Manajemen Perangkat I/O STMIK MDP Palembang

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala
Advertisements

Sistem Operasi (pertemuan 1) Memori Razief Perucha F.A
Pertemuan 6 (Organisasi Input/Output)
Komponen Dan Model Sistem Informasi
Desain Sistem Informasi Bab:Kebutuhan Hardware Dan Kebutuhan Software
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI (A)
Kelompok 10 I/O Sistem Operasi
Manajemen Disk.
Manajemen Disk.
PROSES AKSES LINTAS DISK
PERTEMUAN – 10 KULIAH SISTEM OPERASI I/O dan DISK
Pengantar Sistem Pengarsipan dan Akses
Manajemen Input/Output
Struktur Sistem Komputer
PERTEMUAN MINGGU KE-11 SISTEM INPUT / OUTPUT.
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
Pengenalan Teknologi Informasi
Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Pendidikan
Pertemuan 11 Memory.
DASAR-DASAR PROSES KOMPUTER
Manajemen Prinsip Dasar Input/Output
KOMPONEN SISTEM INFORMASI Materi Pertemuan ke-4.
Luas Daerah ( Integral ).
Pertemuan 3 Arsitektur Komputer II
Hardware Software Brainware
Slide 7 – Penjadwalan Process
Algoritma Penjadwalan Disk
BAB VI MULTIPLE INTERRUPTS
Manajemen Proses Meliputi : Pengelolaan sisklusi hidup proses
Struktur CPU By Serdiwansyah N. A..
PERTEMUAN KE-4 PERKULIAHAN SISTEM OPERASI
SISTEM PAGING.
SISTEM PAGING STMIK MDP Palembang
Algoritma Pergantian Halaman
KOMPUTER DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEKNOLOGI
Manajemen Perangkat Masukan dan Keluaran
Versi 1, 2013CCS113 – SISTEM OPERASIFASILKOM PERTEMUAN 3 KOMPONEN SISTEM OPERASI.
Manajemen I/O.
BAB III PERANGKAT KERAS KOMPUTER
SISTEM OPERASI Pertemuan 7 : Manajemen Perangkat Input/Output
MEDIA PENYIMPANAN BERKAS
MANAJEMEN DEVICE.
Pertemuan ke-21 perkuliahan sistem operasi
MANAJEMEN INPUT / OUTPUT
Input Output Device.
BAB III PERANGKAT KERAS KOMPUTER
Media Penyimpanan Sekunder
Manajemen Input/Output
Manajemen I/O SISTEM OPERASI Slide perkuliahan
ORGANISASI KOMPUTER Pertemuan IX
Manajemen Perangkat I/O
Management Perangkat Masukkan/Keluaran
Perangkat Utama Input/Output dan Memori
MEMAHAMI MEDIA PENYIMPANAN BERKAS
Manajemen Disk.
SISTEM INPUT / OUTPUT.
PERTEMUAN MINGGU KE-11 SISTEM INPUT / OUTPUT.
Struktur Sistem Komputer
Perangkat Keras Masukan/Keluaran
INPUT DAN OUTPUT.
Memahami Struktur Sistem Operasi Closed Source
ORGANISASI & ARSITEKTUR KOMPUTER
MEMAHAMI MEDIA PENYIMPANAN BERKAS
BAB III PERANGKAT KERAS KOMPUTER
PENJADWALAN DISK DALAM SISTEM OPERASI
ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER
SISTEM INPUT / OUTPUT.
Manajemen Input/Output
Manajemen Device atau Input/Output
Infranstruktur Teknologi Informasi
Transcript presentasi:

Manajemen Perangkat I/O STMIK MDP Palembang by : Hendri Sopryadi,MTI

Pendahuluan Menurut Silberschatz et. al. [Silberschatz2002], salah satu tujuan utama dari suatu sistem operasi adalah mengatur semua perangkat M/K (Masukan/Keluaran) atau I/O (Input/Output) komputer. Sistem operasi harus dapat memberikan perintah ke perangkat-perangkat itu, menangkap dan menangani interupsi, menangani error yang terjadi. Sistem operasi juga harus menyediakan antarmuka antara sistem operasi itu sendiri dengan keseluruhan sistem itu yang sederhana dan mudah digunakan.

