BIOMEKANIKA BAB 1 Mata Kuliah: Fisika Keperawatan Bagian 1.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DINAMIKA Staf Pengajar Fisika TPB Departemen Fisika FMIPA IPB.
Advertisements

BAB 4 Dinamika dan Hukum Newton Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
DINAMIKA Staf Pengajar Fisika TPB Departemen Fisika FMIPA IPB
Aplikasi Hukum Newton.
Dinamika Partikel Diah Prameswari Fairuz Hilwa Nabilla Kharisma
1. STATIKA DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
X Hukum Newton.
BIOMEKANIKA BAB 1.
FISIKA SMA PANITIA SERTIFIKASI GURU (PSG) RAYON 15 UNIVERSITAS NEGERI MALANG.
Chapter II Static of The Body
Modul-5, data M Arief Latar
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Chapter III Motion.
4. DINAMIKA.
Hukum Newton tentang Gerak
4. DINAMIKA.
DINAMIKA PARTIKEL.
Hukum Newton.
Pengukuran, Satuan, Hukum Newton, Gaya pada tubuh, Analisa Gaya,
Berkelas.
ERGONOMI.
DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Fisika Kesehatan Fisika Enginering
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Hukum Newton tentang Gerak
DINAMIKA BENDA (translasi)
Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar
KUIS FISIKA GAYA, HUKUM NEWTON, DAN PERCEPATAN BENDA
KESETIMBANGAN STATIKA
GAYA Harlinda Syofyan,S.Si., M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
BIOMEKANIKA BAB 1.
HUKUM-HUKUM NEWTON Pertemuan 7-8-9
MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
Pengukuran, Satuan, Hukum Newton, Gaya pada tubuh, Analisa Gaya,
1 f T Fk.x F m.a MODUL 10. FISIKA DASAR I
Standar Kompetensi Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar Menganalisis keteraturan gerak planet.
BIOMEKANIKA.
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Kuliah IV Aplikasi Konsep Keseimbangan
MOCH AHMAD M UPRI DIANA RIAN HIDAYAT RAVI RIVALDO WIKI HERMAWAN
Arina Dwi Saputri Hidayah Karmelia
Hukum Newton, Gaya pada tubuh, Analisa Gaya,
DYNAMIC PARTICLE Hukum-hukum Newton tentang gerak menjelaskan mekanisme yang menyebabkan benda bergerak. Di sini diuraikan perubahan gerak benda dengan.
Materi 5.
Hukum Newton Tentang Gerak
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
DINAMIKA BENDA (translasi)
DINAMIKA.
Keseimbangan rotor Keseimbangan gerak bolak-balik
Hukum-Hukum Newton MASSA benda adalah ukuran kelembamannya, sedangkan kelembamannya (inertia) adalah kecenderungan benda yang mula-mula diam untuk tetap.
HUKUM NEWTON Pendahuluan Hukum Newton
BIOMEKANIKA.
DINAMIKA tinjauan gerak benda atau partikel yang melibatkan
BAB I SISTEM GAYA OLEH WIJOYO TM-UNSA.
Pengukuran, Satuan, Hukum Newton, Gaya pada tubuh, Analisa Gaya,
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
PENGUKURAN.
HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI.
DINAMIKA PARTIKEL FISIKA TEKNIK Oleh : Rina Mirdayanti, S.Si.,M.Si.
USAHA DAN ENERGI Definisi Usaha dan Energi Usaha dan Perubahan Energi
GAYA USAHA dan ENERGI.
Apakah Dinamika Patikel itu?
DINAMIKA.
IMPLEMENTASI DINAMIKA PARTIKEL PERTEMUAN KE 5 FISIKA DASAR.
Science Center Universitas Brawijaya
DYNAMIC PARTICLE Hukum-hukum Newton tentang gerak menjelaskan mekanisme yang menyebabkan benda bergerak. Di sini diuraikan perubahan gerak benda dengan.
pengantar kuliah Biomekanika dan biotransportasi
BIOMEKANIKA ASHFAR KURNIA.
BAB 7 HUKUM NEWTON KOMPETENSI DASAR 3.7Menganalisis interaksi pada gaya serta hubungan antara gaya, massa dan gerak lurus benda serta penerapannya dalam.
Transcript presentasi:

BIOMEKANIKA BAB 1 Mata Kuliah: Fisika Keperawatan Bagian 1

BIOMEKANIKA PENGUKURAN. Membandingkan kuantitas. Besaran pokok dan turunan dan SATUAN Proses pengukuran. 1.Pengukuran berulang : nilai pernafasan rata-rata 2.Pengukuran sekali : Potensial aksi pd sel saraf PENGUKURAN. Membandingkan kuantitas. Besaran pokok dan turunan dan SATUAN Proses pengukuran. 1.Pengukuran berulang : nilai pernafasan rata-rata 2.Pengukuran sekali : Potensial aksi pd sel saraf

Contoh Alat Ukur dalam dunia Kesehatan

Kesalahan Pengukuran 1.Kesalahan sistematik  Alat  Pengamat (tidak teliti)  Metode Pengamatan 2. Kesalahan Acak  Ketelitian alat ukur  Kondisi lingkungan yang mempengaruhi alat ukur

Perhitungan Ralat Hasil pengukuran X = X +  x (  x ) Ralat  ketidakpastian pengukuran Untuk pengukuran tunggal  x = ½ Nst Untuk pengukuran berulang  x = Standar deviasi

Untuk pengukuran tunggal Hasil pengukuran X = X +  x (  x ) Ralat  ketidakpastian pengukuran  x = ½ * 1 mm = 0,5 mm X = ( 25,5 + 0,5 ) mm X = ( 2,55 + 0,05 ) cm

Untuk pengukuran Berulang X = (65,20 + 1,30 ) satuan SD.S SD.P

False positif dan negatif False Positif Error yang terjadi dimana penderita dinyatakan menderita suatu penyakit padahal tidak False Negative Error yang terjadi dimana penderita dinyatakan tidak sakit padahal menderita suatu penyakit Untuk menghindari : 1. Sikap teliti dalam pengambilan pengukuran 2. Pengulangan pengukuran 3. Penggunaan alat yang dapat dipercaya 4. Kalibrasi terhadap alat. Skema dasar Pengukuran

Hukum Dasar Gerak Hukum pertama Newton ( Kelembaman ) Sifat benda untuk mempertahankan keadaannya Hukum kedua Newton F = m · a Hukum ketiga Newton ( aksi reaksi )

Gaya Pada Tubuh Gaya pada tubuh  dapat kita ketahui contoh menabrak meja. Gaya dalam tubuh  td diketahui contoh Gaya otot. Dasar asal mula gaya adalah gaya gravitasi, tarik-menarik antara 2 benda, misalkan berat badan, ex terjadinya varises. Gaya pada tubuh ada 2 tipe : 1. Gaya pada tubuh dlm keadaan statis. 2. Gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis. Gaya pada tubuh  dapat kita ketahui contoh menabrak meja. Gaya dalam tubuh  td diketahui contoh Gaya otot. Dasar asal mula gaya adalah gaya gravitasi, tarik-menarik antara 2 benda, misalkan berat badan, ex terjadinya varises. Gaya pada tubuh ada 2 tipe : 1. Gaya pada tubuh dlm keadaan statis. 2. Gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis.

Sistem Gaya dan Pengumpil dalam Tubuh  Hukum I Newton ( Kelembaman ) Jika  F = 0 maka a = 0  Hukum kedua Newton F = m · a  Hukum ketiga Newton F aksi = - F reaksi

Sistem Gaya dan Pengumpil dalam Tubuh Hukum I Newton ( Kelembaman ) Jika  F = 0 maka a = 0 Disebut juga prinsip keseimbangan  F= 0   F x = 0 dan  F y = 0  = 0   = F. d F  F x = F cos  F y = F sin  F d F d  = F. d  = F.d sin  atau  = F.d cos   

Aplikasi 1

Aplikasi 2 Pada Gambar diatas tetukan besar gaya (F b ) pada otot

Aplikasi 3 Jika massa orang tersebut 75 Kg Hitung Gaya pada persendian (Fp) dan gaya angkat otot (F A )

Aplikasi 4 Jika massa orang tersebut 84 Kg Hitung Gaya pada persendian (Fp) dan gaya angkat otot (F A )

Aplikasi 5 Hitung gaya pada : Otot Bisep (F B ) Persendian (F E )

Aplikasi 6