Menguraikan gaya F1 F F2.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB 2 VEKTOR Besaran Skalar Dan Vektor
Advertisements

SOAL MENGURAIKAN DAN MENYUSUN GAYA
BAB 3 PERSAMAAN GARIS LURUS Terdiri dari dua sumbu koordinat
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit
PENYUSUNAN DAN PENGURAIAN GAYA SECARA GRAFIS
Vektor oleh : Hastuti.
BAB 2 MEDAN LISTRIK Hukum Coulomb :
Diferensial Vektor TKS 4007 Matematika III (Pertemuan II) Dr. AZ
ASSALAMUALAIKUM WR WB.
BAB 2 VEKTOR 2.1.
ALJABAR LINIER & MATRIKS
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
VEKTOR KELAS X SEMESTER 1. VEKTOR KELAS X SEMESTER 1.
Vektor By : Meiriyama Program Studi Teknik Komputer
1 Pertemuan Dinamika Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Matakuliah : D0684 – FISIKA I
MEKANIKA TEKNIK.
DASAR-DASAR ANALISA VEKTOR
SISTEM GAYA 2 DIMENSI.
MATA KULIAH MATEMATIKA LANJUT 1 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
VEKTOR 2.1.
BAB 1 Vektor.
Tri Rahajoeningroem,MT T. Elektro - UNIKOM
VEKTOR VEKTOR PADA BIDANG.
Apakah Bilangan Kompleks itu ?
ASSALAMUALAIKUM WR WB.
Pertemuan 3 MEKANIKA GAYA
OPERASI VEKTOR Pertemuan 3
PERKALIAN VEKTOR Di sini ditanyakan apa yang dimaksud dengan fisika.
BAB 2 VEKTOR Pertemuan
Vektor.
Besaran Vektor faridisite.wordpress.com.
HUKUM-HUKUM NEWTON Pertemuan 7-8-9
Apakah Bilangan Kompleks itu ?
Mekanika Teknik Wardika
VektoR.
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
3D Elisabeth, S.kom.
PENJUMLAHAN VEKTOR SMA Titian Teras Jambi UNTUK SMA KELAS X (SEPULUH)
KINEMATIKA DAN DINAMIKA TEKNIK (3 SKS)
MENERAPKAN ILMU STATIKA DAN TEGANGAN
Akibat Muatan Garis dan Muatan Bidang
Fisika Dasar I Kode Mata Kuliah : TKI 4102
STATIKA.
Pertemuan 5 GAYA-MOMEN DAN KOPEL
Rangka Batang.
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
BAB. 3 (Skalar, Vektor) 5/22/
FLUKS LISTRIK, RAPAT FLUKS LISTRIK, HK. GAUSS
PERSEGI.
HUKUM-HUKUM NEWTON Pertemuan 6-7-8
BESARAN FISIKA DAN SISTEM SATUAN
Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X MIA / Ganjil Materi Pembelajaran : Vektor Alokasi Waktu : 1 x 120 menit.
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
BAB 3 VEKTOR 2.1.
Oleh : Farihul Amris A, S.Pd.
BAB I ANALISIS VEKTOR 1.1 SKALAR DAN VEKTOR Skalar Vektor Medan skalar
VEKTOR.
PENJUMLAHAN BESARAN VEKTOR
PENJUMLAHAN VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1
KESETIMBAGAN Pertemuan 10.
VEKTOR.
MEKANIKA TEKNIK Tgl 28 0kt 2015.
BAB 2 VEKTOR 2.1.
VEKTOR.
Komponen vektor merupakan proyeksi vektor pada sumbu sistem koordinat
VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1. CONTOH: APLIKASI PENJUMLAHAN VEKTOR.
PENJUMLAHAN VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1
Transcript presentasi:

Menguraikan gaya F1 F F2

Penjumlahan beberapa gaya pada bidang datar Gaya yang bekerja lebih dari 2 gaya pada suatu titik di bidang datar, di sini kita mempunyai 2 kemungkinan untuk menentukan resultan dengan sistem grafis. Metode jajaran genjang gaya Fc

Kita menghubungkan 2 gaya pertama (FA dan FB) dengan paralelogram gaya sehingga didapat subresul­tan FR1 Kemudian FR1 ini dengan FC dihubungkan menjadi paralelogram gaya yang baru dan resultan inilah yang merupakan resultan dari ketiga gaya FA, FB dan FC.

