Harun Joko Prayitno Universitas Muhammamdiyah Surakarta Disampaikan pada Penlok Penulisan Artikel Ilmiah Nasional Malang, 30 Oktober.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Membaca Referensi Dalam kegiatan membaca dibutuhkan bahan bacaan yang tentunya berupa tulisan. Menurut Tarigan (1984:22) bahan bacaan (tulisan) pada dasarnya.
Advertisements

Teknik Penulisan Jurnal Ilmiah
Macam (KTI) Karya Tulis Ilmiah
Mengapa Kita Perlu Meneliti?
STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL BEREPUTASI
Mien A. Rifai Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Mien A. Rifai Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
STRATEGI MENEMBUS JURNAL TERAKREDITASI WAHYU WIBOWO
1 Karya Ilmiah? adl karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar
KARANGAN ILMIAH.
PANDUAN PENULISAN LAPORAN TEKNIS
KARANGAN ILMIAH Marlina, M.Pd..
Penulisan Karya/Artikel Ilmiah.
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
LAPORAN PENELITIAN Dr. Susilo, M.Pd..
Oleh: IDA ROSIDA,A.Ma DCT KELOMPOK TEMATIK
PKM-GT Gagasan kreatif
..: Tim TA :.. Fakultas Informatika IT Telkom Februari 2010
FORMAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
MEMBACA ARTIKEL JURNAL
Menulis Karya Ilmiah Rian Rahmanda Putra
REVIEW METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN
Rini Astuti S.I.Kom Menulis Karya Ilmiah Rini Astuti S.I.Kom
TATA TULIS KARYA ILMIAH TAHUN AKADEMIK 2016/
METODOLOGI PENELITIAN
Penulisan Ilmiah.
Kiat menyusun usul penelitian
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PENINGKATAN SUBSTANSI ARTIKEL
PEDOMAN AKREDITASI TERBITAN BERKALA ILMIAH TAHUN 2011 (Berdasarkan Peraturan Dirjen Dikti no 49/DIKTI/Kep/2011 berlaku mulai 15 Juni 2011) Juni Sumarmono.
Tata Tulis Karya Ilmiah
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN PEDAGOGIK: Jurnal Kependidikan
Penggolongan Karangan
Mengapa Kita Perlu Meneliti?
Oleh: WAHYU PURNOMOJATI PENGAWAS SMA BOYOLALI
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
KARYA TULIS ILMIAH Kelompok 5 Wulan Aprilia Utami
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
REVIEW JURNAL ILMIAH.
PELATIHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM) PKM AI -PKM GT
Strategi Pemilihan Berkala Ilmiah yang Sesuai
Penggolongan Karangan
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH Karina Jayanti
J PENGEMBANGAN KEPROFESIAN GURU
Tahap Penulisan Karya Ilmiah
PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Pertemuan I MG Catur Yuantari
KARYA TULIS (Karangan)
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
RAGAM KARYA ILMIAH Dilihat dari tujuan penulisannya karangan ilmiah dapat dibedakan ke dalam dua jenis. Pertama adalah tugas-tugas perkuliahan, seperti.
Menulis laporan Pertemuan IX.
Pertemuan XV Menulis laporan.
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
HAKIKAT MAKALAH Kelompok 3: DEVRIE ADITYA PURNAMA GINA ARTHA
METODOLOGI PENELITIAN
KONSEP DASAR PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN
SWASUNTING ARTIKEL ILMIAH untuk Publikasi
BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH HUKUM
PROPOSAL & LAPORAN PENELITIAN
PENTINGNYA MENULIS ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL DAN NASIONAL WASMEN MANALU FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
FORMAT MAKALAH ILMIAH Siti zulzilah.
TINJAUAN PUSTAKA/ LANDASAN TEORI
RAGAM KARYA ILMIAH Dilihat dari tujuan penulisannya karangan ilmiah dapat dibedakan ke dalam dua jenis. Pertama adalah tugas-tugas perkuliahan, seperti.
METODOLOGI PENELITIAN TEKNIK PENULISAN PROPOSAL. PENGERTIAN METODE PENELITIAN METODE ? PENELITIAN ? METODE PENELITIAN PADA DASARNYA MERUPAKAN CARA ILMIAH.
JENIS-JENIS KARYA ILMIAH
Menulis Karya Ilmiah Rini Astuti S.I.Kom
Transcript presentasi:

Harun Joko Prayitno Universitas Muhammamdiyah Surakarta Disampaikan pada Penlok Penulisan Artikel Ilmiah Nasional Malang, 30 Oktober 2014

Evaluasi Diri Strategi Pemilihan TBI Penguasaan Pedoman Penulisan 1 3 2

 Dasarnya adalah refleksi diri  Syaratnya jujur, normal estimasi, pengalaman induktif  Tujuannya untuk mengukur kemampuan diri

 Mengenali kekuatan dan kelemahan keilmuan diri sendiri  Memahami hasil penelitian/telaahan yang akan ditulis  Mengetahui kebermaknaaan temuannya  Mengetahui capaian substansi kandungannya  Memastikan sumbangan simpulan yang dihasilkan terhadap perkembangan khazanah keilmuan

Refleksi keilmuan Refleksi kemampuan Refleksi pengalaman

Kemutakhiran permasalahan yang ditulis Dasar Kemutakhiran adalah riset Orisinalitas gagasan Keunikan gagasan Kedalaman ulasan Kebaruan teori yang digunakan Ketepatan penggunaan metode Ketajaman analisis Keunikan atau ”kenyentrikan”

Ketuntasan pembahasan Kesahihan data Kespesifikan topik ke judul Kebermaknaan sumbangan tulisan Sumbangan terhadap kemajuan bidang ilmu yang ditulis Bobot keprimeran sumber Kemutakhiran acuan Pencetusan teori baru

a.Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan mempunyai kebaruan/memberikan kontribusi ilmiah tinggi 6 b.Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan mempunyai kebaruan/memberikan kontribusi ilmiah cukup 4 c.Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan mempunyai kebaruan/memberikan kontribusi ilmiah rendah 2 d.Memuat artikel yang berisi karya tidak orisinal dan/atau tidak mempunyai kebaruan/memberikan kontribusi ilmiah 0

a.Sangat nyata3 b.Nyata2 c.Tidak nyata1

a.> 80 %4 b %2 c.< 40 %1

Skripsi ‘transfer teknologi’ Tesis ‘adaptasi teknologi’ Disertasi ‘inovasi teknologi’ Komnas ‘invensi/discovery’

 Membandingkan secara menyeluruh hasil dan simpulan yang dicapai dalam kegiatan yang sudah dirampungkan dengan hasil, pendapat, simpulan, dan teori yang dibuat ilmuwan terkait lain yang baru saja diterbitkan.  Perbandingan semacam itu akan menunjukkan kekuatan dan kelemahan, serta makna sumbangan yang akan disampaikan.

Sudahkan hasil tulisan serupa pernah diterbitkan orang? Jika sudah, apa kesamaan dan apa pula perbedaannya? Apakah temuan yang dianggap orisinal betul-betul merupakan sesuatu yang baru? Bermaknakah nilai ilmiah keorisinalan yang baru diungkapkan? Apakah hasil yang diperoleh hanya mengisi rumpang kecil ketidaktahuan yang tidak mengganggu kalau dibiarkan?

 Apakah hasil tadi hanya mengukuhkan pendapat yang ada sekalipun bukti yang disajikan terungkap dari pendekatan atau pandangan berbeda?  Seberapa jauh simpulan yang dihasilkan merambah ke wilayah terra incognita ilmu?  Apakah ilmuwan terkait akan menghargai temuan yang dihasilkan?  Siapa kira-kira yang akan menantang simpulan dengan jalan menindaklanjuti atau melaksanakan penelitian atau telaahan baru?  Akan banyakkah ilmuwan yang melakukan pengacuan langsung pada hasil, dan siapa saja yang secara tidak langsung akan diuntungkan dengan penerbitannya?

Sebagai pelaksana suatu kegiatan penelitian atau telaahan, Anda sendirilah yang tahu betul apakah kegiatan yang sudah diselesaikan diyakini secara pasti menghasilkan simpulan berupa keluaran (output) yang memiliki keunikan tinggi yang diminati orang banyak di pentas lokal, nasional, ataupun internasional karena sangat orisinal, serta memunyai akibatan (outcome), dan dampak (impact) luas dalam memajukan frontir ilmu dan teknologi.

