AKU PRIBADI YANG MEMPUNYAI KEMAMAPUAN DAN KETERBATASAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KRISTUS, HUKUM DAN INJIL
Advertisements

Sabda Kehidupan Sabda Kehidupan Maret 2012 Maret 2012.
Juni 2009 SabdaKehidupan “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,
Sabda Kehidupan Oktober 2010 "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mt 22,39)
“UCAPAN BAHAGIA” Matius 5 :
Penikahan: Antara Janji dan Kenyataan? (When we said “I do”)
MATERI KAM - GPIB JEMAAT IMMANUEL BEKASI 04 OKTOBER 2010
VERBUM DOMINI MANET IN AETERNUM
KATEKESE ANALISIS SOSIAL
TRITUNGGAL MAHA KUDUS ALLAH BAPA ALLAH PUTERA ALLAH ROH KUDUS.
MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA
PERAN ALLAH DALAM KELUARGA
KEDATANGAN YESUS Lesson 1 for April 4, 2015.
ARTI KEHADIRANKU YEREMIA 29:1-14.
PENEUMATOLOGI Pertemuan ke 6.
Hari Doa Internasional
PRIBADI UNGGUL MENANG ATAS KRISIS Lukas 1 :
MENGENAL KITAB SUCI.
PANGGILAN KARYA/ PROFESI/ KERJA
DARI BUDAK MENJADI AHLI WARIS
ALLAH KASIH KARUNIA DAN PENGHAKIMAN
BAHAN SEMESTER 2.
APA ITU PERJANJIAN LAMA ?
TRITUNGGAL MAHA KUDUS ALLAH BAPA ALLAH PUTERA ALLAH ROH KUDUS.
Banyak Jalan atau Satu Jalan?
KEHIDUPAN JEMAAT (1 TES 5:12-28) Lesson 10 for September 8, 2012.
Bibliologi disiplin ilmu yang mempelajari akan Alkitab
Kebenaran (Righteousness)
TUJUAN PEMBELAJARAN Mengenal dua cara Yesus mewartakan Kerajaan Allah
ALKITAB/ KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA/ PERJANJIAN. BARU
Makna “PENDERITAAN” Dalam Kitab Taurat dan Kitab Nabi-Nabi
C. Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan
Tiga Bagian Manusia Tiga Persona di Taman Eden
KESETARAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
GEREJA YANG KONTEKSTUAL
KEMENANGAN ATAS KUASA-KUASA JAHAT
BAB V Kitab Suci dan Tradisi.
KEADAAN MANUSIA Lesson 3 for October 21, 2017.
BAB XI GEREJA DAN DUNIA.
BAB XI GEREJA DAN DUNIA.
Kanonisasi Perjanjian Lama
ANAK-ANAK PERJANJIAN Lesson 10 for December 9, 2017.
SIAPAKAH MANUSIA DALAM ROMA 7?
PERTENTANGAN KOSMIS Lesson 1 for April 7, 2018.
KAMU AKAN MENJADI SAKSIKU
BAB V KITAB SUCI DAN TRADISI SEBAGAI IMAN AKAN YESUS
PELAYANAN PETRUS Lesson 6 for August 11, 2018.
BAB VII YESUS SEBAGAI SAHABAT, TOKOH IDOLA, DAN JURUSELAMAT
PENYEBAB PERPECAHAN Lesson 2 for October 13, 2018.
PENTAKOSTA Lesson 2 for July 14, 2018.
BAB VII YESUS, SAHABAT, TOKOH IDOLA, PUTRA ALLAH DAN JURUSELAMAT
BAB III MEMPERJUANGKAN KELUHURAN MARTABAT MANUSIA
GAMBARAN-GAMBARAN PERSATUAN
PERSATUAN DALAM IMAN Lesson 8 for November 24, 2018.
Hukum ALLAH. Hukum ALLAH Waktu ALLAH menyampaikan hukum di atas Bukit Sinai, Allah tidak hanya menyatakan diri-Nya sendiri sebagai penguasa tertinggi.
PENATALAYANAN. PENATALAYANAN APAKAH PENATALAYANAN ITU? Kepada orang Kristen, penatalayanan berarti “tanggung jawab manusia kepada, dan penggunaan daripadanya,
Injil Dari Patmos Lesson 1 for January 5, 2019.
BUKTI YANG PALING MEYAKINKAN
ORGANISASI GEREJA DAN PERSATUAN
PERNIKAHAN & KELUARGA.
-Apakah hati yang jujur itu, dan bagaimana menyingkapkannya.. ? -Budaya modern sering melihat kejujuran sebagai sesuatu yang samar-samar. -Kebenaran dan.
UMAT ALLAH YANG DIMETERAIKAN
YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH
YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH
SESI 9 : MENGENAL KITAB SUCI – PERJANJIAN LAMA FU 2017.
NYANYIAN KASIH YANG INDAH
MASA MENJADI ORANG TUA Lesson 8 for May 25, 2019.
KELUARGA - KELUARGA BERIMAN
ALLAH MENCIPTAKAN… Lesson 1 for July 6, 2019.
SAYA DICIPTAKAN SEBAGAI CITRA ALLAH  Kitab Suci Kejadian 1 :  Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar dan citraNya.  Kepada manusia diberi.
Transcript presentasi:

AKU PRIBADI YANG MEMPUNYAI KEMAMAPUAN DAN KETERBATASAN BAB I AKU PRIBADI YANG MEMPUNYAI KEMAMAPUAN DAN KETERBATASAN

A. Syukur atas kempauan dan keterbatsan diri MANUSIA SEBAGAI PRIBADI YANG UNIK FISIK KEKAYAAN ROHANIAH KARAKTER/SIFAT

SETIAP PRIBADI UNIK Setiap orang adalah individu (in-devidere = tak dapat dipisahkan). Ia adalah makhluk yang unik (unique atau unus = satu), tak ada satu orang pun yang mempunyai kesamaan dengan orang lain. Bahkan manusia kembar sekalipun selalu mempunyai perbedaan.

2. Memahami Ajaran Kitab Suci tentang Keunikan Manusia Bandingkan teks yang kalian temukan dengan teks dari Kitab Kej 1: 26 – 31! 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burungburung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

“Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang 29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuhtumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Gagasan pokok dari kejadian 1 :26-31 Manusia diciptakan segambar / serupa/ secitra dengan Allah Manusia diciptakan dari debu dan tanah dan dihembuskan nafas kehidupan. Segala sesuatu diberikan kepada manusia , termasuk taman firdaus.

3. Menghayati Keunikan Diri Buatlah simbol diri disertai dengan penjelasan yang mengungkapkan identitas dirimu Tugas Rumuskan niat/kebiasaan/sikap yang akan dilakukan dalam menghayati keunikan diri sesuai dengan pesan Kitab Suci.

Kesimpulan Setiap orang adalah pribadi yang unik, tidak ada duanya. Meskipun mereka kembar dalam satu rahim, mereka tetap berbeda satu dengan yang lain. Ciri fisik, sifat, cara berpikir, dan pengalaman keberhasilan, serta kegagalan membentuk keunikan setiap pribadi, selain latar belakang keluarga yang sangat mempengaruhi. Setiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki kekhasan tersendiri dalam menghayati keberadaan dirinya dan menghayati hidupnya. Satu dengan yang lain tidak pernah sama. Sumber sejati keunikan pribadi manusia adalah Allah sendiri, yang telah menciptakan manusia secara khusus, pribadi demi pribadi secara ajaib. Manusia adalah suatu “karya seni”, suatu “masterpiece” dari Allah yang luar biasa. Singkatnya diri anda adalah pribadi yang indah dan istimewa.

B. MENGEMBANGKAN KARUNIA ALLAH .      1.    Kelebihan (potensi) dan kekurangan manusiawi. Remaja pria dan wanita, memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini terbentuk oleh faktor keluarga, lingkungan, dan kedua-duanya sekaligus. Kesadaran untuk menerima secara utuh kelebihan dan kekurangan tersebut membuat perkembangan pribadi para remaja semakin seimbang. 2.    Menerima diri apa adanya. Gagasan dasar menurut Paulus dalam Roma 8:28 adalah bahwa semua ciptaan ada dalam rencana Kebaikan Allah. Maka kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri remaja hendaknya disadari dalam terang Sabda Allah ini. Sehingga menerima diri berarti juga bersedia dibentuk oleh Allah yang merencanakanNya.    3.    Mengembangkan talenta atau potensi-potensi. Kata talenta dapat dijumpai dalam Mat 25:14-30. Ada dua kategori talenta dalam pesan tersebut. Pengembangan talenta dan mendiamkannya. Sejarah orang-orang sukses adalah sejarah pengembangan talenta tersebut.

Mengembangkan talenta atau potensi-potensi. Mengembangkan talenta atau potensi dalam terang Kitab Suci (Mt.25:14-30). Setiap orang mempunyai kemampuan dan bakat-bakat dalam ukuran dan lingkungan tertentu. Kemampuan dan bakat yang dimiliki seseorang seharusnya dikembangkan dan digunakan. Kemampuan dan bakat adalah anugerah Tuhan, yang dalam Kitab Suci sering disebut talenta. Tuhan menghendaki agar talenta itu dikembangkan dan digunakan. Dalam Injil Mateus 25:14-30, dikisahkan tentang seorang tuan yang memanggil hamba-hambanya dan memberi mereka sejumlah talenta untuk “dikembangkan” dan “digunakan”. Tuan yang telah memberi talenta itu ternyata bertindak tegas terhadap hamba yang tidak mengembangkan dan menggunakan talenta itu dengan baik.

