Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, – di R313

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SPESIFIKASI MODEL. Subyek dari bab berikut ini adalah : Bagaimana kita memilih nilai yang sesuai untuk p, d dan q untuk deret runtun waktu yang diberikan?
Advertisements

(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen
ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD.
ALGORITME & PEMROGRAMAN Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Senin, 6.30 – 9.00 Rabu, –
ALGORITME & PEMROGRAMAN Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Senin, 6.30 – 9.00 Rabu, –
ANALISIS REGRESI (REGRESSION ANALYSIS)
SPESIFIKASI MODEL.
TIME SERIES DAN STASIONERITAS
STATISTIKA INFERENSIA
Distribusi Gamma dan Chi Square
STATISTIKA INFERENSIA
Metode Peramalan (Forecasting Method)
STATISTIKA INFERENSIA
TRENDS.
METODE PERAMALAN KUANTITATIF
KONSEP DAN PEMODELAN ARIMA (AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE)
Regresi dengan Autokorelasi Pada Error
Statistika Multivariat
KORELASI DAN REGRESI LINEAR SEDERHANA
(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor) Lektor pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi © Bambang Juanda & Junaidi: Ekonometrika.
1 Pertemuan Penaksiran parameter model Matakuliah: I0224/Analisis Deret Waktu Tahun: 2007 Versi: revisi.
ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO
1 Pertemuan Identifikasi model Matakuliah: I0224/Analisis Deret Waktu Tahun: 2007 Versi: revisi.
KONSEP DAN PENGUJIAN UNIT ROOT
Pertemuan 9-10 Metode pemulusan eksponensial triple
Desain dan Analisis Eksperimen Abdul Kudus, PhD.
Desy Putma H.(M ) Gunawan Prabowo(M ) Luk Luk Alfiana(M ) Nur Indah(M ) Tatik Dwi Lestari(M ) Anggota kelompok 5 :
Pertemuan 22 Aplikasi Simulasi III
Regresi Linier Berganda
Pemodelan Volatilitas
Probabilitas dan Statistika
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI
(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen
STATISTIK 1 Pertemuan 11: Deret Berkala dan Peramalan (Analisis Trend)
Ekonometrika Lanjutan
Ekonometrika Lanjutan
TAHAP-TAHAP PERAMALAN
Prof. Dr. Ir. Loekito Adi Soehono, M.Agr
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI
GRANGER CAUSALITY Sebenarnya Granger Causality adalah diadaptasi dari hubungan sebab akibat matematika dari Norbert Weiner ,1956 Prof.Clive Granger, 1960.
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2015/2016
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Jumat, – 18.10
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI BERGANDA
Pertemuan ke 14.
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2012/2013
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Jumat, – 18.10
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, – di R313
Pertemuan ke 14.
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2012/2013
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
Agribusiness Study of Programme Wiraraja University
STATISTIK 1 Pertemuan 11: Deret Berkala dan Peramalan (Analisis Trend)
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2012/2013
M. Double Moving Average
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, – di R313
PERTEMUAN KE-14 STATISTIK DESKRIPTIF
Pertemuan 7-8 Metode pemulusan eksponensial ganda
ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD.
ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD.
Statistika Multivariat
STATISTIK BISNIS Pertemuan 6: Deret Berkala dan Peramalan (Analisis Trend) Dosen Pengampu MK: Evellin Lusiana, S.Si, M.Si.
Asumsi Non Autokorelasi galat
Agribusiness Study of Programme Wiraraja University
Analisis Deret Waktu Wahyu Dwi Lesmono Mungkin Terakhir.
Analisis Deret Waktu* Wahyu Dwi Lesmono, S.Si Mungkin Terakhir.
Analisis Regresi Berganda & Pengujian Asumsi OLS
STATISTIK 1 Pertemuan 13: Deret Berkala dan Peramalan (Analisis Trend)
Simulasi untuk Model-model Statistika
Metode Box Jenkins.
Transcript presentasi:

Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, 15.00 – 17.30 di R313 ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, 15.00 – 17.30 di R313

Model Stokastik Dasar prediksi berdasarkan model tertentu Residu Jika model sudah mampu menangani semua autokorelasi dalam data, maka residunya tidak berkorelasi, sehingga korelogramnya tidak berpola. Definisi White Noise Deret waktu {wt: t=1,2,...,n} merupakan white noise, jika w1,w2, ..., wn berdistribusi identik dan saling bebas dgn rata-rata nol. implikasinya Semua variable mempunyai varians yang sama yaitu sebesar 2 dan Kor(wi,wj) = 0 utk semua i  j. Jika wt ~ N(0,2), maka deret waktu tsb disebut Gaussian White Noise.

