PEMANFAATAN HIBAH GLOBAL FUN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
IMPLEMENTASI E-CATALOGUE OBAT Tahun 2014
Advertisements

KEBIJAKAN PELAYANAN KES DASAR DALAM PROGRAM JAMKESMAS TAHUN 2008
PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI
SOSIALISASI E-CATALOGUE OBAT
ARAHAN SEKRETARIS DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
Petunjuk Diskusi Kelompok Rapat Kordinasi Teknis Riset Fasilitas Kesehatan 2011 Tingkat Provinsi.
Data dan Informasi Kesehatan
REVIEW DAK SUBBID YANFAR & PENYUSUNAN MENU DEKONSENTRASI PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2015 (Ketua Kelompok : Bu Susi /Gorontalo.
ARAHAN SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN Bogor, 13 Mei 2014 PERTEMUAN EVALUASI PINJAMAN & HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) PROGRAM.
KEBIJAKAN SISTEM PELAPORAN KETERSEDIAAN OBAT (E -LOGISTIC SYSTEM)
Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
HASIL DISKUSI KELOMPOK II
DAN RENCANA TINDAK LANJUT
PERANAN DAN KEDUDUKAN DINAS KESEHATAN DALAM RANGKA PENYALURAN OBAT KE FASILITAS KESEHATAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.
Kelompok B Nagan Raya Bangkalan Dompu Lombok Barat LombokTimur Bombana
HASIL DISKUSI KELOMPOK PERENCANAAN DAK
PENYUSUNAN REKAPITULASI HASIL ANALISA SITUASI SCM KELOMPOK A
DISAMPAIKAN PADA SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Critical review fungsi dan program Puskesmas
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI KOTA BATAM
PENGORGANISASIAN DAN PEMBINAAN POKJANAL POSYANDU
Lancang kuning dari indragiri berlayar malam menuju pekan
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN ( BOK )
BIDANG INDUSTRI LOGAM MESIN ELEKTRONIKA & ANEKA
DISAMPAIKAN : DIREKTUR BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN
Penyaluran Obat oleh Pedagang Besar Farmasi berdasarkan Permenkes 1148/2011 tentang PBF beserta Perubahannya (Permenkes 34/2014) Direktorat Bina Produksi.
KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS PELAYANAN KEFARMASIAN
NoMisiTujuanSasaranProgramKegiatanInputOutputOutcomeKeterangan Mewujudkan kinerja aparat pemerintahan Kecamatan Harjamukti yang mengarah pada.
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DAERAH
PETA STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
PAPARAN KEPALA BAPPEDA KOTA BEKASI
Penerimaan &Penyimpanan
MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI PUSKESMAS
PENERAPAN E-CATALOGUE
PELAKSANAAN POKJANAL POSYANDU DAN SIP DI KOTA TANGERANG
PERTEMUAN EVALUASI PHLN PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN Bogor, Mei 2014.
TINDAK LANJUT RAKONTEK DALAM MENJAMIN KETERSEDIAAN DAN TERWUJUDNYA MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT SESUAI STANDAR Engko Sosialine M Disampaikan pada : Pertemuan.
BAHAN RAPAT PEMBAHASAN KUA/PPAS BAGIAN ADM
KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2016
SISTEM INFORMASI PENANGGULANGAN KRISIS AKIBAT BENCANA
Feedback Sistem Informasi SDM Kesehatan
Pengelolaan Data Prioritas Pada Aplikasi Komunikasi Data
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
dr.Andi.Hj.Hadijah Iriani R.Sp.THT.MSi Kepala bappeda kota makassar
H. ARSON ABADI, SKM, M.Si Dinas Kesehatan Kab.OKU SELATAN
Sikda PENGELOLAAN DATA INFORMASI SOFTWARE.
STANDAR DAN INSTRUMEN BAB 2
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara
OPTIMALISASI BOK DALAM PROGRAM PAMSIMAS/STBM TAHUN 2017
Menerapkan manajemen dan administrasi di bidang Farmasi
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
Manajemen Logistik Obat Cacing dan Sistem Pencatatan & Pelaporan
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( SAKIP)
Mata Kuliah MANAJEMEN DATA
KUWAT SRI HUDOYO SEKRETARIS DITJEN KESEHATAN MASYARAKAT
SISTEM INFORMASI KESEHATAN NASIONAL (SIKNAS)
SELAMAT DATANG PERTEMUAN PETUGAS SP2TP BLITAR, 7 MARET 2014
RENCANA KERJA PROGRAM DAN KEGIATAN
Menuju Kabupaten Sehat
MANAJEMEN FARMASI (2SKS)
LAPORAN PELAKSANAAN SELF INITIATIVE STRENGTHENING SCM
BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
DINAS KESEHATAN DAN KB KOTA MADIUN
Penerimaan &Penyimpanan
Oleh : INE INAJAH Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD
Oleh : Faik Agiwahyuanto
Gambaran umum Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN RABIES PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Akselerasi Program KKBPK Melalui Kemitraan Global “Pilihanku” ( )
Transcript presentasi:

PEMANFAATAN HIBAH GLOBAL FUN Dalam pelaksanaaan program Cross Cutting Haealth System Strengthening Intervention Global Fun

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKALN PEMANFAATAN HIBAH GLOBAL FUN Dalam pelaksanaaan program Cross Cutting Health System Strengthening Intervention Global Fun oleh IFK BANGKALAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKALN PROVINSI JAWA TIMUR Disampaikan pada Pertemuan Evaluasi PHLN pada Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Bogor, 12-14 Mei 2014

JAWA TIMUR P. MADURA Jumlah Penduduk : 37.764.241 LUAS =46.428 KM KAB/KOTA = 38 PULAU = 2 KPULAU = 10 DESA = 8.464 SUKU = 4 P. MADURA Jumlah Penduduk : 37.764.241

LETAK GEOGRAFIS KAB. BANGKALAN Secara geografis Kabupaten Bangkalan mempunyai posisi yang strategis karena berada pada akses Suramadu . Hal ini menempatkan Kab. Bangkalan sebagai pintu gerbang Pulau Madura. Batas Wilayah Kabupaten Bangkalan: Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Jawa Sebelah Timur : berbatasan dengan Kab. Sampang Sebelah Selatan & Barat : berbatasan dengan Selat Madura Gambaran Umum Wilayah Kab. Bangkalan terbagi menjadi 18 kecamatan dan 281 desa/ kelurahan dengan jumlah Penduduk 1.154.827 orang

Gambaran Umum Dinkes Kab. Bangkalan Sarana Kesehatan RSUD : 1 RSU Swasta : 2 RS Bersalin : 1 Puskesmas : 22 Pustu : 70 Polindes : 255 Posyandu : 1087

Visi Dinas Kesehatan 2011 - 2015 Terwujudnya Dinas Kesehatan yang Baik, Bersih dan Kuat untuk Menuju Masyarakat Sehat dan Mandiri

Misi Dinas Kesehatan antara lain Memberikan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau Meningkatkan Pembinaan, Pengawasan ketersediaan Obat-obatan dengan Alat Kesehatan serta Makanan dan Minuman Meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk berprilaku hidup sehat Meningkat status gizi Masyarakat

Kondisi Fisik Instalasi Farmasi Kab. Bangkalan

Fisik Pengelolaan Obat Gudang Farmasi Kab. Bangkalan

GAMBARAN IFK BANGKALAN Struktuk Organisasi ( secara Khusus ) KADINKES Ka.BIDANG FARMAKMIN & GIZI Ka.SEKSI MAKMIN & GIZI Ka.SEKSI ALAT KESEHATAN Ka.SEKSI OBAT DAN ZAT BERBAHAYA (Ka. IFK Bangkalan)

KONDISI UMUM Luas Bangunan : 528 M ² Luas Tanah : 384 M ² Berdiri Tahun : 1995 Di renovasi Tahun : 2012 (Global Fun)

TENAGA KESEHATAN Seksi Obat dan Zat Berbahaya/ IFK Bangkalan Magister ( S 2 ) : 1 Orang Apoteker : 5 Orang Sarjana Umum ( S 1): 5 Orang DIII Farmasi : 2 Orang AA : 3 Orang SMU : 3 Orang

