Cybercrime Dahlan abdullah Email : dahlan@unimal.ac.id Web : http://dahlan.unimal.ac.id.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ETIKA PROFESI KRIMINALITAS DI INTERNET (CYBERCRIME)
Advertisements

[ Cybercrime ] Presentasi Kelompok VI Mata Kuliah Etika Profesi
Peranan dan Manfaat TIK
CYBER CRIME A ND CYBER LOW Z AENAL A BIDIN ( )
DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Peranan dan dampak Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
IT Dosen: Drs. Muhammad Azhar, S. Ag., M. A.
Etika dan Keamanan Sistem Informasi
KEJAHATAN BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
KEJAHATAN BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Cyber Crime Nur Cahyo Wibowo.
Modul 14 (Etika & Hukum Bidang Teknologi Informasi)
Manfaat dan Dampak Internet
Etika Profesi teknologi informasi dan komunikasi
DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tinjauan Regulasi Kejahatan di Internet
Kejahatan Komputer Kejahatan komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
CYBERSPACE, CYBERCRIPE DAN CYBERLAW
CYBERCRIME.
Penggunaan Internet.
Keamanan Pada E-Commerce Pertemuan Ke-13.
Materi muatan regulasi ITE1 MATERI MUATAN REGULASI INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK I. Ketentuan Umum :berisi hal yang berkait.
ETIKA DAN HUKUM BIDANG TI
Etika dan Profesionalisme TSI
Cybercrime.
KEJAHATAN KOMPUTER & Cyber Crime
Timur Dali Purwanto, M.Kom
PELANGGARAN UU ITE Albert Leonardo Sembiring ( )
CYBER CRIME MODUS DAN PENANGGULANGANNYA
Doris Febriyanti M.Si ETIKA PROFESI Doris Febriyanti M.Si
Created by Kelompok 7.
KEJAHATAN BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Etika & Hukum Bidang Teknologi Informasi
CYBER CRIME.
Cybercrime Teknik Informatika – Fasilkom Defri Kurniawan, M.Kom.
Kejahatan Dunia Maya/ Internet & Cara Menanganinya
Etika Penggunaaan TI Etika secara umum didefinisikan sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi suatu individu, yang keberadaannya bisa dipertanggungjawabkan.
Penerapan Etika dan Profesionalisme Teknologi Informasi
“ETIKA PROFESI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI”
I. Pengertian Teknologi adalah sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan hidup manusia dengan bekal pengetahuan melalui akal manusia. Namun teknologi kiranya.
Tinjauan Regulasi Kejahatan di Internet
Hukum dalam e-commerce
Nama : Vicky Nurohmat Nim :
ANCAMAN & SERANGAN TERHADAP SISTEM INFORMASI.
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
Kriminalitas di Internet (Cybercrime)
Modified by Ifrina Nuritha
Pertemuan XI Tinjauan Regulasi Kejahatan di Internet
ARDIANT YOSA HASTAKA (A )
Nama : Chatu Fathihah Nim :
ANCAMAN & SERANGAN TERHADAP SISTEM INFORMASI.
Pengertian Cybercrime
Cyber Crime.
Pengantar Teknologi Informasi
Cyber Crime.
MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Gusti Ayu Wulandari, SE, MM
Cyber Crime Yasser Arafat, S.H.,M.H.
ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Tugas PTI oleh Ida Safitri
Tugas PTI oleh natasya dhea avifa.
Kelompok ANGGOTA KELOMPOK M. Iqbal Ardipo (A )
ETIKA DAN PROFESINALISME
MATA KULIAH TINDAK PIDANA KHUSUS
Pertemuan XI Tinjauan Regulasi Kejahatan di Internet
Ancaman dan Kasus Kejahatan Elektronik
ETIKA DAN PROFESINALISME
Etika Profesi teknologi informasi dan komunikasi
KEJAHATAN BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Tinjauan Regulasi Kejahatan Internet
Transcript presentasi:

Cybercrime Dahlan abdullah Email : dahlan@unimal.ac.id Web : http://dahlan.unimal.ac.id

Kriminalitas di Internet Kriminalitas dunia maya (cybercrime) atau kriminalitas di internet adalah tindakan pidana kriminal yang dilakukan pada teknologi internet (cyberspace), baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepemilikan pribadi. Cybercrime  perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Motif Motif intelektual Kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi. Motif ekonomi, politik, dan kriminal Kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain.

