INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
METODE PENDUGAAN CADANGAN KARBON BAWAH PERMUKAAN
Advertisements

PEMANTAUAN LINGKUNGAN
PENGINDERAAN JAUH.
ULANGAN HARIAN KE -1 SIAPKAN KERTAS LALU TULIS NAMA, NOMER DAN KELAS !
PELAKSANAAN SURVEI TANAH
UNSUR UNSUR INTERPRETASI CITRA
UNSUR UNSUR INTERPRETASI CITRA
oleh Daud Thana PPLH Universitas Hasanuddin
Memahami Dasar –Dasar Survei dan Pemetaan
KULIAH PERTAMA PERPETAAN
SURVEI TANAH Dosen : Y. Morsa Said.
Luas lahan gambut di Indonesia diperkirakan 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia (Subagjo, 1998; Wibowo dan Suyatno, 1998).
DALAM RANGKA PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANDAL
Add 09 April 2017.
Perencanaan Tata Guna Lahan
Irigasi 1 Perencanaan Irigasi.
Sistem Informasi Geografis
Simulasi Analisis Wilayah Kota Adi Wibowo, SSi, Msi
SURVEI TANAH (Pertemuan ke 13)
SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN ANDAL
ANALISIS PADA INTEGRASI PERTIMBANGAN LINGKUNGAN
GEO-BIO-FISIK WILAYAH
“Mendeteksi Kebakaran Hutan Di Indonesia dari Format Data Raster”
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
GILANG BUDI YUDHISTIRA, Pemanfaatan Citra Satelit Landsat 7 ETM+ Untuk Identifikasi Kerusakan Hutan Di Kabupaten Brebes Tahun
Pengamatan dan Analisis Tapak Pertemuan 16, 17, 18
1 Pertemuan 5 TAHAPAN STUDI DAERAH IRIGASI Matakuliah: S0462/Irigasi dan Bangunan Air Tahun: 2005 Versi: >
Syllabus Kuliah PERPETAAN (2009)
PENGERTIAN UMUM PETA.
SURVEY TANAH DAN PETA TANAH
SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN ANDAL
PELAKSANAAN TATAGUNA TANAH
UNSUR UNSUR INTERPRETASI CITRA
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
Mengapa penginderaan jauh?
KONSEP PEMOTRETAN.
Pemahaman dan Analisis Iklim Mikro
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 10
Sistem Informasi Geografis
Pemetaan dalam Tata Guna Tanah
Data Spasial.
Peta.
METODOLOGI INVENTARISASI SUMBERDAYA LINGKUNGAN.
Sintesis Tapak Pertemuan 19, 20
Kerangka Acuan ANDAL menurut Permeneg LH No 08 Th 2006
PERTEMUA N I MARET 2010 JURUSAN TEKNIK SIPIL UNSOED
AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Panduan Survey Lapangan
MENGGAMBAR BATAS DESA pada PETA
PETA OBJEK GEOGRAFI GEOGRAPHY.
PRESENTED BY M. Khaidir C.P.
SIG (Sistem Informasi Geografis)
Irigasi I Jaringan Irigasi.
cakupan CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI
PENGINDERAAN JAUH PENDAHULUAN.
I pendahuluan.
Teknik Pengambilan Data Spasial
PEMETAAN GEOMORFOLOGI
PENGINDERAAN JAUH.
ASPEK SOSIAL-KESEHATAN DALAM AMDAL
KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (KA-ANDAL)
Sistem Informasi Geografis
KARTOGRAFI Nama : Shauqi Isyana Tristantio NIM :
JENIS CITRA PENGINDERAAN JAUH
PELUANG PROFESI AHLI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia
TEKNIK GEOMATIKA DAN GEOSPASIAL
PENELITIAN KUALITATIF
RUANG LINGKUP GEOGRAFI Meliputi 1. Gejala Alam / fisis ( Geografi fisis /physical geography ) Gejala Sosial / manusia ( Geografi manusia / Human geography.
PENDEKATAN SURVEI TANAH PARAMETRIK DAN PEDAGOGIK
Transcript presentasi:

INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM 1. URGENSI INVENTARISASI SDA RENCANA PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN SDA RASIONIL DATA YANG ANDAL BARU TEPAT PENGUMPULAN, PENYIMPANAN DAN PENYEBARAN DATA SDA DIGUNAKAN PENDEKATAN TERPADU (INTEGRATED) (LIPI – NAS. 1972) ASMORO (1972) PENDEKATAN MULTIDISIPLIN TERPADU, KARENA PEMBANGUNAN BERSIFAT TERPADU