Simulasi Data deret waktu yang disimulasikan menggunakan model disebut deret waktu sintetik. Simulasi berguna karena: utk membangkitkan data di masa yang akan datang, dimana data tsb merupakan data yg masuk akal utk membuat konfiden interval bagi parameter model (bootstrap)

Contoh: membangkitkan deret waktu Gaussian white noise. > set.seed(1) > w <- rnorm(100) > plot(w,type="l")

Sifat-sifat Orde Kedua dan Korelogram Sedangkan autokorelasinya signifikan krn variasi sampling > set.seed(2) > acf(rnorm(100))

Random Walk {xt: t=1,2,...,n} merupakan random walk, jika dimana {wt: t=1,2,...,n} adalah white noise. dengan menggunakan “back substitution” Dengan operator “backward shift” atau “lag operator” yg didefinisikan dengan menerapkan operator lag secara berulang, maka sehingga

Random walk dapat ditulis menggunakan operator lag menjadi Random Walk: Sifat orde kedua buktikan! krn kovarians-nya mrp fungsi dari waktu, maka ia tidak stasioner. Sehingga autokorelasinya positif meluruh sangat lambat dari angka 1

Operator Pembedaan (Difference),  Pembedaan dapat mengubah deret waktu non-stasioner menjadi stasioner. Contoh: random walk mrp deret waktu yg non-stasioner. Tetapi pembedaan orde pertamanya merupakan white noise yang stasioner. Operator pembedaan  didefinisikan sbg Hubungan antara operator pembedaan dan operator lag: Secara umum

Simulasi Simulasi berguna utk mempelajari model deret waktu, dimana sifat-sifat dari model dapat dilihat dalam bentuk plot. Sehingga jika data deret waktu mempunyai sifat-sifat yang mirip dgn plot dari model yg dipelajari, maka model tsb bisa terpilih sebagai kandidat utk memodelkan data kita.

Membangkitkan random walk > set.seed(1) > w <- rnorm(1000) > x <- c(w[1],rep(NA,999)) > for (t in 2:1000) x[t] <- x[t - 1] + w[t] > plot(x, type = "l")

Korelogramnya dibuat dengan > acf(x) Meluruh secara lambat

Penaksiran Model dan Plot Diagnostik Membangkitkan Deret Waktu Random Walk Pembedaan orde pertama dari random walk adalah white noise, sehingga korelogram dr hasil pembedaan pertama dapat digunakan utk memeriksa apakah data deret waktu tsb dapat dimodelkan dgn random walk. > acf(diff(x)) Karena korelogramnya tidak berpola, maka data pembedaan adalah white noise (data aslinya random walk).

Contoh: data kurs mata uang > www <- "http://www.massey.ac.nz/~pscowper/ts/pounds_nz.dat" > Z <- read.table(www, header = T) > Z.ts <- ts(Z, st = 1991, fr = 4) > acf(diff(Z.ts)) Autokorelasinya signifikan pada lag-1 menunjukkan perlu model yang lebih rumit. Tetapi, tidak adanya lag lain yg signifikan menunjukkan bhw model random walk mrp pendekatan yg cukup bagus.

Coba model random walknya ditambah komponen trend dr Holt-Winters tanpa musiman > Z.hw <- HoltWinters(Z.ts, alpha = 1, gamma = FALSE) > acf(resid(Z.hw)) > Z.hw$alpha [1] 1 > Z.hw$beta [1] 0.167018

Sehingga model taksirannya dimana wt mrp white noise dgn rata-rata nol. Dua buah persamaan ini bisa dijadikan satu persamaan saja, bagaimana caranya?

Random Walk dengan Drift Model Contoh: Data harga penutupan saham HP > www <- "http://www.massey.ac.nz/~pscowper/ts/HP.txt" > HP.dat <- read.table(www, header = T) ; attach(HP.dat) > plot (as.ts(Price))

> DP <- diff(Price) ; plot (as.ts(DP)) > mean(DP) [1] 0.03986587 > sd(DP) [1] 0.4596295 > acf (DP) Konfiden interval bagi  > acf (DP) = [0.004,0.075] menunjukkan bhw parameter drift signifikan.

Model Autoregresif Deret waktu {xt} merupakan proses autoregresif berorde p, disingkat AR(p), jika dimana {wt} adalah white noise dan i mrp parameter dgn p0. Model AR(p) dapat dinyatakan dgn operator lag: Perhatikan bhw: Random walk adalah kasus khusus AR(1) dgn 1= 1 Model pemulusan eksponensial adalah kasus khusus dengan i = 1,2,... dan p   Modelnya adalah regresi dr xt terhadap suku-suku lag-nya, yakni xt-1, xt-2,... dst, sehingga disebut ‘autoregresif’. Prediksi pada waktu t: Parameternya dpt ditaksir dgn meminimumkan JK error.

Proses AR yang Stasioner dan yang Non-stasioner Persamaan karakteristik: Prosesnya dikatakan stasioner, jika semua nilai mutlak akar persamaannya lebih besar dari 1. Contoh: proses random walk , akarnya non-stasioner Periksa: AR(1) AR(2)