Maynard Operation Sequence Time

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
4.1. Hukum-hukum Dasar untuk Sistem
Advertisements

STAF PENGAJAR FISIKA DEPT. FISIKA, FMIPA, IPB
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
KINEMATIKA Kinematika adalah cabang ilmu Fisika yang membahas gerak benda tanpa memperhatikan penyebab gerak benda tersebut. Penyebab gerak yang sering.
STUDI GERAKAN Analisis yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya Gerakan-gerakan yang tidak efektif.
TEST PHYSICS PENGGUNAAN PROGRAM VBA 20 SOAL By AGUS BUDIANTO,S.Pd
Kumpulan Soal 3. Energi Dan Momentum
Gerak Satu Dimensi.
STAF PENGAJAR FISIKA DEPT. FISIKA, FMIPA, IPB
MANUAL HANDLING Manual Handling :
Handout Analisis & Pengukuran Kerja
Handout Analisis & Pengukuran Kerja
Predetermined Time System
PENGUKURAN WAKTU : untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian pekerjaan
Angka indeks Angka indeks adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan keadaan/kegiatan/peristiwa.
Prinsip Newton Partikel
Pengertian Algoritma dan Flowchart
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
ALJABAR.
Sistem Persamaan Diferensial
DISTILASI.
LUAS DAERAH LINGKARAN LANGKAH-LANGKAH :
Pertemuan VII Sumber Daya Manusia dan Desain Pekerjaan
Perancangan Sistem Produksi
Materi Kuliah Kalkulus II
LIMIT FUNGSI LIMIT FUNGSI ALJABAR.
Fungsi Invers Oleh: FadjarShadiq, WI PPPG Matematika
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
CARA MENYATAKAN HIMPUNAN
Struktur Dasar Algoritma

STUDI GERAKAN Tita Talitha, MT.
Luas Daerah ( Integral ).
LINGKARAN LINGKARAN ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻠﺭﺤﻤﻥﺍﻠﺭﺤﻴﻡ next
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
METODE NUMERIK EDY SUPRAPTO 1.
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
RANGKAIAN PENGENDALI MOTOR
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
Gerak 2 Dimensi 2 Dimensional Motion
GERAK LURUS.
KONVOLUSI DISKRIT.
SELAMAT SIANG.
DESAIN SISTEM KERJA.
GETARAN HARMONIK SEDERHANA
Jelaskan yang anda ketahui tentang energi
USAHA DAN ENERGI.
Analisa & Perancangan Sistem Informasi
15. Osilasi.
Analisis Pemindahan Bahan dan Ongkos
Pengukuran Waktu Tidak Langsung
MOST (MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE)
Pengukuran Waktu Tidak Langsung
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)
PENDAHULUAN Penelitian kerja dan analisa metode kerja memusatkan perhatian pada bagaimana suatu pekerjaan akan diselesaikan Aplikasi prinsip dan teknik.
DATA WAKTU GERAKAN (Predetermined Motion-Time System)
PENGUKURAN WAKTU BAKU TAK LANGSUNG
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)
PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI
Methods-Time Measurement > MTM-1 <
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)
ANALISA ALIRAN BAHAN Ir. Sritomo Wignjosoebroto, MSc
Pengukuran Waktu Baku Cara Tidak Langsung
Pengukuran Waktu Tidak Langsung
Predetermined Motion Time System
MOST (MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE)
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU ( JUST IN TIME -JIT).
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)
#11_PREDETERMINED MOTION TIME SYSTEMS (PMTS) ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA For more sample templates, click the File tab, and then on the New tab, click.
Transcript presentasi:

Maynard Operation Sequence Time MOST Maynard Operation Sequence Time

Sistem Kerja Terbaik Waktu tersingkat Tenaga Fisik paling ringan Dampak Psikis dan Sosiologis terendah

Pengukuran Waktu Kerja Langsung (diukur ditempat kerja) Pengukuran dengan jam henti (PTI) Sampling pekerjaan (PSKE) Tidak langsung (memakai data/tabel) Data waktu baku Data waktu gerakan

Kelebihan Metode Tidak Langsung Setiap elemen gerakan diketahui waktunya, jadi waktu penyelesaian dapat ditentukan sebelum pekerjaan dilakukan. Relatif singkat Biaya lebih murah Pengembangan metode kerja lama Perancangan produk, jika produknya berpengaruh terhadap waktu kerja.

