OLEH JULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FISIKA MEDIA PEMBELAJARAN
Advertisements

Matakuliah : R0132/Teknologi Bahan Tahun : 2006
Materi 2. lanjutan SSiMP Stress Strain Diagram.
Materi Ajar Fisika Kelas XI IPA Semester Ganjil Tahun 2010/2011
HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN
Gambar 2.1. Pembebanan Lentur
BAB IV BATANG LENGKUNG   Batang-batang lengkung banyak dijumpai sebagai bagian suatu konstruksi, dengan beban lentur atau bengkok seperti ditunjukkan pada.
Mekanisme Engkol Peluncur
Dinamika Gelombang Bagian 1 andhysetiawan.
Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan
OLEH : MUHARIKH AL HANIF
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Fisika Dasar IA (FI-1101) Bab 7 ELASTISITAS
ELASTISITAS.
MOMENTUM LINIER DAN IMPULS
Tegangan – Regangan dan Kekuatan Struktur
ELASTISITAS LOADING
BENDA TEGAR FI-1101© 2004 Dr. Linus Pasasa MS.
KESETIMBANGAN BENDATEGAR, TEGANGAN DAN REGANGAN & FLUIDA
TEORI MEKANIKA KEKUATAN KOMPOSIT
MECHANICAL TRANSDUCER
Bab 9: Elastisitas dan Patahan
KONSEP DASAR ANALISIS STRUKTUR
<<POKOK BAHASAN>> Pertemuan 5
Pertemuan 10 Elastisitas
SENSOR GAYA, TORSI DAN TEKANAN FORCE, TORQUE AND PRESSURE SENSOR
Kuliah Perdana Fisika Dasar (Kelas C, D, E, G, H)
Bab 6 Elastisitas.
Pertemuan <<9>> <<STRESS VS STRAIN>>
Tegangan dan Renggangan
Berkelas.
Materi Elastisitas untuk SMA Kelas X
TORSI (PUNTIR)  .
SIFAT ELASTIS BAHAN.
Masing-masing potongan batang dalam keadaan setimbang, maka potongan
Mekanika Teknik Pengenalan Tegangan dan Regangan
Fisika Dasar IA (FI-1101) Bab 7 ELASTISITAS
Uji Tarik Gabriel Sianturi MT.
Hubungan Tegangan dan Regangan (Stress-Strain Relationship) Untuk merancang struktur yang dapat berfungsi dengan baik, maka kita memerlukan pemahaman.
KONSTRUKSI MESIN (3 SKS)
ILMU BAHAN Material Science
ANALISA GAYA, TEGANGAN DAN REGANGAN
Tegangan GABRIEL SIANTURI MT.
Berkelas.
Beban Puntiran.
Sifat-sifat benda Benda bila mendapat tekanan, maka bentuk dan ukurannya akan berubah. Bila tekanan ditiadakan, benda akan kembali ke bentuk dan ukuran.
Pertemuan 10 Tegangan dan Regangan Geser
Berkelas.
MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
Fisika sekolah 3 eko nursulistiyo
ELASTISITAS Pertemuan 16
Matakuliah : K0614 / FISIKA Tahun : 2006
METODE ENERGI REGANGAN (STRAIN ENERGY METHOD)
PENGARUH GAYA PADA SIFAT ELASTISITAS
A A MODUL 11. FISIKA DASAR I 1. Tujuan Instruksional Khusus
CONTOH SOAL (Elastic Strain Energy)
Pertemuan 09 Pemakaian dari Hukum Hooke
Materi Ajar Fisika Kelas XI IPA Semester Ganjil Tahun 2010/2011
Gambar 3.1. Batang Silindris dengan Beban Puntiran
Pertemuan 12 Energi Regangan
UJI TARIK HENDRI HESTIAWAN.
Pertemuan 11 Torsi dan Tekuk pada Batang
SIFAT ELASTISITAS BAHAN
Elastisitas Zat Padat By : Mardina Fitri ( )
Kesetimbangan benda tegar Elastisitas dan Patahan
GURU BIDANG STUDI : ELIYA DEVI, S.Pd
L/O/G/O FISIKA (peminaatan) PENGAJAR : Khairunnisa MA Ad-dinul Qayyim Kapek, Gunung Sari.
Matakuliah : K0614 / FISIKA Tahun : 2006
Pertemuan 8 Tegangan danRegangan Normal
Ikhlas berbagi rela memberi PENGARUH GAYA PADA SIFAT ELASTISITAS BAHAN PENGARUH GAYA PADA SIFAT ELASTISITAS BAHAN SMA Kelas XI Semester 1.
Transcript presentasi:

OLEH JULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND TRAUMA MEKANIK OLEH JULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND

MEKANISME TRAUMA TRAUMA: Kerusakan jaringan akibat intervensi gaya luar yang berlebihan atau kecelakaan. Kerusakan dapat disebabkan karena jaringan atau sistem mengalami 1. Deformasi: perubahan bentuk 2. Regangan (strain): perubahan panjang atau luas 3. Puntiran (sprain): perubahan sudut 4. Kompresi: Perubahan volume

1. DEFORMASI Deformasi pada benda biasanya terjadi akibat tumbukan. Misalnya pada tabrakan atau pada benda jatuh. Pada tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum p sblm bertumbukan = p ssdh bertumbukan m1.v1 + m2.v2 = m1.v’1 + m2.v’2 v1 dan v2 = kec. Benda I dan II sebelum bertumbukan v’1 dan v’2 = kec. Benda I dan II sesudah.bertumbukan

P = m.v HK. Newton II: Laju perubahan momentum suatu benda sama dengan gaya total yang diberikan pada benda tersebut. Semakin besar laju perubahan momentun semakin besar gaya yang mengintervensi benda yang bertabrakan, semakin besar perubahan bentuk yang dialami benda.

REGANGAN (STRAIN) l F=m.g l Regangan bisanya mengakibatkan terjadinya perubahan panjang atau luas benda akibat adanya gaya eksternal yang berupa tarikan. Biasanya terjadi pada benda yang bersifat elastik. Misalnya: karet, otot dll. Menurut Hukum HOOK: l = F/k l = pertambahan panjang F = Gaya Eksternal k = konstanta elastisitas l l F=m.g

Diagram l vs F sepotong logam yang diberi tegangan Daerah plastisitas Titik patah Batas elastisitas Gaya F Daerah ekastisitas l Diagram l vs F sepotong logam yang diberi tegangan

l maks dicapai pada titik Patah. F maksimum yang mencapai titik patah disebut juga dengan Kekuatan Ultimat dari benda. Besarnya l tidak hanya bergantung k dan F saja, tetapi juga oleh luas penampang A. dimana semakin besar A maka l semakin kecil. Besaran F/A disebut juga tegangan (identik dengan Tekanan) yang berasal dari luar. Besaran l/l disebut juga dengan regangan yang merupakan respon dari benda terhadap tegangan.

Untuk materi yang berbeda perbandingan tegangan dengan regangan ini berbeda yang dipengaruhi oleh konstanta elastisitas benda. Nilai perbandingan antara tegangan dengan regangan ini disebut juga konstanta elastisitas Young atau yang lebih dikenal dengan Modulus Young yang disimbolkan dengan Y dimana: atau Ternyata regangan berbanding lurus dengan tegangan pada daerah elastisitas.   Untuk tulang (Tungkai), Y = 15 X 109 N/m2

Tegangan Geser Teg. Geser identik teg. tarik atau tekan tetapi memilik F yang sama besar dan berlwanan arah yang melintasi sisi-sisi benda yang berlawanan. Ex. Sebuah buku tebal yang ditekan. Modulus Geser G =(F/A)/(l / l )  Untuk Tulang G = 80 x 109 N/m2 F l l F

F maks/ luas yang bisa ditahan benda sampai batas patah yang disebabkan tegangan tarik, tekan dan geser disebut kekuatan tarik, kekuatan tekan dan kekuatan geser dari benda tersebut. Untuk tulang Kekuatan tarik: 130 x 106 N/m2 Kekuatan tekan = 170 x 106 N/m2  Untuk keamanan. Tegangan pada sebuah struktur tidak boleh melebihi 1/3 dari nilai tegangan yang terdapat pada tabel Standar.

Modulus kekakuan pada Puntiran Jika sebatang logam sepanjang l dengan radius r dipuntir dengan memberikan gaya sebesar F akan menyebabkan pipa terpuntir dengan sudut sebesar  Momen puntir M = m.g.r ………(1) l  r F = m.g

Besarnya sudut puntiran dipengaruhi oleh nilai modulus kekakuan  (rigidity) dari materi yang mempunyai hubungan sebagai berikut  = 2M.l/..r4 atau M =..r4./2l ,,,,,,,,, (2) dimana :  = sudut puntiran; M = momen puntiran, L = panjang batang;  = Modulus kekakuan benda,  = 3,14 r = radius batang.  Berdasarkan psm.1 dan 2 maka  batang dapat dihitung dengan menggabung psm 1 dan 2. m.g.r = ..r4./2l  = 2.m.g.l/.r3.  = modulus kekakuan (N/m2 )

Aplikasi: Puntiran(sprain = keseleo) sering terjadi pada otot dan sendi dapat disebabkan karena: 1. Salah sikap 2. Terpeleset/tergelincir 3. Eksposure gaya eksternal yang besar. Akibat puntiran yang besar antara lain: 1. Trauma pada otot & sendi 2. Dislokasi sendi

3 jenis tegangan penyebab tulang patah: Teg. tarik Teg. tekan Teg. geser