MEMINDAHKAN PASIEN DARI KAMAR OPERASI KE RUANG PULIH SADAR DENGAN KERETA DORONG.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Praktek Profesi Keperawatan KMB 1
Advertisements

PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MEMASANG KANUL NASAL
Mekanik Tubuh & Ambulasi
Oleh : Nina Erliana, AMd.Keb.SPd. Pertemuan -5
PENANGANAN HENTI JANTUNG
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
PARADIGMA BARU PEMBANGUN KESEHATAN
Oleh : Tika Indah Primasari DIV Kebidanan STIKES NWU 2013
PEMINDAHAN PENDERITA “Muryadi’punya file”007.
Senam Hamil; Langkah bijak mempersiapkan persalinan
Sri Yunita Suraida Saat, S.ST.M.Kes.
Prolapsus Funikuli Dr Frizar Irmansyah.
Penanggulangan Kedaruratan Nafas
Ns. SUSI HANDAYANI,S.Kep,MM
Sudden cardiac arrest n CPR
MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT
Penanganan kegawatdaruratan jantung pada pasien dengan metode Bls
PASIEN SAFTY Winarni, S. Kep., Ns. MKM.
SENAM NIFAS Dwi Astuti,M.Kes.
ANALISIS AKAR MASALAH.
Latihan Nafas Dalam dan Batuk Efektif
Patient Safety.
RESUSITASI JANTUNG PARU
Keselamatan Pasien.
Konseling KTD
MACAM-MACAM POSISI BERBARING
TEKNIK PEMBERIAN INJEKSI IV
PERAWAT PROFESIONAL HOME CARE
ALUR PELAYANAN OPERASI
TEKNIK INSTRUMENTASI TIROIDEKTOMI
KHEMOPORT/PORT-A-CATH
RESUSITASI JANTUNG & PARU
DASAR – DASAR ANESTESIA I
Prinsip perawatan pasien medik
Keperawatan Dasar I Memandikan Pasien
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
Membuka jalan napas dengan alat (OPA) atau tanpa alat
PRODI MIK | FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
dr. Arif Dharmawan, SpB, FINACS SMF Bedah RSUD Blambangan
PROSEDUR RESUSITASI JANTUNG PARU DEWASA SATU PENOLONG
JENIS PERSIAPAN DAN PERAWATAN INTRA OPRASI DAN POST OPRASI
Airway & Breathing Management
Vulva Higiene.
Materi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat)
Keamanan& Kenyamanan Lingkungan
TEHNIK MENGATUR DAN MEMINDAHKAN PASIEN
TEHNIK PEMBERSIHAN dan PRINSIP TEHNIK STREIL DI KAMAR OPERASI
The Member of Group: Angga Maulana Darmanto Dea Novia Lista
BHD (Bantuan Hidup Dasar) atau BLS (Basic Life Support)
SOP Perawatan Daerah Genetalia "VAGINA HYGIENE" DI SUSUN OLEH : NOVITA HARDIANTY NH DI SUSUN OLEH : NOVITA HARDIANTY NH
Penjaminan Mutu Asuhan Keperawatan OLEH : KELOMPOK 8.
Resusitasi jantung PARU (RJP ) ROSMALIANA. PURBA.S.Kep, Ns Disampaikan Oleh :
Penanggulangan Kedaruratan Nafas
BANTUAN HIDUP DASAR (RESUSITASI JANTUNG PARU)
Keperawatan Perioperatif
Menyiapkan Kamar Untuk Tamu “Preparing Room for Guest”
 Menyelamatkan jiwa  Mencegah terjadinya hal yang lebih buruk pada korban.  Mempertahankan daya tahan korban sampai mendapatkan pertolongan lebih baik.
Kebutuhan Rasa Aman & Nyaman Ns Eka Sakti W, S.Kep Keperawatan Dasar Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN KERJA
KEPERAWATAN GERONTIK. APA ITU RESIKO JATUH? APA SAJA PENYEBAB JATUH?
M. Siauta. CMPK Setelah mempelajari pokok bahasan ini, mahasiswa mampu melakukan tindakan Irigasi Lambung CMPK Setelah mempelajari pokok bahasan ini,
Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
Pemeriksaan tonus-kekuatan otot Sumber:Buku Pemeriksaan Klinis Neurologi Praktis Umum halaman
MANUAL HANDLING. Apa Itu Manual Handling ? Salah satu tujuan utama dari kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja untuk menciptakan kondisi.
KELOMPOK 5 NEONATUS Anggota :Christin Bela Putri Pardede Inayah Rahmawati Lisna Lestari Nissa Janati.
Transcript presentasi:

