METODOLOGI YANG DIPAKAI DALAM PENGEMBANGAN KOSA KATA ( ISO 9000:2008) OLEH: ARY ARDIANSYAH (NIM : 122111031) MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SIKLUS HIDUP PROYEK dan MANAJEMEN
Advertisements

WORKSHOP WELCOME to STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 PEKALONGAN
1 T eknik A udit M utu A kademik I nternal Ref. ISO19011:2002.
PRINSIP-PRINSIP SISTEM MANAJEMEN MUTU
MANAJEMEN MUTU PROYEK.
Audit Mutu Internal Oleh ; Ir. Masruki Kabib, MT
PEMAHAMAN DAN PENYIAPAN MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA
SISTEM MANAJEMEN K3 LANJUTAN P.P. NO.50 TH.2012 ( PASAL.9 ) MATERI 3
R. Arum, SP, SSi, MT SHKI Unila 2013
Pemahaman atas Struktur Pengendalian Internal
Audit Produksi dan Operasi
Kelompok 5 Etika Sari ( ) Nieke Wijayanti ( )
PERENCANAAN MANAJEMEN MUTU
Audit Internal Mutu Akademik(AIMA) Universitas Pendidikan Indonesia
DOKUMENTASI PENGELOLAAN LABORATORIUM
AUDIT KEPASTIAN MUTU.
TAHAPAN PENYUSUNAN ISO 9001 : 2000.
INTERNAL AUDIT K3 TJIPTO S..
PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
AUDIT SISTEM KEPASTIAN MUTU
SISTEM AUDIT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI
PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
Pengenalan Audit Mutu Perguruan Tinggi
Pengendalian Mutu Bab. 19 Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik
PERENCANAAN MANAJEMEN MUTU
SISTEM MUTU LABORATORIUM SESUAI ISO/IEC : 2005.
Pertemuan 6 Prosedur dalam Manajemen Mutu
STANDAR MANAJEMEN LABORATORIUM
SOP dan Audit Keamanan Keamanan Jaringan Pertemuan 12
Interpretasi Klausul 4 ISO Sistem Manajemen Mutu
Klausul Perencanaan realisasi produk
Klausul 8, SMM ISO 9001:2008 PENGUKURAN, ANALISIS DAN PENINGKATAN
DOKUMEN MUTU ISO 9001:2008.
Langkah-Langkah Audit Manajemen
MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK
AUDIT MUTU INTERNAL TIM GAMA SOLUTION.
KLAUSUL SMM ISO 9001:2008 Tim gama solution.
Audit Internal K3 By : Wahyuni, S.Psi, M.Kes.
ANALISIS PROSES BISNIS 10 The first step in quality … is to know the requirements of the customer or consumer; not only external customers, but also.
Sistem Manajemen Mutu.
KETIDAK SESUAIAN Dan TINDAKAN KOREKSI
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
TEORI PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
Manajemen Proyek Perangkat Lunak
TEORI AUDIT MUTU INTERNAL
INTERNAL AUDIT K3 TJIPTO S..
MANAJEMEN PROYEK ASALAMUALAIKUM Wr. Wb..
AUDIT SISTEM KEPASTIAN MUTU
AUDIT MANAJEMEN Asas asas manajemen.
PERENCANAAN MANAJEMEN MUTU
PERENCANAAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
8. Pengukuran, analisis, dan perbaikan 8.1 Umum
SIKLUS HIDUP PROYEK dan MANAJEMEN
AUDIT PRODUKSI Yulazri M.Ak., CPA.
Irman Hariman, MT. LPKIA Lecture - Sessi 7 -
AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008
MANAJEMEN MUTU PROYEK.
Manajemen Proyek Perangkat Lunak
ISO 9001 : 1994.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008
ISO PERSYARATAN KLAUSUL
Devinisi Audit Internal
Laporan Pemeriksaan Keuangan Projek
Pemahaman Struktur pengendalian intern
Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007
PERTEMUAN – 6 MANAJEMEN MUTU 2. PERTEMUAN – 6 MANAJEMEN MUTU 2.
PELATIHAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) KOPERTIS WILAYAH VI SEPTEMBER 2012 PELATIHAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) KOPERTIS WILAYAH VI SEPTEMBER 2012.
1. Pokok Bahasan Pengertian audit Pengertian audit Jenis audit Jenis audit Pengertian audit internal Pengertian audit internal Manfaat audit internal.
Transcript presentasi:

