Kelompok VIII PERUMAHAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UKURAN NILAI PUSAT UKURAN NILAI PUSAT ADALAH UKURAN YG DAPAT MEWAKILI DATA SECARA KESELURUHAN JENIS UKURAN NILAI PUSAT : MEAN , MEDIAN, MODUS KUARTIL,
Advertisements

Teori Graf.
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
(Matematika Al-Quran)
SUBBIDANG DATA DAN INFORMASI
PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK Prof. Kusriningrum
START.
KARAKTERISTIK KEMISKINAN NASIONAL KEBIJAKAN NASIONAL PENANGGULANGAN KEMISKINAN KEMISKINAN JAWA BARAT DALAM KONSTALASI KEMISKINAN NASIONAl KELEMBAGAAN TKPK.
Wido Hanggoro ` Research and Development Department Indonesia Meteorological Climatological and Geophysical Agency.
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
PENYAJIAN DATA DAFTAR TUNGGAL DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI No. Nama
Tugas: Perangkat Keras Komputer Versi:1.0.0 Materi: Installing Windows 98 Penyaji: Zulkarnaen NS 1.

1 Diagram berikut menyatakan jenis ekstrakurikuler di suatu SMK yang diikuti oleh 400 siswa. Persentase siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler.
di Matematika SMA Kelas XI Sem 1 Program IPS
LATIHAN SOAL HIMPUNAN.
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK DISAJIKAN PADA RADALGRAM JAKARTA, 4 AGUSTUS 2009.
PEMBANDINGAN BERGANDA (Prof. Dr. Kusriningrum)
Bab 11B
PENCAPAIAN KKP PROGRAM KB NASIONAL PROV RIAU BULAN : JUNI 2010.
BOROBUDUR (4) FAHMI BASYA
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
Statistika Deskriptif
LAPORAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALs
Bab 6B Distribusi Probabilitas Pensampelan
ANALISA NILAI KELAS A,B,C DIBUAT OLEH: NAMA: SALBIYAH UMININGSIH NIM:
WORKSHOP INTERNAL SIM BOK
PENYAJIAN DATA Penyajian Data: Tujuan :
UKURAN PENYEBARAN DATA
Median Lambangnya: Mdn, Me atau Mn
DISTRIBUSI FREKUENSI oleh Ratu Ilma Indra Putri. DEFINISI Pengelompokkan data menjadi tabulasi data dengan memakai kelas- kelas data dan dikaitkan dengan.
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Soal Latihan.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PEMAHAMAN PERANCANGAN PERCOBAAN MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA PENANGGUNG.
: : Sisa Waktu.
Nonparametrik: Data Peringkat 2
PERKEMBANGAN KELULUSAN SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK KOTA SEMARANG DUA TAHUN TERAKHIR T.P DAN 2013.
Pengujian Hipotesis Parametrik 2
PERWAKILAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
ANALISIS / REVIU SEKTOR PENDIDIKAN
UKURAN PEMUSATAN DATA Sub Judul.
PADA RAPAT EVALUASI PENYERAPAN ANGGARAN APBD
Bab 16 Sekor Komposit dan Seleksi Sekor Komposi dan Seleksi
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
EVALUASI KINERJA LABORATORIUM OLEH: WAHYU WIDODO.
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
Bab 13A Nonparametrik: Data Peringkat I Bab 13A
Nonparametrik: Data Peringkat 2
TOKOFEROL DAN FENOLIK TOTAL PADA 10 JENIS KACANG
Graf.
USAHA DAN ENERGI ENTER Klik ENTER untuk mulai...
Statistika Deskriptif: Statistik Sampel
DISTRIBUSI FREKUENSI.
Bersyukur.
KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMP
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
Nilai Ujian Statistik 80 orang mahasiswa Fapet UNHAS adalah sebagai berikut:
Teknik Numeris (Numerical Technique)
• Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah•
BAB2 QUEUE 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Bab 7 Nilai Acuan Norma.
Bab 3B Statistika Deskriptif: Parameter Populasi 2.
Korelasi dan Regresi Ganda
JUMLAH DATA PENGHULU DAN KUA
STATISTIK PERTAMBANGAN NON MIGAS
Pengantar sistem informasi Rahma dhania salamah msp.
DATA KELULUSAN SERTIFIKASI GURU TAHUN 2007 S.D 2010
Transcript presentasi:

Kelompok VIII PERUMAHAN Moh Ari Nugraha M.Sc Gantjang Amanullah, MA Waris Marsisno, M. Stat Ir. Ahmad Humaedi Ertianto, M. Com. Roby Darmawan, M.Eng Poetrijanti, S.Si. Rizal Zaini Ahmad Fathony