Latihan Setiap manusia memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing (itu kodrat manusia). Bagaimana sikap kalian terhadap kenyataan tersebut? Inspirasi apa yang dapat kalian petik dari peumpamaan Talenta dalam Injil Mateus 25:14-30? Bagaimana kalian dapat mengembangkan bakat-bakat yang kalian miliki?

c. Kesetaraan laki-laki dan perempuan 1.      Arti dan Makna CITRA Manusia sebagai gambaran dan citra Allah, sehingga dapat membangkitkan rasa harga diri pada dirinya. Namun, sebelumnya perlulah kita memahami dan mengerti apa arti dan makna CITRA itu sendiri.

2. Manusia sebagai Citra Allah. Dalam Kitab Suci Kej.1:26-31. Kej. 2:4-7 (silahkan baca), kiranya cukup jelas bahwa manusia diciptakan oleh Allah menurut gambaran dan Citra-Nya. “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. (Kej. 1:26). Selanjutnya kepada manusia itu diberi kuasa untuk menguasai alam ciptaan lain. Menguasai alam berarti menata, melestarikan, mengembangkan, dan menggunakannya secara bertanggungjawab. Untuk itu diperlukanlah akal budi dan kehendak bebas yang bertanggungjawab. Hanya kepada manusia diberi kemampuan-kemampuan itu. Kemampuan-kemampuan itu membuat manusia mirip dengan Allah. Ia menjadi citra Allah.

MANUSIA SEBAGAI CITRA MEMILIKI 3 KEMAMPUAN 1. Kemampuan Akal Budi Dengan akal budi kita dapat: 1. Mengerti dan menyadari diri sendiri Manusia mengerti dan sadar bahwa ia ada, bahwa ia sedang berbuat sesuatu. Ia sadar bahwa ia sadar. Ia dapat merefleksikan kembali apa yang sedang ia buat. Hanya manusia yang dapat berbuat demikian. 2. Mengerti dan menyadari apa saja di luar dirinya. Manusia dapat menyadari bahwa ada awan dan ada hujan, dan mencari tahu hubungan natara awan dan hujan. Manusia dapat mencari hubungan antara factor-faktor dan membuat kesimpulan. Manusia dapat membuat rencana untuk masa depan. Manusia dapat menerima pengaruh-pengaruh dari luar dan mengatasinya. 3. Manusia dapat mengembangkan dirinya, dapat membuat riwayat dan sejarah hidupnya.

2. Kemampuan berkehendak bebas Kehendak bebas berarti kemampuan untuk bertindak dengan tidak ada paksaan. Kebebasan merupakan cirri khas manusia. Apa yang dapat kita perbuat dengan kehendak bebas itu? Dengan kehendak bebas kita dapat bertindak dan melakukan sesuatu dengan sengaja. Hanya manusia yang dapat melakukan sesuatu dengan sengaja. Melakukan dengan tahu dan mau. Dengan kehendak bebas manusia dapat melakukan suatu tindakan dan perbuatan moral. Tindakan moral hanya dapat dibuat oleh manusia, sebab hanya manusia dapat bertindak dengan tahu dan mau. Oleh karena itu manusia mempunyai kewajiban-kewajiban moral. Kewajiban moral ini dibisikan oleh Hati Nurani kita masing-masing. Tuhan berbicara kepada kita lewat hati nurani kita. Dengan kehendak bebas, kita dapat bertindak secara bertanggungjawab. Hanya manusia dapat bertindak secara bertanggungjawab.

3.        Kemampuan “Menguasai” Tuhan menyerahkan alam lingkungan ini kepada manusia untuk menguasainya. Bukan menguasai secara sewenang-wenang, tetapi menguasai secara bertanggungjawab. Tuhan menghendaki supaya alam ini, selain digunakan oleh manusia, supaya ditata dan dilestarikan. Kita menjadi rekan sekerja Tuhan untuk mengembangkan alam lingkungan kita, untuk itu kita dikaruniai akal budi dan kehendak bebas. Dengan melihat kemampuan-kemampuan tersebut, kiranya menjadi jelas bahwa manusia adalah mahkluk yang istimewa dan unik. Manusia adalah mahkluk yang berpribadi dan bermartabat. Manusia sungguh gambaran dan citra Allah. Oleh karena itu, sesudah manusia diciptakan sebagai puncak ciptaan, dalam Kitab Kej. 1:31, tertulis: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik!”

