PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
Advertisements

Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
KRISTUS DAN TRADISI KEAGAMAAN
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab Juli Agustus September 2011 Pedoman Pendalaman Alkitab Juli Agustus September 2011 Rumah Produksi: ®WS Sekolah Sabat dalam bentuk.
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Pedoman Pendalaman Alkitab Apr Mei Jun 2011 Pedoman Pendalaman Alkitab Apr Mei Jun 2011 Rumah Produksi: ®WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang.
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT
Lesson 2 for October 14, 2017 PERTENTANGAN.
MUSYAWARAH YERUSALEM Lesson 8 for August 25, 2018.
Transcript presentasi:

PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada Microsoft PowerPoint 2007 Model Mengajar : www.rwsagala.com Email: rsagala@gmail.com Hp: +6281397242361 SIAGA!

Pedoman Pendalaman Alkitab April• Mei • Juni • 2014 Rumah Produksi: ®WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang oleh Rudolf Weindra Sagala http://www.rwsagala.com Email: rsagala@gmail.com Hp: +6281397242361

PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA Sebuah ajakan……… Pengguna yang terkasih, Bahan PowerPoint ini disiapkan bagi para Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat dan anggota jemaat lokal. Kami berharap bahwa Sekolah Sabat Dewasa dalam bentuk PowerPoint ini dapat bermanfaat untuk konsumsi pribadi maupun untuk digunakan dalam mengajar atau memimpin Diskusi Sekolah Sabat. Kami berharap agar tidak melakukan perubahan seperti: menambahkan ilustrasi, mengubah latar belakang,  menyesuaikan ukuran font, dll.  Meskipun niat anda mungkin baik, tetapi melakukan hal seperti ini tidak dibenarkan.

Keith Augustus Burton, Kontributor Utama Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Format .pptx Kristus dan Hukum-Nya Keith Augustus Burton, Kontributor Utama 2014 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

Kristus dan Hukum-Nya Pendahuluan Umum “Dari sejak awal pertentangan besar di surga, sudah menjadi tujuan Setan untuk membuang hukum Allah.” (Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld 8, hlm 612) Mengapa? Karena hukum sebagai dasar pemerintahan Allah, mengungkapkan integritas moral alam semesta, dan merobohkan hukum tersebut adalah juga merobohkan aturan moral ciptaan itu sendiri.

Kristus dan Hukum-Nya Pendahuluan Umum Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang dapat mengasihi. Walaupun demikian, kasih tidak bisa ada tanpa kebebasan, yaitu kebebasan moral. Dan, kebebasan moral itu tidak dapat ada tanpa hukum, yaitu hukum moral. Kasih bersandar pada kebebasan, dan kebebasan bertumpu pada hukum. Sebab itu, inti pemerintahan Allah, yaitu dasar pemerintahan tersebut—suatu pemerintahan kasih—haruslah hukum-Nya.

TUJUAN PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN INI Pada Triwulan ini kita akan mempelajari hukum, khususnya membahas pertanyaan tentang mengapa begitu banyak orang Kristen –salah mengerti hubungan antara hukum dan anugerah—telah jatuh dalam jerat penolakan terhadap keabsahan yang berkelanjutan dari Sepuluh Hukum sehingga tanpa sadar sedang membantu usaha untuk “merubuhkan” hukum Allah

Kristus dan Hukum-Nya Daftar Isi: 1. Hukum-hukum di Zaman Kristus 2. Kristus dan Hukum Musa 3. Kristus dan Tradisi Keagamaan 4. Kristus dan Hukum Dalam Khotbah Di Atas Bukit 5. Kristus dan Hari Sabat 6. Kematian Kristus dan Hukum 7. Kristus, Kegenapan Hukum Taurat 8. Hukum Allah dan Hukum Kristus 9. Kristus, Hukum dan Injil 10. Kristus, Hukum dan Perjanjian-perjanjian 11. Para Rasul dan Hukum 12. Gereja Kristus dan Hukum 13. Kerajaan Kristus dan Hukum

Kristus dan Tradisi Keagamaan Pelajaran 3 Kristus dan Tradisi Keagamaan

Kata-kata Pembuka Sementara tradisi memiliki tempatnya di gereja, tidak ada manusia yang memiliki kewenangan untuk membuat larangan-larangan agama dan mengangkatnya setingkat hukum Allah.