Pendapat objektif dari rekan sejawat dalam lingkungan kerja, yang dapat dilakukan melalui diskusi intensif secara informal Evaluasi wajar tanpa pamrih dari pembimbing penelitian atau atasan Saran masukan dalam presentasi terbatas dalam lingkungan lembaga Kritikan membangun terhadap makalah yang dibacakan dalam pertemuan ilmiah terbuka

 Keterbatasan aspirasi segala kegiatan kecendekiaannya, yang sering sangat melokal dan tidak menasional apalagi mengglobal  Kesempitan sudut pandang dan pembatasan cakupan oleh judul kegiatan (yang mungkin merupakan projek sehingga sering terbawa menjadi juga judul karya ilmiahnya) yang mengungkung  Kekurangberanian untuk menganalisis secara mendalam data dan informasi yang terkumpul selama penelitian

 Ketiadaan sintesis melebar terhadap hasil yang diperoleh dengan jalan membandingkannya dengan ‘mencakup’ hasil penelitian lain, meminjam dari waktu lain, memanfaatkan disiplin lain, menyadap dari budaya lain, ataupun mengacu pada pengalaman orang lain yang sudah ada dalam khasanah pustaka mutakhir sesuai dengan kode etik yang berlaku  Ketakutan dalam menyusun simpulan berakibatan dan berdampak meluas  Kekerdilan buat melontarkan perampatan revolusioner yang memungkinkan tersusunnya suatu grand theory.

 Jikalau sudah diyakin betul bahwa segala upaya maksimum telah terkerahkan untuk menyempurnakan simpulan yang dicapai, hasil penelitian atau telaahan  Menjadi kewajiban untuk segera memilih terbitan berkala ilmiah yang paling sesuai untuk tempat menerbitkannya

 Sangat spesialis  Spesialis  Biasa ‘generalis’

 Populer (misalnya Intisari, artikelnya ditulis dengan ‘laras bahasa anak sekolah’ yang kekuatannya <4000 kosakata, miskin istilah)  Semi populer (misalnya Prisma, Kalam, Trubus, disusun memakai ‘laras bahasa pengetahuan’ berkekuatan 4000–6000 kosakata, peristilahan tidak begitu pekat)  Teknis (berisi artikel yang ditulis dengan ‘laras bahasa ilmiah’ yang sangat pekat karena tak terbatas kosakata istilah yang digunakannya)

 Tertinggi derajat pengakuan orang padanya (terakreditasi vs tak terakrediasi)  Terkuat pengaruhnya (bermakna vs tak terasa kehadirannya dalam kegiatan pemajuan bidang ilmunya)  Terluas jangkauannya (bahasa internasional vs bahasa lokal)  Terlebar wawasannya (keglobalan vs kesetempatan liputan geografi objeknya, dan asal penyumbang naskahnya)  Terbaik kepionerannya (melulu hasil penelitian vs banyak artikel ulasannya)  Terbesar akibatan dan dampaknya (impact factor: sering diacu vs tak pernah disitir orang)  Terbanyak pembacanya (besar vs kecil jumlah tirasnya)  Tercepat pemerosesannya (panjang vs pendek antriannya)  Tersering frekuensi terbitnya (lama vs sebentar masa tunggunya).

 Ditulis dalam salah satu bahasa resmi PBB sehingga memiliki cakupan pembaca yang luas  Memuat artikel yang berisi sumbangan nyata bagi kemajuan suatu disiplin ilmu yang banyak diminati ilmuwan sedunia  Penerbitannya dikelola secara terbuka sehingga melibatkan dewan penyunting dari berbagai penjuru dunia, dan setiap artikelnya dilewatkan melalui penyaringan sistem penelaahan oleh mitra bebestari internasional secara anonim  Penyumbang artikelnya berasal dari pelbagai negara yang lembaga-lembaganya memiliki pakar yang berspesialisasi dalam bidang kekhususan berkala  Sejalan dengan itu persebaran berkalanya juga mendunia karena dilanggan oleh pebagai lembaga dan pakar dari berbagai negara  Terliput dalam daftar/ indeks yang diterbitkan lembaga pemeringkat penerbitan dunia.

