HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGANNYA.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Bab 9 EKOLOGI.
Advertisements

BIOsfer STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
HUJAN/PRESIPITASI INDIKATOR KOMPETENSI
Suhu Tanah.
KLASIFIKASI IKLIM Indonesia adalah negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, oleh sebab itu pengklasifikasian iklim di.
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
VI. PENGARUH CUACA PADA TANAMAN
IV. FAKTOR ABIOTIK SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT HUTAN
FAKTOR FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Faktor Abiotik.
oleh : LENI HANDAYANI, S.PI, MP
Ekosistem MENU KOMPETENSI MATERI VIDEO SOAL.
Apakah mulsa itu? Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan.
TANAH / PEDOSFER OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd.
RETENSI AIR TANAH.
organisme dan lingkungan
Evaluasi lahan Komponen evaluasi lahan Evaluasi lahan Lahan
Assalamu’alaikum wr. wb
Hewan sebagai organisme heterotrof
Hubungan Suhu dan Pertumbuhan Tanaman
HUBUNGAN AIR, TANAH DAN TANAMAN
HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGANNYA.
Temperatur Tanah.
KOMPONEN ABIOTIK DALAM BIOSFER
DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP PENDAHULUAN Tanah secara umum dipahami sebagai bagian.
Kelompok Faktor Iklim (lanjutan)
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pertanian
Kelompok Faktor Iklim Endah Budi Irawati, SP.MP
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
EKOSISTEM Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Kesuburan Tanah.
PENGARUH CAHAYA PADA KEHIDUPAN TANAMAN
MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM ALAMI
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN
GEOGRAFI TANAH TUJUAN Mahasiswa dapat memahami faktor dan pembentukkan tanah dan mampu mengidentifikasi sifat-sifat tanah serta klasifikasi tanah POKOK.
EKOFISIOLOGI.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN
TOPIK 5 CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYA
Universitas Gadjah Mada
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
EKOSISTEM LINGKUNGAN LINGKUNGAN ABIOTIK BIOTiK
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
KONSEP FAKTOR PEMBATAS
KEANEKARAGAMAN HAYATI
PENGENALAN TIPE-TIPE IKLIM
EKOLOGI DAN PENCEMARAN ilustrasi DEFINISI & PERANAN
BAB X EKOSISTEM NUR ROSYIDAH, S.Pd SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA.
BAB 2 PERTANIAN, ENERGI DAN KOMPONEN
LINGKUNGAN USAHA PETERNAKAN
FAKTOR LINGKUNGAN YG UTAMA BAGI TUMBUHAN
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
PERAN (MIKRO)ORGANISME TANAH
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK : CAHAYA DAN ENGARUHNYA TERHADAP TUMBUHAN
GEOGRAFI TANAH TUJUAN Mahasiswa dapat memahami faktor dan pembentukkan tanah dan mampu mengidentifikasi sifat-sifat tanah serta klasifikasi tanah POKOK.
EKOSISTEM TERESTRIAL.
AKSI INTERAKSI Pada saat suatu organisme membutuhkan organisme lain ataupun lingkungan hidupnya, maka dipastikan akan terjadi hubungan yang bisa bersifat.
Pengaruh Iklim terhadap Tanaman serta Hama dan Penyakit Tanaman
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS XI MA SIROJUL HUDA Created By Amirudin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP NAMA KELOMPOK : ELVA MEIROSA MELI WULAN ASIH DEA ANANDA LUSIANA SARI AMELLIA PUTRI RAFIKA S ISTIQOMAH.
TUGAS GEOGRAFI DI S U S U N OLEH : NAMA: SITI NURHALIZA : DINDA BAHTIAR : JUMRIANI PUTRI : ANDI MALLARANGENG ARHAM KELAS: Xi MIPA 3 SMA NEGERI 5 BULUKUMBA.
BIOSFER.
BIOMA, KOMUNITAS DAN VEGETASI
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA. Te ori asal mula kehidupan 1. Teori Transedental, hidup berasal dari tuhan 2. Generatio spontania, makhluk.
Fotosintesis Tempat Fotosintesis Faktor Fotosintesis 4.
Transcript presentasi:

HUBUNGAN MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN DENGAN LINGKUNGANNYA

LINGKUNGAN : Suatu sistem yang kompleks, berbagai faktor berpengaruh timbal balik satu sama lain termasuk dengan komunitas makhluk hidup. Satu atau beberapa faktor lingkungan dikatakan penting bila berada pada taraf minimal, maksimal, dan optimal menurut batas toleransi dari tumbuh-tumbuhan, sehingga faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi tumbuh dan hidupnya makhluk hidup. Satu atau beberapa faktor lingkungan menghambat hidup dan tumbuhnya makhluk hidup.

Faktor penghambat adalah setiap keadaan, jumlah sesuatu zat, atau derajat sesuatu faktor fisik yang berada dekat atau melampaui batas-batas toleransi. Kisaran toleransi organisme terhadap lingkungan ada dua macam : Steno (sempit) Eury (lebar) Setiap organisme kemungkinan hidupnya dibatasi oleh : Jumlah dan variabilitas faktor-faktor tertentu yang ada, kebutuhan minimum, dan faktor-faktor fisik yang kritis. Batas-batas toleransi dari masing-masing organisme terhadap faktor-faktor itu dan faktor-faktor lainnya.