Tujuan Pelajaran Memahami bahwa Yesus bukannya mengabaikan hukum, tetapi Ia bermaksud untuk melucuti “pembungkus” tradisi keagamaan dan penyajian hukum kepada masyarakat sebagai karunia Allah yang sejati, yang mencapai ke bagian yang sangat dalam motif hati mereka.

Ayat Hafalan “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” Matius 15:8, 9.

Pengantar John Wesley, menyatakan bahwa teologi seseorang dipengaruhi oleh empat unsur: 1. Iman, 2. Pertimbangan, 3. Kitab Suci dan 4. Tradisi

Pengantar Menurut John Wesley, otoritas keempat unsur di atas tidak sama dalam mempengaruhi teologi seseorang. Dia mengakui bahwa Alkitab adalah dasar, tetapi dia juga menyadari bahwa iman pribadi seseorang, kemampuan untuk memahami, dan tradisi agama seseorang mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab.

Pengantar FAKTA Banyak pakar Alkitab modern dalam tradisi Wesleyan (tradisi-tradisi lainnya) sekarang ini lebih mengutamakan akal, tradisi, dan pendapat pribadi daripada pengajaran Alkitab yang jelas.

Pengantar Pelajaran Sekolah Sabat saat ini akan menelusuri tradisi-tradisi keagamaan yang atasnya ahli-ahli Taurat dan orang Farisi mendasari banyak ajaran mereka. Para pengikut setia mereka mengacukan metode dan pekabarannya sehingga dengan melakukan hal tersebut mereka menggeser posisi wahyu Allah yang tertulis di bawah tradisi manusia.

Understand the purposes of marriageA Kristus dan Tradisi Keagamaan Selayang Pandang b 1. Perintah Manusia (Matius 15:8,9) 2. Tradisi Para Penatua (Matius 15:1,2) 3. Aturan Manusia (Matius 15:5,6)

Understand the purposes of marriageA Kristus dan Tradisi Keagamaan b 1. Perintah Manusia (Matius 15:8,9)

Kristus dan Tradisi Keagamaan 1. Perintah Manusia Matius 15:8,9 “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Perintah Manusia Kedudukan Musa Orang-orang Farisi ... dipercaya sebagai umat yang sisa dari sekte saleh orang-orang Yahudi, dikenal dengan sebutan Hasidim, yang membantu berperang dalam revolusi kelompok Mekabe terhadap bangsa Yunani. Nama Farisi berasal dari kata Ibrani paras, yang berarti “memisahkan.” Dalam satu masa ketika orang-orang Yahudi secara besar dipengaruhi oleh budaya kekafiran, orang-orang Farisi melihat bahwa tugas mereka untuk memastikan bahwa hukum harus diajarkan kepada setiap laki-laki Yahudi.

Perintah Manusia Kedudukan Musa Untuk memastikan akan hal ini, maka mereka membentuk satu posisi dari rabi, yang secara harfiah berarti “orangku yang besar” atau “guruku.” Dapat dikatakan bahwa “ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa,” Yesus mengaku jabatan mereka sebagai guru bangsa itu (Matius 23:2, 3). Mereka memiliki tangung-jawab untuk memastikan bahwa umat telah diajar dalam jalan hukum.

Perintah Manusia Kedudukan Musa Gambaran negatif tentang orang Farisi sangat sering muncul dalam Alkitab sehingga kata yang paling sering digunakan adalah kata yang sinonim dengan kata legalis. Masalah besar yang Yesus temukan dari orang-orang Farisi bukanlah keinginan mereka agar semua orang menuruti hukum Musa, tetapi ... adalah mereka sendiri tidak memeliharanya. Mereka adalah orang-orang munafik-mereka mengatakan hal ini, tetapi melakukan hal itu-dan sekalipun mereka melakukan hal yang benar, hal benar tersebut dilakukan untuk maksud yang salah. .

Perintah Manusia Ibadah yang Sia-sia Sekalipun ahli Taurat dan orang Farisi “duduk di kursi Musa,” sumber otoritas pengajaran agamawi mereka telah melampaui Perjanjian Lama. Hukum yang digunakan orang Farisi berisi tafsiran-tafsiran Alkitabiah dari para rabi terkemuka.

