TUGAS PARASITOLOGI Kelompok : 5 Kelas : B 2011 Disusun Oleh : Chichi Legina P 3311111068 Farida Aryani 3311111056 Akhsani Nurjanah 3311111063 Hesti Kurnia 3311111075 Puteri Puspa H 3311111081 Rienjanie A. Putri 3311111050
TREMATODA HATI ( Fasciola hepatica )
Fasciola hepatica Pendahuluan : Fascioliasis terutama adalah penyakit zoonoses, yang cacing dewasanya menyebabkan infeksi hati. Daerah Geografi : Kosmopolit Hospes Reservoar : Herbivora (sapi & domba) Infeksi ditularkan dengan mengkonsumsi tumbuh- tumbuhan air yang tidak dimasak.
b. Morfologi : Telur Telur tidak berembrio, beroperkulum, besar, ovoid, kuning kecoklatan, berukuran 130-150µm x 63-90µm. Cacing Cacing dewasa dapat mencapai panjang > 1 inci dan lebar > 0,5 inci.
Gambar : Telur Fasciola hepatica
d. Gejala : Lesi linier sepanjang 1cm atau lebih Hiperplasia pd saluran empedu Demam Nyeri kuadran kanan atas Eosinofilia Pembesaran hati Abses hati
c. Siklus hidup : Manusia Dlm sal empedu, cacing dewasa menghasilkan telur2 yg terbawa oleh cairan empedu masuk kedlm lumen usus & keluar ke alam bebas bersama tinja. Mirasidium berkembang dlm waktu 1-2mgg & keluar dr telur untuk menginfeksi hospes perantara keong. Larva akhirnya masuk kedlm saluran empedu, dmn mereka mjd cacing dewasa & menghasilkan telur. Serkaria keluar dr keong stlh terbentuknya sporokista dan 2 atau 3 generasi redia. Larva masuk kedlm hati dg menembus kapsul (kapsul Glissoni) & mengembara keseluruh parenkim hati slm 9 minggu. Serkaria mengadakan enkistasi pd tanaman air spt seledri air. Manusia terinfeksi krn menelan tanaman air yg tidak dimasak. Metaserkaria mengadakan ekskistasi dlm duodenum & bermigrasi mll dinding usus kedlm rongga peritonium.
e. Diagnosis : Infeksi Fasciola hepatica dapat dibedakan dg menemukan telur dlm cairan empedu (Aspirasi empedu), dg menemukan cacing dewasa, atau dr riwayat klinik. Teknik sedimentasi eter formalin (etil asetat) Ritchie. Tes serologis.
Algoritma Infeksi Trematoda FASCIOLA DEMAM NYERI PERUT HEPATOMEGALI EOSINIFILIA NEGATIF DIAGNOSIS TIDAK MEYAKINKAN RIWAYAT POSITIF NEGATIF TELUR DALAM TINJA ATAU SPUTUM DIAGNOSIS TIDAK MEYAKINKAN POSITIF DIAGNOSIS DITEGAKKAN POSITIF
f. Pencegahan : Dengan melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat di daerah endemik, dgn menekan bahaya dari makanan seledri air dll yg tumbuh liar ditempat yang banyak terdapat binatang & keong. Usaha lain dengan penggunaan moluskisida. Pengobatan thdp binatang yg sakit. Membuat drainase didaerah padang rumput.
DAFTAR PUSTAKA Lynne S. Garcia, David A. Bruckner : Diagnostik Parasitologi Kedokteran. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1996.