Petugas Obat di Puskesmas : Apoteker : 1 orang Sarjana Umum : 8 orang DIII Farmasi : 2 orang Perawat : 2 orang Asisten Apoteker : 5 orang SMU : 4 orang

BANTUAN DARI CC HSS GLOBAL FUN Dana Rehabilitasi IFK Bangkalan sebesar Rp. 806.300.000,- dengang rincian : Perencanaan Rp. 44.858.000,- Pengawas Rp.31.425.000,- Kontrak Konstruksi Rp. 719.421.000,- Operasional Pengadaan Rp. 1.500.000,- Sarana Pendukung Instalasi Farmasi berupa ( AC Split 1 PK, Generator set , Pallet,Hand Stracker, Alarm , Telpon dan Fax ) TERIMA KASIH ini semua telah kami terima dengan baik dan Ini semua sangat bermanfaat untuk Pelayanan di GFK Bangkalan ini.

PENERIMAAN SARANA DAN PRASARANA DARI HIBAH GLOBAL FUN

Perbandingan IFK Bangkalan Sebelum dan Sesudah mendapat Bantuan dari Global Fun FISIK Perlengkapan Administrasi Sarana Distribusi Luas Bangunan (m2) Lantai Bangunan Material lantai Layout RuangPenyimpanan Telepon & Mesin Fax Genset Alarm HandForklift Pest Controller, Termohigrometer Katrol barang Pallet Trolley AC Pengelolaan Stok Kendaraan Roda 4 288 1 Semen 1 Pintu Campur Tdk ada Kayu 2 Manual Tidak ada 528 Keramik 2 Pintu Tertata ( ruang injeksi & Syrup) Ada Plastik 6 4 Komputerisasi

Kelanjutan dari kegiatan Perbaikan fisik IFK Global Fun melalui kegiatan Cross Cutting Health System Strengthening Intervention (CC HSSI GF) dengan dukungan dari GF ATM Melakukan : Analisa Situasi terkait Penguatan pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Kabupaten th 2013 Workshop Perencanaan Aksi dan Peningkatan Kapasitas untuk Pengelola Instalasi Farmasi dalam rangka Kegiatan SCM Strengthening Project in District Level Tahun 2014

PENGUATAN INSTALASI FARMASI KABUPATEN No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 1 TPOT Dibentuk TPOT dengan Surat Keputusan Kadinkes dalam rangka perencanaan obat PKD & Program a. Rapat Koordinasi RKO b. Rapat Evaluasi Ketersediaan c. Pengumpulan data untuk RKO

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 2 PENDANAAN Mengusulkan Anggaran Daerah Operasional IFK yang dikelola sendiri dlm peningkatan anggaran Memberikan data kebutuhan obat secara Riil berdasarkan perkapita penduduk kepada Bapak Bupati dan Kepala Bappeda Diusulkan th 2015 anggr ops gudang sendiri

No Issue Strategis Kegiatan 3 Keterangan 3 SDM, KOMPETENSI, KECUKUPAN Refresing program melibatkan team dari prov, pihak ke 3 untuk menambah wawasan petugas pembinaan, arahan serta pemberian Reward a. Rpt koord Pengelola Obat Program dan petugas Puskesmas b. Pertemuan Melibatkan Pihak ke tiga (PBF) unt evaluasi obat PKD dan Produk lainnya Pertemuan POR

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 4 SISTEM INFORMASI, IT, KETEPATAN DATA Melakukan pengembangan software LPLPO yg bisa memudahkan pelaksanaan dan pemanfaatan data Meningkatkan laporan tepat waktu dan akurat Akan Menggunakan E-Logistik Obat Bekerjasama dengan PT Telkom dalam pembuatan aplikasi Logistik Penilaian kinerja dan Pemberian Reward Proses Entry Data

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 5 SISTEM PENJAMINAN MUTU Melakukan uji mutu serta Mendorong melakukan penyimpanan yg baik Uji Mutu pd saat terima dari PBF dan stock opname pd akhir tahun. Dilakukan secara visual/ organoleptis serta Usulan unt kerjasama dg BBPOM untuk uji lab