Secara umum, terdapat beberapa jenis perangkat M/K, seperti perangkat penyimpanan (disk, tape), perangkat transmisi (network card, modem), dan perangkat antarmuka dengan pengguna (screen, keyboard, mouse). Perangkat tersebut dikendalikan oleh instruksi M/K. Alamat-alamat yang dimiliki oleh perangkat akan digunakan oleh direct I/O instruction dan memory-mapped I/O.

Beberapa konsep yang umum digunakan ialah port, bus (daisy chain/shared direct access), dan pengendali (host adapter). Port adalah koneksi yang digunakan oleh perangkat untuk berkomunikasi dengan mesin. Bus adalah koneksi yang menghubungkan beberapa perangkat menggunakan kabel-kabel. Pengendali adalah alat-alat elektronik yang berfungsi untuk mengoperasikan port, bus, dan perangkat.

1. Klasifikasi Perangkat I/O Perangkat I/O merupakan komponen paling banyak jenisnya dan dapat dikelompokkan dengan beragam kriteria, antara lain : Berdasarkan sifat aliran datanya Berdasarkan sasaran komunikasi

1.1 Perangkat I/O berdasarkan sifat aliran data Dibagi menjadi dua bagian : Perangkat berorientasi blok (block-oriented devices)  menerima dan mengirim informasi sbg blok-blok berukuran tetap. Contoh disk,tape, CDROM,Optical disk dll Perangkat berorientasi karakter (Character stream-oriented devices)  menerima dan mengirim aliran karakter tanpa menghiraukan struktur blok. Contoh printer, jaringan, mouse dll

2. Pengendalian Perangkat Unit I/O mengandung komponen mekanis dan elektronis. Komponen elektronis ini disebut pengendali perangkat (device controllers) atau adapter. Pada komputer personal (PC), komponen ini biasanya berupa kartu sirkuit yang dapat dimasukkan ke dalam slot pada motherboard komputer. Perangkat mekanis berupa perangkat itu sendiri.

Kartu pengendali biasanya memiliki sebuah penghubung Kartu pengendali biasanya memiliki sebuah penghubung. Beberapa pengendali dapat menangani dua, empat, atau bahkan delapan perangkat yang sejenis. Sistem operasi hampir selalu berhubungan dengan pengendali, bukan dengan perangkat secara langsung. Sebagian besar komputer yang berukuran kecil menggunakan model bus tunggal seperti pada Gambar berikut, “Model Bus Tunggal” untuk berkomunikasi antara CPU dan pengendali. Sedangkan mainframe yang berukuran besar umumnya menggunakan model yang berbeda, dengan bus yang banyak dan I/O channels.

3. Mekanisme Perangkat Lunak I/O Disk Disk diorganisasikan menjadi silinder-silinder dengan tiap permukaan terdapat head yang ditumpuk secara vertikal Dulu pita magnetik digunakan sebelum penggunaan disk sebagai media penyimpanan sekunder yang memiliki waktu akses yang lebih lambat dari disk. Sejak digunakan disk, tape digunakan untuk backup, untuk menyimpan informasi yang tidak sering digunakan,

2. Penjadwalan Disk Penjadwalan disk merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mencapai efisiensi perangkat keras. Bagi disk drives, efisiensi dipengaruhi oleh kecepatan waktu akses dan besarnya disk bandwith. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis disk dipengaruhi oleh : Waktu seek (seek time) Waktu tunda rotasi (rotational latency) Waktu transfer data time (transfer data time)

1. Waktu seek  Waktu yang diperlukana untuk sampai ke posisi track yg dituju. 2. Waktu rotasi  Waktu yang dibutuhkan mekanisme akses untuk mencapai blok yg diinginkan 3. Waktu transfer  bergantung pada kecepatan rotasi dan kepadatan rekaman. Waktu transfer adalah kecepatan transfer data sesaat, data ini diberikan oleh pembuat.