Sebab-sebab munculnya sikap Diskriminatif dan fanatik 1.      Kebodohan, kekurangpahaman dan kepicikan. Jika kita kurang atau tidak paham tentang agama kita sendiri dan  agama orang lain, maka mudah sekali menimbulkan sikap apreori, menolak, mendiskreditkan dan mendiskriminasikan agama serta keyakinan orang lain.    2.        Perasaan terancam Orang-orang atau golongan yang merasa terancam akan cenderung bersikap fanatik! Misalnya: Isu Kristenisasi atau Islamisasi dapat membuat orang-orang Kristen atau Islam bersikap fanatik. Isu pengangkatan pegawai orang asli dan orang luar (pendatang) dapat memunculkan sikap fanatik suku / etnis dari kedua belah pihak. Isu buruh yang terancam PHK atau upah rendah, dan pengusaha diancam bangkrut, maka akan gampang bersikap diskriminatif  dan fanatik Rasa terancam memang mudah membuat orang bersikap fanatik.

Jalan keluar untuk menjauhkan sikap diskriminatif dan fanatik 1)       Bersikap dan berprilaku moderat. Menjauhkan diri dari sikap yang berlebihan dan sikap ekstrem. Bersikap di tengah-tengah selalu aman. Kata orang kebenaran selalu berada di tengahnya. 2)   Berpola pikir pluralis Situasi majemuk menuntut kita untuk berpikir dan bersikap terbuka, inklusif. 3)   Tidak mudah menghakimi. Hendaknya kita tidak mudah menghakimi dan menyalahkan orang lain, lebih baik mawas diri atau mengoreksi diri sendiri. Kita tidak boleh menghakimi orang lain, serahkan penghakiman itu pada Allah. Menghakimi adalah hak Allah, Ia hakim yang adil. Sebab menghakimi orang lain, sama dengan menghakimi diri sendiri. Suara hati kita sering masih lemah, kurang jernih. Seperti Yesus katakana: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang melempar batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:8.). Jangan menganggap diri suci, orang lain berdosa. (bdk. Lk 18:9-14) 4)   Membuka pilihan-pilihan yang kompromistik tanpa mengorbankan prinsip. Cari jalan “win-win solution”. Non violent conflict solution harus terus diupayakan. 5)   Keteladanan para orang tua. Banyak fanatisme dan kekerasan merebak di dalam keluarga karena disulut oleh sikap ayah dan ibu.

Dasar Alkitabiah atas Sikap Akomodatif dan Toleran terhadap sesama a. Kesetaraan Martabat. Manusia diciptakan sebagai “Citra Allah”(Kej.1:27) atau gambar Allah yang tak kelihatan” (Kol 1:15) dipanggil menjadi “Anak Allah” (Yoh 3:1-2).. b. Pluralitas atau kemajemukan adalah suatu kenyataan. Seperti organ tubuh, banyak anggota tapi satu tubuh. Berbeda talenta, karunia, dan panggilan, tetapi satu rekan sekerja Allah. (bdk. 1 Kor 1:10. 3:12-14) c. Adanya perbedaan. Adanya perbedaan dapat membuat orang untuk mawas diri; mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri dan orang lain; mengenal identitas diri dan orang lain; dan tidak mudah untuk menghakimi atau mengadili orang lain. d. Hukum Cinta Kasih Cinta kasih adalah dasar utama mengapa kita harus toleransi kepada sesame kita. Cinta berarti menerima orang lain apa adanya sesuai dengan identitasnya yang berbeda