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN A. FAKTOR ABIOTIK 1. Faktor Iklim : a. Cahaya : Intensitas, kualitas, lama dan periodisitas b. Suhu : Derajat, lama dan periodisitas c. Curah Hujan : Banyaknya dan Intensitas, frekuensi, distribusi dan musim d. Kelembaban Udara : Kelembaban nisbi, tekanan uap dan defisit tekanan uap e. Angin : Kecepatan, kekuatan dan arah, frekuensi, macamnya f. Gas Udara : Oksigen, CO2, gas-gas lain

2. Faktor-faktor Geografis : a.Letak Geografis : Derajat Lintang, derajat bujur pulau atau benua, jarak dari pantai b.Topografi : Lereng, derajat dan arah, ketinggian (dpl), bentuk lapangan c.Geologi : Sejarah geologi, batuan dan bahan induk d.Vulkanisme : Pengaruh panas, mekanis dan kimia 3. Faktor Edafis : a. Jenis Tanah b. Sifat-sifat fisik : Profil tanah, struktur, tekstur, aerasi, porositas dan bulk density, kadar air, drainase, permeabilitas, infiltrasi, suhu

c. Sifat-sifat kimia :. pH, mineral tanah, kandungan hara c. Sifat-sifat kimia : pH, mineral tanah, kandungan hara mineral, kandungan senyawa organik, sifat-sifat base exchange d. Sifat-sifat biotis : Flora tanah, jamur, bakteri, fauna tanah, cacing, macam bahan organik, humus dan serasah e. Erosifitas dan erodibilitas

B. FAKTOR BIOTIK 1. Manusia : Penebangan, pembakaran, pencemaran air dan udara, aktivitas penanaman dan pengolahan tanah 2. Hewan : Penyerbukan, penyebaran buah dan biji pengaruh kotoran, memakan dan merusak bagian tumbuhan, transmisi penyakit 3. Tumbuhan : Persaingan, parasitisme, simbiosis, pengaruh toksik

Pengertian iklim dapat dikategorikan kedalam : Iklim Mikro : Iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk tempat/ruang yang terbatas Iklim Makro : Iklim yang nilai-nilainya berlaku untuk daerah yang luas. Nilai-nilai iklim makro digunakan untuk menetapkan tipe iklim, zone iklim dan zone vegetasi Klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah klasifikasi tipe hujan oleh Schmidt dan Fergusson (1951), dimana :

Q : Jumlah rata-rata bulan kering (< 60 mm) Jumlah rata-rata bulan basah ( > 100 mm) Di Hutan Hujan Tropika : curah hujan 1600 – 4000 mm/tahun. Di Savana : curah hujan < 1000 mm/tahun, Di Gurun : curah hujan ≤ 300 mm/tahun.

BERDASARKAN NILAI Q, SETIAP TIPE IKLIM MEMPUNYAI TIPE-TIPE HUJAN SBB : Keadaan Iklim A B C D E F G H 0 – 0,143 0,143 – 0,333 0, 333 – 0,600 0, 600 – 1,000 1, 000 – 1, 670 1, 670 – 3,000 3, 000 – 7, 000 > 7,000 Tanpa musim kering, hutan hujan tropika selau hijau Musim kering nyata, peralihan hutanhujan tropika ke hutan musim Musim kering agak keras, Hutan Musim yang pohon-pohonya gugur daun Musim kering keras, Hutan Savana Daerah kering, Padang pasir

Cahaya merangsang proses diferensiasi jaringan dan sel-sel tanaman 1. Fotosintesis Cahaya matahari merupakan sumber utama energi yang diperlukan bagi kehidupan. Bagi tumbuhan, energi cahaya melalui butir-butir daun diserap dan diubah menjadi energi kimia dalam bentuk molekul-molekul yang sederhana Cahaya Klorofil CO2 + H2O C6H1206 + H2O + O2 + Energi Cahaya merangsang proses diferensiasi jaringan dan sel-sel tanaman

Untuk pertumbuhan yang normal, minimal harus ada keseimbangan antara fotosintessis dan respirasi. Titik Kompensasi : Intensitas cahaya, dimana masukan energi tumbuhan melalui fotosintesis dapat mengimbangi penggunaan energi tersebut oleh respirasi Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berpanjang gelombang 300-1000 mμ. 40 % dari radias total merupakan cahaya kasat mata dengan panjang gelombang 400-750 mμ. Dari energi cahaya kasat mata tersebut hanya 1- 4 % yang digunakan untuk fotosintesis. Sinar biru (450 mμ) dan sinar merah (670 mμ) merupakan cahaya yang utama diabsorbsi daun untuk fotosintesis.

Hanya sebagian kecil energi yang tersedia digunakan untuk fotosintesis, sisanya dipantulkan. Menurut Galston (1961), energi matahari yang diterima bumi (100.000 cal/cm2/tahun), 30 % penguapan air, dan sekitar 67 cal/cm2/tahun untuk fotosintesis.