Karakteristik cybercrime Ruang lingkup kejahatan Sifat kejahatan Pelaku kejahatan Modus kejahatan Jenis kerugian yang ditimbulkan

Karakteristik cybercrime Ruang lingkup kejahatan  Bersifat global Cybercrime seringkali dilakukan secara transnasional, melintasi batas negara sehingga sulit dipastikan yuridikasi hukum negara yang berlaku terhadap pelaku. Karakteristik internet di mana orang dapat berlalu-lalang tanpa identitas (anonymous) memungkinkan terjadinya berbagai aktivitas jahat yang tak tersentuh hukum.

Karakteristik cybercrime Sifat kejahatan  Bersifat non-violence Tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlihat.

Karakteristik cybercrime Pelaku kejahatan  Bersifat lebih universal Kejahatan dilakukan oleh orang-orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya.

Karakteristik cybercrime Modus kejahatan Keunikan kejahatan ini adalah penggunaan teknologi informasi dalam modus operandi, sehingga sulit dimengerti oleh orang-orang yang tidak menguasai pengetahuan tentang komputer, teknik pemrograman dan seluk beluk dunia cyber.

Karakteristik cybercrime Jenis kerugian yang ditimbulkan  Dapat bersifat material maupun non-material Waktu, nilai, jasa, uang, barang, harga diri, martabat bahkan kerahasiaan informasi.

Ruang Lingkup Kejahatan Komputer Komputer sebagai instrumen untuk melakukan kejahatan tradisional, seperti digunakan untuk melakukan pencurian, penipuan, dan pemalsuan melalui internet, di samping kejahatan lainnya seperti pornografi terhadap anak-anak, prostitusi online, dan lain-lain. 2. Komputer dan perangkatnya sebagai objek penyalahgunaan, di mana data-data di dalam komputer yang menjadi objek kejahatan dapat saja diubah, dimodifikasi, dihapus, atau diduplikasi secara tidak sah.

Ruang Lingkup Kejahatan Komputer 3. Penyalahgunaan yang berkaitan dengan komputer atau data, yang dimaksud dengan penyalahgunaan di sini yaitu manakala komputer dan data-data yang terdapat di dalam komputer digunakan secara ilegal atau tidak sah. 4. Unauthorized acquisition, disclosure or use of information and data, yang berkaitan dengan masalah penyalahgunaan hak akses dengan cara-cara yang ilegal.

Kejahatan menggunakan sarana Komputer (Bainbridge,1993) : 1. Memasukkan instruksi yang tidak sah; 2. Perubahan data input; 3. Perusakan data; 4. Komputer sebagai pembantu kejahatan; 5. Akses tidak sah terhadap sistem komputer.

Ancaman terhadap Penggunaan Internet (Bernstein et.al., 1996): 1. Menguping (eavesdropping); 2. Menyamar (masquerade); 3. Pengulang (reply); 4. Manipulasi data (data manipulation); 5. Kesalahan Penyampaian (misrouting); 6. Pintu jebakan atau kuda Trojan (trapdoor); 7. Virus (viruses); 8. Pengingkaran (repudoition); 9. Penolakan Pelayanan (denial of service).

3. Sistem informasi dimasuki (penetrated) oleh pengacau (intruder). Beberapa kendala di internet akibat lemahnya sistem keamanan komputer (Bernstein et.al.,1996): 1. Kata sandi seseorang dicuri ketika terhubung ke sistem jaringan dan ditiru atau digunakan oleh pencuri. 2. Jalur komunikais disadap dan rahasia perusahaan pun dicuri melalui jaringan komputer. 3. Sistem informasi dimasuki (penetrated) oleh pengacau (intruder). 4. Server jaringan dikirim data dalam ukuran sangat besar (e-mail bomb) sehingga sistem macet.

Masalah keamanan berhubungan dengan lingkungan hukum: 1. Kekayaan intelektual (intellectual property) dibajak. 2. Hak cipta dan paten dilanggar dengan melakukan peniruan dan atau tidak membayar royalti. 3. Terjadi pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan teknologi tertentu. 4. Dokumen rahasia disiarkan melalui mailing list atau bulletin boards. 5. Pegawai menggunakan internet untuk tindakan asusila seperti pornografi.