Ciri Khas Laki-laki dan Perempuan secara Psikologis. Perbedaan Cara Berpikir Cara berpikir wanita lebih intuitif dan konkrit, sedangkan cara berpikir pria lebih obyektif, teoritis, dan abstrak. Jaalan pikiran wanita agak lebih “dari dalam”, agak dipengaruhi oleh unsure-unsur subyektif. Wanita berpikir lebih intuitif, dan menghubungkan kejadian-kejadian dengan dirinya sendiri. Ia sulit mengambil jarak dengan apa yang dipikirkannya. Melihat peristiwa tabrakan, misalnya, ia akan spontan menjerit. Mendengar suatu cerita yang sedih, ia akan menangis, seolah-olah terlibat dalam peristiwa itu. Sebaliknya, pria berpikir lebih “dari luar”, agak lebih obyektif dan lebih berkepala dingin. Ia dapat mengambil jarak dengan apa yang dipikirkannya. Oleh sebab itu, pria tidak gampang terharu dan lekas terpengaruh, ia lebih berpikir secara abstrak dan teoritis. Wanita lebih berpikir hal-hal yang kecil (partial) dan bersifat sehari-hari, sedang pria lebih suka berpikir hal-hal yang global dan jangkauannya jauh. Wanita cenderung berpikir soal yang kecil-kecil dan keseharian, seperti pot bunga, pacar, alat-alat make-up, dsb. Kalau berpiknik, ia akan berpikir segala soal tetek bengek seperti sambal, tikar, air minum dsb, yang mungkin luput dari perhatian seorang pria. Pikiran wanita cenderung berorientasi pada kekinian, pada saat sekarang. Sebaliknya, pria berpikir lebih global dan jauh ke masa depan. Ia berpikir tentang cita-cita, karier masa mendatang, dsb. Hal-hal kecil yang bersifat sehari-hari seperti kancing baju yang sudah copot atau singlet yang sudah kotor sering tidak dipikirkannya. Pikiran wanita lebih keluar dirinya, sedangkan pria lebih ke dalam dirinya. Pikiran wanita lebih terarah kepada hal-hal yang di luar dirinya. Ia lebih bersifat ultroistis. Ia mengingat orang tuanya, adik-adiknya, pacarnya dengan senang hati, dan ingin agar mereka itu bahagia. Sedangkan pikiran pria lebih terarah kepada dirinya sendiri. Lebih bersifat ego-sentris. Jika ia mengingat pacar, mungkin saja demi kepuasannya.

b.   Perbedaan Perasaan Perasaan wanita lebih mudah bergetar, sedangkan pria agak terkendali. Karena daya pikirnya lebih intuitif, perasaan wanita gampang bergetar. Jika berhadapan dengan suatu masalah, perasaan wanita lebih mudah menjalar dari satu soal ke soal lain. Ia dapat melupakan inti persoalan dan tenggelam dalam detil perasaan keterharuan yang berlarut-larut. Wanita yang sudah tersentuh atau terluka hatinya tidak gampang melupakannya. Pria lebih dapat mengendalikan perasaannya karena gaya pikirnya yang lebih obyektif. Pria dapat membendung perasaannya sehingga tidak terlalu mendalam dan merembes ke berbagai masalah. Pria mudah marah, tetapi sebentar menjadi tenang kembali. Pria lebih mudah jatuh cinta sekali pandang, tetapi juga mudah melupakannya. Pria gampang berjanji setia tetapi kemudian mudah mengingkarinya. Oleh sebab itu, pria lebih gampang mengungkapkan perasaannya, sedangkan wanita cenderung memendamkannya.

Perbedaan Sikap dan Tindakan Umumnya, pria lebih bersifat agresif, berbuat dan  membangun.        Pria membuat rumah, membuka lading baru, “membuat” anak, dsb. Oleh karena itu, pria sangat mementingkan tugas, karier dan tempat kerja. Pria meluangkan banyak waktu di tempat-tempat ia dapat bekerja. Pria terikat pada kantornya, ladangnya dsb. Umumnya, wanita lebih pasif, menerima dan memelihara. Wanita merawat rumah. Menyirami tanaman, mengandung, melahirkan dan mengasuh anak. Jika harus memilih karier di luar rumah atau anak-anak, wanita lebih suka memilih anak-anak. Oleh sebab itu, wanita sangat terikat dengan tempat di mana ia dapat memelihara, kebunnya atau rumahnya. Home, sweet home.

1. Peranan dan Tugas Pria dan Wanita   a.  Peranan dan tugas Pria Melindungi dan menyejahterakan. Dengan kekokohan tubuhnya dan keperkasaan jiwanya, pria dituntut untuk melindungi, termasuk untuk melindungi kaum perempuan. Kekuatan dan keperkasaannya bukan untuk merusak, tetapi untuk melindungi dan menyejahterakan. Kehadiran seorang pria harus membawa rasa damai dan rasa terjamin. 2) Menjadi kekasih dan partner Secara biologis dan psikologis, manusia diciptakan    untuk saling melengkapi. Pria diciptakan untuk menjadi teman, partner dan kekasih bagi wanita. Hal itu sudah menjadi tuntutan kodrat. Maka, setiap pria harus dapat menjadi partner dan kekasih yang baik bagi wanita, dan jika sudah menikah harus menjadi suami yang baik. 3) Menjadi “bapa” yang memberi benih kehidupan Setiap pria disiapkan untuk menjadi bapa. Sebagai bapa, ia memberi benih kehidupan. Ia “menciptakan” keturunan.  Ia laksana langit dan air hujan yang jatuh ke bumi untuk menumbuhkan berbagai jenis kehidupan.