2. METODA INVENTARISASI SDA VINK, 1975 : SURVEY MONODISIPLIN : DIKERJAKAN OLEH AHLI-AHLI DARI SUATU BIDANG/SEKTOR MISAL : SURVEY TANAH, HUTAN DSB 2. SURVEY MULTIDISIPLIN (TERINTEGRASI) : DIKERJAKAN OLEH TIM PARA AHLI DARI BERBAGAI BIDANG YANG BERSAMA-SAMA MENSURVEY DAERAH TERTENTU TERINTEGRASI LEBIH BAIK, KARENA : MENGHASILKAN BERBAGAI DATA YANG RELEVAN TENTANG SDA MEMBERIKAN HASIL AKHIR (LAPORAN) YANG MANTAP SEBAGAI HASIL TELAAH YANG TERPADU

TARAF-TARAF SURVEY : SURVEY EKSPLORATORIS PENINJAUAN SEPINTAS, MELALUI UDARA, DARAT ATAU SUNGAI DI DAERAH YANG DISURVEY SURVEY RECONNAISSANCE BANYAK MENGGUNAKAN INTERPRETASI POTRET UDARA SURVEY TERINTEGRASI (TERGOLONG DALAM TAHAP INI) SURVEY SEMI DETAIL MENGGUNAKAN INTERPRETASI POTRET UDARA DENGAN BANYAK MELAKUKAN PENELITIAN/PEMERIKSAAN LAPANGAN SURVEY TERINTEGRASI : MENGGUNAKAN CARA INI MENGHASILKAN : LAPORAN PETA-PETA YANG LEBIH DETAIL D. SURVEY DETAIL PENELITIAN LAPANGAN E. SURVEY INTENSIF PENELITIAN LAPANGAN DENGAN RANCANGAN TERTENTU

TAHAP-TAHAP INVENTARISASI SDA DARATAN YANG TERINTEGRASI (ASMORO, 1972) : TAHAP I : SURVEY EKSPLORATORIS TELAAH PENDAHULUAN DENGAN MEMPELAJARI DATA YANG TERSEDIA SEPERTI : PETA, FOTO UDARA, LAPORAN, RENCANA, DISKUSI DAN WAWANCARA SURVEY EKPLORATORIS UNTUK MENAMBAH DATA MEMBUAT PETA SDA DAN PETA DASAR DENGAN MENGANALISA DAN MENGEVALUASI DATA DI ATAS MENURUT WILAYAH, DIBUAT RENCANA SURVEY

TAHAP II : SURVEY RECONNAISSANCE MENGGUNAKAN FOTO UDARA SKALA IK 1 : 50.000 DENGAN MENGUTAMAKAN WILAYAH-WILAYAH DAN SUMBERDAYA-SUMBERDAYA YANG TELAH DITANDAI PADA SURVEY TAHAP I SURVEY SEMI DETAIL DI WILAYAH-WILAYAH TERTENTU - FOTO UDARA SKALA IK 1 : 20.000 - MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERESTRIS MEMBUAT PETA-PETA FOTO SKALA 1 : 50.000 UNTUK BAHAN PENYUSUNAN PETA SD MENYUSUN RENCANA SURVEY SELANJUTNYA ANALISA DAN EVALUASI SDA DAPAT MEMBERIKAN BAHAN-BAHAN YANG LEBIH KONKRIT UNTUK MERUMUSKAN RENCANA-RENCANA INDUK : - PENENTUAN SEMENTARA LOKASI-LOKASI PEMBANGUNAN - PENENTUAN KEMBALI SUMBERDAYA-SUMBERDAYA YANG MEMBERI HARAPAN

TAHAP III : SURVEY SEMI DETAIL INVENTARISASI SEMI DETAIL SELEKTIF BERDASARKAN SURVEY TAHAP II PEMERIKSAAN/PENELITIAN LAPANGAN TAMBAHAN 2. MEMBUAT PETA TOPOGRAFI SKALA 1 : 50.000 3. TELAAH FISIBILITAS, PENENTUAN WILAYAH-WILAYAH PEMBANGUNAN DAN PROYEK SERTA MERANCANG PROYEK-PROYEK YANG PALING MEMBERI HARAPAN TAHAP IV : SURVEY DETAIL SURVEY DAN PEMETAAN DETAIL DARI WILAYAH-WILAYAH YANG TELAH DITENTUKAN PENENTUAN TAPAK-TAPAK PROYEK DAN RANCANGAN PROYEK YANG MENDETAIL

3. SURVEY TERINTEGRASI ATAU METODA SURVEY LANDSYSTEM A. RUANG LINGKUP SURVEY TERINTEGRASI DISELIDIKI DAN DIPETAKAN OLEH SUATU TIM INTERDISIPLIN DARI PARA AHLI SATUAN LINGKUNGAN FISIK DAN HAYATI SATUAN BENTANG DARAT (LANDSCAPE) : KOMPLEKS SEMUA EKOSISTEM DAN SDA LANDSYSTEM ATAU SISTEM BENTANG DARAT

