ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 1 11/2005 KULIAH KE 10.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ASEAN DAN APEC.
Advertisements

IMPLIKASI PERUBAHAN LINGKUNGAN BAGI DINAMIKA POLITIK LOKAL
US Bilateral Security Alliances in the Asia-Pacific Latar belakang: -Kepentingan AS untuk memelihara stabilitas regional Asia Pasific agar sesuai dengan.
Sosiologi Pedesaan Pertemuan V
Southeast Asia as the “Second Front” in the War Against Terrorism : Evaluating the Threat and Responses 3 rd GROUP.
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
PENGANTAR.
Memahami Prinsip Kebijakan Luar Negeri India dan Pakistan
Elsa Widya lestari Hubungan Internasional dan organisasi Internasional
PRESENTASI MANAJEMEN STRATEGIS
N ATHANIA S ETYA P UTRI Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat (2012) KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI A MERIKA S ERIKAT T ENTANG TERORISME.
MBP. Asia Tenggara Kelompok 4.
KEWIRAUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PENGUSAHA USAHA KECIL
MANAGEMEN KONFLIK Ilmi A Stialani S.Psi.
KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERKAIT LAUT CHINA SELATAN
Asean & Hubungan internasional masa & pasca perang dingin
Presentasi Pkn Disusun oleh: Guntur Gunawan.A Richo Bagus .M
Politik Luar Negeri Indonesia
Hartanto, S.I.P.,M.A. PLNRI-April  Politik Luar Negeri bebas aktif  1948 sesuai keberadaan lingkungan internasional saat itu.  57 tahun kemudian,
& Globalisasi Pendidikan Pancasila.
PELUANG BISNIS BERBASIS POTENSI LOKAL JAWA BARAT UNTUK PASAR GLOBAL
PROSPEK DAN TANTANGAN HUKUM INTERNASIONAL DI ASEAN DAN INDONESIA PASCA PIAGAM ASEAN: PERSPEKTIF HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL Nandang Sutrisno.
PERSAINGAN & KONFLIK.
menjalin hUBUNGAN INTERNASIONAL
HUKUM INTERNASIONAL.
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
Deconstructing the ASEAN Security Community
By : Kelompok 1 KAWASAN ASIA TENGGARA.
PERDAGANGAN INTERNATIONAL
Ulangan Harian Bab 1 Perdagangan Internasional
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL.
KONFIGURASI SISTEM GLOBAL
Regionalisme ASEAN Kelompok 2.
Hubungan Internasional
Persekutuan Pabean dan Free Trade Area
Konflik Ketidaksesuaian (perbedaan sesuatu) antara dua orang atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi. Manajemen Konflik penggunaan teknik –
Ekonomi untuk SMA/MA kelas XI Oleh: Alam S..
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
KOMPARASI VISI BANGSA-BANGSA
KELOMPOK III SUPARMAN SMAN 17 ZAENAL M SMAN 7 ABDUL HAKIM SMAN 33
"One Vision, One Identity, One Community”
AKTIF BEBAS ? ? PERKEMBANGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA
Kerjasama Pertahanan/Militer Indonesia-Vietnam
KONSEPSI SISTEM PERTAHANAN NEGARA
Antara Meritokrasi dan Demokrasi di Asia
KELOMPOK 5 : AGUS MAULANA DHEA PUTRI A HARYANTI NADILLA
GLOBALISASI.
ASEAN Sebagai Komunitas Imitasi
Konflik Ketidaksesuaian (perbedaan sesuatu) antara dua orang atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi. Manajemen Konflik penggunaan teknik –
IMPLIKASI PERUBAHAN LINGKUNGAN BAGI POLITIK LOKAL
Assalamualaykum.
Oleh : Setiawan Wakil Ketua DPD KNPI Kota Palangka Raya
Analisis Kebijakan Penggunaan Mata Uang Tunggal di ASEAN
ASEAN & GOOD NEIGHBOR POLICY
BENTUK INTERAKSI SOSIAL
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
Pendidikan Kewarganegaraan
Ayo Kita Kenali ASEAN Titan sadewo. Apa ASEAN itu? ASEAN itu (singkatan dari Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia.
ORGANISASI INTERNASIONAL. Organisasi Internasional adalah badan hukum yang didirikan oleh dua atau lebih negara yang merdeka dan berdaulat, memiliki kepentingan.
Peran Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional Kelompok 6 1.DINDA APRILLA PRATIWI 2.DESI ERIKA 3.EDO SUSANTO 4.QOLBIYAH KHOIRUNNISA 5.SAHVIRAH.
Organisasi Internasional Fungsi Organisasi Internasional
Sejarah Tahun 6 UNIT 10: MALAYSIA DAN DUNIA
UNIT 10 : BERSATU PADU MENGHADAPI CABARAN
Hakikat Manajemen Strategis
Budaya dalam hubungan internasional
BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
KERJASAMA INTERNASIONAL
MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DUNIA
Mewaspadaai Ancaman Terhadap Kedudukan NKRI
ASEAN & HUBUNGAN INTERNASIONAL MASA & PASCA PERANG DINGIN.
Transcript presentasi:

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 1 11/2005 KULIAH KE 10

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 2 11/2005 LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN POLITIS POLITIS 1. INTERNAL: Konflik Politik, Etnis Minoritas dan Tuntutan Teritorial. dan Tuntutan Teritorial. 2. EKSTERNAL: Ancaman Komunis dari Utara. SOSIAL EKONOMIS SOSIAL EKONOMIS 1. SUMBER DAYA ALAM YANG MELIMPAH TETA -PI PENDAPATAN PERKAPITA TETAP RENDAH. -PI PENDAPATAN PERKAPITA TETAP RENDAH. 2. PERSAINGAN YANG TIDAK SEHAT 3. POSISI TAWAR MENAWAR YANG RENDAH.

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 3 11/2005 DASAR FORMAL PEMBENTUKAN DEKLARASI: DEKLARASI: Atau pernyataan bersama dari 5 negara pendiri ASEAN yakni Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand dan Pilipina pada tgl 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. SIFAT LONGGAR: SIFAT LONGGAR: Deklarasi berbeda dengan TREATY, deklarasi bersifat sangat longgar, karena

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 4 11/2005 TUJUAN Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan melalui usaha bersama sebagai dasar suatu kawasan Asia Tenggara yang makmur. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan melalui usaha bersama sebagai dasar suatu kawasan Asia Tenggara yang makmur. Mengusahakan stabilitas dan perdamaian regional Mengusahakan stabilitas dan perdamaian regional Mendorong kerjasama dalam bidang2 ekonomi, sosial, budaya, tehnik & Adm. Mendorong kerjasama dalam bidang2 ekonomi, sosial, budaya, tehnik & Adm.

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 5 11/2005 DIPLOMASI ASEAN SPIRIT ASEAN SPIRIT ASEAN Setiap penyelesaian persoalan selalu di- kembalikan pada jiwa/spirit pembentukan ASEAN. MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT Penyelesaian persoalan dilakukan dengan musyawarah diantara negara anggota untuk mencapai mufakat. PERSONAL CONTACT ANTAR ELITE POLITIK PERSONAL CONTACT ANTAR ELITE POLITIK Formal atau tidak formal, agar setiap perbedaan yang ada bisa diselesaikan secara mudah.

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 6 11/2005 ASEAN WAY Memandang semua negara sederajat Memandang semua negara sederajat Menabukan penggunaan kekuatan yang dididentikan dengan kekerasan dan peng- gunaan militer. Menabukan penggunaan kekuatan yang dididentikan dengan kekerasan dan peng- gunaan militer. Tidak memperkenankan campur tangan dalam masalah domestik negara lain. Tidak memperkenankan campur tangan dalam masalah domestik negara lain. Manajemen dan pengurangan konflik demi stabilitas kawasan. Manajemen dan pengurangan konflik demi stabilitas kawasan. Mengutamakan konsultasi dan akomodasi serta menerapkan kaidah konsensus dalam proses pembuatan keputusan. Mengutamakan konsultasi dan akomodasi serta menerapkan kaidah konsensus dalam proses pembuatan keputusan.

ORGANISASAI INTERNASIONAL ILIEN HALINA 7 11/2005