Peranan dan tugas Wanita . 1. Menciptakan keindahan dan keharmonisan Dengan sosok tubuh yang indah dan halus, jiwa yang teduh dan damai, kehadiran seorang wanita harus dapat memberikan sentuhan rasa indah, harmonis, tenang, dan damai. Kehalusan sosok tubuh, kelembutan prilaku dan kemanisan tutur kata seorang wanita/isteri/ibu menjadikan sebuah rumah tangga terasa damai dan tenteram. Seorang wanita/isteri/ibu menciptakan sebuah bangunan rumah menjadi “home”, “Home sweet home”, yang membuat kita rindu pulang ke rumah dan betah tinggal di rumah, bukan karena rumahnya bagus, tetapi karena rasa damai dan tenteram tinggal di rumah.   2. Menerima, mengandung, melahirkan dan memelihara Seluruh bagian tubuh dan struktur organ kelamin seorang wanita diciptakan untuk menerima, mengandung, melahirkan, dan memelihara. Ia menerima benih yang diberikan oleh pria, ia mengandung, menyuburkan dan melahirkan manusia baru. Ia memeliharanya dengan tekun, teliti, sabar, dan penuh rasa bangga. Seorang anak sungguh “buah” kandungannya. 3. Mengasihi tanpa pamrih Cinta seorang pria sering ada pamrih, tetapi cinta seorang wanita/isteri/ibu sering tanpa pamrih. Seorang wanita/isteri/ibu adalah tokoh kasih. Sebagai seorang wanita/isteri/ibu ia menghembuskan udara kasih dalam keluarga. Dan seluruh dirinya, terpancarlah kasih.. Sang isteri/ibu sungguh nafas kasih yang dapat mengubah sebuah rumah sederhana menjadi surga.

Isi Pesan Kitab Kejadian 2:7,18-22 Tuhan menciptakan manusia pria dan wanita Baik pria maupun wanita memiliki sifat-sifat biologis dan psikologis yang khas Perbedaan pria dan wanita merupakan keindahan ciptaan, yang kedua-duanya saling membutuhkan untuk mewujudkan karya keselamatan Allah, misalnya dalam karya penciptaan Wanita memiliki kelebihan tersendiri, yakni kelembutan, kehalusan, ketelitian, dan kesabaran. Kelebihan dari wanita ini semua dibutuhkan oleh pria dalam mengemban tugasnya sebagai pria. Pria juga memiliki kelebihan tersendiri, yakni kekuatan, keperkasaan,keberanian, dan ketegasan, yang semuanya dibutuhkan oleh wanita di dalam mengemban tugasnya sebagai wanita. Tuhan menghendaki manusia, baik wanita maupun pria, untuk bersatu, saling menghargai, saling membantu, dan saling melengkapi karena pria danwanita diciptakan sederajat.

BAB III HATI NURANI ARTI DAN MAKNA NURANI Secara luas : keinsafan akan adanya kewajiban. Hati nurani sebagai kesadaran moral yang timbul dan tumbuh dalam hati manusia. Secara sempit : penerapan kesadaran moral dalam situasi konkrit , yang menilai suatu tindakan menusia baik atau buruk. Hati nurani sebagai hakim yang baik, jujur walaupun dapat keliru.

SEGI-SEGI HATI NURANI SEGI WAKTU SEGI BENARNYA SEGI PASTI TIDAKNYA

Segi waktu : Sebelum : Suara hati menyuruh / melarang Pada saat : mengingatkan Sesudah : memuji jika tindakan benar / menyesal (gelisah) jika perbuatan salah.

Segi benar tidaknya : Perbuatan Benar : jika sesuai dengan norma obyektif Perbuatan Keliru : jika bertentangan dengan norma obyektif.

Segi pasti tidaknya : Pasti : sesuai dengan moral Bimbang : ada keraguan.

Pedoman yang dapat dipegang Kata hati benar dan pasti : dilakukan Kata hati yang pasti, tetapi keliru : waupun keliru, tetapi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan nyawa manusia. Kata hati yang tidak pasti : Memilih yang paling menguntungkan Mendahulukan keselamatan manusia.

Cara kerja hati nurani Sebelum bertindak, manusia telah memiliki kesadaran atau pengetahuan umumu sebagai dasar untuk melakukan suatu tindakan. Pada saat menjelang tindakan dilakukan : kata hati akan mengatakan perbuatan yang akan dilakukan baik atau buruk. Pada saat tindakan dijalan kata hati masih menyuruh atau melarang. Sesudah tindakan , maka kata hati sebagai hakim yang memberi vonis. (memuji jika benar, menghukum jika salah/ gelisah).

Fungsi hati nurani Pegangan, pedoman/ norma untuk memilih suatu tindakan (baik/buruk) Pegangan/ peratuaran konkrit dalam hidup sehari-hari. Menyadarkan manusia akan harga dirinya.

