Analisa grafik Analisa ini hanya dapat digunakan bila variabel output hanya ada 2 buah saja, untuk lebih dari 2 variabel metode ini sulit digunakan. Analisa.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Operations Management
Advertisements

Riset Operasional Pertemuan 9
GRAPHICAL SOLUTION OF LINEAR PROGRAMMING PROBLEMS
BAB II Program Linier.
Operations Management
PROGRAM LINEAR 1. PENGANTAR
PENGANTAR PROGRAM LINIER & SOLUSI GRAFIK
Teknik Pencarian Solusi Optimal Metode Grafis
MANAJEMEN SAINS BAB III METODE GRAFIK.
PENDAHULUAN PROGRAMASI LINEAR
METODE SIMPLEKS Metode ini digunakan untuk kasus kasus yang melibatkan lebih dari dua variabel output.
Operations Research Linear Programming (LP)
PROGRAM LINIER Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel Definisi:
Riset Operasi Ira Prasetyaningrum.
KAPASITAS PRODUKSI.
Teknik Pengambilan Keputusan Programa Linier
MATEMATIKA BISNIS PERTEMUAN kedua Hani Hatimatunnisani, S. Si
METODE ALJABAR DAN METODE GRAFIK
Riset Operasional (Operational Research)
LINIER PROGRAMMING PERTEMUAN KE-2.
PEMROGRAMAN LINEAR RISMAYUNI.
Dosen : Wawan Hari Subagyo
Linear Programming (Pemrograman Linier) Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012/2013 DR. Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc.
LINEAR PROGRAMMING METODE SIMPLEX
METODE ALJABAR DAN METODE GRAFIK
Programa Linear Metode Grafik
Operations Management
PENDAHULUAN PROGRAMASI LINEAR
LINEAR PROGRAMMING METODE GRAFIK.
LINEAR PROGRAMMING: METODE GRAFIK Fungsi Tujuan Maksimasi dan Minimasi
LINEAR PROGRAMMING METODE GRAFIK
Himpunan Sistem Bilangan Pangkat, akar & Logaritma Deret
Linier Programming Manajemen Operasional.
Modul III. Programma Linier
Program Linier : Penyelesaian Grafik
RISET OPERASIONAL RISET OPERASI
LINEAR PROGRAMMING METODE SIMPLEKS
Linear Programming Formulasi Masalah dan Pemodelan
Kondisi yang dihadapi manajer dalam pengambilan keputusan
BREAK EVEN ANALYSIS Break Even Analysis (Analisis Titik Impas) merupakan suatu teknik evaluasi ekonomi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan secara.
Program Linier (Linier Programming)
Metode Linier Programming
Operations Management
Linier Programming (2) Metode Grafik.
MANAJEMEN SAINS MODUL 2 programasi linier
LINEAR PROGRAMMING Pertemuan 06
Minggu 1 Pertemuan II Riset Operasi
Riset Operasional 1 Manajemen-Ekonomi PTA 16/17
PROGRAM LINIER PENDAHULUAN
Teknik Pengambilan Keputusan Programa Linier
SENSITIvITAS METODE GRAFIK
Operations Management
Program Linear dalam Industri Pakan Ternak
PENYELESAIAN PROLIN DENGAN METODE ALJABAR
Operations Management
Riset Operasi Ira Prasetyaningrum.
Dosen : Wawan Hari Subagyo
Analisis Sensitivitas
Pertemuan ke-7 FUNGSI LINIER.
Pertemuan ke-4 Linier Programming Metode Grafik
Operations Management
Operations Management
LINIER PROGRAMMING.
Pertemuan II Linear Programming.
Saint Manajemen LINEAR PROGRAMMING
Operations Management
BAB I Program Linier Pertemuan 1.
Operations Research Linear Programming (LP)
Operations Research Linear Programming (LP)
TEORI RISET OPERASIONAL. PENGERTIAN TEORI RISET OPERASIONAL Menurut para ahli: Menurut Operation Research Society Of America (1976), “Riset operasi berkaitan.
Transcript presentasi:

Analisa grafik Analisa ini hanya dapat digunakan bila variabel output hanya ada 2 buah saja, untuk lebih dari 2 variabel metode ini sulit digunakan. Analisa ini dilakukan dengan menggambarkan garis garis linier fungsi batasan non negatif

Buat mode matematis dalam bentuk linier Buat garis-Langkah-langkah pengerjaan: garis lurus dari fungsi batasan Tentukan daerah feasible dari fungsi-fungsi batasan tersebut Tentukan nilai optimal yang memberikan nilai terbesar dari fungsi tujuan.

Sebagai ilustrasi dari langkah-langkah tersebut, berikut ini adalah contoh kasus linier programming Sebuah industri membuat dua model sepatu, yaitu sepatu dari karet dan kulit dimana proses pembuatan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

Sepatu karet: diproses dimesin I selama 2 jam, tanpa melalui mesin II langsung diproses dimesin III selama 5 jam Sepatu kulit: Diproses dimesin II selama 3 jam lalu diproses lanjut dimesin III selama 6 jam

Dimana dalam satu siklus produksi: Mesin I hanya mampu beroperasi 8 jam. Mesin II hanya mampu beroperasi 15 jam Mesin III hanya mampu 30 Jam

Tentukanlah kombinasi dari masing-masing jenis sepatu jika harga jual sepatu karet Rp 30.000,- dan sepatu kulit Rp 50.000,- hingga diperoleh keuntungan maksimum. Solusi: Buatlah model matematisnya

X1 (karet) X2 (kulit) Mesin I 2 8 Mesin 2 3 15 Mesin 3 5 6 30

2. Persamaan linier yang bersangkutan: ZX1 < 8 3X2 < 15 6X1 + 5x2 <0 Maksimumkan Z = 3X1+5X2

X2 g F X2 C A B È X1 O A 6X1+5X2 < 30 X1 < 4

3. Daerah feasible mencakup wilayah OABCD Titik Koordinat Z= 3x1+5x2 O [0,0] Z=3(4)+5(0)=12 A [4,0] Z=3(o)+5(0)=0 B [u.6/5] Z=3(u)+5(6/5)=18 C [5/6,5] Z=3(5/6)+5(5)=27,5 D [0,5] Z=3(0)+5(5)=25

Istilah istilah dalam grafik Feasible zone: daerah dimana tidak melanggar batasan-batasan yang ada yaitu daerah OABCD 2. Non feasible zone: daerah dimana melanggar batasan-batasan yang ada, yaitu <>daerah [ABE] <>daerah [BCF] <>daerah [CGF] 3. Optimal solution: titik potong dari fungsi batasan yang memberikan nilai optimal terhadap fungsi tujuan.

Sehingga nilai optimal terjadi pada titik C dengan koordinat [5/6,5] yang secara fisis: Untuk mengoptimalkan keuntngan maka: Sepatu karet dibuat sebanyak 5/6 pasang Sepatu kulit dibuat sebanyak 5 pasang dengan keuntungan maksimum Rp 27.500,-

Corner point feasible solution Titik potong fungsi batasan dari daerah dalam kasus ini titik O,A,B,C,D 4. Corner point in feasible solution Titik potong fungsi batasan diluar daerah feasible yaitu titik E,F & G

5. Multiple optimal solution, yaitu nilai optimal yang lebih ari satu titik. Ini dapat terjadi jika koefisien fungsi tujuan sama dengan koefisien fungsi batasan.