METODOLOGI YANG DIPAKAI DALAM PENGEMBANGAN KOSA KATA ( ISO 9000:2008) OLEH: ARY ARDIANSYAH (NIM : ) MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS TRISAKTI 2013 DOSEN : PROF. DR. SYAMSIR ABDUH

A1. Pendahuluan A1. Pendahuluan  Keuniversalan aplikasi standar kelompok ISO 9000 mensyaratkan dipakainya - Uraian teknis tetapi tanpa pemakaian bahasa teknik, dan kosakata yang logis, dan - Konsisten serta harmonis mudah difahami oleh semua pemakai standar sistem manajemen mutu yang potensial

A.2 Isi lema kosakata dan aturan substitusinya A.2 Isi lema kosakata dan aturan substitusinya  Konsep membentuk satuan transfer antar bahasa, bukan pendekatan sastra pada penerjemahan yang dipilih.  Suatu definisi dibentuk dengan hanya menguraikan karakteristik yang penting untuk mengetahui konsepnya. Informasi tentang konsep yang penting tetapi tidak memerlukan uraian diletakkan pada satu atau lebih catatan pada definisi itu.  Tidak ada perubahan pengertian naskah bila sebuah istilah disubstitusikan oleh definisinya, tetapi bila definisinya rumit dalam pengertian bahwa definisi tersebut berisi sejumlah istilah, substitusi terbaik dilakukan dengan mengambil satu, atau tidak lebih dari dua definisi sekaligus.

A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya A.3.1 Umum  Hubungan antar konsep didasarkan pada formasi hirarki dari karakteristik suatu spesies sehingga uraian yang terekonomis dari suatu konsep dibentuk dengan menamakan spesiesnya serta menguraikan karakteristik yang membedakannya dari konsep induk atau anaknya.  Terdapat tiga bentuk dasar dari hubungan konsep yang ditunjukkan dalam lampiran ini: generik (A.3.2), partitif (A.3.3) dan asosiatif (A.3.4).

A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya (cont’d) A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya (cont’d) A.3.3 Hubungan partitif  Konsep subordinat dalam hirarki merupakan bagian unsur dari konsep superordinatnya, misalnya musim semi, panas, gugur dan dingin dapat didefinisikan sebagai bagian dari konsep tahun. Sebagai pe mbanding, tidak patut untuk mendefinisikan cuaca cerah (salah satu karakteristik dari musim panas) sebagai bagian dari tahun.  Hubungan partitif digambarkan oleh garu tanpa anak panah (lihat Gambar A.2). Bagian tunggal digambarkan oleh satu garis, bagian ganda oleh garis ganda.

A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya (cont’d) A.3 Keterkaitan antar konsep dan gambaran grafisnya (cont’d) A.3.4 Hubungan asosiatif  Hubungan asosiatif tidak dapat memberikan keuntungan ekonomi dalam uraian seperti yang ada dalam hubungan generik dan partitif, tetapi hubungan asosiatif membantu dalam menunjukkan sifat hubungan antara konsep satu dengan yang lain dalam sistem konsep,misalnya sebab dan akibat, kegiatan dan tempat, kegiatan dan hasil, alat dan fungsi, bahan dan produk.  Hubungan asosiatif digambarkan oleh garis panah pada tiap ujungnya (lihat Gambar A.3)

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN MUTU  Konsep Mutu adalah berawal dari tujuan memuaskan Pelanggan secara mutu dimana terdapat derajat / kategori yang telah dipenuhi persyaratannya.  Pemenuhan persyaratan, derajat dan mutu tidak terlepas dari kompetensi dan kapabilitas suatu individu dan organisasi, sehingga dengan demikian kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama dapat terpenuhi.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN MANAJEMEN  Konsep berkaitan dengan Manajemen adalah berawal dari perumusan sistem manajemen mutu yang didalamnya berisi kebijakan mutu dan sasaran mutu yang ditetapkan oleh top manajemen.  Manajemen mutu yang telah ditetapkan terbagi menjadi beberapa bagian / strategi diantaranya perencanaan mutu, pengendalian mutu, pemastian mutu (melihat efektivitasnya), dan perbaikan mutu yang berkesinambungan (melihat efektivitas dan efisiensinya).