Sikap kita terhadap hati nurani Menghmati setiap suara hati Mendengar dengan cermat bisikan suara hati Mempertimbangkan secara masak apa yang diakatakan oleh suara hati. Melaksanakan apa yang disuruh oleh suara hati.

BAB IV AKU BERSIKAP KRISTIS DAN BERTANGGUNG JAWAB

BERSIKAP KRITIS DAN BERTANGGUNG JAWAB Mampu menyaring informasi dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dipilih dan dipercainya.

A. BERSIKAP KRISTIS TERHADAP MEDIA Pengaruh positif dari teknologi media Dengan teknologi media dapat : 1). mendekatkan manusia satu sama lain. 2). membuat kita terlibat pada peristiwa di belahan bumi yang lain. 3). menyajikan mutu dan pola pemberitaan yang semakin menarik. Pemberitaan lewat satelit dan jaringan internet yang makin semarak. 4). menyajikan gambar dan suara yang lebih canggih, seperti musik stereo, gambar tiga dimensi, dsb

Pengaruh positif dari pemilik atau sponsor media 1) pemilik media, sponsor, lembaga negara, masyarakat dan Gereja, dapat menggunakan media untuk menciptakan perhatian dan keprihatinan umum tentang suatu masalah di belahan bumi, misal : AIDS, narkotika, pembunuhan massal oleh suatu pemerintahan totaliter, dsb. 2). Media dapat digunakan untuk : (1) memberi informasi membentuk, opini umum yang baik dan juga untuk mendidik. (2) membela keadilan dan kebenaran, dsb. 3). Media dapat digunakan untuk hiburan. Misalnya, hiburan musik, tari, sinetron, dsb.

Pengaruh positif yang tidak disadari, yakni: media sudah membentuk budaya baru. Kaum muda adalah massa yang terlibat penuh dalam budaya baru ini. media telah mengubah cara pikir kita tentang hidup, tentang kebudayaan, dsb. Jendela dunia terbuka lebar bagi kita.

Pengaruh negatif yang disebabkan dari teknologi media sendiri Media telah membangun kerajaan dan kekuasaan yang sangat kuat. Siapa yang memiliki media dia yang kuat dan berkuasa, Yang kuat dan kaya menguasai yang lemah dan miskin. Media menciptakan budaya baru yang gemerlap, budaya asli dan lokal perlahan-lahan tersingkir

B. BERSIKAP KRITIS TERHADAP IDEOLOGI DAN GAYA HIDUP YANG BERKEMBANG Nasionalisme : pandangan yang berpusat pada bangsa sendiri Liberalisme : suatu paham dan gerakan yang memperjuangkan kebebasan dari penindasan apapun. Komunisme : suatu sistem masyarakat di mana sarana-sarana produksi dilakukan berdasarkan asas bahwa setiap anggota masyarakat dapat memperoleh hasil sesuai dengan kebutuhan

Kapitalisme : suatu paham yang meyakini pemilik modal bisa melakukan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Sosialisme : suatu paham yang memperjuangkan mayarakat egaliter (manusia punya derajat sama) berawal dari kaum buruh melawan ekonomi kapitalisme. Demokrasi : suatu gagasan yang menyangkut mekanisme sistem pemerintahan agar mewujudkan kedaulatan rakyat.

Materialisme : paham yang memandang seluruh kehidupan pada intinya adalah materi. Hedonisme : paham yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup. Konsumerisme: paham yang memandang pentingnya mengakomodir keinginan dalam membeli barang-barang komoditi dalam jumlah yang besar.

Membangun sikap kritis terhadap ideologi, aliran dan gaya hidup yang berkembang. Kelompok pada zaman Yesus : Kaum farisi : kelompok orang yahudi yang dikenal saleh Kaum saduki : kelompok politik palestina Kaum Zelot : kelompok pejuang yahudi melawan bangsa Roma. Kaum ezeni : kelompok pendoa yang menyepi dari keramaian.

LUKAS 4: 1-13 Apa godaan yang dialami Yesus ketika berpuasa di padang Gurun ? Apa tawaran yang mewakili keinginan nafsu manusiawi ? Apa tawaran-tawaran yang menarik yang menggoda hidup anda, agar anda meninggalkan belajar anda ?

Ada 3 tawaran sebagai godaan yang mewakili nafsu manusiawi Jaminan kesejahteraan melimpah (digambarkan dengan roti) kedudukan dan kekuasaan (digambarkan luasnya tanah Israel) Popularitas dan keterjaminan sebagai anak Allah.

KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA ALKITAB : TERDIRI DARI KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DAN KITAB SUCI PERJANJIAN BARU KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA : perjanjian antara Allah dan umat Israel melalui para nabi. KITAB SUCI PERJANJIAN BARU : perjanjian antara Allah dan umat manusia melalui Yesus Kristus.