Konsep dan Definisi Di dalam membahas data perumahan Kemenpera menggunakan istilah backlog, yaitu banyaknya rumah yang layak dihuni oleh rumah tangga, sementara BPS mendefinisikan apakah rumah yang ditempati oleh rumah tangga mempunyai status milik sendiri, sewa, kontrak, atau lainnya (misal rumah dinas). Sehingga menurut perkiraan Kemenpera bayaknya rumah tangga yang menempati rumah yang tidak layak huni ada sekitar 7,2 juta rumah, sementara menurut BPS banyaknya rumah tangga yang menempati rumah dengan status bukan milik sendiri (sewa, kontrak, atau lainnya) ada sekitar 13,6 juta Istilah rumah layak huni, salah satu ukurannya adalah mempunyai bangunan yang kokoh, definisi ini secara operasional sulit diukur di dalam konteks pengumpulan data di lapangan

Konsep dan Definisi (2) Beberapa indikator perumahan yang biasa diukur adalah air minum bersih atau air minum layak. Definisi air minum bersih adalah air yang bersumber dari ledeng, airkemasan, pompa, sumur terlindung dan mata air terlindung yang jarak ke tempat pembuangan limbah (tangki septik) lebih dari 10 m. Definisi ini tidak dapat digunakan ketika akan mengukur indikator ini. Di dalam SP2010 digunakan istilah “Bangunan Fisik” yang didefinisikan sebagai tempat berlindung tetap maupun sementara, yang mempunyai dinding, lantai dan atap, baik digunakan untuk tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Bangunan yang luas lantainya kurang dari 10 meter persegi dan tidak digunakan untuk tempat tinggal dianggap bukan bangunan fisik. Selain itu, ada istilah “Bangunan Sensus”, yaitu sebagian atau seluruh bangunan fisik yang mempunyai pintu keluar/masuk sendiri. Bangunan Sensus dibedakan untuk tempat tinggal, bukan tempat tinggal, dan campuran. Informasi banyaknya bangunan fisik dan bangunan sensus ini dapat diperoleh dari SP2010-L1, hanya saja hasil dari pendaftaran bangunan dan rumah tangga ini tidak (belum) secara khusus diolah, semestinya akan dapat memberikan informasi detail banyaknya bangunan fisik/sensus dan rumah tangga sampai wilayah terkecil (blok sensus).

Konsep dan Definisi (3) Menyambung istilah bangunan fisik, di dalam kuesioner SP2010-C1 tidak ada pertanyaan tentang atap dan dinding, sehingga di dalam melakukan analisis perumahan, maka di dalam menyajikan beberapa indikator terkait kualitas rumah tinggal yang biasanya terdiri dari lantai (tanah/bukan tanah), luas lantai per kapita (kurang dari 9 m2 atau lebih dari dan sama dengan 9 m2), atap (layak/tidak layak), dan dinding (permanen/tidak permanen) tidak dapat semua disajikan, terutama terkait atap dan dinding. Menurut tim kesehatan, definisi atap yang layak yang selama ini digunakan, yaitu atap yang terbuat dari beton, genteng, sirap, seng, dan asbes adalah kurang tepat, mestinya asbes tidak dianggap sebagai atap yang layak, hal ini mengingat bahayanya partikel-partikel dari asbes bagi paru-paru, utamanya terkait penyakit ISPA

Cakupan Pertanyaan pada daftar SP2010- C1 dan SP2010-C2 Jumlah pertanyaan terkait perumahan pada SP2010-C1 ada sebanyak 12 pertanyaan, sementara pada SP2010-C2 hanya ada lima pertanyaan, luas lantai tempat tinggal, akses internet dalam 3 bulan terakhir, status kepemilikan/penguasaan bangunan tempat tinggal, bukti kepemilikan tanah tempat tinggal, jenis bukti kepemilikan tanah tempat tinggal. Sehingga dengan demikian, di dalam melakukan analisis data perlu kehati-hatian, karena hasilnya antar beberapa variabel jumlah rumah tangganya akan berbeda

Perbandingan SP2010 dan SUSENAS 2010 (Nasional) Variabel SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan Lantai Bukan Tanah 89.45% 88.50% 0.95% Penerangan Listrik 93.88% 94.15% -0.27% Air kemasan, isi ulang dan ledeng 30.41% 31.80% -1.39% Jamban sendiri 65.81% 64.68% 1.13% Tempat tinggal milik sendiri 77.70% 78.00% -0.30% Bahan bakar masak: gas 45.17% 41.51% 3.66% Bahan bakar masak: minyak tanah 11.70% 12.11% -0.40%