Perintah Manusia Ibadah yang Sia-sia Sekalipun ahli Taurat dan orang Farisi “duduk di kursi Musa,” sumber otoritas pengajaran agamawi mereka telah melampaui Perjanjian Lama. Hukum yang digunakan orang Farisi berisi tafsiran-tafsiran Alkitabiah dari para rabi terkemuka.

Perintah Manusia Ibadah yang Sia-sia Para rabi merasa ... jika seseorang berjalan di atas hukum-hukum kecil, mereka akan serta merta memelihara hukum-hukum utama. Tetapi, dalam perjalannya, hukum-hukum kecil ini telah menjadi hukum-hukum utama, dan dalam waktu singkat, telah menjadi sulit untuk membedakan antara yang bersifat tradisi dan Alkitabiah.

Perintah Manusia Ibadah yang Sia-sia Tidaklah tampak bahwa Yesus mempermasalahkan orang Farisi karena memiliki aturan-aturan mereka sendiri. Yang Dia persoalkan adalah pengangkatan aturan-aturan tersebut pada status “doktrin.”

DISKUSIKAN Para rabi yang awalnya menuliskan tradisi-tradisi sangat menghormati Kitab Suci dan tidak berniat agar tulisan-tulisan mereka digunakan untuk mengalihkan perhatian dari Firman Tuhan kepada tradisi manusia. Langkah-langkah praktis apakah yang bisa kita ambil untuk memastikan bahwa kita tidak membiarkan para ahli Theologi, sarjana Alkitab, para pengkhotbah atau bahkan para pendeta menggantikan hubungan pribadi kita dengan Firman Allah?

Understand the purposes of marriageA Kristus dan Tradisi Keagamaan b 2. Tradisi Para Penatua (Matius 15:1,2)

Kristus dan Tradisi Keagamaan 2. Tradisi Para Penatua Matius 15:1,2 “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”

2. Tradisi Para Penatua Membasuh Tangan Beberapa rabi memberi perhatian terlalu besar kepada aturan-aturan dan tradisi-tradisi yang sebetulnya diciptakan untuk membantu dalam memelihara hukum Musa, namun mereka akhirnya gagal membedakan antara hukum dan kebiasaan. Dalam waktu singkat, kata-kata para rabi telah memperoleh status kanon; karena umat menganggap bahwa kata-kata para rabi adalah mengikat sama seperti Kitab Suci.

2. Tradisi Para Penatua Membasuh Tangan Murid-murid tidak melanggar hukum Musa tetapi “adat istiadat nenek moyang...” Para pakar Alkitab percaya bahwa masalah ini benar-benar terkait dengan ritual kenajisan. Bukan pelanggaran hukum

2. Tradisi Para Penatua Membasuh Tangan Orang-orang Farisi memperhatikan bahwa ketika umat pergi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, mereka bisa saja menyentuh benda-benda yang telah najis. Akibatnya, jika mereka tidak cuci tangan lalu menyentuh makanan yang akan mereka makan, maka secara ritual mereka menajiskan diri mereka.

DISKUSIKAN Apakah tradisi-tradisi yang kita ikuti sebagai orang Advent? Mengapakah penting untuk mengenal tradisi-tradisi tersebut? Mengapakah tradisi-tradisi penting, dan peran apakah yang dimiliki tradisi-tradisi tersebut dalam kehidupan komunitas kita? Menurut Anda apakah tradisi Advent ada yang bertentangan dengan ajaran Alkitab, jika ada yang mana? Jelaskan pendapat Anda!

Understand the purposes of marriageA Kristus dan Tradisi Keagamaan b 3. Aturan Manusia (Matius 15:5,6)

Kristus dan Tradisi Keagamaan 3. Aturan Manusia Matius 15:5,6 “Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.”

Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 433. 3. Aturan Manusia Di Atas Standar Ilahi “Penggantian Hukum Allah dengan ajaran manusia belum berhenti. Di kalangan orang Kristen sekalipun terdapat kebiasaan dan adat istiadat yang beralaskan tidak lebih baik daripada tradisi-tradisi nenek moyang. Kebiasaan dan adat istiadat seperti itu yang bertumpu hanya di atas kekuasaan manusia, telah menggantikan hukum yang ditetapkan oleh Allah. Manusia berpaut pada tradisi-tradisi mereka, dan menghormati adat-istiadat mereka, serta menyimpan kebencian dalam hati terhadap orang yang berusaha menunjukkan kesalahan mereka…. Gantinya kekuasaan dari apa yang disebut bapa-bapa gereja, Allah menyuruh kita menerima sabda Bapa yang kekal, Tuhan langit dan bumi.” Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 433.