Sistem keamanan yang berkaitan dengan masalah keuangan dan e-commerce: Data keuangan dapat dicuri atau diubah oleh intruder atau hacker; Dana atau kas disalahgunakan oleh petugas yang memegangnya; Pemalsuan uang; Seseorang dapat berpura-pura sebagai orang lain dan melakukan transaksi keuangan atas nama orang lain tersebut. Uky Yudatama, S,Si, M.Kom

Faktor Penyebab Cybercrime Segi teknis, Teknologi internet menghilangkan batas wilayah negara yang menjadikan dunia ini menjadi begitu dekat dan sempit. Saling terhubungnya antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain memudahkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kemudian, tidak meratanya penyebaran teknologi menjadikan yang satu lebih kuat daripada yang lain.

Faktor Penyebab Cybercrime Segi sosioekonomi, adanya cybercrime merupakan produk ekonomi. Isu global yang kemudian dihubungkan dengan kejahatan tersebut adalah keamanan jaringan (security network). Keamanan jaringan merupakan isu global yang muncul bersamaan dengan internet. Sebagai komoditi ekonomi, banyak negara yang tentunya sangat membutuhkan perangkat keamanan jaringan.

Cybercrime berada dalam skenerio besar dari kegiatan ekonomi dunia Cybercrime berada dalam skenerio besar dari kegiatan ekonomi dunia. Sebagai contoh, memasuki tahun 2000 terjadi isu virus Y2K yang akan menghilangkan atau merusak data atau informasi. Hal tersebut tentu saja membuat kekhawatiran terhadap usaha perbankan, penerbangan, pasar modal, dan sebagainya, yang pada akhirnya mereka sibuk mencari solusi cara menghindarinya. Sehingga hal tersebut menjadi ladang para penyedia jasa teknologi informasi untuk membuat perangkat atau program untuk menanggulanginya, yang pada akhirnya kenyataannya ancaman tersebut tidak pernah terjadi.

Tipenya cybercrime menurut Philip Renata: 1. Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin. 2. Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin dengan alat suatu terminal. 3. The trojan horse, yaitu manipulasi data atau program dengan jalan mengubah data atau intsruksi pada sebuah program, menghapus, menambah, menjadikan tidak terjangkau, dengan tujuan kepentingan pribadi atau orang lain.

Tipenya cybercrime menurut Philip Renata: 4. Data leakage, yaitu menyangkut pembocoran data ke luar terutama mengenai data yang harus dirahasiakan. 5. Data diddling, yaitu suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara tidak sah, mengubah input data atau output data. 6. To frustate data communication atau penyia-nyiaan data komputer. 7. Software piracy, yaitu pembajakan software terhadap hak cipta yang dilindungi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

Modus Kejahatan Cybercrime Indonesia (Roy Suryo): Pencurian nomor (kartu) kredit; Memasuki, memodifikasi, atau merusak homepage (hacking); Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.

Kasus Cybercrime yang sering Terjadi di Indonesia (As’ad Yusuf): 1. Pencurian nomor kartu kredit; 2. Pengambilalihan situs web milik orang lain; 3. Pencurian akses internet yang sering dialami oleh ISP; 4. Kejahatan nama domain; 5. Persaingan bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya.

Jenis Cybercrime Jenis aktivitas Motif kegiatan Sasaran Kejahatan

Jenis Cybercrime Berdasarkan Jenis Aktivitas Unauthorized Access Illegal contents Penyebaran virus secara sengaja Data Forgery Cyber-Espionage, Sabotage and Extortion Cyberstalking

Jenis Cybercrime Berdasarkan Jenis Aktivitas Carding Hacking and Cracking Cybersquatting and Typosquatting Hijacking Cyber Terorism

Jenis Cybercrime Berdasarkan Motif Kegiatan Cybercrime sebagai tindakan murni kriminal Cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”

Jenis Cybercrime Berdasarakan Sasaran Kejahatan Cybercrime yang menyerang individu (Against Person) Cybercrime Menyerang Hak Milik (Against Property) Cybercrime Menyerang Pemerintah ( Against Government)

Penanggulangan Cybercrime Mengamankan Sistem Penanggulangan Global Perlunya CyberLaw Perlunya Dukungan Lembaga Khusus