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 6 PENGADAAN SOP Pengadaan Mengirim tenaga IFK utk mengikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa Tersediaanya SOP Pengadaan Tenaga IFK akan diikutkan pelatihan pengadaan barang dan jasa Tenaga IFK masuk dalam anggota Panitia Penerima

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 7 PENYIMPANAN SOP penyimpanan barang di IFK Tersedianya SOP Penyimpanan Obat Penyimpanan obat di IFK menggunakan sistem FIFO dan FEFO serta dibedakan berdasarkan bentuk sediaan. Ruang penyimpanan telah diatur suhunya yaitu dengan tersedianya AC dan lemari es.

No Issue Strategis Kegiatan Keterangan 8 DISTRIBUSI SOP distribusi barang di IFK Tersedianya SOP Distribusi Obat di IFK Obat didistribusikan dengan cara diambil oleh pengelola obat ke IFK. Jadwal pengambilan obat disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas.

GRAND CHART HASIL VISIT Tujuan dan Kegiatan Penanggung Jawab Waktu ( 12 Bulan ) 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pokok Kegiatan A (Meningkatkan efektifitas Tim TPOT dalam rangka perencanaan obat PKD & Program Perencanaan )   Tujuan Khusus : Agar Rencana Kebutuhan Obat terpenuhi sesuai kebutuhan secara nyata 1. Memperbaharui SK Tim TPOT dan SK Tim Teknis yang melibatkan lintas program, IFK dan puskesmas Kepala Bidang Farmakmin dan Gizi 2. Rapat Persiapan ; Pengumpulan Data, Menganalisa data Tim Teknis dan Puskesmas  3. Rapat Perencanaan dan Evaluasi Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar Tahun 2014 Tim TPOT, Tim Teknis dan Puskesmas  4. Melakukan Pengadaan Obat PKD Tahun 2014 Tim TPOT dan Tim Pengadaan Barang 

Kasi Obat dan Zat Berbahaya GRAND CHART HASIL VISIT Tujuan dan Kegiatan Penanggung Jawab Waktu ( 12 Bulan ) 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pokok Kegiatan B (Evaluasi Pengelolaan Obat )   Tujuan Khusus : Meningkatkan Tertib administrasi Pengelolaan Obat dan Perbekalan kesehatan di GFK Bangkalan dan Puskesmas Kasi Obat dan Zat Berbahaya 1. Mengadakan rapat rutin tiap 3 bulan sekali berdasar feedback laporan puskesmas dan GFK pendistribusian obat 2. Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas 3. Mengirim tenaga IFK untuk mengikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa 4. Memperbarui SOP Penyimpanan Obat 5. Memperbarui SOP Pendistribusian Obat 6. Membuat SOP Pengelolaan Obat yang memerlukan penanganan khusus ( KLB, Baksos dll)

Kepala Bidang Farmakmin & Gizi GRAND CHART HASIL VISIT Tujuan dan Kegiatan Penanggung Jawab Waktu ( 12 Bulan ) 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pokok Kegiatan : Pengelolaan SDM, Kompetensi dan Kecukupan Kepala Bidang Farmakmin & Gizi   Tujuan Khusus : Memastikan bahwa setiap personil di IFK mampu mengelola obat dengan baik 1. Mengadakan refreshing program baik dengan melibatkan team dari propinsi maupun dari pihak ketiga untuk meningkatkan wawasan bagi pengelola obat 2. Melakukan pengembangan IT melalui pembuatan software LPLPO yang bisa memudahkan pelaksanaan dan pemanfaatan data 3. Melakukan Koordinasi Antar Program Penyakit ATM dan Farmasi

KESIMPULAN UPAYA PENGUATAN IFK Pengeloaan obat yang baik akan terealisasi Jika semua komponen menjalin koordinasi, komunikasi dan kerjasama.

Jalan-jalan naik Bajay Jangan lupa bawa Sinjay Pergi Ke Bangkalan, Ketemu kekasih Cukup Sekian, Terima Kasih

Terima Kasih