3. Aturan Manusia Di Atas Standar Ilahi Yesus ingin agar mereka mengetahui bahwa masalahnya ...mengangkat kebiasaan manusia lebih tinggi dari pada hukum Ilahi. Sekalipun orang-orang Farisi boleh saja memiliki motif logis untuk tindakan-tindakan mereka, Allah tidak berharap manusia mengasihi-Nya dengan cara mereka sendiri. Adalah baik bahwa mereka peduli pada disiplin dan kehidupan yang suci, tetapi kepedulian itu seharusnya tidak melebihi kehendak Allah.

3. Aturan Manusia Di Atas Standar Ilahi Desakan mereka untuk menuruti “tradisi para leluhur,” menyebabkan Firman Allah tidak berlaku, paling tidak, ketika kita berbicara tentang kehidupan mereka. Tidak diragukan, dengan melihat diri sebagai para pelindung hukum, mereka pasti telah digoncang hebat, bahkan dipermalukan, dengan pernyataan bahwa mereka justru sedang melanggar hukum, bahkan membuat hukum itu “tidak berpengaruh” melalui tradisi-tradisi yang mereka pikir akan menolong umat untuk memelihara hukum dengan lebih baik!

3. Aturan Manusia Kebenaran yang diinginkan Yesus Jenis kebenaran yang Yesus angkat adalah kebenaran yang dimulai dari dalam hati. Yesus menunjuk kesalahan orang Farisi dengan mengutip kitab Yesaya: “Bangsa ini….memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku” (Yes. 29:13). Kebenaran yang Allah cari jauh dalam daripada sekadar perbuatan yang kelihatan.

3. Aturan Manusia Kebenaran yang diinginkan Yesus Yesus menginginkan kebenaran yang melebihi kebenaran yang orang Farisi pikir telah mereka miliki. Kebenaran yang dihitung tidak didapatkan dengan memeriksa semua hal dalam daftar; kebenaran yang hanya bisa didapat melalui iman dan Yesus Kristus dan dengan menuntut kebenaran-Nya bagi kita. Ini adalah kebenaran yang datang dari penyerahan diri seutuhnya dan kesadaran yang menggebu-gebu bahwa kita memerlukan Yesus sebagai Pengganti dan Teladan kita.

DISKUSIKAN “Tidak jarang orang-orang percaya mengizinkan musuh bekerja melalui mereka justru saat mereka sepenuhnya sedang berkonsentrasi kepada Allah dan memajukan pekerjaan-Nya. Tanpa sadar mereka telah mengembara jauh dari jalan kebenaran. Dengan menghidupkan roh mengeritik dan mencari-cari kesalahan, roh kesalehan dan kesombongan orang Farisi, mereka telah sangat mendukakan Roh Allah dan sangat memperlambat pekerjaan para utusan Allah.”-Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 125. Bagaimanakah seseorang “secara tidak sadar” mengembara jauh dari kebenaran? Apakah langkah-langkah yang seseorang dapat gunakan untuk menghindar agar tidak terjebak dalam rutinitas kebenaran pribadi?

Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 434. KUTIPAN ROH NUBUAT ““Biarlah semua orang yang menerima kekuasaan manusia, tata cara gereja, atau tradisi nenek moyang, memperhatikan amaran yang disampaikan dalam perkataan Yesus, ‘percuma mereka beribadah kepadaku.”’ Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 434.

RANGKUMAN Tidak ada mahluk ciptaan memiliki hak untuk mengubah Hukum Allah, Hukum-Nya kekal dan tidak dapat berubah

PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? Pelajaran Aplikasi Masalah Keputusan Kita seharusnya memahami bahwa tradisi keagamaan tidak akan pernah dapat menggantikan Hukum Allah Selamanaya Hukum Allah lebih unggul daripada tradisi Saya tidak menyadari hal ini. Minggu depan ini saya berusaha untuk membiarkan Roh Kudus mempromosikan jenis kebenaran yang dimulai dari hati

SIAGA! Model Mengajar “SIAGA” www.rwsagala.com rsagala@gmail.com SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA” www.rwsagala.com rsagala@gmail.com Efektif untuk Kelompok Kecil