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN ORGANISASI  Konsep berkaitan dengan Organisasi adalah berupa struktur organisasi yang dibentuk, prasarana, dan lingkungan kerja atas dasar desakan dari pihak2 yg berkepentingan terhadap organisasi tersebut.  Adapun pihak2 yang berkepentingan adalah dapat berupa pelanggan dan pemasok yang diikat dengan perjanjian kontrak dengan organisasi yang terkait.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PROSES DAN PRODUK  Konsep berkaitan dengan proses dan produk berawal dari target produk yang ingin dihasilkan dilihat dari perspektif mutu pelanggan yang berawal dari suatu proses produksi.  Meliputi proses desain dan pengembangan, prosedur hingga proses suatu proyek dalam mewujudkan suatu hasil produk yang memenuhi harapan pelanggan.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN KARAKTERISTIK  Konsep yang berkaitan dengan karakteristik merupakan konsep yang menjelaskan karakteristik mutu yang berkaitan dengan suatu persyaratan, dimana di dalamnya terkandung karakteristik ketergantungan (kinerja keandalan, mampu rawat, dan dukungan perawatan) dan ketertelusuran (mampu ditelusuri riwayat, aplikasi atau lokasi yang sedang dipertimbangkan).

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN KESESUAIAN  Konsep dimana persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi (kesesuaian), namun kadangkala terdapat ketidaksesuaian terhadapa persyaratan yang ditetapkan. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya cacat produk yang tidak sesuai dengan persyaratan.  Ada beberapa tindakan dalam hal ketidaksesuaian yaitu: 1.tindakan pencegahan 2.tindakan korektif yang berupa penyingkiran dan koreksi (reparasi, rework, regrade). 3.konsesi (berupa izin penyimpangan dan pelepasan)  Lihat gambar 4 tentang konsep yang berkaitan dengan kesesuaian

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN KESESUAIAN

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN DOKUMENTASI  Konsep yang berisi informasi manajemen mutu yang tertuang dalam dokumen dan berisi spesifikasi, pedoman mutu, rencana mutu, rekaman, dan prosedur.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PEMERIKSAAN  Konsep determinasi pemeriksaan manajemen mutu dimana didalamnya terdapat bukti obyektif yang terverifikasi atau tervalidasi.  Determinasi pemeriksaan dapat juga berupa tinjauan kegiatan, inspeksi atau uji.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN AUDIT  Suatu konsep yang berupa program pengauditan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan suatu organisasi.  Audit dilaksanakan atas permintaan dari klien audit kepada auditi dan dilakukan oleh tim auditor yang berkompeten di bidangnya (didalamnya terdapat tenaga ahli teknis).  Proses audit berawal dari penentuan ruang lingkup audit, rencana audit, dan kriteria audit.  Setelah pelaksanaan audit, maka dikemukakan temuan audit beserta dengan bukti audit (yang relevan dan telah diverifikasi) dari tim auditor kepada auditi dan atau klien audit yang berakhir dengan kesimpulan audit untuk ditindak lanjuti  Lihat gambar A.12 Gambar Konsep yang berkaitan dengan Audit

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN AUDIT

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PEMASTIAN MUTU UNTUK PROSES PENGUKURAN  Konsep ini berkaitan dengan sistem manajemen pengukuran yang didalamnya berupa konfirmasi metrologik peralatan ukur, proses pengukuran, fungsi metrologik, dan karakteristik metrologik.

A.4 DIAGRAM KONSEP KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PEMASTIAN MUTU UNTUK PROSES PENGUKURAN  Konsep ini berkaitan dengan sistem manajemen pengukuran yang didalamnya berupa konfirmasi metrologik peralatan ukur, proses pengukuran, fungsi metrologik, dan karakteristik metrologik.

Terima kasih