ASSALAMUALAIKUM WR. WB. DEMOGRAFI Oleh Nama: Sofhia Putri Nim: Prodi: Statistika.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Laju Pertumbuhan Penduduk
Advertisements

Kepadatan Populasi Manusia
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
BAB II MASALAH UTAMA PEREKONOMIAN
Populasi Penduduk dan Lingkungan
CHAPTER 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi
DINAMIKA POPULASI DAN KOMUNITAS
Masalah Kependudukan dan Ketenagakerjaan
Konsep Dasar Demografi
DINAMIKA ANTROPOSFER.
PENDUDUK & KETERBATASAN SUMBER DAYA (Samuelson, Ch. 18)
KEBIJAKAN PROGRAM KB PASCA SALIN
DINAMIKA ANTROPOSFER.
Teori penduduk.
TEORI DEMOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN
Data dan Informasi dalam Perencanaan
KELOMPOK 10 ANALISIS DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA DAFTAR ISI DATA A B TEORI A B ANALISIS A B c KESIMPULAN.
MASALAH UTAMA SETIAP PEREKONOMIAN
Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Ekonomi
MASALAH KEPENDUDUKAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
PENDUDUK & KETENAGAKERJAAN
PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI JAMBI
PENGANTAR KEPENDUDUKAN
Tahap-Tahap Pertumbuhan Pembangunan
oleh : EMAN SULAIMAN, ST, MM
Teori dan Permasalahan Pembangunan Ekonomi
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
Struktur dan persebaran penduduk
PENGANTAR ILMU DEMOGRAFI
KEPENDUDUKAN-DEMOGRAFI
Pembangunan Ekonomi Raya Sulistyowati
Konsep Dasar Demografi Pengertian Bahasa yunani Demos  ”Penduduk/masyarakat” Grafein  “ menulis Ilmu tentang penduduk atau population study untuk mengenal.
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Chapter 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi : Penyebab, Konsekuensi dan Kontroversi oleh : Arif Rahman H Armand Walay Asril.
ILMU KEPENDUDUKAN: Analisis dengan tujuan:
Bab II Dinamika Penduduk
Lutvia Resta Setyawati
KEPENDUDUKAN-DEMOGRAFI
Pembangunan Ekonomi.
Teori Pertumbuhan Ekonomi: Faktor-faktor yang Menentukan Pertumbuhan
Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Ekonomi
Universitas Negeri Jakarta
Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
PENGANTAR DAN TEORI KEPENDUDUKAN Pertemuan ke 2
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Struktur data dan persebaran penduduk
DEMOGRAFI dan KEPENDUDUKAN
ANTROPOSFER.
PRESENTASI EPIDEMIOLOGI
Teori penduduk.
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
KEPENDUDUKAN-DEMOGRAFI
Ekonomi kependudukan KELOMPOK 4 TRANSISI DEMOGRAFI, EPIDEMIOLOGI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Giovanni Pedro Ketut Aryana Rizky Adi Prasurya
Nama Kelompok : Moh Khairul Anwar ( ) Abdul Aziz ( )
PENGANTAR DAN TEORI KEPENDUDUKAN Pertemuan ke 2
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Analisis Kependudukan (estimasi dan proyeksi penduduk):
ANTROPOSFER.
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN. 1. KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN 11. HUBUNGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN OVERVIEW.
Teori Penduduk Teori Sosial Teori Natural Teori Modern Teori Transisi.
PENGANTAR DAN TEORI KEPENDUDUKAN Pertemuan ke 2
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
EKONOMI KEPENDUDUKAN.
KEPENDUDUKAN DAN DEMOGRAFI
DEMOGRAFI dan KEPENDUDUKAN
PENGANTAR KEPENDUDUKAN Sri Handayani.  Asal Kata : Demos (rakyat/Penduduk), Grafein (menulis) Ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan-perubahan.
Transcript presentasi:

ASSALAMUALAIKUM WR. WB

DEMOGRAFI Oleh Nama: Sofhia Putri Nim: Prodi: Statistika

TEORI PENDUDUK TEORI SOSIAL TEORI TRANSISI TEORI NATURAL TEORI MODERN

TEORI SOSIAL TEORI MALTHUS TEORI ARSENE DUMOND

TEORI MALTHUS  Thomas Robert Malthus mengemukakan pendapat tentang kependudukan yaitu : 1. Penduduk apabila tidak ada pembatasan akan berkembangbiak dengan sangat cepat 2. Manusia untuk hidup memerlukan bahan makanan, sedangkan deret hitung jauh lebih lambat daripada deret ukur  Pembatasan pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan dua cara : 1.Preventif Checks a) Moral restraint/pengekangan diri b) Vice/pengurangan kelahiran 2.Positive Checks a) Vice/kejahatan b) Misery/kemelaratan

