PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI TELEMATIKA DI KALIMANTAN BARAT

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LAPORAN EVALUASI TAHUN KETIGA RPJMD KABUPATEN TEGAL
Advertisements

PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
INFRASTRUCTURE FRAMEWORK REGULATORY FRAMEWORK ORGANIZATIONAL FRAMEWORK
ANALISIS SWOT.
SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI
Apa Keuntungan EKSPOR.
Satryo Soemantri Brodjonegoro Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
Meningkatkan Peran dan Fungsi Penyuluh Swadaya
Makalah Kunci (Keynote Speech)
Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D
ROAD MAP IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 DISAMPAIKAN OLEH: TARMIZI.
PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana ( )
GRAND DESIGN KONSORSIUM ANGGREK INDONESIA
BIDANG INDUSTRI LOGAM MESIN ELEKTRONIKA & ANEKA
DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOPERASI DI INDONESIA
PEMBANGUNAN INOVASI INKLUSIF
PAPUA, KEPULAUAN INDONESIA YANG TAK TERPANDANG
KOPERASI DI ERA GLOBAL.
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
Hubungan internasional Tema : Organisasi internasional
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Sektor Industri Oleh : Hermien Roosita Asisten Deputi Urusan Manufaktur, Prasarana dan.
PERDAGANGAN DAN INVESTASI DALAM BISNIS INTERNASIONAL
Oleh : Edwin Karim, SE., MM M-UKM.
Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara Berkembang Ekonomi Pembangunan.
PROGRAM UNDIKSHA (BIDANG AKADEMIK) 2018
Deputi Bidang Pengembangan Regional
MEMBANGUN UMKM yang UNGGUL dengan ‘e-Commerce”
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
Peran Dewan Komisaris Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi Asean 2015
Perdagangan Internasional
KEBIJAKAN PERDAGANGAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU
DUKUNGAN DPR DALAM PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBIAYAAN INDUSTRI
GLOBALISASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
Modul / Tatap Muka 11 LEMBAGA KEUANGAN MIKRO Pendahuluan
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
AUDITA NUVRIASARI, SE, MM
STRATEGI PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT
By : Dr. Ir. F. Didiet Heru Swasono, M.P. SMT GASAL_2014/2015
PERKEBUNAN DAN MASALAHNYA
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
DINAS KOPERASI DAN UM KABUPATEN BLITAR
Pertemuan X KEMITRAAN USAHA.
Implementasi Pemahaman Globalisasi Ekonomi dalam Pembangunan Wilayah: STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DI ERA MASYARAT EKONOMI ASEAN (MEA) Oleh : Dr. Kurniyati.
GLOBALISASI dan DAMPAKNYA
LAPORAN PROGRAM KERJA MASTEL TAHUN 2003
BERBISNIS DALAM EKONOMI GLOBAL
PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
MELALUI KERIS JATENG MEMACU KEMUDAHAN BERUSAHA
PEREKONOMIAN TERBUKA PERDAGANGAN INTERNASIONAL PEMBAYARAN
Bahan tayang 3-4 Mei.
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN USAHA UKM ( Studi Kasus, “ Jurnal Koperasi dan UKM”, ) mustikalukmanarief.
PENGEMBANGAN INDUSTRI & STRATEGI INDUSTRIALISASI
TEORI ISU PEMBANGUNAN OKTIVA ANGGRAINI
TAHUN 2014 TENTANG DESA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
BAB III. Kebijakan Strategis
ANALISIS SWOT IMPLEMENTASI GERAKAN SADAR ARSIP DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BANYUWANGI Oleh : Lastria Nurtanzila1, Widiatmoko Adi Putranto2.
Mempercepat Transformasi Industri Manufaktur Untuk Mewujudkan Industrialisasi Indonesia Yang Berdaya Saing Global Presented by :
EKSPOR IMPOR.
KESIAPAN UMKM BABEL MENJALANKAN MEA
PETUNJUK PELAKSANAAN PENGGUNAAN DANA DEKONSENTRASI PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN.
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
IMPLEMENTASI UNDANG – UNDANG NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT OLEH:TUTIK KUSUMA WADHANI,SE,MM,M.Kes.
DONGKRAK KARIR LULUSAN PERSPEKTIF SERTIFIKASI
“PEMBANGUNAN DESA YANG BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA ”
PRESENTATION GLOBALISASI DI BIDANG HUKUM. NAMA ANGGOTA 1.PUTRA HANDOYO 2.FEBRY ENDRIANI 3.JONATHAN FAZA 4.ARTHA ZABILHA 5.M.RAJAB 6.MONICA DWI 7.WAHYU.
Transcript presentasi:

PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI TELEMATIKA DI KALIMANTAN BARAT Disampaikan oleh : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat Pontianak, 19 April 2011

