DEFINISI BAKU GT adalah guru tersedia yaitu jumlah guru yang ada dikurangi jumlah guru pensiun/mutasi/meninggal JM adalah jumlah murid/siswa yang ada (untuk.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Direktorat Pembinaan SMA
Advertisements

Bismillahirrohmaanirrohiem
Acuan Pelaksanaan Pemenuhan Kewajiban Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan Sebagaimana Tertuang Dalam Pasal 6 Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan.
KONDISI DAN PERMASALAHAN pendidikan DI NTB
KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMP
P2TK Dikdas – Kemdikbud Januari 2014
0 IMPLIKASI KURIKULUM 2013 BAHAN DISKUSI 0 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1 – 3 DESEMBER 2013.
Departemen Pendidikan Nasional - Materi 8 - Permendiknas 24 PLB, 2006 PELAKSANAAN SI & SKL Peraturan Menteri Nomor 24 Tahun 2006 tentang.
JADWAL PENERBITAN SKTP 2014 Berbasis Data Dapodik
DELAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
TIM SOSIALISASI & PELATIHAN KTSP DIREKTORAT PSMP
JUKNIS ANALISIS SATUAN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS 2010 S E R I P E.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS 2010 di.
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN DEPARTEMEN.
MODEL PEMINATAN,LINTAS MINAT, DAN PENDALAMAN MINAT KURIKULUM 2013
MODEL PENGEMBANGAN KTSP SMA
STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Asyarudin Andhin, MT P2TK Dikdas – Kemdikbud 2014
HASIL RAPAT KOORDINASI UN DI JAKARTA Tanggal: 7 Maret 2012
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
BEBAN KERJA GURU Oleh : DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
Analisis Standar Proses
STANDAR PROSES PERMENDIKNAS Nomor 41 Tahun berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014
Sistem Informasi Pendataan Pendidikan Menengah
Direktorat Pendidik & Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
Pemanfaatan Data Dapodik untuk Penerbitan SK Tunjangan Oleh : Tim Pengelola SK Tunjangan P2TK Dikdas Kemdikbud April 2013.
Orang Tua /Wali Peserta Didik Baru
PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER
PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS GURU TIK & KKPI
1 2LANDASAN Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN KARIR GURU (PTK DIKDAS)
Kebijakan di Bidang Akademik UKSW Penerapan PP 37/2009 dan PP 17/ Tahun akademik 2010 – 2011 adalah masa transisi untuk penyesuaian kurikulum.
PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK
KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI
PEMBERLAKUAN KURIKULUM TAHUN 2006 DAN KURIKULUM 2013
Kementerian Pendidikan Nasional Ditjen Manajemen Dikdasmen
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014
SOSIALISASI JUKNIS TUNJANGAN GURU TK TAHUN 2015
IMPLEMENTASI PERATURAN BERSAMA MENTERI PENATAAN & PEMERATAAN GURU PNS
SOSIALISASI SERTIFIKASI GURU TAHUN 2013
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN LIMA KELOMPOK MATA PELAJARAN
PELATIHAN IMPLEMENTASI
UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL 2007/2008 Oleh : Ahmad Solikin, S.Ag. Pelatihan Kepala Sekolah SD se-Kabupaten Sleman SD Muh CC, 17 Desember 2007,
PERATURAN MENDIKNAS NOMOR 24 TAHUN 2006
Rambu Rambu Validasi Pendataan Dapodik untuk Penerbitan SKTP 2015
Materi Sesi Kelompok 6 Panduan Menerapkan dan Melaksanakan Penjaminan Mutu Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
SISTEM REKRUTMEN DAN MATRIKULASI
Analisis Standar Penilaian
PENILAIAN KINERJA GURU
JUKNIS PENYUSUNAN LAPORAN ANALISIS KONTEKS
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Redistribusi antar sekolah jenjang yg sama
Pemanfaatan Data Dapodik untuk Penerbitan SK Tunjangan Oleh : Tim Pengelola SK Tunjangan P2TK Dikdas Kemdikbud April 2013.
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Point Point Penting Dapodik 2013
Analisis Standar Proses
DEFINISI BAKU GT adalah guru tersedia yaitu jumlah guru yang ada dikurangi jumlah guru pensiun/mutasi/meninggal JM adalah jumlah murid/siswa yang ada (untuk.
Analisis Standar Proses
FASILITASI PENYUSUNAN DOKUMEN RPP BAGI GTT/GTY)/ PAMONG PAUD DAN LAPORAN PELAKSANAAN KERJA BAGI PTT/PTY DI LINGKUNGAN KABUPATEN SLEMAN.
KOMPONEN MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH.
Seminar dan Wrokshop Profesionalisme Guru SMA Al Ashriyyah Nurul Iman
KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI
PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU
Analisis Standar Proses
PERSIAPAN PENERBITAN SKTP 2018 Semester 2 (Bagian 1) BAGREN GTK
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Tujuan Pembelajaran.
Sistem Pendukung Keputusan Decission Support System (DSS)
Transcript presentasi:

ALUR PERENCANAAN KEBUTUHAN GURU DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

DEFINISI BAKU GT adalah guru tersedia yaitu jumlah guru yang ada dikurangi jumlah guru pensiun/mutasi/meninggal JM adalah jumlah murid/siswa yang ada (untuk proyeksi tahun berikutnya disesuaikan menggunakan target APK) RSG adalah rasio siswa guru. Untuk jenjang SD menurut PP 74 tahun 2008 adalah 1:20 sedangkan menurut permendiknas nomor 15 tahun 2010 adalah 1:32 sedangkan untuk jenjang SMP menurut permendiknas adalah 1:36 GB adalah jumlah kebutuhan guru pada tingkat kabupaten/kota BK adalah jam tatap muka mata pelajaran sesuai dengan standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah kurikulum tingkat satuan pendidikan

DEFINISI BAKU BM adalah beban mengajar guru dengan formula BK dikalikan dengan Jumlah rombel sesuai RSG dibagi dengan Gmax adalah kebutuhan guru maksimum yaitu kebutuhan maksimum dengan formula Rombongan belajar minimum = 20 (batas minimum menurut PP 74 tahun 2008), beban mengajar minimum = 24 (kewajiban minimum menurut permendiknas no. 39/2009 tentang beban mengajar guru)) Gmin adalah kebutuhan guru minimum yaitu kebutuhan minimum dengan formula Rombongan belajar maksimum = 32 (batas maksimum menurut permendiknas no. 15 tahun 2010 tentang SPM), beban mengajar sd maksimum= 25 – 40 (kewajiban maksimum PP 74/2008 tentang guru)) Guru Ideal = GI (Rombongan belajar maksimum = 32 (batas maksimum menurut permendiknas no. 15 tahun 2010 tentang SPM), beban mengajar minimum = 24 ((kewajiban minimum menurut permendiknas no. 39/2009 tentang beban mengajar guru))

PROSES TINGKAT KABUPATEN/KOTA PER MAPEL Guru Tersedia (GT) Jumlah siswa sesuai APK (JM) Rasio Siswa Guru (RSG) Optimasi Beban Mengajar Redistribusi mapel yang sama antar sekolah jenjang yang sama BM > 30 Jam GI = GT tidak Hitung Rombel JR = JM / RSG Redistribusi mapel yang sama antar jenjang GB GI = GT PROYEKSI KAB/KOTA TH. 2012 S.D 2014 Hitung Guru Ideal Mapel GI = JR x BK 24 Jam tidak Redistribusi mapel yang berbeda antar sekolah Lebih/Kurang GI > GT GI = GT GI = GT (-0,25) kurang lebih tidak GI < GT ya Rekrutmen Guru Baru untuk Kab/Kota Redistribusi antar Kab/Kota ya Kondisi Ideal G Minimum