Kelemahan Teori Malthus 1.Malthus terlalu menekankan keterbatasan persediaan tanah meskipun dia adalah salah seorang pengajur industrialisasi dan penggunaan tanah secara lebih efisien. Kenyataan dalam setelah Malthus menunjukkan bahwa perbaikan teknologi pertanian seperti penggunaan pupuk buatan, pemakaian pestisida, dan irigasi yang efisien menghasilakan peningkatan produktivitas. 2.Dia kurang memperhitungkan bahwa, penemuan-penemuan baru, teknologi unggul dan industrialisasi dapat memberikan efek yang cukup berarti pada peningkatan tingkat hidup.

TEORI ARSENE DUMOND Ia melancarkan teori penduduk yang disebut teori kapilaritas sosial.  Kapilaritas sosial mengacu pada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat.  Teori kapilaritas sosial dapat berkembang dengan baik pada negara demokrasi, namun tidak pada negara sosialis (karena tidak ada kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat).

TEORI NATURAL TEORI THOMAS DOUDLEY TEORI GINNI TEORI RAYMON S. PEARL

Mengemukakan teori universal tentang pertumbuhan penduduk yang didasarkan atas dugaan atau asumsi bilogi dan geografi. Tiap penduduk mula-mula mengalami pertambahan atau kenaikan jumlah yang sangat lambat, yang makin lama makin cepat mencapai titik tengan daur, dan kemudian makin berkurang pertambahannya hingga mencapai akhir daur pertumbuhan.

TEORI GINNI Dilihat dari sudut pandangan statistik biologi, dan ia percaya bahwa tendensi reproduksi penduduk mengikuti kurva parabola matematik. Penduduk mengalami tingkat muda pada permulaan dengan pertumbuhan cepat kemudian mencapai kedewasaan, menjadi tua dan menurun jumlahnya, karena faktor kelelahan reproduksi.

TEORI THOMAS DOUDLEY Ia menghubungkan pertumbuhan penduduk dengan makanan. Pertumbuhan penduduk akan tinggi jika masyarakat kurang makan. Pada masyarakat yang makanan penduduknya melimpah, terjadi penurunan penduduk

TEORI MODERN Teori penduduk modern muncul pada periode Renaissance dengan perubahan pesat karena :  Bangkitnya negara-negara baru  Penemuan-penemuan baru di bidang ilmiah  Eksplorasi terhadap wilayah baru.  Perubahan sistem pemerintah (Feodalisme demokrasi).  Pertumbuhan, Perdagangan dan aliran kapitalisme.  Revolusi industri.

TEORI TRANSISI Tahap Peralihan Keadaan Demografis Tahap dalam Proses Transisi Struktur dan Persebaran Penduduk

Tahap Peralihan Keadaan Demografis 1.Tingkat kelahiran dan kematian tinggi. Penduduk tetap/naik sedikit. anggaran kesehatan meningkat. Penemuan obat obatan semakin maju. Angka kelahiran tetap tinggi. 2.Angka kematian menurun,tingkat kelahiran masih tinggi— pertumbuhan penduduk meningkat. Adanya Urbanisasi., usia kawin meningkat.,Pelayanan KB > Luas., pendidikan meningkat. 3.Angka kematian terus menurun, angka kelahiran menurun – laju pertumbuhan penduduk menurun. 4.Kelahiran dan kematian pada tingkat rendah pertumbuhan penduduk kembali seperti kategori I – mendekati nol. Keempat kategori ini akan didialami oleh negara yang sedang melaksanakan pembangunan ekonomi.

Struktur dan Persebaran Penduduk Struktur & persebaran penduduk Membahas : - Komposisi penduduk. - Persebaran penduduk. Kegunaan pengelompokan penduduk: 1.Mengetahui human resources yg ada menurut umur & jenis. 2.Mengambil suatu kebijakan yg berhub dengan penduduk. 3.Membandingkan keadaan satu penduduk dengan penduduk lain. 4.Melalui gambaran piramid pddk dapat diket proses demografi yg telah terjadi pada penduduk.

Tahap dalam Proses Transisi  Tahap 1: Masyarakat pra-industri, di mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi menghasilkan laju pertambahan penduduk rendah;  Tahap 2: Tahap pembangunan awal, di mana kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik.  Tahap 3: Tahap pembangunan lanjut, di mana terjadi penurunan angka kematian balita, urbanisasi, dan kemajuan pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun;  Tahap 4: Kemantapan dan stabil, di mana pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati nol.