 Pelajari dengan saksama dua tiga nomor terbitan terakhirnya  Baca dengan cermat untuk memahami petunjuk pada penulis (yang tebalnya dapat sampai 64 halaman!) yang pasti selalu diberikan berkala ilmiah  Selami dan kuasai betul seluk-beluk segala persyaratan yang dicantumkan dalam petunjuk pada penulis tadi  Selidiki apakah berkalanya masih memunyai website khusus untuk tempat menambahkan perincian dan penjelasan persyaratan lebih lanjut tentang petunjuk pada penulis tersebut

 Baca dengan cermat tiga atau empat artikel dalam nomor-nomor terakhir berkalanya––terutama yang berkaitan erat dengan topik atau subjek yang akan Anda siapkan artikelnya––sambil membandingkannya dengan petunjuk pada penulis tadi.  Akrabi dengan tata kebiasaan, pola penyajian, cara berargumen, dan gaya selingkung yang dipakai para penyumbang naskah yang diterima oleh berkala

 Petunjuk Penulisan bagi Penulis [Skor 2]  Petunjuk penulisan bagi penulis diberikan secara jelas dan rinci dalam setiap volume, supaya ketaatasasan pada gaya selingkung terbitan berkala ilmiah dapat dipertahankan.  Untuk memberikan kemudahan pada penulis, penerbit diharapkan memberikan contoh berkas elektronik (template) sebagai format untuk penulisan sehingga penulis tinggal mengisi susbtansinya saja.

a.Terinci, lengkap, jelas, sistematis, dan tersedia contoh atau template 2 b.Kurang lengkap dan kurang jelas1 c.Tidak lengkap dan tidak jelas0

Pedoman Rancu

Pedoman Rancu

Pedoman Rancu

 Secara umum sama  Namun demikian, perlu diketahui bahwa tidak ada dua berkala yang sama petunjuk pada penulis, pedoman penulisan karangan, instruksi pada calon pengarang, guide for authors, instruction to contributors (atau apa pun namanya), karena setiap berkala memunyai gaya selingkungnya masing- masing

 Ketentuan tentang judul, baris kepemilikan (lihat Vancouver Convention on Co-authorship jika timbul keraguan bagaimana berbagi hak kepengarangan), abstrak, dan kata kunci  Tata cara penulisan dan penggunaan tanda baca  Pemanfaatan catatan kaki atau catatan akhir  Ilustrasi dan tabel serta grafik  Urutan penataan penyajian dan pengaturan pembaban  Keterperincian bahan dan metode  Pola penyajian hasil... dan terutama pembahasan  Cara pengacuan dan penyusunan daftar pustaka ... dan segala perincian kecil lain yang digariskan berkala.

 Bukan merupakan hasil plagiat, dan tidak mengandung unsur plagiat  Tidak mengandung fabrikasi dan falsifikasi data  Tidak tengah diproses buat diterbitkan dalam bentuk lain apapun  Tidak sedang dikirimkan ke berkala lain untuk dipertimbangkan pemuatannya  Selanjutnya perlu dinyatakan bahwa semua nama yang tercantum dalam baris kepemilikan memang berhak menjadi pengarang sesuai dengan Vancouver Convention on Coauthorship, dan semuanya sudah menyetujui bentuk akhir naskah yang diajukan.  Menyertakansurat penyerahan hak copyright secara mutlak pada berkala untuk memerbanyak, menyebarluaskan, dan menjual terbitan naskahnya sebagai bagian berkala.

 Bentuk surat pengantar yang mungkin ditentukan berkala  Macam naskah yang harus disampaikan  apakah hanya berupa print out copy lengkap  atau cukup dengan manuscript MSWord/PDF file saja  atau berupa text/table/legend clones beserta artwork/graphics (TIF, EPS) file  atau semua ketigatiganya ?  Berapa kopi naskah yang harus dikirim  Pengirimannya pada alamat yang mana

1. Sudahkah sesuatu dalam naskah yang bersifat baru dan orisinal untuk ilmu? 2. Cukup berbobotkah substansi yang disumbangkan sehingga bermakna untuk diterbitkan guna memajukan ilmu? 3. Pernahkah bahan serupa diterbitkan sebelumnya dalam bentuk lain? 4. Jika sudah, cukup terkentarakah perbedaannya sehingga naskah masih layak diterbitkan? 5. Tercapaikah kebakuan minimum substasi isi naskah seperti dipersyaratkan berkala?