CHRISTIAN DAN STEWART (1953) SISTEM BENTANG DARAT SEBAGAI SATUAN BENTANG DARAT YANG KEADAAN TOPOGRAFI, TANAH DAN VEGETASINYA DITEMUKAN SECARA BERULANG (RECURRENT PATTERN) LANDASAN PENGERTIAN EKOSISTEM, KARENA SUATU SISTEM BENTANG DARAT DIPANDANG SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGIS YAITU EKOSISTEM SDA TUJUAN MEMBERIKAN DATA DASAR DAN EVALUASI PERMULAAN DARI SDA , MERUPAKAN LANGKAH PERTAMA DARI : PENELITIAN INVENTARISASI DAN EVALUASI SDA, MENYANGKUT FAKTOR FISIK, HAYATI, EKONOMI DAN SOSIAL, YANG MENENTUKAN KEMUNGKINAN ATAUPUN MEMBATASI PRODUKSI KEGUNAAN MEMBERIKAN BASIS UNTUK PENELITIAN YANG LEBIH LUAS DAN KEBANYAKAN TARAFNYA RECONNAISSANCE SAMPAI SEMI DETAIL

SURVEY MONODISIPLIN (SEKTORAL) PERBEDAAN SURVEY TERINTEGRASI DENGAN MONODISIPLIN (SEKTORAL) NO. SURVEY TERINTEGRASI SURVEY MONODISIPLIN (SEKTORAL) 1. SELURUH KOMPLEKS SD DAN FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN PADA SUATU SISTEM BENTANG DARAT MENDAPAT PERHATIAN HANYA SALAH SATU SD, MISALNYA : TANAH MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS 2. SURVEY MERUPAKAN KEGIATAN SUATU TIM PARA AHLI DARI BERBAGAI BIDANG SURVEY DIKERJAKAN OLEH AHLI/ PARA AHLI DARI SESUATU BIDANG 3. PADA TARAF SURVEY RECONNAISSANCE DAN SEMI DETAIL PEKERJAAN LEBIH BANYAK DILAKUKAN DI LABORATORIUM INTERPRETASI FOTO UDARA DARIPADA DI LAPANGAN PEKERJAAN LEBIH BANYAK DILAKUKAN DI LAPANGAN SEHINGGA LEBIH MAHAL 4. DENGAN BIAYA DAN WAKTU YANG SAMA, LEBIH BANYAK DIPEROLEH DATA RELEVAN SEHINGGA LEBIH EFISIEN DATA YANG DIPEROLEH LEBIH SEDIKIT

B. SATUAN PEMETAAN DAN FOTO-FOTO UDARA YANG DIGUNAKAN SURVEY TERINTEGRASI GABUNGAN INTERPRETASI POTRET UDARA DAN PEMERIKSAAN/ PENELITIAN LAPANGAN SATUAN PEMETAAN SUATU SISTEM BENTANG DARAT LAND FACET/LAND UNIT SITE CARA MENGENAL ATAU MENENTUKAN SISTEM BENTANG DARAT MENGANALISA RELIEF YANG DAPAT DILIHAT PADA FOTO UDARA FOTO UDARA ALAT ESENSIIL DALAM SURVEY TERINTEGRASI MENGHEMAT BIAYA SURVEY MEMUNGKINKAN KERJA INTERDISIPLIN PENDEKATAN EKOSISTEM KEGUNAAN FOTO UDARA : MENGINTERPRETASI KEADAAN (ATRIBUT) SISTEM BENTANG DARAT MEMBUAT PETA DASAR SEBAGAI PETA DALAM PEKERJAAN LAPANGAN

MACAM-MACAM FOTO UDARA DAN KEGUNAANNYA : HITAM PUTIH FILM PANKHROMATIS (DENGAN FILTER KUNING) PEKA TERHADAP SINAR PG 440 – 660 MU (SINAR KASAT MATA – INFRA MERAH) KEGUNAAN : DAPAT MEMPERLIHATKAN BENTUK LAPANGAN, DRAINASE, TANAH, VEGETASI DAN PENGGUNAAN TANAH, MENURUT POLA, TEKSTUR DAN WARNA YANG BERBEDA BERWARNA ASLI MENGGUNAKAN FILM BERWARNA MENANGKAP SINAR BIRU, HIJAU DAN MERAH KEGUNAAN : PADA CUACA BAIK MEMPERLIHATKAN VEGETASI DENGAN BAIK

