat, karena itu bisa segera diinformasikan ke masyarakat 2.Dapat memberi kesimpulan awal/ petunjuk pendahuluan mengenai tingkat kematian, serta bisa juga diketahui trend-nya 3.Dapat untuk menyelidiki fluktuasi kematian pada periode waktu tertentu 4.Tidak memerlukan data kematian berdasarkan kriteria tertentu

Kelemahan CDR: 1.Tidak menggambarkan kematian berdasarkan kriteria / variabel tertentu 2.Hasilnya merupakan angka rata-rata, sedangkan tingkat kematian antar kelompok dalam populasi mungkin berbeda 3.Kurang aman untuk tujuan komparasi / perbandingan, sehingga harus hati-hati

Angka Kematian Menurut Umur Age Specific Death Rate ( ASDR ) Di ASDR = x k Pi Di : Jumlah kematian penduduk kel. umur i Pi : Jumlah penduduk tengah tahun kel. umur i k : konstanta (1000) Jumlah kematian penduduk umur i ASDR = x k Jumlah penduduk tengah tahun umur i

Grafik ASDR mempunyai pola khas yaitu seperti huruf ‘U’

Umur (th) Jml penduduk pertengahan tahun Jumlah Kematian Tk. Kematian menurut umur Laki2PerempuanLaki2PerempuanLaki2Perempuan ,4244, ,303, ,504, ,107, ,2821,80 > ,5085,40

Infant Mortality Rate Do CDR = x k B Keterangan: Do = jumlah kematian bayi pada tahun tertentu P = jumlah lahir hidup pada tahun tertentu K = konstanta (1000) Contoh: Di suatu daerah tahun 2003 jumlah kematian bayi sebesar dan jumlah kelahiran pada tahun tersebut , maka besar tingkat kematian bayi (IMR) adalah... Kematian bayi pada tahun pertama kehidupan selalu menjadi pusat perhatian, karena pencatatan penduduk usia 0 s/d <1 th biasanya tidak bagus dan sering kabur

Penghitungan jumlah bayi yang mati pada pada awal kehidupannya sering kurang akurat karena: 1.Banyak bayi yang meninggal tidak lama setelah dilahirkan dan biasanya tidak tercatat dengan baik  sebagai peristiwa kelahiran maupun sebagai peristiwa kematian. 2.Seringkali tidak diperoleh kepastian apa yang disebut dengan ‘lahir hidup’, bahkan dikalangan medis pun ada yang tidak dapat membedakan  mana yang dinamakan lahir mati, aborsi dan kematian bayi.

Hubungan CDR dan ASDR CDR adalah jumlah timbangan ASDR yang ditimbang Penimbangnya adalah proporsi jumlah penduduk dalam tiap kelompok umur pada penduduk tengah tahun

Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) adalah rata-rata kesempatan atau waktu hidup yang tersisa. Usia harapan hidup dapat diartikan pula dengan banyaknya tahun yang ditempuh penduduk yang masih hidup sampai umur tertentu. Biasanya AHH dibuat terpisah berdasarkan jenis kelamin dan suku/etnik.

Harapan hidup berbeda dengan lama hidup. Lama hidup atau panjang hidup, yaitu jumlah tahun maksimum penduduk untuk dapat hidup. Berbeda dengan harapan hidup, lama hidup antara penduduk suatu negara atau daerah dengan daerah lainnya tidak terlalu berbeda karena umur manusia ada batas maksimumnya.

Angka Harapan Hidup Penduduk Beberapa Negara (tahun), Catatan: r) Angka diperbaiki 1) Data estimasi dengan ragam fertilitas medium 2) Data bersumber dari BPS Sumber: United Nations: “World Population Prospect: The 2010 Revision Population Database”

Cara untuk menentukan usia harapan hidup adalah dengan menunjukkan dan merata-ratakan semua umur dari seluruh kematian pada waktu tertentu. Contohnya jika di suatu daerah diketahui bahwa terdapat 50 orang yang meninggal, umur masing-masing yang meninggal berbeda-beda, ada yang 2 tahun, ada yang 40 tahun, bahkan ada yang 95 tahun. Umur masing-masing yang meninggal dijumlahkan semuanya dan kemudian dibagi dengan jumlah orang yang meninggal pada tahun itu, yaitu sebanyak 50 orang. Misalnya, ketika dijumlahkan semua umur orang yang meninggal diperoleh sebesar 2.500, maka usia harapan hidup dapat dihitung sebagai berikut:

Banyak variabel yang mempengaruhi angka kematian, antara lain: Umur / komposisi umur Tempat tinggal (desa, kota) Pekerjaan Jenis kelamin (hampir secara universal wanita lebih rendah tingkat kematiannya dari pada pria, hampir pada semua kelompok umur) Status perkawinan (pada umur dewasa, mereka yang kawin lebih rendah tingkat kematiannya dari pada bujangan, janda / duda, dan cerai )

Pengaruh Sosio-Ekonomi terhadap Bayi dan Anak Lewat Variabel Antara

Terima Kasih