Kitab suci Perjanjian lama : berisi tentang kumpulan cerita tentang pengalaman bangsa Israel dalam hubungannya dengan sejarah keselamatan. Proses : diawali dari cerita secara lesan turun-temurun, ditulis oleh penulis Kitab Suci dengan diilhami oleh Allah dan dibukukan. Sebagaian besar menceritakan tentang bangsa Israel diselamatkan oleh Allah. Pernahkan anda merasa diselamatkan Allah ? Ceritakan !

Kitab Suci Perjanjian Lama Jumlah 46 Kitab Pembagiannya : Kitab Pentateukh /Taurat : ( Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) Kitab sejarah ( Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1-2 Samuel, 1-2 Raj, 1-2 Taw, Esra, Nehemia, 1-2 Makabe, Tobit, Yudit, ester) Kitab Kebijaksanaan ( Ayub, Maz, Ams,Pengk,Kidung Agung, Putra Sirakh.Yoel, Amos) 4. Kitab Kenabihan ( Yesaya, Yeremia,Ratapan Yeremia, Barukh , Yehezkhiel,Danel, Hosea)

Isi Kitab Suci PL secara umum Asal usul kehidupan Kisah awal hidup manusia Kisah pembebasan Alalh terhadap umatnya Aturan yang harus ditaati oleh manusia Perjuangan para nabi untuk mengingatkan hidup manusia. Nasehat-nasehat tentang hidup Pujian dan nyanyian kepa Allah.

Nabi-nabi dalam perjanjian Lama Nabi besar : Yesaya, Yeremia (Barukh dan Ratapan), Yehezkiel, dan Daniel. Nabi kecil : Hosea, Amos, Mikha, Yoel, Obaja, Yunus, Nahum, Habakuk, Zafanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.

KSPL Mengisahkan : Pra sejarah : kisah penciptaan s/d kisah menara babel Sejarah : Abraham s/d menjelang Yesus lahir.

5. 930 -722 SM : Kerajaan Israel dan Yehuda 6 5. 930 -722 SM : Kerajaan Israel dan Yehuda 6. 722-587 SM : Kerajaan Yehuda masih berlangsung sesudah kerajaan Israel jatuh. 7. 586-539 SM : Zaman pembuangan Babilon 8. 538-200 SM : Sesudah pembuangan, bangsa Israel dijinkan pulang kembali ke tanah airnya oleh Raja Persia yang mengalahkan Kerajaan Babilon.

9. Dua abad terakhir : Ditulis kitab Daniel,Ester, Yudith, Tobit, 1-2 Makabe, sirakh dan kebijaksanaan Salomo 10. Kanon Kitab Suci : Orang Yahudi menentukan sejumlah Kitab Suci. Kitab yang diterima sebagai Kitab Suci disebut Kanon. Orang Yahudi hanya menerima kitab yang berbahasa Ibrani (39 kitab) sedangakan kitab yang berbahasa Yunani ditolak.

39 kitab yang berbahasa Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa yunani ditambah dengan kitab yang asli berbahasa Yunani disebut SEPTUAGINTA (LXX). Jumlah seluruhnya ada 46 Kitab setelah ditambah 7 Kitab asli berbahasa Yunani. Yang akhirnya ditolak oleh Gereja Kristen Protestan. Kitab yang lengkap ini disebut Deuterokanonika menjadi kitab Gereja Katolik.

KITAB SUCI PERJANJIAN BARU APA ITU KITAB SUCI PERJANJIAN BARU ?

PEMBAGIAN KITAB SUCI PERJANJIAN BARU INJIL-INJIL KISAH PARA RASUL SURAT-SURAT WAHYU

Proses penyusunan Antara tahun 7/6 SM – 30 Masehi : Perode hidup Yesus” 30 – 130 Masehi : Penyusunan Kitab Suci Perjanjian Baru 120 – 400 Masehi : Pembentukan kanon (daftar resmi kitab suci perjanjian baru).

Injil-Injil Penulis : Mateus Markus Lukas Yohanes

Kisah para rasul Penulis : Lukas Tokoh : Paulus dan Petrus

Surat-surat Surat Paulus (13) Surat Ibrani Surat Katolik (7)

Kitab Wahyu Penulis Yohanes

Mengapa kita membaca Kitab Suci ? Untuk mengenal Kristus Iman kita akan tumbuh dan berkembang Sebagai buku iman Gereja (Allah berbicara dalam bahasa manusia) Mempersatukan diri dengan saudara-saudara kita di gereja-gereja Kristen lainnya.

BAHAN SEMESTER 2 Yesus Pejuang Kerajaan Allah Yesus Kristus sahabat sejati Roh Kudus dan Tritunggal Maha Kudus