Metode Poligon gaya Kita menghubungkan gaya-gaya tersebut satu terhadap Lainnya dengan skala "besar dan arah" yang benar sehingga membentuk sebuah poligon. Garis penutup poligon yang menghubungkan titik tangkap gaya ke ujung panah gaya terakhir merupakan resultan dari ketiga gaya tersebut. Arah resultan berlawanan dengan arah poligon FA, FB & FC. Urut- urutan penempatan untuk membentuk rangkaian gaya itu bisa dipilih sembarangan. Fc

Pemecahan matematis Pemecahan secara matematis membutuhkan lebih banyak waktu dan sedikit ruwet. Kita memproyeksikan gaya-gaya pada suatu sistem koordinat dan menghitung besar absis ( nilai pada sumbu x ) dan be­sar ordinat ( nilai pada sumbu y). Besar gaya

Arah gaya

Contoh FC FB FA Tentukan: Besarnya Gaya Arah gaya

Penyelesaian = 300 . 0,866 = 259,8 [N] = 400 . 0,5 = 200 [N]

Penjumlahan beberapa gaya pada ruang 3 gaya yang sama tegak lurus F1, F2, F3 bekerja pada sebuah titik. Pertama-tama ketika menentukan sub resultan FR1.2 dan kemudian kita mendapatkan FR dari FR 1,2 dan F3. F3 FR1,2,3 F2 FR1,2 F1

Pemecahan secara matematis : Contoh: Jika diketahui: gaya F1 = 100 [N], F2 = 50 [N] dan F3 = 150 [N]. Saling tegak lurus. Tentukan: Besarnya gaya Arah gaya

Kalau gaya-gayanya bersudut miring, kita menentukan sub resultan dari pasangan gaya di bidang datar, kemudian sub resultan ini ditambahkan dengan gaya lainnya. R1,2,3 Fy F3 Fz F2 R1,2 F1 FX

Dan resultannya adalah Jika kita memecahkan soal ini secara matematis, pertama kita tentukan komponen Fx, Fy dan Fz dari setiap gaya dengan penjumlahan secara aljabar akan didapat sub resultan FRx , FRY dan FRz Fy Dan resultannya adalah F3 F3y Fz F2 F3Z F3XZ F1 F3X FX

Resultante gaya-gaya dalam ruang Arah R Cos Rx = Cos Ry = Cos Rz =

Penjumlahan gaya yang terletak pada beberapa titik, dalam satu bidang Dua gaya yang sejajar Dua gaya yang sejajar pada suatu benda, kita tidak dapat menyelesaikan dengan parallelogram gaya un­tuk mencari jumlah gayanya (resultannya). Contoh :

Letak Resultante Fh Fh F1 R1 F2 R2 R R1 R = F1 + F2 R2 R

Letak Resultante F2 F1 F1 F2 R = F1 + F2 R

Poligon dan Poligon vektor F1 F3 III F1 II II I IV R F2 A III F2 IV R F3 Besarnya resultante R = F1 + F2 + F3

Penjumlahan beberapa gaya dengan arah yang berbeda Bila ada beberapa gaya dengan beberapa titik tangkap (seperti gambar bawah) maka dapat dicari resultantenya dengan poligon atau dengan metode rope poligon (lukisan kutup). F4 F1 IV F3 I F1 F2 V II I R F2 III A III R II V IV F3 F4