Data waktu baku Berisi data dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang telah diteliti pada waktu yang lalu. Dengan demikian bila ada kegiatan yang sama dengan kegiatan yang waktunya sudah ada sebelumnya, maka waktu penyelesaian pekerjaan itu sudah dapat ditentukan.

Data waktu gerakan Pengertian : data waktu dari elemen-elemen gerakan baku, bukan data elemen pekerjaan tapi jauh lebih detil lagi yaitu elemen gerakan

Data waktu gerakan Terdiri dari : Analisa waktu gerakan (MTA) Waktu gerakan baku (MTS) Waktu gerakan dimensi (DMT) Faktor kerja (WF) Pengukuran waktu metode (MTM) Maynard operation sequence time (MOST)

MOST Ditemukan oleh Kjell Zendin yang bekerja di perusahaan HB Maynard and Company tahun 1960. Pada dasarnya pekerjaan manual terdiri dari 3 urutan gerakan, yang menjadi pangkal konsep MOST mengenai pengukuran kerja, kerja dalam artian ilmu fisika w=fxs (gaya x perpindahan)

MOST Atau lebih sederhana dikatakan sebagai perpindahan objek. Dalam metode MOST objek dipindahkan menurut dua cara Diambil dan dipindahkan secara bebas Diambil dan digerakkan dengan menggeser diatas permukaan benda lain

MOST Untuk tiap tipe kegiatan bisa terjadi urutan gerakan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu dilakukan pemisahan model urutan kegiatan dalam metode MOST. Pemisahan model urutan gerakan ini dibedakan atas 3 urutan gerakan yang ketiga-tiganya menggambarkan kerja manual.

Kelebihan MOST MOST lebih cepat karena lebih sederhana, dengan membagi aktivitas kedalam pekerjaan yang umum dan tidak terlalu mendetil. Dokumentasi yang diperlukan lebih sedikit, jadi juga menghemat biaya. Hasil pengukuran sangat valid dan dapat diterima secara statistik.

MOST Urutan Gerakan Umum (The general move sequence). Urutan gerakan terkendali (The controlled move sequence). Urutan gerakan memakai alat (The tool use sequence).

Tiga Model Urutan MOST Manual Handling Activity Seguence Model Subactivities General Move ABG ABP A A - Action Distances   B - Body Motion G - Gain Control P - Place Controlled Move ABG MXIA M - Move controlled X - Process time I - Align Tool Use ABG ABP ABPA F - Fasten L - Loosen C - Cut S - Surface treat R - Record M - Measure

The general move sequence Pemindahan objek secara manual dari satu tempat ke tempat lain secara bebas. Dengan urutan kegiatan dalam gerakan umum : A : jarak gerakan (action distance), terutama dalam arah horizontal B : gerakan badan (body motion), terutama dalam arah vertikal G : proses pengendalian (gain control) P : penempatan (place)

The general move sequence A meliputi semua gerakan atau perpindahan jari, tangan, kaki, dengan dengan pembebanan atau tidak. B gerakan badan G semua gerakan manual yang dilakukan untuk mendapatkan pengendalian objek dan juga gerak melepaskan pengendalian. P meluruskan objek, mengurut objek, sebelum pengendalian objek dilepaskan.

The general move sequence Secara umum, model ini menampilkan urutan ABG ABP A Mengambil Menyimpan Kembali Kemudian berdasarkan aktivitas yang dilakukan dan disesuaikan dengan tabel, maka setiap paramater diberi indeks yang sesuai, sehingga urutannya menjadi AiBiGiAiBiPiAi

The general move sequence Waktu pengerjaan ditentukan dengan menjumlahkan indeks (i) tiap parameter dan dikali dengan 10 dan nilai yang diperoleh dalam TMU dikonversi ke detik atau menit atau jam sesuai kebutuhan.

Pengulangan Jika ada pengulangan atau proses yang sama yang dilakukan maka digunakan tanda kurung pada aksi tersebut dan penambahan tanda kurung yang isinya frekuensi pengulangan. Jumlah indeks adalah dengan menjumlahkan indeks parameter di luar tanda kurung, ditambah perkalian frekuensi pengulangan dengan jumlah indeks dalam tanda kurung.

The general move sequence Contoh : Seorang operator berjalan sejauh 3-4 langkah untuk memungut baut dari lantai, bangkit dan menempatkan baut di dalam suatu lubang.