2. Transpirasi Besarnya transpirasi bergantung pada : 1. Keadaan tempat tumbuh terutama iklim. Penguapan daun semakin banyak bila kadar air tanah semakin tinggi 2. Kesuburan komunitas tumbuhan Tegakan yang lebih subur di areal beriklim basah mempunyai transpirasi yang lebih tinggi daripada tegakan yang kurang subur. 3. Kedudukan tumbuh-tumbuhan dalam komunitas Di dalam hutan, strata pohon penguapannya lebih tinggi dari strata semak.

Transpirasi berbagai jenis tumbuhan menurut Coster(1937) : 1. Tumbuhan yang penguapannya kuat ( > 2000 mm/th) Contoh : Paraserianthes falcataria, Acacia villosa, Leucaena glauca, Eupatorium palescens, Samanea samans, Lantana camara, Bambu dll. Tipe vegetasi yang penguapannya kuat : Belukar 2.Tumbuhan yang penguapannya sedang (1000-2000 mm/th) Tectona grandis, Hevea brasiliensis, Imperata cylindrica, Artocarpus integra, Eucalyptus alba. Tipe vegetasi yang penguapannya sedang : Hutan hujan dataran rendah

Tumbuhan yang penguapannya lemah (<1000 mm/th) Contoh : Thea sinensis, Cocos nucifera, Casuarina equisetifolia, Ficus elastica, Pinus merkusii, Agathis alba, Garcinia mangostana, Lagerstroemia speciosa. Tipe vegetasi yang penguapannya lemah : Hutan pegunungan Secara ekologis cahaya penting karena memberikan efek pemanasan dan berpengaruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang. Sinar ultraviolet yang sebagian besar diserap oleh lapisan ozon di luar atmosfer dapat mematikan protoplasma.

Faktor cahaya yang penting diketahui ialah : 1. Intensitas atau jumlah radiasi persatuan luas per satuan waktu 2. Kualitas atau kompisisi panjang gelombang 3. Lamanya penyinaran dalam sehari Berdasarkan adaptasi tumbuhan terhadap perbedaan intensitas cahaya, tumbuhan dikategorikan sebagai : 1. Tumbuhan yang tahan hidup di bawah naungan (Scyophyt) = tumbuhan toleran Misalnya : Altingia excelsa, Schima noronhae, Swietenia mahagoni, Dypterocarpus spp, Dryobalanops aromatica, Shorea accuminatisima, dll

2. Tumbuhan yang untuk hidupnya memerlukan banyak cahaya matahari (sun–adapted atau light demanding plant) = tumbuhan intoleran (Heliophyt). Misalnya : Acacia mangium, Gmelina arborea, Paraserianthes falcataria, Eucalyptus alba, Tectona grandis, Pinus merkusii, Pterospermum javanicum, dll

Bayangan hutan merupakan bayangan merah karena cahaya yang telah melalui daun-daun hijau tersaring dan cahaya yang diteruskan banyak mengandung sinar-sinar hijau, merah dan infra merah. Bila hutan terlalu rapat, ada kemungkinan bayangan hutan terlalu banyak mengandung sinar infra merah yang tidak baik bagi perkecambahan jenis-jenis pohon tertentu. Oleh karenanya permudaan banyak terdapat di tempat-tempat terbuka dalam hutan, sehingga di hutan yang rapat perlu ada tindakan Seedling Cutting.

Lamanya penyinaran atau perioditas cahaya sangat berpengaruh terhadap fase generatif (pembungaan). Berdasarkan reaksi tanaman terhadap panjang hari, tumbuhan dibagi tiga kategori, yaitu : Tumbuhan berhari pendek, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari < 12 jam, misal : ubi jalar, arbei, aster, semak, dll Tumbuhan berhari panjang, yaitu tumbuhan yang berbunga bila panjang hari > 12 jam, misal : kentang, lobak, dll Tanaman netral, yaitu tanaman yang tidak dipengaruhi oleh panjang hari, misal : tomat, nenas, kapas dan ubi kayu.

ADAPTASI TUMBUHAN Warming (1985) mengklasifikasikan tumbuhan ke dalam grup ekologi berdasarkan persyaratan tumbuh terhadap air dan macam substrat atau tanah dimana tumbuhan hidup. A. Grup ekologi tumbuhan berdasarkan jenis tanah sebagai media tumbuh : 1. Oxylophytes : Tumbuhan tanah asam 2. Halophytes : Tumbuhan tanah basa 3. Psammophytes : Tumbuhan tanah pasir 4. Lithophytes : Tumbuhan pada permukaan batu-batuan

Epifit tidak termasuk, karena tidak mempunyai hubungan yang permanen dengan tanah B. Grup ekologi tumbuhan berdasarkan kebutuhannya terhadap air : 1. Hydrophytes : tumbuhan yang hidup di dalam atau dekat air 2. Xerophytes : tumbuhan yang hidup di habitat kering (kurang suplai air) 3. Mesophytes : tumbuhan yang hidup di habitat yang tidak kering juga tidak basah (lembab)