Sistem kontrol penyiram air

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Water heating system Dasar kendali cerdas.
Advertisements

Logika Fuzzy Stmik mdp
Fuzzy logic.
Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus IF
Mengatasi Ketidakpastian (Uncertainty)
FUZZY.
Kelompok Unit Evaporasi. Sistem Kontrol Evaporator Menggunakan sistem kontrol kalang terbuka (open loop system), sehingga tidak ada sinyal feedback.
Ade Yusuf Yaumul Isnain
Logika Fuzzy.
Dibuat oleh: Muhamad Ali Urfih/
LOGIKA FUZZY PERTEMUAN 3.
YUSRON SUGIARTO, STP., MP., MSc
LOGIKA FUZZY.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE 6 Fuzzy Logic
LOGIKA FUZZY .
1 Pertemuan 24 APLIKASI LOGIKA FUZZY Matakuliah: H0434/Jaringan Syaraf Tiruan Tahun: 2005 Versi: 1.
FUZZY LOGIC LANJUTAN.
Pertemuan 22 FUZZIFIKASI DAN DEFUZZIFIKASI
Membangun DSS & KNN Dengan Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani
Logika Fuzzy.
LOGIKA FUZZY Rika Harman, S.Kom.M.SI.
LOGIKA FUZZY.
Kecerdasan Buatan Logika Fuzzy.
Logika fuzzy.
KECERDASAN BUATAN LOGIKA FUZZY (Fuzzy Logic) Edy Mulyanto.
LOGIKA FUZZY (Lanjutan)
Kode MK :TIF , MK : Fuzzy Logic
FUZZY INFERENCE SYSTEMS
Model Fuzzy Mamdani.
Pertemuan 11 FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS)
KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence) Materi 5
Sistem Berbasis Fuzzy Materi 1
CARA KERJA SISTEM PAKAR
FUZZY TSUKAMOTO UTHIE.
Sistem Inferensi Fuzzy
REASONING FUZZY SYSTEMS.
LOGIKA FUZZY.
FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS)
FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS)
FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) - TSUKAMOTO
Kuliah Sistem Fuzzy Pertemuan IV “Operator-operator Fuzzy”
<KECERDASAN BUATAN>
SISTEM FUZZY.
DASAR FUZZY.
LOGIKA FUZZY Dosen Pengampu : Dian Tri Wiyanti, S.Si, M.Cs
KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
KONSEP UMUM SISTEM KONTROL / PENGATURAN
METODE FIS Pertemuan Ke-5.
Pertemuan 11 FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS)
KECERDASAN BUATAN PERTEMUAN 8.
HEMDANI RAHENDRA HERLIANTO
Sistem Inferensi Fuzzy
Operasi Himpunan Fuzzy
Pemanfaatan Sistem Fuzzy Sebagai Pendukung Keputusan
FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) - TSUKAMOTO
Contoh 4: Penerapan Konsep Sistem Fuzzy
Contoh Penerapan Fuzzy System 1
Sistem Pakar teknik elektro fti unissula
FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) - TSUKAMOTO
METODE FIS Pertemuan Ke-5.
FUZZY TSUKAMOTO UTHIE.
SOAL NOMOR 1 Durasi persoal 3 Menit. SOAL NOMOR 1 Durasi persoal 3 Menit.
Example 13.8 Tentukan keluaran tegangan untuk sistem kontrol motor DC dari data berikut dan berikan set Rule nya. Rules Jika kecepatan LOW, maka tegangan.
CCM110 Matematika Diskrit Pertemuan-11, Fuzzy Inference System
Peta Konsep. Peta Konsep A. Ukuran Sudut Disamping itu, ada ukuran-ukuran sudut yang lebih kecil dari satu derajat, yaitu menit dan detik.
Peta Konsep. Peta Konsep A. Ukuran Sudut Disamping itu, ada ukuran-ukuran sudut yang lebih kecil dari satu derajat, yaitu menit dan detik.
Fuzzy Expert Systems.
FUZZY TSUKAMOTO UTHIE.
DASAR FUZZY.
FUZZY. Pendahuluan ■Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy. ■Lotfi.
Transcript presentasi:

Sistem kontrol penyiram air Dasar Kendali cerdas

Misalkan kita ingin membangun sistem untuk mengontrol alat penyiram air . Input untuk sistem tersebut adalah suhu udara (dalam 0C) dan kelembaban tanah (dalam %) Output yang diinginkan adalah durasi penyiraman (dalam menit) Misalkan nilai crisp yang diterima sensor kelembaban adalah 12%. Nilai crisp yang diterima sensor suhu adalah 370C Berapa lama durasi penyiraman yang harus dilakukan?

Untuk menentukan berapa lama durasi penyiraman , maka proses yan dilakukan adalah: 1. fuzzification : mengubah kedua nilai crisp input tersebut menjadi fuzzy input menggunakan fungsi- fungsi keangotaan 2. rule evaluation : melakukan reasoning menggunakan nilai- nilai fuzzy input tersebut dan fuzzy rule sehingga dihasilkan fuzzy output 3. defuzzification : mengubah fuzzy output menjadi nilai crisp (dalam satuan detik) berdasarkan fungsi keanggotaan output

Proses fuzification Misalkan untuk suhu udara kita menggunakan fungsi keanggotaan trapesiun dengan 5 variabel linguistik yaitu: cold, cool, normal, warm, hot Dengan fungsi ini, maka crisp input suhu 370C dikonversikan ke nilai fuzzy dengan cara: Suhu 370C berada pada nilai linguistik warm dan hot Semantik atau derajat keanggotaan untuk warm dihitung menggunakan rumus : -(x-d)/(d-c), c<x≤d Berdasarkan gambar : Dimana c=36 dan d=39 , sehinga derajat keanggotaan warm = -(37-39)/(39-36) = 2/3 Derajat keanggotaan untuk hot hitung menggunakan rumus : (x-a)/(b-a), a<x<b, dimana a=36 dan b=39, sehinga derajat keanggotaan hot = (37-39)/(39-36) = -1/3

Fungsi keanggotaan untuk suhu udara

Misalkan untuk kelembaban tanah kita menggunakan fungsi keanggotaan trapesiun dengan 3 variabel linguistik yaitu: dry, moist, wet Dengan fungsi ini, maka crisp input kelembaban 12% dikonversikan ke nilai fuzzy dengan cara: Kelembaban 12% berada pada nilai linguistik dry dan moist Semantik atau derajat keanggotaan untuk dry dihitung menggunakan rumus : -(x-d)/(d-c), c<x≤d Berdasarkan gambar : Dimana c=10 dan d=20 , sehinga derajat keanggotaan dry = -(12-20)/(20-10) = 4/5 Derajat keanggotaan untuk moist hitung menggunakan rumus : (x-a)/(b-a), a<x<b, dimana a=10 dan b=20, sehinga derajat keanggotaan moist = (12-20)/(20-10) = 1/5

Fungsi keanggotaan untuk kelembaban tanah

Jadi proses fuzzifikasi menghasilkan empat fuzzy input yaitu : Suhu udara = warm(2/3) dan hot (1/3) Kelembaban tanah =dry(4/5) dan moist(1/5)

Proses inferensi Untuk durasi penyiraman kita menggunakan fungsi keanggotaan trapesium dengan 3 nilai linguistik: short, medium dan long

Aturan fuzzy untuk sistem kontrol penyiram air Antecedent 1( suhu udara) cold cool normal warm hot Dry Long long Moist Medium wet short Short Antecedenct 2 (kelembabn)

Ada 3 x 5 =15 aturan fuzzy yaitu:

Proses inferensi menngunakan model mamdani Dapat digunakan 2 cara infrensi, yaitu clipping(alppha-cut) atau scaling. Metode yang paling umum digunakan adalah clipping karena mudah diimplementasikan dan bila diagregasikan dengan fungsi lain akan menghasilkan bentuk yang mudah difuzifikasi Dari empat data fuzzy yaitu :Suhu udara = warm(2/3) dan hot (1/3) Kelembaban tanah =dry(4/5) dan moist(1/5) Diperoleh empat aturan dari 15 aturan yang dapat diaplikasikan yaitu:

Sehinga diperoleh dua pernyataan yaitu : Gunakan aturan conjuction (Λ) dengan memilih derajat keanggotaan minimum dari nilai-nilai linguistik yang dihubungkan oleh Λ dan lakukan clipping pada fungsi keanggotaan trapesium untuk durasi penyiraman. Sehinga diperoleh : IF suhu is warm (2/3) AND kelembaban is Dry (4/5) then durasi is long(2/3) IF suhu is warm (2/3) AND kelembaban is Moist (1/5) then durasi is medium (1/5) IF suhu is Hot (1/3) AND kelembaban is Dry (4/5) then durasi is long(1/3) IF suhu is Hot (1/3) AND kelembaban is Moist (1/5) then durasi is Medium (1/5) Gunakan aturan disjunction (V) dengan memilih derajat keanggotaan maximum dari nilai-nilai linguistik yang dihubungkan oleh V dan lakukan clipping pada fungsi keanggotaan trapesium untuk durasi penyiraman. Sehinga diperoleh : ‘Durasi is long (2/3) V durasi is long (1/3)’ dihasilkan durasi is long (2/3)’ ‘Durasi is medium (1/5) V durasi is medium (1/5)’ dihasilkan durasi is medium (1/5)’ Sehinga diperoleh dua pernyataan yaitu : Durasi is long (2/3) dan durasi is medium (1/5)’

Proses inferensi menggunakan model mamdani a. Durasi is long (2/3) b. Durasi is Medium (1/5)

Proses defuzzyfication Sebelum defuzyfication , kita harus melakukan proses composition, yaitu agregasi hasil clipping dari semua aturan fuzzy sehinga didapatkan satu fuzzy set tunggal . Proses composition dari dua fuzzy set, Durasi is long (2/3) dan durasi is medium (1/5), menghasilkan satu fuzzy set tunggal. Proses composition pada model mamdani dari dua fuzzy set Durasi is Medium (1/5) dan long (2/3)

Untuk proses defuzzyfication digunakan centroid method Center of area Dengan menentukan titik-titik sembarangan didaerah berarsir , misalkan : 24,28,32,36,40,48,60,70,80 dan 90 diperoleh : Untuk suhu 370C dan kelembaban tanah 12% dibutuhkan durasi penyiraman selama 60,97 detik.

Metode sugeno Metode sugeno menggunakan fungsi keanggotaan yang lebih sederhana dibandingkan model mamdani. Fungsi keanggotaan tersebut adalah singleton , yaitu fungsi keanggotaan yang memiliki derajat keanggotaan 1 pada suatu nilai crisp tunggal dan 0 pada semua crisp yang lain Dengan cara yang sama seperti model mamdani diperoleh Durasi is long (2/3) dan durasi is medium (1/5)’

Proses defuzzyfication menggunakan model sugeno Proses composition dari dua fuzzy set, Durasi is long (2/3) dan durasi is medium (1/5), menghasilkan satu fuzzy set tunggal.

Jika menggunkan Height method untuk proses defuzzyfication , Durasi is long (2/3) dan durasi is medium (1/5), dipilih nilai maksimum nya yaitu Durasi is long (2/3) . Karena nilai crisp untuk long adalah 60, maka durasi penyiraman adalah 60 menit. Jika menggunakan Weighted Average untuk proses defuzzyfication, diperoleh;

Rule viewer Dengan matlab

Surface viewer