MEMINDAHKAN PASIEN DARI KAMAR OPERASI KE RUANG PULIH SADAR DENGAN KERETA DORONG

PENGERTIAN 1.Memindahkan pasien dari kamar operasi ke recovery room (RR) atau ruang pulih sadar dengan kereta dorong adalah proses untuk memindahkan pasien dari kamar operasi menuju ruang pulih sadar dengan menggunakan kereta dorong dan tetap memperhatikan kondisi pasien khususnya airway, breathing dan circulation 2.Pelaksana adalah perawat atau bidan

TUJUAN 1.Mencegah pasien jatuh dari meja operasi 2.Memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien

KEBIJAKAN 1.Memindahkan pasien dari kamar operasi menuju ruang pulih sadar dengan kereta dorong harus dilakukan minimal oleh 3 perawat untuk menghindari kejadian tidak diharapkan (KTD) khususnya untuk pasien post anestesi umum yang menggunakan oksigen dorong 2.Pemindahan pasien baik anestesi spinal ataupun umum harus seizin dokter anestesi 3.Selama perjalanan dari kamar operasi, perhatikan airway, breathing, circulation dan khusus post anestesi umum harus menggunakan kereta dorong

PROSEDUR 1.Jelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 2.Siapkan dan bawa kereta dorong dalam kamar operasi 3.Letakkan kereta dorong sejajar dengan meja operasi kemudian kunci roda kereta dorong tersebut 4.Rapikan segala peralatan medis yang terpasang (infus, selang kateter beserta urine bag, NGT, drain, dll) 5.Angkat atau geser pasien dengan perlak yang terpasang dibawah pasien secara bersama-sama minimal 3 orang, 1 orang pada bagian kepala dan bahu, 1 orang pada bagian pinggang dan panggul dan 1 orang pada bagian tungkai 6.Apabila dikamar operasi tersedia alat bantu untuk memindahkan pasien (easy move) pasang alat tersebut pada bagian bawah perlak pasien, kemudian tarik perlak pasien secara hati-hati dengan memperhatikan posisi airway pasien

7. Sebelum pasien diangkat, pastikan semua tim sudah melakukan tugasnya sesuai pembagian 8. Setelah siap, perawat yang berada di bagian kepala pasien memberikan aba-aba pada timnya untuk mengangkat pasien secara perlahan-lahan ke kereta dorong atau tempat tidur 9. Rapikan pasien dan peralatan lainya 10. Lepaskan atau buka kunci kereta dorong, kemudian dorong secara perlahan dan hati-hati sampai keruang pulih sadar 11. Setelah tiba diruang pulih sadar, pindahkan pasien ke tempat tidur pasien (proses pemindahan pasien sama dengan pasien pindah dari meja operasi ke kereta dorong 12. hal-hal yang harus diperhatikan :  Sebelum dipindahkan pastikan keadaan umum pasien baik serta dengan persetujuan dokter anestesi  Selama perjalanan ke ruang pulih sadar perhatikan airwaym, breathing, dan circulation  Hindari pasien terjatuh dari meja operasi  Sebelum di pakai cek kelayakan atau cek fungsi kereta dorong / brankart  Sebelum pasien dipindahkan, pastikan sudah terekstubasi dan pasien dalam keadaan sadar penuh, saturasi dalam batas normal (98-99 %)  Jika pasien anestesi umum, pasien dipindahkan ke ruang pulih sadar tetap menggunakan oksigen selama perjalanan