PENDAHULUAN Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam dunia Teknologi Informasi (TI) telah merubah tatanan masyarakat menjadi masyarakat yang mengenal teknologi dan informasi. Suatu paradigma baru tentang isu global dunia yang mengarah pada Informasi Highway, Information Appliance, Digital and Virtual Libraries & Teleworking. Isu global ini harus diantisipasi oleh setiap negara dalam menghadapi “high competition” untuk mencapai target kemakmuran masyarakat. Pada akhir tahun 1977 saat dimana perekonomian Indonesia mulai tumbuh, bangsa Indonesia harus menerima kenyataan pahit terlanda krisis yang berkepanjangan. Kini Indonesia dihadapkan pada dua masalah utama : 1. Mengatasi dampak krisis bangsa, memulihkan kehidupan berbagsa dan bernegara dan mengejar ketinggalan dari negara lain. 2. ikut serta kompetisi dunia (era persaingan bebas) di era informasi. Untuk mengejar ketinggalan tersebut maka diperlukan sarana dan prasarana TI yang dapat memfasilitasi para pelaku usaha Indonesia menjadi pemain global. Untuk itu rakyat Indonesia harus dengan gencar diperkenalkan dengan TI. Kita menyadari bersama bahwa anggaran dana pendidikan di indonesia relatif kecil dengan beban rakyat yang harus dicerdaskan begitu besar maka harus dicari formulasi baru yang efesien untuk mencerdaskan rakyat dan meningkatkan penguasaan TI. Mencerdaskan rakyat bukan lagi tugas Depdiknas semata tetapi tugas segenap komponen bangsa dengan mengoptimalkan aset-aset negara untuk memberikan peluang kepada rakyat mengakses pusat-pusat informasi tentang teknolgi. Keunggulan komparatif (comparatitif advantage) produk-produk indonesia yang pernah bersaing dipasar dunia karena harganya murah akan semakin tergeser oleh produk bangsa lain yang telah “melekatkan” teknologi dalam setiap produknya. Untuk itu Indonesia wajib meningkatkan daya saingnya di pasar bebas. Syarat mutlaknya adalah pemanfaatan TI oleh sebagian besar masyarakat.

Bangun Industri Indonesia Masa Depan

Lingkup Industri Telematika (Berdasarkan pengelompokan oleh ITA-WTO), dimana Indonesia telah menyepakati dalam arrangement tersebut

PROGRAM & RENCANA AKSI Sumber : Forum IATT – Solo 2010 2010 (Jangka Pendek) 2010 – 2014 (Jangka Menengah) 2010 – 2025 (Jangka Panjang) Mendorong peningkatan penggunaan produk Telematika dalam negeri Meningkatkan kerjasama antar instansi terkait dengan dunia usaha di bidang litbang,standardisasi dan teknologi Pendirian dan penguatan Pusat Desain Produk-produk telekomunikasi Penyempurnaan Iklim Usaha Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Klaster Telematika Penguatan kelembagaan RICE dan IBC di daerah Mendorong dan memperkuat upaya peningkatan TKDN produk produk telematika. Memperkuat kerjasama litbang dan teknologi dengan institusi litbang MNC’s. Mendorong upaya untuk menghasilkan produk-produk inovatif dari produk software, Animasi & konten serta produk-produk telekomunikasi. Mendorong dan memperkuat kemampuan RICE dan IBC dalam menghasilkan SdM yang berkompetensi tinggi Mendorong aliansi strategis dari industri telematika dalam negeri dengan mitra luar negeri Mendorong kemampuan dalam penguasaan Rancang bangun dan Rekayasa bidang Telematika Meningkatkan kerjasama dan aliansi strategis dengan perusahaan telematika terkemuka di dunia dalam hal pengembangan ekspor dan teknologi Sumber : Forum IATT – Solo 2010

PELUANG (OPPORTUNITIES) ANALISA SWOT KEKUATAN (STRENGHT) PELUANG (OPPORTUNITIES) Areal yang dimiliki Telah berdirinya jurusan Teknik Informatika di Sekolah Tinggi dan Perguruan Tinggi Tersedianya penyedia jaringan informasi data Kawasan perdagangan / jasa dengan pertumbuhan yang cenderung meningkat . Banyaknya televisi swasta lokal ; Kebutuhan akan tenaga TI yang cenderung meningkat ; Jumlah pengguna TI yang semakin meningkat ; Jenis layanan TI yang semakin beragam KELEMAHAN (WEAKNESS) ANCAMAN (THREAT) Sarana yang tersedia masih sangat minim untuk pengembangan TI ; SDM yang masih lemah . Pengakuan terhadap hasil karya cipta (perlindungan HKI) yang masih lemah ; Masuknya produk TI sejenis dari daerah / negara lain ; Produk layanan sejenis dari negara lain atau daerah lain ;

LANGKAH YANG DIAMBIL PEMERINTAH (KEMENTRIAN, PEMDA PROV/KAB/KOTA) DALAM MENDUKUNG BERDIRINYA RICE No. Deskripsi Time Frame 2011 2012 2013 2014 2015 1. Fasilitas Sarana / Bangunan 2. Pengadaan Peralatan ( Hardware / Software ) 3. Pelatihan TOT Tenaga Pengajar 4. Pelatihan , Kegiatan untuk SDM TI 5. Operasional RICE 6. Promosi RICE

SIAPA YANG TERLIBAT DI DALAM RICE ?

HARAPAN DENGAN BERDIRINYA RICE : Mendekatkan TI sampai keseluruh instansi dan lapisan masyarkat Mempersiapkan instansi pemerintahan sadar akan pentingnya Teknologi Informasi untuk mendukung berbagai kegiatan pemerintahan. Membuka pandangan pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi. Menumbuhkan dan mendorong agar TI juga merupakan suatu komoditi industri unggulan yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan Kesejahteraan para pelaku usaha pada umumnya ; Peningkatan kemajuan sumber daya manusia dalam TI didaerah.