HIJAU BIRU; MERAH HIJAU; INFRA MERAH MERAH 3. BERWARNA PALSU (FALSE COLOR, COLOR INFRA RED) KEGUNAAN : MEMBERIKAN BANYAK INFORMASI TENTANG VEGETASI, TANAH DAN PENGGUNAAN TANAH KEBAIKANNYA : SINAR BIRU YANG MENGGANGGU PEMOTRETAN DAPAT DIELIMINASI PEMOTRETAN DAPAT DILAKUKAN PADA CUACA BERAWAN ADANYA SINAR INFRA MERAH, PERBEDAAN KECIL PADA VEGETASI DAN KELEMBABAN DAPAT DILIHAT DENGAN JELAS HIJAU BIRU; MERAH HIJAU; INFRA MERAH MERAH 4. FOTO SATELIT ERTS ATAU LANDSAT KEGUNAAN : UNTUK SURVEY EKSPLORATORIS TIDAK DAPAT DILAKUKAN PENAFSIRAN STEREOSKOPIS 5. FOTO SLAR (SIDE LOOKING AIRBORNE RADAR) KEGUNAAN : UNTUK SURVEY RECONNAISSANCE DAN SEMI DETAIL DAPAT DILAKUKAN PENAFSIRAN STEREOSKOPIS DENGAN IMPITAN SAMPING (SIDE LAP) 60%.

C. SUSUNAN TIM SURVEY DAN CARA KERJANYA - TARAF TERGANTUNG - MACAM - TUJUAN SURVEY TUJUAN SURVEY TIM SURVEY PERSIAPAN SURVEY KE LAPANGAN MENCARI INFORMASI DAN DATA DAERAH YANG DISURVEY LAPORAN-LAPORAN RENCANA-RENCANA PETA-PETA FOTO-FOTO UDARA YANG ADA

PENGINTEGRASIAN PENDAPAT DAN HASIL-HASIL SURVEY TERINTEGRASI MEMBUTUHKAN : FOTO-FOTO UDARA YANG TERBARU PADA TAHUN YANG BERSAMAAN FOTO-FOTO UDARA SUATU MOSAIK FOTO MEMBUAT BATAS-BATAS SISTEM BENTANG DARAT BENTUK-BENTUK PADA FOTO UDARA DITAFSIR BERDASARKAN DATA DAN INFORMASI YANG TERSEDIA MEMBUAT LEGENDA SEMENTARA BERDASARKAN HASIL ANALISA FOTO DIBUAT RENCANA PEMERIKSAAN LAPANGAN PARA AHLI DALAM TIM SURVEY BERKONSULTASI DENGAN YANG LAIN PENGINTEGRASIAN PENDAPAT DAN HASIL-HASIL

FOTO UDARA SELALU DIGUNAKAN SEBAGAI : PETA KERJA MENENTUKAN ARAH TEMPAT PENGAMATAN MELUKISKAN KEADAAN LAPANGAN YANG DIJUMPAI HASIL PEMERIKSAAN LAPANGAN DIGUNAKAN UNTUK : MELAKUKAN INTERPRETASI FOTO UDARA SEMENTARA MEMBUAT GENERALISASI MENGGAMBAR PETA SEMENTARA SURVEY RECONNAISSANCE : PERLU DILAKUKAN LAGI PEMERIKSAAN LAPANGAN INTERPRETASI TERAKHIR MENGGAMBAR PETA-PETA AKHIR MENYUSUN LAPORAN

4. INVENTARISASI SDA PERAIRAN SURVEY SEMI DETAIL DAN DETAIL : PERLU DILAKUKAN PEMERIKSAAN DAN PENELITIAN LAPANGAN DENGAN CARA PENGAMBILAN CONTOH BERLAPIS (STRATIFIED SAMPLING) 4. INVENTARISASI SDA PERAIRAN PENDEKATAN DAN METODA YANG TELAH DIURAIKAN DAPAT DIGUNAKAN DENGAN PENYESUAIAN SEPERLUNYA

TAHAP-TAHAP KEGIATAN SURVEY TERINTEGRASI SDA PELAJARI MOSAIK FOTO ANALISA FOTO LEGENDA SEMENTARA PEMERIKSAAN LAPANGAN PENDAHULUAN INTERPRETASI FOTO PENDAHULUAN GENERALISASI MENGGAMBAR PETA TAHAP-TAHAP KEGIATAN SURVEY TERINTEGRASI SDA KOMPILASI LEGENDA AKHIR PELAJARI KORELASI BERBAGAI KEADAAN KOMPILASI BERBAGAI KLASIFIKASI STRATIFIED SAMPLING DI LAPANGAN PEMERIKSAAN LAPANGAN INTERPRETASI FOTO AKHIR DAN PEMETAAN MEMBUAT PETA AKHIR EVALUASI AKHIR MENULIS LAPORAN REPRODUKSI DAN DISTRIBUSI

Terima Kasih