Redistribusi antar sekolah jenjang yg sama PROSES TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SD KHUSUS GURU KELAS Guru Tersedia (GT) Jumlah siswa sesuai APK (JM) Rasio Siswa Guru (RSG) SPM (permendiknas 15 thn 2010) SD daerah khusus 4 SD lainnya 6 Daerah Khusus? tidak Hitung Rombel JR = JM / RSG ya tidak ∑ Guru < 4 Rombel <= 6 ∑Guru > ∑ rombel ∑Guru = ∑ rombel Guru Ideal tidak ya ya ya tidak ∑Guru < 6 tidak ya Penuhi sesuai SPM (4) Redistribusi antar sekolah jenjang yg sama Penuhi sesuai SPM (6) Kondisi Minimal

Per Mata Pelajaran Nasional AGREGAT Kabupaten/Kota Proses redistribusi antar jenjang pendidikan TK Matematika IPA Kesenian SD Penjaskes Kebutuhan Guru Per Mata Pelajaran Nasional IPS SMP Mulok Guru Kelas SMA/SMK Agama B. Indonesia

PERENCANAAN KEBUTUHAN GURU SD SWASTA

DAFTAR ISI NO JENJANG HAL 1 NASIONAL 8 18 SULAWESI UTARA 100 2 DKI JAKARTA 16 19 SULAWESI TENGAH 104 3 JAWA BARAT 20 SULAWESI SELATAN 108 4 JAWA TENGAH 28 21 SULAWESI TENGGARA 116 5 DI. YOGYAKARTA 36 22 MALUKU 120 6 JAWA TIMUR 40 23 B A L I 124 7 ACEH 48 24 NUSA TENGGARA BARAT 128 SUMATERA UTARA 56 25 NUSA TENGGARA TIMUR 132 9 SUMATERA BARAT 64 26 PAPUA 140 10 R I A U 68 27 BENGKULU 148 11 J A M B I 72 MALUKU UTARA 152 12 SUMATERA SELATAN 76 29 BANTEN 156 13 LAMPUNG 80 30 BANGKA BELITUNG 160 14 KALIMANTAN BARAT 84 31 GORONTALO 164 15 KALIMANTAN TENGAH 88 32 KEPULAUAN RIAU 168 KALIMANTAN SELATAN 92 33 PAPUA BARAT 172 17 KALIMANTAN TIMUR 96 34 SULAWESI BARAT 176

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI NASIONAL

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI DI YOGYAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI DI YOGYAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI DI YOGYAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI DI YOGYAKARTA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI ACEH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SUMATERA UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SUMATERA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SUMATERA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SUMATERA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SUMATERA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI JAMBI

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI JAMBI

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI JAMBI

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI JAMBI

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SUMATERA SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SUMATERA SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SUMATERA SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SUMATERA SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KALIMANTAN BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KALIMANTAN BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI TENGAH

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI TENGGARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI TENGGARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI MALUKU

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI MALUKU

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI MALUKU

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI MALUKU

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI BALI

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI BALI

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI BALI

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI BALI

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI PAPUA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI BENGKULU

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI BENGKULU

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI BENGKULU

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI BENGKULU

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI MALUKU UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI MALUKU UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI MALUKU UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI MALUKU UTARA

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI BANTEN

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI BANTEN

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI BANTEN

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI BANTEN

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI GORONTALO

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI GORONTALO

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI GORONTALO

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI GORONTALO

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI KEPULAUAN RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI KEPULAUAN RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI PAPUA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI PAPUA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI PAPUA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI PAPUA BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU AGAMA PROVINSI SULAWESI BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU MUATAN LOKAL PROVINSI SULAWESI BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU PENJASKES PROVINSI SULAWESI BARAT

RENCANA KEBUTUHAN GURU KELAS PROVINSI SULAWESI BARAT