The general move sequence ABGABPA General Move Index A B G P action distance body motion gain control place <5 cm   no body motion  no gain control, hold No placement 1 within reach   light object lay aside loose fit 3 1-2 steps bend and arise heavy or bulky disengage interlocked collect Adjustments light pressure double 6 3-4 steps care of precision heavy pressure blind or obstructed intermediate moves 16 8-10 steps through door climb

The general move sequence Dengan melihat tabel sebelumnya maka urutan kegiatan umum yang terjadi adalah : A6 = berjalan 3-4 langkah menuju lokasi B6 = bungkuk dan bangkit G1 = pengendalian pada sebuah objek ringan A1 = memindahkan objek sejauh jangkauan tangan B0 = tanpa gerakan badan P3 = menempatkan dan menyesuaikan objek A0 = tanpa pengembalian ketempat semula

The general move sequence Jadi model urutannya adalah A6 B6 G1 A1 B0 P3 A0 Berapa lama waktunya? Satuan waktu yang digunakan TMU. 1 TMU = 0.00001 jam <> 1 jam = 100000 TMU 1 TMU = 0.0006 menit <> 1 menit = 1667 TMU 1 TMU = 0.036 detik <> 1 detik = 27,8 TMU

The general move sequence TMU tiap model pengurutan dihitung dengan menjumlahkan bilangan-bilangan indeks dan mengalikan jumlahnya dengan 10. Jadi jumlah dari : A6 B6 G1 A1 B0 P3 A0 =6+6+1+1+0+3+0 = 17. Dan waktu untuk kegiatan tadi adalah 170 TMU yang mendekati 0.1 menit.

Soal Soal : Operator mesin yang mengambil benda kerja dan meletakkannya pada pallet. Misalkan operator berdiri langsung di depan benda kerja. Benda kerja tersebut ringan dan lokasi pallet terletak dilantai sejauh 10 langkah dari tempat dia bekerja. Hint : gerakan dasar ABG (mengambil) ABP (menyimpan) A (kembali)

JAWABAN A1 B0 G1 A16 B6 P1 A16 A1 = benda dalam jangkauan tangan B0 = dalam menjangkau tidak ada gerakan badan G1 = pengendalian pada sebuah objek ringan A16 = memindahkan objek sejauh 10 langkah B6 = bend and arise P3 = “lay aside” ditempatkan begitu saja A16 = operator kembali ketempat awal

Soal Soal : Mengambil segenggam mur dan menempatkannya pada 6 buah skrup yang ditempatkan sejauh 12 cm

Jawaban A1 B0 G3 (A1 B0 P1) A0 (6) A1 menjangkau mur B0 tidak melakukan gerakan tubuh G3 mengumpulkan beberapa benda kerja A1 masih dalam jangkauan B0 tanpa gerakan badan P3 perlunya penyesuaian A0 tidak beranjak dari tempat berdiri

The controlled move sequence Urutan ini berlaku untuk pemindahan objek, dimana objek tersebut tetap bersentuhan dengan suatu permukaan atau digabungkan dengan objek lain selama pemindahan. Parameter yang digunakan adalah ABG dengan tambahan MXI

The controlled move sequence M meliputi semua gerakan yang diatur secara manual atau tindakan/gerakan objek melalui langkah yang dikendalikan. X menunjukkan waktu proses, yang dilakukan oleh mesin dan bukan oleh tangan. I gerak meluruskan, yang menunjukkan gerakan manual yang mengikuti gerakan terkendali atau pada akhir waktu pemrosesan untuk mencapai pelurusan objek.

Gerakan terkendali Gerakan terkendali terjadi karena dua keadaan : Objek dikendalikan karena kaitannya dengan objek lain, seperti memijit tombol, membuka pintu, memutar tuas. Objek dikendalikan karena adanya kontak terhadap permukaan objek lain, misalnya mendorong kotak diatas meja.

Tiga fase gerakan terkendali A B G M X I A get move return Parameter M = push, pull, pivot. Parameter X = karena proses yang dilakukan oleh mesin.

The tool use sequence Urutan ini berlaku bagian gerakan yang menggunakan atau memakai bantuan alat-alat tangan seperti tang, kunci inggris, obeng, martil dan lain-lain. Jadi diawali dengan gerakan-gerakan umum dan dilanjutkan dengan pengukuran waktu untuk gerakan yang dilakukan oleh tangan yang mengunakan alat bantu.

The tool use sequence Urutan umumnya : ABG ABP ABP A mencapai menempatkan memakai meletakkan kembali objek/alat objek/alat alat alat Bagian yang memakai alat di isi dengan salah satu parameter : F C L S M R T

F = fasten (mengencangkan) C = cut L = loosen (mengendurkan) S = surface treat (mis. Ampelas) M = measure R = record T = think