Apabila suatu proses membutuhkan pelayanan M/K dari atau menuju disk, maka proses tersebut akan melakukan system call ke sistem operasi. Permintaan tersebut membawa beberapa informasi, antara lain: 1. Apakah operasi input atau output 2. Alamat disk untuk proses tersebut 3. Alamat memori untuk proses tersebut 4. Jumlah bytes yang akan ditransfer

3. Algoritma Penjadwalan Disk Pada sistem multiprogramming banyak proses yg melakukan permintaan2 membaca dan menulis record2 disk. Proses-proses membuat permintaan2 lebih cepat dibanding yg dapat dilayani disk, sehingga membentuk antrian permintaan layanan disk. Diperlukan penjadwalan disk agar memperoleh kinerja optimal

3.1 Penjadwalan FCFS Penjadualan disk FCFS melayani permintaan sesuai dengan antrian dari banyak proses yang meminta layanan. Secara umum algoritma FCFS ini sangat adil walaupun ada kelemahan dalam algoritma ini dalam hal kecepatannya yang lambat. Sebagai contoh, antrian permintaan pelayanan disk untuk proses M/K pada blok dalam silinder adalah sebagai berikut: 10, 45, 37, 56, 60, 25, 78, 48, 88, 70, 5, 20. Jika head pada awalnya berada pada 50 Tentukan total perpindahan head-nya !

3.2 Penjadualan SSTF Shortest-Seek-Time-First (SSTF) merupakan algoritma yang melayani permintaan berdasarkan waktu pencarian atau waktu pencarian paling kecil dari posisi head terakhir. Karena waktu pencarian meningkat seiring dengan jumlah silinder yang dilewati oleh head, maka SSTF memilih permintaan yang paling dekat posisinya di disk terhadap posisi head terakhir.

Penjadualan SSTF merupakan salah satu bentuk dari penjadualan shortest-job-first (SJF), dan karena itu maka penjadualan SSTF juga dapat mengakibatkan starvation pada suatu saat tertentu. Hal ini dapat terjadi bila ada permintaan mengakses bagian yang berada di silinder terdalam. Jika kemudian berdatangan lagi permintaan-permintaan yang letaknya lebih dekat dengan permintaan terakhir yang dilayani maka permintaan dari silinder terluar akan menunggu lama dan sebaliknya. Walaupun algoritma SSTF jauh lebih cepat dibandingkan dengan FCFS, namun untuk keadilan layanan SSTF lebih buruk dari penjadwalan FCFS. Tentukan total perpindahan head-nya!

3.3 Penjadwalan SCAN Pada algoritma ini disk arm bergerak menuju ke silinder paling ujung dari disk, kemudian setelah sampai di silinder paling ujung, disk arm akan berbalik arah geraknya menuju ke silinder paling ujung lainnya. Algoritma SCAN disebut juga Algoritma lift/ elevator karena algoritma ini cara kerjanya sama seperti algoritma yang umum dipakai oleh lift untuk melayani penggunanya, yaitu lift akan melayani orang-orang yang akan naik ke atas dulu, setelah sampai di lantai tertinggi, baru lift akan berbalik arah geraknya untuk melayani orang-orang yang akan turun.

Keunggulan dari algoritma SCAN adalah total pergerakan disk arm memiliki batas atas, yaitu 2 kali dari jumlah total silinder pada disk “Penjadualan SCAN” terlihat salah satu kelemahan algoritma SCAN: permintaan di silinder 88 sebenarnya sudah merupakan permintaan yang paling ujung, tetapi disk arm harus bergerak sampai silinder 99 dulu, baru kemudian dapat berbalik arah geraknya. Bukankah hal seperti itu sangat tidak efisien? Mengapa disk arm tidak langsung berbalik arah geraknya sesudah sampai di silinder 88? Kelemahan ini akan dijawab oleh algoritma LOOK

3.4 Penjadualan C-SCAN Algoritma Circular SCAN (C-SCAN) merupakan hasil modifikasi algoritma SCAN untuk mengurangi kemungkinan starvation yang dapat terjadi pada SCAN. Perbedaan C-SCAN dengan SCAN hanya pada bagaimana pergerakan disk arm setelah sampai ke salah satu silinder paling ujung.