Perbandingan Variabel: Lantai Bukan Tanah SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi) Nama Provinsi SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan DI Yogyakarta 92.18 92.28 -0.11 Gorontalo 94.56 94.45 0.11 ….. Papua Barat 96.02 93.02 3.00 Papua 79.53 70.25 9.28

Perbandingan Variabel: Penerangan Listrik SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi) Nama Provinsi SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan Jawa Barat 99.13 99.01 0.12 Gorontalo 77.46 77.33 0.13 ….. Lampung 88.05 91.29 -3.24 Sulawesi Tengah 76.93 80.44 -3.51 Papua 38.84 42.71 -3.87 NTT 48.40 52.55 -4.15

Perbandingan Variabel: Air kemasan, isi ulang dan ledeng SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi) Nama Provinsi SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan Jawa Timur 26.50 26.40 0.10 Sumatera Barat 32.90 32.76 0.14 ….. Maluku Utara 29.95 25.23 4.72 DI Yogyakarta 20.09 25.25 -5.16 Papua Barat 34.00 39.58 -5.58

Perbandingan Variabel: Jamban Sendiri SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi) Nama Provinsi SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan Nanggroe Aceh Darussalam 59.14 59.21 -0.07 Kalimantan Barat 61.74 61.52 0.22 ….. Kalimantan Selatan 65.07 61.92 3.15 DKI Jakarta 76.50 72.84 3.66 Maluku Utara 45.63 49.48 -3.85 Bali 67.62 63.42 4.20 Papua 48.09 42.71 5.38

Perbandingan Variabel: Rumah Milik Sendiri SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi) Nama Provinsi SP 2010 SUSENAS 2010 Perbedaan Bangka Belitung 80.79 80.75 0.04 Maluku Utara 82.32 82.27 ….. Lampung 83.69 86.70 -3.00 Gorontalo 77.56 74.44 3.12 Maluku 77.96 74.57 3.39 Kalimantan Tengah 67.79 72.68 -4.89 Sumatera Barat 73.70 68.53 5.17 Kepulauan Riau 60.56 67.09 -6.53

Akses Internet 3 bulan terakhir Perbandingan Variabel: Akses Internet SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi Kepulauan Riau) Perkotaan   Akses Internet 3 bulan terakhir SP 2010 SUSENAS 2010 Selisih 2100 KEPULAUAN RIAU 21.78 35.48 -13.70 2101 KARIMUN 17.91 31.39 -13.48 2102 BINTAN 15.74 26.88 -11.14 2103 NATUNA 17.50 38.31 -20.81 2104 LINGGA 18.74 27.09 -8.35 2105 KEPULAUAN ANAMBAS 12.91 25.98 -13.07 2171 B A T A M 22.60 36.09 -13.49 2172 TANJUNG PINANG 24.93 40.93 -16.01

Akses Internet 3 bulan terakhir Perbandingan Variabel: Akses Internet SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi Kepulauan Riau) Perdesaan   Akses Internet 3 bulan terakhir SP 2010 SUSENAS 2010 Selisih 2100 KEPULAUAN RIAU 7.46 15.59 -8.14 2101 KARIMUN 6.85 13.97 -7.12 2102 BINTAN 11.13 26.71 -15.58 2103 NATUNA 8.97 11.69 -2.72 2104 LINGGA 3.85 12.83 -8.98 2105 KEPULAUAN ANAMBAS 5.97 12.59 -6.62 2171 B A T A M 6.39 11.36 -4.97 2172 TANJUNG PINANG 10.88 10.48 0.39

Akses Internet 3 bulan terakhir Perbandingan Variabel: Akses Internet SP2010 dan SUSENAS 2010 (Provinsi Kepulauan Riau) Perkotaan dan Perdesaan   Akses Internet 3 bulan terakhir SP 2010 SUSENAS 2010 Selisih 2100 KEPULAUAN RIAU 19.41 32.22 -12.81 2101 KARIMUN 13.58 24.66 -11.08 2102 BINTAN 13.86 26.81 -12.95 2103 NATUNA 12.87 23.94 -11.07 2104 LINGGA 9.65 18.40 -8.75 2105 KEPULAUAN ANAMBAS 8.70 17.85 -9.15 2171 B A T A M 22.18 35.44 -13.27 2172 TANJUNG PINANG 24.23 39.43 -15.21

Konsistensi Tabel 69 dan Tabel 70 Pada Tabel 69, semua rumah tanga sudah terbagi habis menurut kelas luas lantai Pada Tabel 70, masih ada rumah tangga yang masuk kategori “tidak terjawab” untuk luas lantai