6.Sesuaikah bobot, keteknisan, dan cakupan substansi yang terkandung dalam naskah dengan berkala? 7.Apakah naskah yang dihadapi lebih cocok untuk berkala lain? 8.Memadaikah metode dan pendekatan untuk tujuan penelitian atau penelaahan yang dilaporkan? 9.Memadaikah capaian hasil yang dilaporkan untuk membenarkan temuan yang didaku dan perampatan yang dilakukan? 10.Tepatkah perhitungan dan analisis statistikanya, serta benarkah penafsirannya?

11.Adakah kesalahan fakta, penginterpretasian yang tidak logis, atau penyimpulan yang berlebihan (overreach), lapsus calami (slip of the pen)? 12.Apakah tabel telah menyajikan data secara jelas dan ringkas? 13.Apakah semua ilustrasi diperlukan? 14.Sebaliknya, apa tabel, ilustrasi, dan gambar masih kurang? 15.Apakah semua keterangan gambar dan judul tabel cukup jelas?

16.Berkomplemenkah tabel dan ilustrasi dengan narasi teks? 17.Apakah kepustakaan yang ditelaah dan diacu cukup mutakhir dan lengkap? 18.Terlalu banyakkah pustaka sekunder yang diacu? 19.Cermatkah pendokumentasian pustaka, catatan kaki, catatan akhir? 20.Terdapatkah parade kutipan?

21.Terjumpaikah pengacuan tidak langsung (si Bdu dalam si Dadap dalam si Fulan)? 22.Terjagakah keseutuhan artikel naskah (tidak dipecah- pecah demi perolehan kum banyak)? 23.Apakah kerangka susunan naskah sesuai, memuaskan, dan hemat? 24.Berkepatutankah pengorganisasian bab naskah (rule of thumb for IMRD: pendahuluan 35%, pembahasan cum simpulan >35%, bibliografi <5%)? 25.Apakah semua bagian naskah perlu diterbitkan?

26.Bagian mana yang perlu dibuang, dipersingkat, dipertegas, atau malah diperpanjang? 27.Jelaskah cara pengarang menyajikan tulisannya sehingga tidak bermakna ganda dan mungkin disalahtafsirkan? 28.Terdapatkah keruntunan dan kelogisan dalam penyajian naskah? 29.Terjagakah kebenaran setiap pernyataan naskah? 30.Terpeliharakah ketepatan pemakaian setiap kata dan istilahnya?

31.Sudah dipakaikah bahasa dengan baik dan benar? 32.Cukup tajamkah analisis terhadap data yang terkumpul? 33.Sudah lebarkah sintesis yang dilakukan dalam merangkum temuan(-temuan) yang terungkapkan?

34.Tuntaskah pembahasan membandingkan temuan barunya dengan informasi, pendapat, simpulan, teori yang sudah terungkap sebelumnya dalam pustaka mutakhir karya penelitian lain? 35.Terlihatkah delta sumbangan baru yang diungkapkan untuk memajukan ilmu? 36.Cukup bermaknakah perampatan dan simpulan yang dirumuskan?

37.Cukup lugaskah pendahuluan disajikan untuk menentukan relung dan mengantar pembaca pada inti persoalan yang dibahas? 38.Apakah kandungan abstrak lengkap cakupannya tetapi ringkas serta sesuai dengan gaya selingkung berkala? 39.Bagaimana dengan kata kuncinya? 40.Apakah judul naskah tepat dan betul-betul sesuai dengan keseluruhan isi naskah?

I.Langsung diterima untuk dimuat tanpa perbaikan (SELAMAT ATAS KEBERHASILAN ANDA!), II.Diterima dengan sedikit perbaikan (INI YANG BIASA DIALAMI HAMPIR SEMUA PENULIS), III.Sebenarnya ditolak, tetapi masih dapat) diterima asal Anda bersedia melakukan perbaikan besar-besaran (INI YANG PALING SERING TERJADI), dan IV.Ditolak (DOA ANDA BELUM TERKABUL)

BELAJAR DARI PENGALAMAN SUBSTANSI GAYA SELINGKUNG KOMUNIKASI ILMIAH

ABSTRAK

Isi Abstrak

Isi dan Cakupan Abstrak

Gambar

70

71

Substansi

Subatansi

77