Pada algoritma SCAN, disk arm akan berbalik arah menuju ke silinder paling ujung yang lain sambil tetap melayani permintaan yang berada di depan arah pergerakan disk arm, sedangkan pada algoritma C-SCAN sesudah mencapai silinder paling ujung, maka disk arm akan bergerak cepat ke silinder paling ujung lainnya tanpa melayani permintaan.

Dengan pergerakan yang seperti demikian, seolah-olah disk arm hanya bergerak 1 arah dalam melayani permintaan. Tetapi dalam algoritma C-SCAN masih terkandung kelemahan yang juga dimiliki oleh algoritma SCAN, yaitu disk arm harus sampai di silinder 99 atau silinder 0 terlebih dahulu sebelum dapat berbalik arah.

3.5 Penjadwalan LOOK Sesuai dengan namanya, algoritma ini seolah-olah seperti dapat "melihat". Algoritma ini memperbaiki kelemahan SCAN dan C-SCAN dengan cara melihat apakah di depan arah pergerakannya masih ada permintaan lagi atau tidak. Bila tidak ada lagi permintaan di depannya, disk arm dapat langsung berbalik arah geraknya. Penjadwalan LOOK seperti SCAN yang lebih "pintar".

Kelemahan algoritma ini sama seperti kelemahan algoritma SCAN bahwa dapat terjadi starvation untuk situasi yang sama pula dengan yang menyebabkan terjadinya starvationpada algoritma SCAN. Oleh karena itulah dibuat lagi suatu algoritma yang lebih baik untuk memperbaiki algoritma ini, yaitu: C-LOOK.

3.6 Penjadwalan C-LOOK Algoritma ini berhasil memperbaiki kelemahan-kelemahan algoritma SCAN, C-SCAN, dan LOOK. Algoritma C-LOOK memperbaiki kelemahan LOOK sama seperti algoritma C-SCAN memperbaiki kelemahan SCAN, yaitu pada cara pergerakan disk arm setelah mencapai silinder yang paling ujung.

dengan memiliki kemampuan "melihat“ algoritma LOOK, setelah melayani permintaan di silinder 88, disk arm akan bergerak dengan cepat ke silinder 5, yaitu permintaan di silinder yang terletak paling dekat dengan silinder 0. Dengan cara pergerakan disk arm yang mengadaptasi keunggulan dari C-SCAN dan LOOK, algoritma ini dapat mengurangi terjadinya starvation, dengan tetap menjaga efektifitas pergerakan disk arm.

Pemilihan Algoritma Penjadwalan Disk Dari seluruh algoritma yang sudah kita bahas di atas, tidak ada algoritma yang terbaik untuk semua keadaan yang terjadi. SSTF lebih umum dan memiliki prilaku yang lazim kita temui. SCAN dan C-SCAN memperlihatkan kemampuan yang lebih baik bagi sistem yang menempatkan beban pekerjaan yang berat kepada disk, karena algoritma tersebut memiliki masalah starvation yang paling sedikit. SSTF dan LOOK sering dipakai sebagai algoritma dasar pada sistem operasi.

Dengan algoritma penjadualan yang mana pun, kinerja sistem sangat tergantung pada jumlah dan tipe permintaan. Sebagai contoh, misalnya kita hanya memiliki satu permintaan, maka semua algoritma penjadualan akan dipaksa bertindak sama. Sedangkan permintaan sangat dipengaruhi oleh metode penempatan berkas. Karena kerumitan inilah, maka algoritma penjadualan disk harus ditulis dalam modul terpisah dari sistem operasi, jadi dapat saling mengganti dengan algoritma lain jika diperlukan.

Namun perlu diingat bahwa algoritma-algoritma di atas hanya mempertimbangkan jarak pencarian, sedangkan untuk disk modern, rotational latency dari disk sangat menentukan. Tetapi sangatlah sulit jika sistem operasi harus memperhitungkan algoritma untuk mengurangi rotational latency karena disk modern tidak memperlihatkan lokasi fisik dari blok-blok logikanya. Oleh karena itu para produsen disk telah mengurangi masalah ini dgn mengimplementasikan algoritma penjadualan disk di dalam pengendali perangkat keras, sehingga kalau hanya kinerja M/K yang diperhatikan, maka sistem operasi dapat menyerahkan algoritma penjadualan disk pada perangkat keras itu sendiri.